Owner Heart (Chap.09)

OH8

Cast        : Kim Jung Woon / Yesung Super Junior

                 Mala Lovely Kiraina / You as. Park Yoon Mi

                 Kim Ryewook Super Junior

Support Cast :      Kwon Yuri SNSD

                             Eunhyuk Super Junior

                             Kim Hyoyeon SNSD

Author   : Shin Eun Hwa

Genre     : Romance, Sad, Friendship, Family

Rating   : =

Disclaimer : Karya ini murni punyaku dan dari hasil imajinasiku. please hargai kerja keras Author dengan tidak meng -COPAS karya ini. dan juga harap meninggalkan jejak ketika selesai membaca! trimakasih…^^

****

Yoon Mi pergi. Meninggalkan OWNent dan juga Yesung yang tengah asik dengan Yuri. Ia melangkah meninggalkan dua orang itu walau dengan perasaan yang berat. Wajahnya Nampak lesu menyiratkan ia ingin sekali mengucapkan kata perpisahan pada Yesung. Ia pergi menemui Hyoyeon…

 “Mianhe, tadi aku tiba-tiba melupakan sesuatu dan ketika aku mengambilnya aku bertemu dengan Direktur jadi kami mengobrol sebentar. apa kau menunggu lama?” sapanya pada Hyoyoen

“ah, tidak juga. Apa ini semua barang-barang pribadimu?” Yoon Mi menganggukkan kepalanya sambil menatap dos yang sedang ia rangkul

“kajja..” kata Hyoyeon sambil menarik pelan lengan Yoon Mi.

******

Yuri masih menggandeng tangan Yesung dengan mesranya. “Oppa… kau melihat apa?” tanya Yuri sambil mengikuti arah pandang Yesung. Disana kosong dan tak ada apa-apa tak ada juga orang yang mereka kenal

“bukan apa-apa. Kau sudah mau pulang? Biar kuantar” tawar Yesung

“Ne, oppa.. kajja…” ucap Yuri menarik lengan Yesung

Mereka berdua pergi meninggalkan OWNent. Yesung mengantar Yuri sebelum akhirnya kembali keapartemennya.

Bus yang ditumpangi Hyoyeon dan Yoon Mi sampai dihalte dekat apartemen Yoon Mi. kedua sahabat itu melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki hingga sampai apartemen Yoon Mi yang hanya berjarak beberapa meter

 “chukkaeyo…” kata Hyoyeon dengan girangnya. Ia tersenyum kecil sambil berjalan beriringan dengan Yoon Mi,.,

“untuk apa?” tanya Yoon Mi bingung

“Majalah KIS mu.. sukses diluncurkan hari ini. ku dengar acaranya sangat meriah ne?”

“Mm.. begitulah, aku juga turut senang karena kesuksesannya”

“aku senang kau ingin kembali ke universitas.. setidaknya aku tidak kesepian lagi sekarang” curhat Hyoyeon. Ia meletakkan tasnya di sofa depan apartemen Yoon Mi begitu mereka berdua sampai

“Mm.. aku juga sangat merindukan suasana kampus” balas Yoon Mi. ia mengambil segelas air putih lalu meneguknya dan Yoon Mi teringat kejadian sore tadi yang baru ia alami..

 “Yoon Mi ya… Yoon Mi ya.. yakh, Park Yoon Mi” teriak Hyoyeon yang membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.

“ne? waeyo?” tanyanya dengan tampang polos

“aish, jadi dari tadi kau melamun? Kau tidak mendengar ceritaku? Sh,” Hyoyeon memanyunkan bibirnya kesal melihat kenyataan ia diabaikan sejak tadi. Padahal ia tengah bercerita tentang suasana kampus mereka juga tentang Eunhyuk yang ia temui beberapa hari yang lalu

“mianhe bukannya begitu.. memangnya tadi kau bercerita tentang apa?” tanya Yoon Mi lagi. Ia berusaha merayu agar sahabatnya itu tidak ngambek padanya

“sudahlah, lupakan! Kau istirahatlah,, aku tau kau lelah. Aku juga mau tidur” jawab Hyoyeon sambil masuk kedalam kamar Yoon Mi

“kau ingin menginap disini?”

“oh, aku sudah izin sama eomma dan appa”

Hyoyeon langsung menarik selimutnya menutupi tubuhnya tak mau melanjutkan perang dingin lagi dengan Yoon Mi. Yoon Mi pun kemudian merebahkan badannya disamping Hyoyeon dan mencoba memejamkan matanya.…

*****

Yesung melepas sweaternya dan melemparnya kesegala arah. Segelas air putih langsung ia teguk untuk menghilangkan rasa gundahnya. Entah itu gundah atau apapun rasanya yang jelas Yesung sendiri juga tak mengerti dengan perasaannya sendiri. Ia pun teringat kejadian sore tadi saat ia dan Yoon Mi hanya bisa bertatapan dari arah jauh tanpa bisa saling menyapa

 “oh, kau sudah pulang? Bagaimana hasilnya? Kau bertemu dengan Yoon Mi?” tanya Eunhyuk yang memang sedari tadi menunggu di apartemen Yesung

Yesung menggeleng tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“waeyo? Apa dia sudah pergi?” tanya Eunhyuk lagi. Yesung masih tak menjawab. Eunhyuk langsung tak melanjutkan pertanyaannya ia diam. Ia tau bahwa Yesung sekarang tidak dalam keadaan baik dan juga sedang tidak ingin membahas gadis itu. Gadis yang sudah membuatnya juga bingung dengan perasaannya sendiri.

“aku tidur duluan ne?” pamit Eunhyuk kemudian masuk kedalam kamar.

“Mm..” jawab Yesung singkat..

Setelah kepergian Eunhyuk , Yesung menyusul dan merebahkan badannya disamping sahabatnya itu. Matanya menerawang ke langit-langit kamarnya.

Tatapan mata itu sendu, berat dan penuh makna. Rasanya ada sebuah kata yang tak sempat terucap sebelum perpisahan merenggut. Rasanya ada sesuatu yang menekan didada yang belum sempat terungkap namun dia telah lebih dulu datang dan merenggut semuanya. Perpisahan…

Yesung mengingat kejadian sore tadi yang ia alami dengan Yoon Mi. Bertatapan dari jarak yang dekat namun terasa jauh,,, rasanya seperti ada tembok pemisah yang membuat mereka tak bisa saling menyapa. Selama hampir 3 jam Yesung menatap langit-langit kamarnya itu berharap matanya akan segera terpejam namun hanya bayangan Yoon Mi yang mengisi seluruh benaknya. Ia kemudian keluar kamarnya dan menuju ruang tengah, mengambil segelas air putih kemudian meneguknya…

Yoon Mi… Yoon Mi dan lagi-lagi Yoon Mi yang membuat ia tak bisa menutup matanya malam ini. Yesung perhatikan jam dinding yang tergantung diatas televisi sudah menunjukkan pukul 11.35 malam KST.

Yesung mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh melintasi jalan raya yang sudah nampak sepi itu hingga mobilnya berhenti didepan sebuah apartemen sederhana dikawasan barat kota SEOUL. Yesung memperhatikan sekelilingnya sebelum akhirnya turun. “benarkah ini tujuanku? Haruskan aku kesini?” bathin Yesung

Ia langkahkan kakinya perlahan-lahan keluar dari dalam lift yang membawanya kelantai 6 tempat apartemen Yoon Mi berada dan matanya terkejut melihat Yoon Mi tengah asik berdiri diberanda apartemennya sambil memandang langit dan bintang-bintangnya

 “Oo… Yesung ssie… ada apa kau kesini malam-malam begini?” tanya Yoon Mi begitu melihat kehadiran Yesung

“kau sendiri kenapa belum tidur jam begini?”

“aku tidak bisa tidur jadi aku keluar untuk menghirup udara segar” jawab Yoon Mi. Yesung mengambil posisi berdiri disamping Yoon Mi dan ikut menatap langit itu

“benar kau mau pergi?” tanya Yesung tanpa menoleh. “Ne?”

“Mengapa tidak memberitahuku. Kita sudah bekerja bersama selama hampir 6 bulan ini tapi kau bahkan tidak memberitahuku bahwa kau mau pergi. Aku pikir aku sudah bagian dan temanmu tapi ternyata kau masih menganggapku orang asing” lanjut Yesung dengan nada dingin. Matanya masih fokus dengan bintang-bintang dilangit sana

“Aku bukannya tidak ingin memberitahumu tapi belakangan ini kau sibuk jadi aku pikir tidak penting memberitahukan padamu akan hal ini. Aku tidak mau menganggu mu hanya dengan kabar tidak penting seperti ini” jelas Yoon Mi merasa bersalah

“bagimu ini tidak penting tapi bagiku sangat penting”

“mwo?”

 “kau tau aku bahkan berlari tengah malam seperti ini hanya untuk bertemu denganmu dan menanyakan ini. Aku datang sekarang karena aku pikir besok mungkin aku akan sangat sibuk jadi tidak sempat bertemu denganmu. Aku ingin mendengar kau mengucapkan salam perpisahan untukku..”

“salam perpisahan?”

“Ne, sebagai seorang teman aku juga ingin mendengar ceritamu, keluh kesahmu sebelum kau pergi meninggalkan negara ini. Mungkin juga ada kesalahanku yang sempat membuatmu terluka selama kita bersama. Itu, aku minta maaf” Yesung menunduk menampakkan wajah penyesalannya.

Andai ia bisa memutar waktu, akan ia habiskan waktunya bersama Yoon Mi dengan melakukan hal-hal indah bukan dengan bertengkar atau semacamnya, ia tidak pernah menyangka jika Yoon Mi akan pergi secepat ini.

Mendengar perkataan Yesung, Yoon Mi tertawa terbahak-bahak, perutnya terasa geli mendengar kata-kata Yesung malam ini. Yoon Mi merasa Yesung telah salah minum obat penenang atau mungkin sedang mabuk

“waeyo? Kenapa kau tertawa?” tanya Yesung bingung

“apa kau mabuk? Tapi kau tidak bau alcohol, lalu.. apa kau telah salah minum obat? Perkataan mu malam ini aneh sekali” ucap Yoon Mi masih menyisakkan tawa

“mwo? Aku memang tidak mabuk aku juga tidak minum obat” jawab Yesung masih bingung

“sh, aku memang mau pergi tapi tidak akan pergi jauh. Aku sudah berhenti dari OWNent hari ini tapi aku tidak akan kemana-mana. Aku tetap dikorea dan melanjutkan kuliahku. Kau pikir aku akan pergi sejauh itu? Tentu saja tidak!”

 “mwo? Jadi kau…”

“Ne. kau dengar dari siapa aku akan meninggalkan Korea?”

“Aish, Hyukjae…” pekik Yesung kesal. Ia mengenggam kedua tangannya mengingat ia sudah dibohongi oleh menejer sekaligus sahabatnya itu

“Eunhyuk oppa…?” tanya Yoon mi. “Oh,”

“hahaha… dia berbicara begitu padamu dan kau percaya? Sh, tidak kusangka seorang Yesung, artis terkenal bahkan bisa dengan mudah diperdaya. Hahaha” tawa Yoon Mi makin mengembang menggema ditengah malam itu

“kau senang?”

“mwo?”

“kau senang melihatku seperti ini?” Yesung memanyunkan bibirnya merasa malu telah diperdaya

“tentu saja kau terlihat sangat lucu” timpal Yoon Mi

 “aku lapar. Seharian ini aku belum makan karena memikirkan mu jadi, buatkan aku makanan sebagai imbalannya” perintah Yesung bak raja.

“aish, kau tidak pernah berubah. Selalu memerintah sesukamu,,, baiklah akan kubuatkan kau”

“aku tidak punya makanan lain selain ini” kata Yoon Mi sambil meletakkan sebuah panci kecil diatas meja besar diberanda rumahnya. Mereka duduk bersama saling berhadapan

“Whoa…” seru Yesung sambil membuka panci tersebut yang ternyata berisi ramyeon. “ini terlihat lezat, kebetulan aku sudah lama tidak makan ramyeon” ucapnya kemudian menyedot ramyeon tersebut kedalam mulutnya. Yoon Mi hanya memperhatikan Yesung sambil tersenyum kecil.

******

Yuri turun dari kamarnya menuju ruang makan dengan wajah ceria.

“kau ceria sekali. ada apa?” tanya Ny. Kwon sambil mengolesi roti dengan selai

“aku bertemu dengan orang yang sangat kurindukan eomma…” curhat Yuri

“benarkah? Siapa dia”

“Ne. dia adalah sahabatku saat sekolah dulu. Dan eomma tau dia begitu jauh berbeda saat sekolah dulu. Sekarang dia bagaikan pangeran eomma…” Yuri melamun membayangkan wajah Yesung

“Hm, sepertinya kau suka padanya” tebak Ny. Kwon

“eomma…”

“sudahlah, tidak perlu malu. Eomma juga pernah mengalami itu. Kapan-kapan kau kenalkan pada eomma ne?”

“benar? Eomma mau bertemu dengannya?” tanya yuri antusias. Ny Kwon mengangguk

“yahaha… gomawo eomma… aku akan mengenalkanmu padanya. Mmuach, aku pergi ne?” ucap Yuri kemudian pergi dari rumahnya.

******

 “Hyoyeon ah…” teriak Yoon Mi menghampiri sahabatnya itu ditaman kampus.

“kau ceria sekali.. ada apa?” tanya Hyoyeon heran. Ia memperhatikan wajah Yoon Mi yang nampak berseri-seri

“benarkah? Ah, tidak ada apa-apa” elak Yoon Mi sambil duduk disamping Hyoyeon

“ku tebak, kau pasti habis mengalami satu hal yang membuatmu sesenang ini. Apa choi songsaenim membebaskanmu dari tugas-tugas kampus atau mungkin kau dibebaskan dari biaya apartemen mu selama setahun?” tebak Hyoyeon

 “jika saja Choi songsaenim membebaskan aku dari semua tugas karena keterlambatan kuliahku, mana mungkin setiap hari aku harus ke perpus atau mencari materi lewat internet? Atau jika tuan Kim mau membebaskan aku dari biaya bulanan apartemenku, aku rela menjadi istri ketiganya. hahaha ” Yoon Mi menjawab perkataan Hyoyeon dengan candaan khasnya

 “jika kau jadi istrinya maka kau tidak perlu bekerja keras lagi… ku jamin hidupmu akan bahagia dengannya. Hahaha” Hyoyeon membalas candaan Yoon Mi

“aish, yang benar saja. itu akan terjadi jika dunia sudah terbalik nanti atau jika semua lelaki muda didunia ini telah habis…” jawab Yoon Mi asal

“arasseo! Sepertinya kau memang tidak ditakdirkan untuk menjadi istri orang kaya. hehehe”

“Ne, aku harus kerja lebih keras lagi untuk itu” ucap Yoon Mi masih terkekeh

“sebagai sahabat aku hanya mendukung apapun yang akan kau lakukan dan aku harap itulah yang terbaik untukmu”

“Oh, sudahlah, ayo masuk.. kelasnya sudah dimulai” ajak nya pada Hyoyeon

******

Yoon Mi berjalan keluar dari kampusnya dan menuju halte bus. Hari sudah bergeser menandakan setengah hari ini terlah terlewati. Ia duduk manis dihalte bus sambil membaca buku yang ditangannya

“Yoon Mi ssie…???” sapa Yuri menurunkan kaca mobilnya

“Oh, Yuri ssie..” jawab Yoon Mi sambil tersenyum kecil

“kau mau kemana?”

“aku baru dari kampus dan sedang menunggu bus”

“ikutlah denganku.. ada yang ingin kubicarakan denganmu” pinta Yuri

“ne?” tanya Yoon Mi

Yuri mengajak Yoon Mi untuk mengobrol sebentar disalah satu restoran kecil

“ada apa?” tanya Yoon Mi

“Mm… sebenarnya bukan apa-apa. Bagaimana kabarmu? Sudah hampir sebulan kita tidak bertemu” tanya Yuri lagi. Yah, tepatnya sudah sebulan yang lalu Yoon Mi keluar dari OWNent dan focus kembali dengan kuliahnya.

“aku baik. Ne, aku sibuk dengan tugas kampus belakangan ini. kau sendiri bagaimana kabarmu?”

“aku juga baik-baik saja. Kau pernah bertemu Yesung?”

“ah? Anio.. sejak keluar dari OWNent hingga hari ini aku belum bertemu dengannya”

“oh, ara. Kau sibuk dengan tugas kuliahmu”

“Ne. hehehe”

Kemudian keduanya terdiam dan sibuk dengan minuman mereka masing-masing

“boleh aku bertanya?” Yuri membuka suara

“tentu saja. Tanya apa?”

“sudah berapa lama kau mengenal Yesung?” tanya Yuri. Yoon Mi menatap terkejut kearah Yuri

“aku bekerja di OWNent selama 6 bulan dan aku mengenal Yesung sejak ditugaskan menjadi stylishnya. Kira-kira kurang lebih 5 bulan. Waeyo?”

“kau pernah dengar tentang Romeo & Juliet masa SMA? Aku yakin kau sudah tau. Saat Hubunganku dengan Jungwoon tidak disetujui oleh eommaku.. aku langsung dikirim ke luar negeri begitu lulus dan saat aku pergi aku belum sempat menjawab pernyataan cinta dari Jungwoon. Aku rasa dia kecewa padaku jadi sekarang aku ingin menjawab itu semua”

Yoon Mi mengangguk mengerti menanggapi kata-kata Yuri

“lalu?”

“aku yakin kau juga sudah tau jika Yesung itu adalah Jungwoon. Kau tau? Selama study di sana aku selalu memikirkan Jungwoon dan merasa bersalah padanya. Aku ingin menjalin kembali hubunganku dengannya yang dulu sempat terputus dan aku butuh bantuanmu. Kau sudah mengenal dia sebagai Yesung dalam waktu yang cukup lama kan? bisa beritahu aku sedikit banyak tentang dia?”

Yoon Mi terdiam. Ada rasa terkejut dan sesak dalam dadanya. Mengapa Yuri meminta ia membantunya agar bisa bersama Yesung lagi?

“Yoon Mi ya…”

“ah, ne? baiklah.. aku akan berusaha membantu sebisaku” jawab Yoon Mi masih dalam keadaan setengah sadar.

“gomawo…” jawab Yuri sambil mengembangkan seulas senyum termanisnya

“Ne, aku boleh pergi sekarang? aku harus kerja” jawab Yoon Mi sambil bangkit dari tempat duduknya

“kau kerja? Dimana? Biar kuantar”

“ah, gomawo tapi tidak perlu. Aku bisa sendiri. Aku pergi ne? anyong…”

****

Yoon Mi sampai ditempat sebuah toko pembuat shampoo. Ini hari pertama ia bekerja kembali setelah selama lebih sebulan ini tidak kerja karena sibuk dengan tugas-tugas kampusnya.

“anyong hasseyo..” sapanya ramah pada pemilik toko

“kau park Yoon Mi?”

“Ne, aku Park Yoon Mi”

“baiklah… karena kau baru disini maka kau kuberi tugas ini. kau bagikan brosur ini sampai habis ne? ini brosur promosi produk baru kita. Kau boleh kembali kesini jika brosur itu telah habis kau bagikan” perintah sang pemilik Toko.

“Ne…”

Yoon Mi mengambil brosur-brosur tersebut kemudian pergi ketepi jalan dan ketempat-tempat yang ramai. Ia bagikan brosur demi brosur pada semua orang yang ia temui

“anyong… tolong lihatlah, ini produk baru dari toko kami. Aku harap kau mau berkunjung”

“anyong.. kami baru meluncurkan produk baru, tolong mampirlah ketoko kami” ucap Yoon Mi sambil memberikan lembar demi lembar brosur tersebut…

Ia pulang setelah malam sudah makin tenggelam.

“ahjussie,,, chosuamnida… brosurnya tidak habis. Aku akan mengerjakannya besok ne?” pinta Yoon Mi

“baiklah.. kuberi kau waktu 3 hari untuk menghabiskan brosur-brosur ini. karena hari ini sudah berlalu jadi kau tinggal punya 2 hari lagi” ucap sang bos kemudian pergi.

Yoon Mi menatap tumpukan-tumpukan brosur itu yang tingginya sudah hampir sama dengannya.

“mwo? Dua hari? Mana bisa aku menghabiskan semua ini” keluh Yoon Mi.

“begitulah dia.. dia selalu menguji setiap orang yang akan menjadi karyawannya tapi sesungguhnya dia baik jika kau berhasil melewati nya” ucap seorang dari arah belakang Yoon Mi

Yoon Mi hanya tersenyum mendengar perkataan yeoja tersebut.

“Hwang Chae Young…” ucap yoeja itu mengulurkan tangannya

“Park Yoon Mi”

“senang bertemu denganmu Yoon Mi ssie.. aku duluan ne?” pamit Chae Young kemudian pergi

“Ne” jawab Yoon Mi lemas.

Yoon Mi keluar dari toko baru tempat ia bekerja sekarang. “sh, dasar bos gila.. yang benar saja aku harus menghabiskan semua ini” gumamnya sambil memperhatikan tumpukan brosur-brosur itu dilengannya

“baiklah, aku anggap ini ujianmu jika aku bisa melewatinya, akan kupastikan kau tidak menyesal mempekerjakan aku disini” lanjut Yoon Mi lagi bergumam sendiri.

*****

YESUNG… YESUNG… YESUNG…

Ucap beberapa penggemar setia Yesung. Kali ini Yesung menghadiri sebuah acara music ternama dikorea. Hanya sebagai bintang tamu dan pengisi acara paling ia menyumbangkan beberapa buah lagu dan setelah itu tugasnya usai.

Walau hanya sesaat menghibur penggemarnya, Yesung merasa cukup lelah. Keringat membasahi seluruh wajah tampannya

“ini, minum dulu” ucap Eunhyuk menghampiri Yesung sambil menyuguhkan sebotol air mineral

“gomawo” jawab Yesung lalu meneguk minuman itu

 “aku langsung kerumah ne? Sora noona… tadi meneleponku katanya ingin bertemu denganku. eomma juga begitu. sepertinya mereka sangat merindukanku” ucap Eunhyuk sambil mengemudikan mobilnya

“Ne..”

“kau tidak apa-apakan jika menyetir sendiri?”

“gwenchana… kau masuklah. Mianhe aku tidak bisa mampir.. aku lelah aku ingin istirahat. Titip salam saja buat eomma mu” kata Yesung begitu sampai dihalaman rumah Eunhyuk

“ok Kim Jungwoon…” jawab Eunhyuk sambil menepuk pundak sahabatnya itu

“yakh, sudah kubilang jangan panggil aku dengan nama itu”

“kenapa? Disini kau adalah Kim Jungwoon… kau akan menjadi Yesung ketika berada didepan kamera dan para fansmu” jawab Eunhyuk kemudian berlari masuk kedalam rumahnya. Ia takut sahabatnya itu akan memukulnya atau melemparinya dengan batu karena ia telah mengejeknya

“sh, dasar kau!” gumam Yesung. Ia masuk kembali kemobilnya dan mengambil alih kemudi. Sekarang ia sendiri tanpa Eunhyuk yang biasa menemaninya..

Yesung menyetir mobilnya pelan sambil memutar lagu-lagu mellow. Sesekali ia asik mengikuti alunan lagu itu dengan mulutnya

Yesung tengah asik berjalan dengan dikerumuni oleh para fansnya dan kejadian tak terduga menimpanya. Seorang gadis terdorong kearahnya dan ia kehilangan keseimbangan. Dengan sigap Yesung langsung menangkap tubuh gadis itu agar tidak jatuh. Yeoja itu menutup matanya dan Yesung hanya memperhatikan wajahnya yang terlihat sedikit lucu

Yesung tersenyum kecil. Itu adalah gambaran singkat pertemuan pertamanya dengan Yoon Mi. disore hari yang tak terduga dan dalam keadaan tak terduga pula. “aish,  kenapa aku jadi mengingat gadis itu? Hm.. ini sudah hampir sebulan aku tidak melihatnya..” deringan Ponsel Yesung membuatnya menoleh

“kau dimana?” tanya suara diseberang telepon Yesung

“dijalan waeyo?” tanya Yesung

“aku ingin makan tapi tak ada yang menemani. Maukah kau menemaniku makan?” pinta orang itu lagi

“kau dimana sekarang?”

“Ne, aku akan kesana” Yesung menutup teleponnya dan langsung ketempat orang yang tadi meneleponnya.

******

Gadis itu menatap makanan yang sudah penuh diatas meja. Makanan itu tertata dengan rapi.,., ia terlihat senang menatap makanan-makanan itu tapi belum sedikitpun menyentuhnya. 10 menit kemudian sesosok yang sangat ia kenal datang dan duduk tepat didepannya.

“kau datang? Aku memesan terlalu banyak makanan jadi aku memintamu membantuku menghabiskannya” ucap Yuri

“jika tak sanggup menghabiskan semuanya kenapa kau memesan sebanyak ini?” tanya Yesung

“Nado Molla (aku juga tidak tau). Begitu membuka buku menunya aku langsung memesan semua makanan ini. aku tak tau akan sebanyak ini…” lanjutnya dengan nada menyesal

“ah, sudahlah… aku bantu kau makan tapi aku tidak jamin bisa menghabiskan semuanya. ini terlalu banyak, kau tau kan aku harus menjaga pola makanku agar badanku tetap proposional?”

“Ne, ara. kau sendiri? dimana Eunhyuk? Bukankah bagus jika ada dia. Dia kan biasanya rakus dengan makanan”

“pulang kerumah eommanya” jelas Yesung. Yuri mengangguk pertanda mengerti. Yesung mengambil sumpit dan mulai memakan makanan-makanan itu

“eommanya? Sh, sejak kapan dia menjadi anak eomma?” tanya Yuri dengan nada sedikit mengejek

“kau tidak tau? Selama ini dia memang anak eomma hanya saja selalu bersikap cool jika diluar padahal didalam rumah dia tidak lebih dari anak kecil yang selalu berlindung pada eomma-nya” jawab Yesung tak kalah menjatuhkan Eunhyuk

“hahaha… benarkah?”

“Ne”

 “Yuri ya…” teriak suara dari seorang ahjumma paruh baya. Ia berjalan pelan menuju kearah Yuri dan Yesung.

“eomma…” Yuri langsung dengan sigap memeluk wanita yang ia panggil ibu itu

Rasa terkejut menyerang Yesung hingga makanan yang tadi hampir ia telan kembali tertahan dikerongkongannya. Eomma? Batin Yesung

Ya! Dia adalah ibu Yuri. Orang yang sangat menentang hubungannya dengan Yuri dahulu..,, orang yang selalu menghina dan menganggap Yesung sangat tidak pantas untuk Yuri bahkan untuk berteman sekalipun. Orang yang selalu mencari cara agar Yesung dan Yuri berpisah kini ada dihadapannya. Orang yang membuat ia bangkit hingga menjadi seperti sekarang ini adalah dia. Dan bahkan sudah terlalu lama hingga Yesung sudah tidak ingat dengan pasti setiap detil perlakukan ibu Yuri yang tidak pantas padanya dulu…

“kenalkan ini Yesung, kau kenal dia kan? dia adalah penyanyi terkenal itu eomma…” jelas Yuri sambil tersenyum simpul

“ah, ne eomma tau. Eomma bahkan sangat mengagumi suaranya”

Yesung berdiri menyambut ibu Yuri walau ada rasa tak ingin dalam hatinya. “anyonghasseo ahjumma…” sapanya

“anyong Yesung ah, wah.. tidak kusangka ternyata kau berteman baik dengan putriku”

“Ne, kami memang teman, teman baik dan sangat dekat..” senyuman licik berlabel manis pun kembali mengembang dibibir Yesung.

Mereka bertiga duduk dalam 1 meja dan makan bersama. Ini untuk pertama kalinya Ny. Kwon duduk berhadapan dengan pria yang selama ini berusaha ia singkirkan dari kehidupan putrinya. Setelah semua hujatan dan cacian yang ia berikan pada Yesung dahulu, kini ia sambut Yesung dengan hangat bahkan dengan Senyuman dan dahulu tidak pernah ia berikan pada Jungwoon.

“eomma.. aku pulang dengannya ya? Ibu duluan saja” ucap Yuri begitu mereka selesai makan. Yuri dan Yesung mengantar Ny. Kwon sampai didepan restoran…

“oh, baiklah.. Yesung ssie.. titip Yuri ne?” pesan Ny. Kwon sebelum masuk kedalam mobilnya dan berlalu meninggalkan dua manusia itu.

Yesung dan Yuri kemudian menyusul pulang dengan Yuri menumpang pada mobil Yesung.

“kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau mengajak eomma-mu juga?” tanya Yesung sambil focus dengan setir kemudinya

“ah, aku sengaja. Ingin memberikan kejutan”

“kejutan? Kejutan apa?”

“kau tidak terkejut tiba-tiba eommaku datang? Hm.. aku pikir eomma mengenalimu ternyata tidak”

“lalu, bagaimana jika dia tau itu aku?”

“memangnya kenapa? Bukankah sekarang kau sudah berbeda dengan yang dulu. Kau berubah Yesung ah, 180 derajat aku bahkan juga tidak mengenalimu pertama kali kita bertemu. Eomma tidak akan mempermasalahkan dirimu sekarang jika aku dekat denganmu. Kau lihat tadi kan? dia bahkan menyambut dirimu dengan hangat”

“tapi itu karena dia belum tau siapa aku sebenarnya. Bagaimana jika dia tau bahwa aku adalah Jungwoon yang cupu, Jungwoon yang hanya bisa memboncengi dirimu dengan sepeda bututku, Jungwoon yang miskin, Jungwoon yang…”

“sudahlah tidak perlu kau pikirkan. Sekarang, apapun yang ibuku pikirkan tentang dirimu, bagiku kau tidak ada bedanya. Jungwoon ataupun Yesung kau tetap orang yang selalu ada dihatiku. Dari dulu hingga sekarang atau bahkan selamanya…” potong Yuri.

Yesung menatap Yuri terkejut. Benarkah Yesung selalu ada dihati Yuri? Dari dulu, sekarang ataupun selamanya… benarkah Yuri selalu memikirkan Yesung hingga saat kepergiannya ke Perancis dahulu? Benarkah hingga saat ini Yuri masih menyimpan Yesung sebagai orang yang istimewa dihatinya

 “gomawo sudah mengantarku oppa… kau hati-hati dijalan ne?” ucap Yuri begitu sampai dihalaman rumahnya.

Hanya anggukan singkat yang Yesung berikan dengan seulas senyuman kecil yang Nampak terpaksa ia perlihatkan. Wajahnya masih tampak terkejut mengetahui Yuri selama ini tidak pernah melupakannya bahkan hingga saat ini.

Yesung memutar mobilnya dan menuju apartemennya. Yuri.. Yuri.. dan Yuri kini mengisi seluruh benaknya. Fokusnya terpecah karena memikirkan gadis itu. Wae.. waeyo? Kenapa kau baru mengatakannya sekarang Yuri ya? Mengapa kau mengatakan bahwa aku selalu dihatimu selama ini disaat aku mencoba melupakanmu. Kau bahkan membuatku hingga sesulit ini? Kau begitu kejam… kau kejam.. batin Yesung

Memikirkan semua yang telah ia dan Yuri lewati membuatnya Nampak frustasi. Cinta.. memang sangat sulit ditebak. Ia datang dan pergi tanpa pernah memberitahu.. membuat kita sakit tapi bukankah yang bisa mengobati rasa sakit itu hanya cinta juga???

*****

Ruangan direktur dari sebuah perusahaan terkenal itu nampak sepi. Sedangkan diatas meja nampak bertumpuk map-map yang harus sudah dibereskan. Pekerjaan menumpuk membuat Ryewook menghela napasnya pelan. Rupanya menjadi Direktur tidak semudah yang ia bayangkan…

Ryewook merenggangkan dasinya agar bisa bernafas dengan lebih lega. Ia menengok jam dinding yang menempel dibagian atas sofa didepan kursi Direkturnya.. waktu sudah menunjukkan pukul 04.00, rupanya hari sebentar lagi akan usai. Ia bahkan sampai tidak menyadari pergantian hari karena terlalu sibuk dengan urusan kantornya.

Ia pergi, setelah memakai kembali jas yang ia letakkan dibelakang kursinya. Tidak lupa kunci mobil telah ia genggam ditangannya. Dan dengan mobilnya ia berkeliling kota Seoul disore itu untuk sekedar mencuci mata dari pemandangan map-map yang bertumpukan dikantor dan menghirup udara segar.. ia meneliti setiap inchi kota itu dengan kedua manic matanya yang indah hingga pandangannya terhenti pada sesosok orang yang tengah duduk santai dihalte bus menunggu busnya datang.

 “Yoon Mi?” sapanya pada mantan karyawannya itu

“ah, Direktur…” ucap Yoon Mi sambil tersenyum kecil.

“bagaimana di universitas? Apa menyenangkan?” tanya Ryewook pada gadis yang duduk disampingnya kini. Sesekali ia menoleh pada Yoon Mi tapi tetap fokus pada setir kemudi yang ada didepannya

“begitulah,,, 1 semester aku cuti membuat aku merasa menjadi orang asing setelah kembali” sahut Yoon Mi

“benarkah? Itu karena kau baru beberapa hari disana. Sebentar lagi kau juga pasti akan terbiasa”

“Ne, direktur”

“Hey, kau harusnya sesekali menjengukku di OWNent. Hanya karena kau sudah tidak bekerja lagi disana bukan berarti kau tidak boleh kesana lagi. Kau tau? Belakangan ini pekerjaan Divisi Penerbitan Majalah meningkat dua kali lipat. Aku heran… apa mungkin ini ada hubungannya denganmu?”

“Maksud direktur?”

 “Ne, sewaktu kau masih karyawan di OWNent, pekerjaan kita tidak pernah sebanyak ini. Namun begitu kau keluar pekerjaan kami jadi banyak sekali, Menejer Han saja sampai-sampai mengeluh… kau membawa dampak negatif bagi kami ketika kau keluar”

“Direktur… Maafkan aku tapi aku…”

“haha… sudahlah, lupakan! Kau mau kemana?”

“pulang”

“pulang? Ini masih sore. Kita jalan-jalan dulu bagaimana?”

“mwo?”

“ah, sudahlah… anggap ini sebagai bayaran karena kau tidak pernah menemuiku lagi”

Tanpa basa basi Ryewook menginjak gas mobilnya membawa gadis itu kemanapun ia mau. Walau kesannya agak sedikit memaksa dan seperti penculikan, ia tak peduli. Ia sedang butuh teman sekarang.. teman untuk mengobati lelahnya dan Yoon Mi adalah orang yang tepat untuk itu.

*****

Ryewook mengajak Yoon Mi berkeliling kota Seoul sore itu. Mereka berdua terlihat senang. Untuk sejenak, Ryewook dapat melupakan semua pekerjaan kantor yang menumpuk dan membuat otaknya lelah begitu juga Yoon Mi ia bisa melupakan bebannya saat bersama Ryewook.

“sudah lama sejak terakhir kali kita makan bersama” ucap Ryewook sambil mengunyah makanan dimulutnya

“sh, memang sudah selama itu ya Direktur. Aku bahkan merasa kita baru makan bersama kemarin” canda Yoon Mi. ia tersenyum memperlihatkan lesung pipit kecil yang menghiasi pipinya. Matanya menyipit hingga dua bola matanya tak Nampak lagi… itulah yang membuat Ryewook merindukan sosok gadis didepannya kini.

“begitukah? Kita sudah tidak bertemu selama 2 minggu, 2 minggu lebih tidak makan/sarapan bersama tapi kau bilang serasa baru kemarin kita berpisah? Sh, menyebalkan. Pantas saja kau tidak pernah menemuiku lagi” keluh Ryewook. Dia singkirkan sifat kepemimpinannya sebagai Direktur perusahaan sebesar OWNent. sekarang, ia malah lebih bersifat seperti seorang anak yang menagih janji pada ibunya.

 “Mianheyo, aku tidak bermaksud begitu hanya saja seminggu masuk kekampus aku banyak kegiatan. Aku harus menyelesaikan semua study-ku yang tertunda jadi, aku belum punya waktu lagi ke OWN” jelas Yoon Mi menampakan wajah sesal.

“ah, sudahlah… aku mengerti. Sebagai seorang yang juga pernah mengeyam bangku pendidikan sepertimu aku sangat paham akan hal itu. Tapi, jika tidak sibuk sempatkan waktumu ke OWN ne? beberapa hari lagi kami akan mengadakan Launching debut artis baru kami. Kau mau datang kan?”

“Ne, akan ku usahakan Direktur”

“sudah kubilang, panggil aku Ryewook, ara?”

“Ne, Direktur, maksudku Ryewook ssie”

Ryewook dan Yoon Mi tersenyum lalu melanjutkan kegiatan makan mereka.

“gomawo…” ucap Yoon Mi sambil berjalan pelan bersama direkturnya itu.

“untuk apa?”

“segalanya…”

“sh, kau tidak pernah berubah” ucap Ryewook sambil tersenyum kecil

“tentu saja, jika aku berubah itu namanya bukan Park Yoon Mi lagi” canda Yoon Mi sambi tersenyum kecil. Ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 07.00 malam

“aku pergi sekarang ne direktur?” kata Yoon Mi kemudian berlari kecil

“kemana?” teriak Ryewook

“aku ada urusan. Aku akan menemuimu nanti. Anyong…” suara Yoon Mi telah samar-samar terdengar di telinga Ryewook. Ryewook tersenyum kecil

Ponsel Ryewook berdering

“kau pergi? Aku keruanganmu dan mencarimu” kata Yuri dari balik sambungan telepon

“Oh, ne baru saja. Ada apa?”

“hanya ingin mengobrol dengan teman.. apa itu salah?” tanya Yuri lagi

“tentu saja tidak. Kau benar kita sudah lama tidak mengobrol bersama bagaimana jika bertemu di restoran biasa saja?” tawar Ryewook

“ah, baiklah direktur.. aku kesana sekarang”

“aigho… sudah kubilang panggil aku Ryewook saja”

“Ne, Ryewook ssie” jawab Yuri lalu mematikan sambungan teleponnya

*****

Yoon Mi kembali bekerja setelah menemani Ryewook jalan-jalan sore.. ia mendengus melihat tumpukan brousur-brosur itu yang baru berkurang setengahnya.

Tanpa banyak mengeluh, ia mengambil semampunya dan kembali bekerja membagikannya kepada semua orang. Kali ini ia pergi kesalah satu hotel ternama dikorea. Ia berdiri di depan gedung itu dan membagikannya kepada setiap tamu yang datang

“chogiyo… silahkan… gomawo”

“gomawo.. silahkan dilihat. Jangan lupa mampir” ucap Yoon Mi penuh semangat.

Yoon Mi tekejut begitu melihat sesosok orang menuju kearahnya. “Yuri?” gumam Yoon Mi sambil mencari tempat persembunyiannya

“aigho.. apa yang dia lakukan disini?” lanjutnya masih menggumam. Dan belum sempat keluar dari persembunyiannya karena kehadiran Yuri, Ryewook muncul kembali.

“direktur…??” Yoon Mi langsung berlari menuju kerumunan beberapa orang dan bersembunyi dibalik orang-orang tersebut

Yoon Mi kembali ke toko dengan brosur-brosur yang masih mengisi lengannya. Sh, ini hari yang buruk. Kenapa harus bertemu mereka ? gumam Yoon Mi sambil masuk kedalam tokonya.

“belum habis juga?” sapa Chae Young. Yoon Mi hanya mengangguk menampakkan wajah kusutnya

“kau mau agar semuanya cepat habis?” tawar Chae Young

“tentu saja. Waktuku tidak banyak.. ini adalah hari terkahirku.. ottoehke?”

Chae Young menarik lengan Yoon Mi keluar dari ruangan ganti. “kau tawarkan brosurnya sekarang” perintah Chae Young

Yoon Mi memperhatikan dirinya dengan balutan dress yang sudah terganti dibadannya. Panjangnya diatas lutut dan memakai sepatu high heels..

“kau serius aku haru memakai ini?” tanya Yoon Mi memperhatikan dirinya

“Mm… pasti bisa habis lebih cepat. Aku dulu juga melakukannya dengan cara ini. khabwa (pergilah)” perintah Chae Young

Walau dengan perasaan berat, Yoon Mi menurut. Demi mendapat pekerjaan disitu ia rela berdandan seperti ini. “ah, lagipula ini yang pertama dan terakhirnya” gumam Yoon Mi meyakinkan dirinya. Ia pun mulai membagikan brosurnya kembali kepada semua orang yang ia temui.

*****

Yesung mengambil sweaternya dan keluar. Maklum, Eunhyuk masih berada dirumah nya jadi Yesung harus menyetir sendiri

Ia keluar sekedar mencari udara segar kebetulan jadwalnya juga sedang kosong.

“ah, Ne.. gomawo.. jangan lupa mampir ketoko kami..”

“silahkan.. kapan-kapan mampirlah” Yesung memperhatikan gadis yang tengah sibuk membagi-bagikan brosur kepada para pejalan kaki

“Park Yoon Mi? benarkah itu dia?” Yesung memperhatikan lekat-lekat gadis itu tanpa keluar dari mobilnya.

Malam sudah hampir pertengahan, tapi brosur yang berada ditangan Yoon Mi belum habis juga. Masih ada beberapa lembar lagi yang harus ia bagikan sedangkan si boss memperhatikan Yoon Mi dari balik kaca toko yang terletak diseberang jalan

“Yoon Mi belum kembali?” tanya Shindong pada Chae Young yang masih berada ditoko

“Ne, dia bersikeras akan menghabiskan brosurnya malam ini” jelas Chae Young

“dia gadis yang bekerja keras” ucap Shindong yang merupakan calon boss Yoon Mi

“Ne, sepertinya bos tidak akan rugi jika mempekerjakannya” balas Chae Young. Shin dong dan Chae Young masuk kedalam toko

Yoon Mi duduk disamping trotoar untuk sekedar melepas lelahnya dan saat itu 2 sosok lelaki yang tengah mabuk menghampiri nya. “hai nona, berikan pada kami brosurnya” pinta salah satu pemuda tersebut

“ini, silahkan.. dan mampirlah ke toko kami” jawab Yoon Mi

“kami akan membeli produk-produk ini, tunjukan pada kami dimana tokonya” ucap salah satunya lagi

“benarkah? Tokonya ada disebelah sana tapi kau boleh mampir besok atau kapan saja. Karena sepertinya sekarang sudah tutup” jelas Yoon Mi sambil tersenyum kecil

2 sosok lelaki itu langsung memegang tangan Yoon Mi. “kami tidak butuh ketoko mu nona kami hanya perlu dirimu untuk menemani kami.. bagaimana?” ucap lelaki dengan rambut tidak karuan itu

“Mwo? A…a..apa maksudmu?” tanya Yoon Mi gemetar. Ia menatap dua lelaki itu dengan wajah takut sedang kedua tangannya duah dipegang erat-erat. Ia tak bisa bergerak

DUK…

Yoon Mi menendang bagian bawah salah satu lelaki yang memeganginya kemudian berlari sekencangnya.. jaraknya sudah cukup jauh dari toko dan ini membuatnya harus bisa berlari secepat mungkin agar segera sampai ke tokonya tau ketempat yang aman untuk bersembunyi

 “kejar gadis itu” ucap salah satu lelaki tadi sambil menahan sakit akibat tendangan Yoon Mi

Terjadilah kejar-kejaran dimalam yang sudah mulai sunyi itu. Dengan sekuat tenaga Yoon Mi berlari menghindari dua lelaki yang membuatnya takut itu. Ia langsung mencopot dua buah heels yang memperlambat larinya dan berlari kembali.

“Yakh.. berhenti kau gadis sialan” teriak pemuda yang mengejar Yoon Mi. Yoon Mi menoleh melihat dua sosok lelaki itu yang makin mendekat kearahnya. Ia langsung berlari kearah jalan raya dan

Piip…

Suara klakson mobil membuat Yoon Mi berhenti. mobil tersebut berhenti tepat didepan Yoon Mi

“tunggu apa lagi, ayo cepat masuk” perintah orang dari dalam. Bergegas Yoon Mi masuk kedalam mobil tersebut.

“yak.. yak…” dua lelaki itu kesal tidak dapat membalas perbuatan Yoon Mi

“aish, sial” desis salah satunya

Yoon Mi menatap orang yang duduk disampingnya. “Ye.. Yesung ssie?” ucapnya ragu

“Ne, kau masih ingat denganku?” tanya Yesung.

“kau menyetir sendiri. Eunhyuk oppa mana?” tanya Yoon Mi memperhatikan Yesung

“tidak ada. Apa yang kau lakukan hingga dua lelaki tadi mengejarmu?” tanya Yesung

“aish.. molla. Mereka tiba-tiba mencegatku disaat aku sedang membagikan brosur ini. karena mereka brosurnya tidak habis” keluh Yoon Mi

 “untuk apa kau membagi brosur hingga tengah malam begini? Dengan pakaian seperti itu pula..” Yesung memperhatikan Yoon Mi dari kepala hingga kakinya yang sudah tidak bersepatu

“aku harus melakukan ini agar diterima bekerja” jelasnya

“kalau begitu cari saja pekerjaan lain, masih banyak perusahaan yang mau mempekerjakanmu”

“jika aku bekerja disana, aku bisa membagi waktu antara kerja dan kuliahku… aku sudah melihat aturan-aturannya dan itu bisa kulakukan tanpa harus mengorbankan kuliahku lagi”

“kau tidak pernah berubah… melakukan hal apapun hanya demi sebuah pekerjaan yang mungkin tak layak untukmu” marah Yesung.

“kau bicara begitu karena kau tidak merasakan susahnya hidup sepertiku”

 “sudahlah, sekarang kau mau kemana? Biar kuantar…”

“ke toko ku..”

“baiklah, ku antar kau kesana”

“semoga saja usahaku tidak sia-sia”gumam Yoon Mi begitu ia sampai didepan tokonya dengan Yesung

“tokonya jelek sekali. jika ia tidak menerimamu, kau jadilah stylish ku lagi biar kugaji kau seperti OWNent, bagaimana?”

“sh, kau banyak bicara. Tunggu disini” ucap Yoon Mi lalu masuk kedalam

Yoon Mi menyerahkan sisa brosur yang masih berada ditangannya sambil menunduk. Ia rasa harapannya untuk diterima bekerja ditoko tersebut harus ia kubur dalam-dalam

Shindong ssie memperhatikan Yoon Mi dengan wajah dinginnya.

“maafkan aku… aku tidak bisa menghabiskan semuanya” sesal Yoon Mi

“sudahlah… tidak apa-apa. Aku rasa aku yang terlalu berlebihan memberikanmu tantangan seperti ini. sudah ku duga kau seorang yang pekerja keras” ucap Shindong

Yoon Mi masih terdiam dan menunduk. Yesung memperhatikan dua orang itu berbicara serius dari arah luar melalui pintu kaca yang Nampak transparan

“sudah kuputuskan kau akan bekerja disini mulai besok. Datanglah setelah kau kembali dari kampus” ucap Shindong akhirnya. Yoon Mi menatap lelaki bertubuh gendut itu

“benarkah? Gomawo Shindong ssie…” jawab Yoon Mi sambil mencium tangan Shindong karena senang dengan kepalanya yang menunduk berkali-kali. “jongmal khamsahamnida sudah menerimaku disini. Aku janji besok akan bekerja dengan baik” Yoon Mi kembali menundukkan kepalanya pada Shindong

Yesung melihat Yoon Mi seperti tengah memohon. Menundukkan kepalanya pada orang yang bahkan tidak pantas untuk menerima tenaga Yoon Mi di tokonya. Pada lelaki gendut yang sudah membuat Yoon Mi dikejar oleh lelaki tak dikenalnya ditengah malam begini

 “Yoon Mi ya…” ucap Yesung masuk kedalam toko Yoon Mi

“sudah kubilang,,, jangan memohon padanya. Dia tidak layak mendapatkan tenagamu untuk kau bekerja padanya. Kau itu terlalu pintar, terlalu baik dan terlalu rajin untuk bekerja di toko sekecil ini. carilah perusahaan lain yang bisa mempekerjakan mu dengan gaji yang layak. Kau sudah hampir di culik oleh dua lelaki tadi hanya karena demi diterima di toko ini jadi kau tidak perlu memohon lagi padanya” Yesung berceramah seperti seorang presiden yang tengah menyampaikan visi dan misinya di kampanye

Yoon Mi menutup matanya kesal pada Yesung. Rasanya ingin ia tampar Yesung sekarang agar berhenti berbicara atau menyumbat mulut Yesung dengan botol-botol sampo yang berjejeran dietalase toko agar ia diam

 “Yoon Mi ssie,,, Mianhe, hari ini juga kau dipecat” ucap Shindong kemudian pergi.

“mwo?” ucap Yoon Mi dan Yesung bersamaan…

===========To Be Continued==========

alHAMdulillah… part ini slesai. ah, critanya makin ngaco nih,,,

awalnya mw buat yang agak melo gitu tp feelnya gak dapat, Author bru bs buat segini. selanjutnya bakal brusaha buat yg mellow deh,,,

buat yg udah nungguin, gomawo… tetap stia bca FF ini ne? aku bakal usahain critanya lbih seru lagi,,,

Next bru mau buat yg sad.. tunggu ajah.

happy reading dan bagi yang sudah mau membaca, GOMAWO.. ^_^

Satu pemikiran pada “Owner Heart (Chap.09)

  1. Ping balik: List Of FanFiction | Dream's World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s