Owner Heart ( Chapter 7 )

oh05

Cast        : Kim Jung Woon / Yesung Super Junior

                 Mala Lovely Kiraina / You as. Park Yoon Mi

                 Kim Ryewook Super Junior

Support Cast :      Kwon Yuri SNSD

                             Eunhyuk Super Junior

                             Kim Hyoyeon SNSD

Author   : Shin Eun Hwa

Genre     : Romance, Sad, Friendship, Family

Rating   : =

Disclaimer : Karya ini murni punyaku dan dari hasil imajinasiku. please hargai kerja keras Author dengan tidak meng -COPAS karya ini. dan juga harap meninggalkan jejak ketika selesai membaca! trimakasih…^^

****

“aku tidak percaya ini, benarkah dia Kwon Yuri?” ucap Eunhyuk sambil berjalan beriringan dengan Yesung yang baru keluar dari ruangan rapat

“nado molla. Aku bahkan tidak pernah memikirkan kalau akan bertemu dia lagi seperti ini” sahut Yesung

“Yesung ssie…” ucap suara seorang yang menghentikan langkah kedua namja itu. Mereka menoleh kearah yeoja yang kini berdiri dibelakang mereka

“bisa kita bicara sebentar?” pinta yeoja itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kwon Yuri. Yesung terdiam begitu juga Eunhyuk. Mereka tidak menjawab ya ataupun tidak

“sebentar lagi kita akan menjadi partner, tidakkah seharusnya aku harus belajar banyak darimu? Aku masih baru didunia modeling jadi, aku sangat mengharapkan bimbinganmu” lanjut Yuri lagi sambil sesekali melempar senyum

“baiklah! Eunhyuk ssie, kau tunggu aku dimobil” sahut Yesung lalu berjalan duluan mendahului Yuri.

****

“benar kan ini dirimu?” tanya Yuri sambil meneguk minumannya.

“ada perlu apa?” tanya Yesung dingin. Matanya tak berani menatap Yuri entah karena apa Yesung hanya duduk santai sambil membuang pandangannya kesegala arah.

“lama tidak bertemu, Jung Woon ah” ucap Yuri lagi. Yesung menatap Yuri dalam. Kenapa kau harus kembali lagi Yuri ah? Batinnya.

“Ne!” sahut Yesung datar. “cukup lama” lanjutnya lagi.

“Hm, dan kau berubah banyak. Sekarang kau terlihat jauh lebih baik dan juga lebih tampan. Oh, ya aku lupa. Kau sudah menjadi artis terkenal sekarang jadi, wajar saja jika itu juga berpengaruh pada diri dan penampilanmu” sahut Yuri sambil tersenyum kecil

“aku tidak tau apa sudah sebanyak itu aku berubah tapi yang pasti, aku masih seperti yang dulu” jawab Yesung dingin. Ia masih tak berani menatap Yuri

“masih ada yang ingin kau bicarakan?” Yuri menggeleng. “baiklah, aku pergi ne? aku masih ada kerjaan” ucap Yesung seraya berdiri.

“gomawo…” kata Yuri membuat Yesung berhenti. ia menoleh kearah Yuri yang juga berdiri sambil tersenyum kecil. “terimakasih kau masih mau berbicara denganku setelah kejadian itu” lanjut Yuri lagi

“sudahlah, lupakan! Aku pergi ne?” jawab Yesung kemudian berlalu.

****

Yesung langsung melempar jaketnya kesegala arah lalu menuju dapur dan meneguk 2 gelas airputih sekaligus. Rasanya haus sekali setelah kembali dari OWNent. sore tadi.

“benar dia Kwon Yuri?” tanya Eunhyuk sambil menghampiri Yesung. “sepertinya begitu” sahut Yesung datar. Ia lalu melempar badannya disofa ruang tengah apartemennya.

“sh, aku tidak mengerti ini Yesung ah,,, kenapa Direktur bisa menjadikan Yuri model dimajalah KIS? Apa dia tau kau pernah punya hubungan dengan Yuri?”

“sepertinya tidak. Ini hanya suatu kebetulan. Tidak mungkin Ryewook tau masalahku dengan Yuri. Mungkin saja mereka saling mengenal saat diluar negeri.. bukankah Direktur juga tinggal diluar negeri sebelum akhirnya kembali kekorea?”

“ne, sepertinya begitu”

“Oppa…” teriak suara Yeoja yang baru masuk diapartemen Yesung. Aish, wanita yang paling tak ingin Yesung temui. Siapa lagi kalau bukan Shinju. “Hm, kau ada dirumah? Syukurlah.. tidak sia-sia aku kesini” ucapnya lalu memeluk Yesung

“aku baru mau keluar. Ada apa?” ucap Yesung lalu mengambil kembali jacket yang tadi ia lemparkan

“anio. Aku hanya merindukanmu,, apa itu salah?” sahut Shinju manja. Eunhyuk hanya mencibir melihat tingkah manja shinju. Ingin rasanya ia seret Shinju keluar dan pergi sejauh-jauhnya dari Yesung agar tak menambah beban pikiran artis sekaligus sahabatnya itu

“kau tidak salah nona Kim Shinju hanya saja bisakah acara rindumu itu kita tunda sebentar?” ucap Eunhyuk lalu memisahkan badan Shinju dan Yesung.

“waeyo?” tanya Shinju bingung

“kami baru saja ingin keluar. Ada acara penting yang harus Yesung hadiri” bohong Eunhyuk. Yesung tersenyum kecil melihat Eunhyuk mencoba melepaskannya dari Shinju. Biasanya juga Eunhyuk yang menyuruh Shinju untuk datang menemuinya

“tapi Oppa.. aku kan baru bertemu Yesung oppa.. memangya acaranya sangat penting ya?” tanya Shinju lagi

“ne, sangat penting sampai-sampai kami harus mempertaruhkan segalanya demi ini. kau mengerti kan?” jawab Eunhyuk. Ia lalu menarik tangan Yesung dan Shinju untuk keluar dari apartemen Yesung.

“kajja. Setelah kembali, kami akan menghubungimu” sahut Eunhyuk sambil menarik lengan Yesung. Mereka meninggalkan Shinju didepan apartemen Yesung yang masih mendengus kesal sendiri.

“jadi sekarang kita kemana?” tanya Eunhyuk sambil menyetir mobilnya perlahan. “entahlah, aku tak tau harus kemana yang pasti saat ini aku butuh tempat untuk menyendiri” sahut Yesung datar. Ia menyandarkan badannya perlahan dikursi tempat ia duduk

“baiklah, sepertinya kau memang benar-benar membutuhkan itu” ucap Eunhyuk lalu mengijak gas mobilnya.

*****

Yoon Mi duduk lemas dikursi kecil ruang tengah apartemennya.

“Kwon Yuri?” gumam Yoon Mi pelan. ia kemudian mengingat dimana saat SMA dulu ketika Yesung setiap hari datang kekelasnya untuk menatap Yuri dari balik pintu.

“benarkah dia Kwon Yuri? Sh, sepertinya benar. Tidak banyak yang berubah darinya sejak SMA dulu” lanjut Yoon Mi lagi.

“kau ada dimana?” tanya suara diseberang ketika Yoon Mi menjawab teleponnya. “dirumah, waeyo?”

“arasseo!” ucap orang itu lalu mematikan teleponnya. “Yak… yak.. nuguseyo?” teriak Yoon Mi namun ia tak didengar karena sang penelepon telah mematikan ponselnya.

“habis menghubungi siapa?” tanya Yesung. “teman…” sahut Eunhyuk datar.

Begitu sampai didepan apartemen Yoon Mi, Eunhyuk langsung turun dan mengajak Yesung masuk.

“kenapa kita kesini?” tanya Yesung sedikit bingung. “kau bilang kau butuh tempat untuk menyendiri kan? dan ini adalah tempat yang menurutku cocok untuk menyendiri. Menjauh dari keramaian dan hiruk pikuk dunia keartisanmu” jelas Eunhyuk

“tapi, bukankah ini apartemen Yoon Mi?” tanya Yesung lagi. “Ne, memang. Kau tau kan kalau kita ketempat lain akan ada banyak mata yang memandang aneh kearah kita jadi aku rasa,,, kesini adalah tempat yang aman dan jauh dari jangkauan mata-mata aneh itu. Lagipula aku lapar… kau juga kan? kita sekalian bisa meminta Yoon Mi memasak untuk kita.. kajja” sahut Eunhyuk semangat.

“kau pikir Yoon Mi tukang masak?” tanya Yesung

“ah, sudahlah kau banyak bicara!” ucap Eunhyuk. Ia kemudian menekan bel apartemen Yoon Mi dan menunggu si empunya rumah menyambut mereka. Beberapa menit kemudian, Yoon Mi benar-benar membuka pintu apartemennya untuk Yesung dan Eunhyuk

“ada apa kalian kemari?” tanya Yoon Mi lalu masuk kedalam apartemennya mendahului Yesung dan Eunhyuk

“Mianhe, apa kami menganggumu?” tanya Eunhyuk. Yoon Mi hanya menggeleng. “Yoon Mi ya.. aku lapar, apa kau punya makanan?” tanya Eunhyuk ragu.

“yak, kau ini.. memalukan sekali! kau datang kesini untuk menumpang makan? Kau bahkan terlihat lebih menyedihkan daripada seorang pengemis” cibir Yesung. Yoon Mi hanya terkekeh melihat tingkah kedua sahabat itu.

“aku bersikap seperti ini karena kau tidak memberiku  makan makanya aku mengemis padanya, kau puas?” sahut Eunhyuk agak garang.

“Hyuk ah,,,” panggil Yesung. Eunhyuk menoleh kearah Yesung “mulai besok, kau berhenti jadi menejerku” lanjut Yesung tajam.

“sudahlah, kalian seperti anak kecil. Kebetulan aku juga baru memasak.. kita makan bersama ne? kajja” sahut Yoon Mi sambil berjalan kearah dapur.

“arasseo!” sahut Eunhyuk mengikuti Yoon Mi dari belakang. Berbeda dengan Eunhyuk, Yesung hanya terdiam ditempat duduknya

“Yoon Mi ya, ini enak sekali. ah… kau memang pandai sekali memasak” ucap Eunhyuk sambil mengeraskan suaranya. Ia tahu sebenarnya Yesung juga ingin makan tapi ia terlalu gengsi untuk mengakui itu. Yesung masih diam tak bergeming walau perutnya sudah mulai berkecamuk mendengar ocehan-ocehan Eunhyuk yang memang sengaja mengujinya

“boleh aku ikut?” tanya Yesung akhirnya. Walau sedikit ragu tapi ia beranikan diri meminta makan pada orang yang sangat tidak ingin mintai pertolongan seperti Yoon Mi. ia tau, Yoon Mi sedang bukan dalam posisi sebagai orang yang patut memberi karena ia juga sedang dalam masa yang cukup sulit tetapi daripada mati kelaparan bukankah meminta lebih baik.. lagipula Yoon Mi juga sudah lumayan dekat dengan Yesung.

“tentu saja. Ayo duduk” sahut Yoon Mi sambil menunjuk bangku kosong yang ada disampingnya. Yesung pun duduk dikursi tersebut.

“ah, untung kau 10 detik lebih cepat jika tidak, kupastikan malam ini kau tidak akan dapat jatah makanan dari Yoon Mi. Aku baru mau menghabiskan semuanya” celutuk Eunhyuk. Yesung hanya memasang tampang geram kearah Eunhyuk dan ikut makan bersama.

*****

Yesung keluar dari apartemen Yoon Mi dan membuang pandangannya jauh kebawah dari atas balkon.

“apa telah terjadi sesuatu?” tanya Yoon Mi menghampiri Yesung. Ia berdiri disamping Yesung sambil menatap lurus kedepan pula

“anio. Kenapa kau ada disini?” tanya Yesung.

“memang tidak mudah melupakan orang yang pernah kita cintai. Ibarat pepatah, melupakannya sama saja berusaha mengingat orang yang tidak dikenal. Hm, kalau kupikir-pikir, tidak sebanding tapi bukankah keduanya sama sulitnya?” ucap Yoon Mi  pelan.

“apa maksudmu?” tanya Yesung sambil menatap Yoon Mi lekat-lekat

“bukan apa-apa. Eunhyuk oppa akan pulang, kau tidak ingin ikut?” sahut Yoon Mi begitu melihat Eunhyuk keluar dari apartemennya

“Yesung ah, kita pulang ne? Aku lelah dan ingin tidur” keluh Eunhyuk. “arasseo!” sahut Yesung.

“Yoon Mi ya.. gomawo buat makanannya ne? Kami pergi.. anyong…” pamit Eunhyuk. Yoon Mi hanya tersenyum kecil melihat 2 namja itu meninggalkan kediamannya

*****

Yuri sampai di OWN dan langsung menuju ruangan Ryewook. “boleh aku mengganggu Direktur sebentar?” sapa Yuri sambil tersenyum kecil

“oh, Yuri ya.. silahkan duduk” ucap Ryewook. “bagaimana, kau suka bekerja disini?” tanya Ryewook lagi

“hey, ini baru hari ke-3 aku disini jadi, aku belum bisa menjawab senang atau tidak. Tapi dari yang kulihat semua staff-nya sangat baik dan ramah. Sepertinya aku akan betah disini” sahut Yuri sambil tersenyum kecil

“arasseo! Terimakasih kau sudah mau membantuku” kata Ryewook lagi

“aku yang harusnya berterimakasih padamu. Jika bukan karena kau, aku tidak mungkin ada di Korea lagi saat ini. akhirnya aku punya alasan untuk kembali kesini” ucap Yuri sambil terus melempar senyuman khasnya

“kalau begitu, aku pergi ne? Mianhe sudah mengganggumu. Anyong..” ucap Yuri lalu keluar dari ruangan Ryewook.

*****

Terik matahari menghujam seluruh kota Seoul membuat orang-orang enggan beranjak dari tempat mereka berteduh. Maklum, sekarang sedang musim panas jadi berdiam diri dirumah atau diruangan akan lebih nyaman daripada berhamburan keluar dan berperang dengan sinar matahari yang begitu terik.

Yoon Mi melangkahkan kakinya keluar dari OWN. Awalnya ia enggan tapi rasa lapar yang memaksanya keluar ditengah hari yang cukup panas itu. “Yoon Mi ya…” teriak suara dari arah samping OWN. Gadis itu menoleh dan Nampak sosok sahabat karibnya sedang melambai dan tersenyum kearahnya. Kim Hyoyeon

“Hyoyeon ah..” sahut Yoon Mi sambil menghampiri sahabatnya itu. “ada apa kau kemari?” tanya Yoon Mi kemudian.

“ingin menemuimu. Kau tau kita sudah tidak bertemu lebih dari seminggu dan aku sangat merindukanmu. Sh, kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu sampai-sampai tidak ada waktu menemuiku” keluh Hyoyeon lagi

“Mianheyo, aku belakangan ini memang sedang sedikit sibuk. Oh ya, kita bicara ditempat lain saja ya? Biar lebih asik. Kajja” ucap Yoon Mi sambil menarik tangan Hyoyeon.

“ku dengar kalian sudah memilih model wanitanya ya? Siapa? apa dia salah satu model dari Korea juga? Atau mungkin selebriti? Atau model baru yang diaudisi?” tanya Hyoyeon dengan sejuta pertanyaan lalu meneguk minuman dingin yang ada dimejanya.

“ne. dia bukan model ataupun selebriti dari Korea. Dia dari Perancis” sahut Yoon Mi pelan

“benarkah? Wah.. kalian hebat bisa mendapatkan model dari Perancis. Bagaimana kalian mendapatkannya?”

“molla. Dia teman Direktur. Tapi,,, aku seperti pernah bertemu dengannya. Hm, kau ingat Kwon Yuri teman sekelas saat SMA dulu?”

“Kwon Yuri? Bukankah dia Idola satu sekolah dulu? Ne, aku ingat. Waeyo?”

“sepertinya yang jadi model wanita dimajalah KIS kami nanti adalah dia. Namanya sama, wajahnya juga sama. Aku masih ingat persis seperti apa wajah Yuri saat SMA dulu. Tidak ada yang berubah! Hanya saja.. sekarang terlihat lebih cantik” jelas Yoon Mi

“tapi.. kau bilang modelnya dari Perancis. Bukankah Yuri orang Korea?”

“ne, tapi dia pergi keluar negeri setelah lulus SMA. Kita memang tidak tau pasti negara mana yang ia tuju tapi besar kemungkinan Perancis karena kudengar ia melanjutkan pendidikannya dijurusan Fashion. Dan Perancis adalah salah satu negara yang sangat fashionable”

“kau,, ada benarnya juga”

“bukan ada benarnya tapi memang benar. Sh, sepertinya akan ada masalah besar nanti” gumam Yoon Mi pelan.

“masalah, apa?”

“anio. Bukan apa-apa. Hehehe… ayo makan” ajak Yoon Mi

******

“Oppa.. kau belum pulang? ah, aku tau kau pasti menungguku kan” tanya Shinju sambil bergelayut manja dengan Yesung

“ini OWN.. jaga sikapmu.. kalau ada yang melihat bagaimana?” ucap Yesung sambil menjauhkan diri dari Shinju. Benar kata Yesung, ia harus menjaga sikap terutama dikantor seperti ini ia tak mau kalau-kalau reputasinya hancur hanya gara-gara Shinju gadis yang memang dari awal tak pernah ia inginkan.

“Oppa.. kau selalu saja begitu bila bersamaku tapi kau tidak pernah seperti ini dengan gadis lain” ucap Shinju kesal

“gadis lain? Apa maksudmu?” tanya Yesung tajam. “kau tidak pernah berbuat seperti ini dengan Yoon Mi. Oppa.. kau semalam pergi menemuinya kan? sh, sudah kuduga. Gadis itu pasti berusaha merayumu agar menjauh dariku” ucap Shinju kesal. Yesung langsung menyeret Shinju dan membawanya keatap agar tak ada yang mendengar perdebatan mereka.

“kenapa kau bawa-bawa Yoon Mi? dia tidak ada hubungannya dengan ini” bela Yesung.

“Oppa.. kenapa kau selalu membelanya? Setiap ada masalah diantara kita itu karena dia dan kau selalu membelanya. Tidakkah kau sungguh keterlaluan? Aku ini pacarmu Oppa.. aku pacarmu tapi kau sama sekali tidak pernah memperlakukanku dengan baik layaknya kekasihmu” teriak Yoon Mi. ia kesal karena sikap Yesung yang selalu acuh padanya

Yesung terdiam mendengar kata-kata Shinju. Dan semua yang di katakan Shinju tentang sikapnya yang selalu acuh itu benar adanya. “lalu, apa kau pernah menganggap aku sebagai kekasihmu?” tanya Yesung menatap Shinju tidak kalah tajam.

“maksud oppa?”

“aku tau kau tidak pernah mencintaiku seperti kau mencintai kekasihmu itu. Kau bersamaku hanya untuk mengincar semua yang kumiliki. Bukankah itu yang selama ini kau cari? Shinju ya.. kau sudah dewasa sekarang. kenapa kau masih mau menuruti semua omongan eomma-mu itu? Kau juga berhak menentukan apa yang kau inginkan termasuk dalam hal cinta. Kau sudah tau itu kan?”

Sejenak Shinju bagai dihantam oleh es yang membuat dirinya membeku seketika. Matanya menatap Yesung tapi tak focus pada wajah namja itu. Tatapan matanya kosong tak tau telah menelaah kemana

“Shinju ya.. aku tau bagaimana rasanya mencintai seseorang tapi tak bisa memilikinya. Seberapapun kerasnya kau berusaha untuk melupakannya tapi, itu tidak akan mudah. Butuh waktu dan perjuangan yang keras agar kau bisa lepas dari rasa itu. Mianhe selama ini aku selalu mengacuhkanmu. Sejujurnya aku tidak ingin menyakitimu, aku sangat menyayangimu tapi bukan sebagai kekasih melainkan sebagai dongsaeng..”

“Oppa…jongmal mianheyo selama ini sudah menyusahkanmu. Aku tau kehadiranku sudah terlalu banyak menganggumu. Aku yang bodoh selama ini selalu mengikuti perkataan dan aturan ibu. Itu karena aku terlalu menyayangi ibu dan tak mau membuatnya marah padaku” keluh Shinju

“sudahlah, lupakan. Sekarang, kita lupakan masalah ini. kau sudah kuanggap sebagai dongsaengku.. lupakan perasaanmu padaku yang menganggapku sebagai kekasihmu. Aku tau kalau kau hanya berusaha mencintaiku tapi tak pernah bisa kan? maka dari itu sekarang, Kita kejar cinta kita masing-masing, hm?” Yesung tersenyum menenangkan Shinju.

“ara. Kunde.. Oppa.. apa kau sudah punya cinta juga? Siapa? sh,,, jangan bilang kalau kau jatuh cinta pada gadis itu. Aku tidak setuju kau dengannya” desis Shinju sambil memasang tampang tidak sukanya.

“haha.. kalau begitu, aku tidak akan memberitahumu siapa yang kusukai”

“oppa…”

“sudahlah.. ini sudah larut. Ayo pulang” ajak Yesung.

******

Yuri membuka pintu rumahnya perlahan. “aku pulang…” ucapnya. Sang ibu pun langsung datang menyambut kedatangan putrinya itu

“neo wasseo?”

“ne” sahut Yuri datar kemudian menuju kamarnya.

“aku tidak tau apa sudah sebanyak itu aku berubah tapi yang pasti, aku masih seperti yang dulu” 

“Shinju ya.. aku tau bagaimana rasanya mencintai seseorang tapi tak bisa memilikinya. Seberapapun kerasnya kau berusaha untuk melupakannya tapi, itu tidak akan mudah. Butuh waktu dan perjuangan yang keras agar kau bisa lepas dari rasa itu. Mianhe selama ini aku selalu mengacuhkanmu. Sejujurnya aku tidak ingin menyakitimu, aku sangat menyayangimu tapi bukan sebagai kekasih melainkan sebagai dongsaeng..” 

Yuri teringat kata-kata yang Yesung ucapkan tadi padi Shinju saat di OWN. Ia tak sengaja mendengar pembicaraan dua manusia yang awalnya berdebat itu

“jadi, apa dia masih menyimpan rasa itu untukku? Sesetia itukah dia?” Yuri memeluk boneka teddy bearnya

“ah, tidak mungkin. Ini sudah lebih 2 tahun.. mana mungkin dia masih mencintaiku.. tapi kata-katanya tadi…argh…” Yuri mengacak rambutnya bingung. Entah kenapa pikirannya kini kembali melayang pada Yesung. Orang yang pernah ia sakiti dulu!

****

Yesung melepas semua pakaian juga aksesorisnya setelah pemotretan sesi pertamanya dengan Yuri berakhir.

Kebiasaan Yesung Ia langsung keruangan stylish, ruangan pribadi Yoon Mi karena seharian ini ia tak melihat gadis itu,  Namun yang ia cari tak ada. Ia kemudian berkeliling disekitar OWN namun tak juga menemukan Yoon Mi

“Yesung ah,.. kau mau kemana?” tanya Eunhyuk sambil menyamakan langkahnya dengan Yesung

“mencari Yoon Mi. apa kau melihatnya?”

“haish, kupikir kau kenapa. Dia tidak datang hari ini” sahut Eunhyuk “waeyo?” spontan Yesung menghentikan langkahnya

“kudengar ia sedang sakit jadi tidak masuk kerja” ucap Eunhyuk lagi.

“mwo? Sejak kapan dia sakit? Dia tidak memberitahuku” ucap Yesung sambil berusaha mengingat-ingat terakhir kali ia bertemu dengan Yoon Mi

“nado molla. Aku juga baru mendengarnya disalah satu staff tadi” jelas Eunhyuk. “benarkah? Kalau begitu aku akan menemuinya” ucap Yesung seraya pergi

“oedi?”

“dimana lagi? Ya diapartemennya” sahut Yesung lagi

“Yesung ah,” sapa suara seseorang membuat Yesung menghentikan aktivitasnya.

*****

Yesung duduk berhadapan dengan Yuri  disalah satu restoran terdekat. Mereka tampak diam tak seorangpun berani memulai pembicaraan.

“ada apa?” Tanya Yesung akhirnya. Duduk diam selama beberapa menit membuatnya tak tahan untuk membuka suara. Sikapnya masih dingin pada Yuri seperti pertemuan-pertemuan mereka sebelumnya, Yesung hanya berbicara ala kadarnya tanpa menambah 1 atau 2 katapun.

“anio. Aku hanya ingin minum secangkir teh bersamamu. Apa aku mengganggumu?” Tanya Yuri sambil meminum tehnya

“tidak juga. Kebetulan aku juga sedang tidak ada kerjaan sekarang” sahut Yesung. Ia memang sedang tidak ada kegiatan tapi sangat ingin menemui Yoon Mi. entah kenapa ia ingin sekali menemui gadis itu apalagi setelah mendengar kabar bahwa Yoon Mi sedang tidak dalam kondisi sehat.

“bagaimana kabarmu? Kita belum mengobrol banyak setelah pertemuan bebarapa hari yang lalu” Tanya Yuri basa basi

“baik. Seperti yang kau lihat” lagi-lagi Yesung masih dingin.

“sejujurnya, aku terkejut. Bertemu denganmu dengan cara seperti ini aku tidak pernah menduganya. Apalagi melihatmu sudah sesukses sekarang aku lebih-lebih lagi terkejut” ucap Yuri

“ini bukanlah sebuah kesuksesan. Hanya sebuah kebetulan yang membawaku kemasa dimana orang-orang menganggapku sebagai orang sukses” jawab Yesung.

“arasseo! Ngomong-ngomong… apa kau sudah punya pacar sekarang?” Tanya Yuri. Yesung langsung menatap Yuri begitu mendengar pertanyaan tersebut. Raut wajah Yesung langsung berubah drastis. Pikirannya langsung terbang kemana-kemana dan entah kenapa berhenti pada wajah dan senyuman Yoon Mi. Namun, Yesung hanya diam tak menjawab pertanyaan Yuri

“Mianhe aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan pribadimu tapi… anggaplah aku bertanya sebagai teman”

“Mm.. aku hargai itu! Tapi orang sesibuk aku tidak punya waktu untuk menjalin hubungan seserius itu dengan seorang wanita. Aku khawatir jika aku pacaran, pacarku akan memutuskanku hanya dalam waktu 3 hari” ucap Yesung diselingi candaan dan senyumannya

“waeyo?”

“karena aku terlalu mencintai pekerjaan ku jadi, bisa-bisa dia cemburu dan meninggalkanku. Kau tau kan sesibuk apa dunia entertainment? Lagipula sebagai teman, kau tau betul aku seperti apa dalam hal seperti itu” jawab Yesung. Yuri membalas perkataan Yesung dengan senyuman kecil pula. Keadaan kembali cair antara Yesung dan Yuri

“arasseo! Shinju… kau punya hubungan apa dengannya?” Tanya Yuri lagi

“hanya teman” sahut Yesung lagi. Yuri tersenyum kecil mendengar jawaban Yesung. Walau ia tidak terlalu tau banyak tentang hubungan Yesung dengan Shinju tapi kali ini jawaban Yesung benar. Tentang hubungannya dengan Shinju yang sudah berakhir menjadi teman.

“kita bicara lagi nanti ne? aku masih ada urusan. Senang bekerja denganmu” ucap Yesung seraya berdiri dari tempat duduknya.

“ah, ne Oppa..”

“ng?” Yesung menatap Yuri terkejut. “Mm.. Mmaksudku.. ne Yesung ssie” sahut Yuri meralat kata-katanya barusan. Yesung tersenyum kecil

*****

“kau belum pulang?” tanya Ryewook begitu keluar dari OWN dan mendapati Yuri tengah duduk diloby gedung itu.

“belum. Masih menunggu jemputan” sahut Yuri.

“benarkah? Mm… bagaimana jika kau pulang bersamaku? Kebetulan aku bawa mobil dan kau tau kan rasanya menyetir sendirian ditengah malam seperti ini?”

“Oo.. tapi aku tidak mau merepotkanmu direktur” tolak Yuri halus

“ah, tentu saja tidak. Kajja” ajak Ryewook sembari membukakan pintu mobilnya untuk Yuri. Setelah gadis itu masuk Ryewook kemudian menyusul dengan duduk didepan kemudi.

“satu lagi, jangan panggil aku direktur… kita kan teman” pinta Ryewook. “ah, ne,,” jawab Yuri sambil tersenyum singkat.

“begitu kan terdengar lebih akrab” jawab Ryewook sambil menginjak pedal gas mobilnya.

“kita mau kemana?” tanya Yuri begitu Ryewook menghentikan mobilnya didepan sebuah apartemen yang sederhana. Seingatnya ini bukanlah apartemen Ryewook ataupun seseorang yang ia kenal

“menjenguk teman” ucap Ryewook santai. “teman? Siapa?”

“Yoon Mi. kau kenal dia kan? dia stylish dimajalah KIS. Sudah 2 hari ini dia sakit dan tidak masuk kerja. Aku berniat menjenguknya tapi belum sempat dan sekarang aku baru sempat. Tidak apa kan bila aku mengajakmu menjenguknya?”

Yuri hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Ryewook. “jangan khawatir! Ini tidak akan lama. Aku hanya akan mengantarkan ini untuknya” lanjut Ryewook lagi sambil memperlihatkan keranjang kecil yang sudah berisi buah.

“ara” ucap Yuri lalu ikut turun bersama Ryewook.

*****

Ryewook menekan bel salah satu kamar diapartemen sederhana itu. Disampingnya Yuri tampak berdiri tenang menanti sang pemilik agar membukakan pintu. Berkali-kali hingga ganggang pintu itu bergerak pertanda orang dari dalam sebentar lagi akan keluar. Dan benar saja beberapa saat kemudian pintu itu terbuka namun bukannya senyum Ryewook dan Yuri malah terkejut melihat orang yang berada dibalik pintu apartemen Yoon Mi.

Yesung! Dialah orang yang membuka pintu untuk Ryewook dan Yuri. “nuguya? (siapa?)” tanya Yoon Mi sambil berdiri dibelakang Yesung. Yesung tidak menjawab hanya membiarkan Yoon Mi melihat sendiri siapa orang yang berada didepan apartemennya.

Tidak ubahnya Yuri dan Ryewook, Yoon Mi juga terkejut bukan kepalang. Ia tak tau harus berkata apa. Ryewook adalah Direktur diperusahaan tempat ia bekerja dan sekarang ia melihat dirinya bersama dengan seorang lelaki didalam apartemennya sendiri. Apa yang akan dipikirkan oleh Ryewook tentang dirinya nanti?

Sementara Yuri, ia tau Yuri adalah model pasangan Yesung dimajalah KIS. Ia juga tau jika Yuri adalah cinta pertama Yesung walau ia tidak pernah mengatakan apapun tentang itu. Walau ia tak mau dibilang sok tau, tapi ia yakin bahwa masih ada rasa yang mengganjal perasaan Yesung dan Yuri. Mungkin rasa itu masih ada diantara mereka (Yesung dan Yuri) dan dengan melihat ini ia pasti akan menjadi penghalang hubungan Yuri dan Yesung selanjutnya.

Keempat manusia itu saling memandang dengan rasa terkejut masing-masing.

========To Be Continued=======

Mian telat post part ini. author lagi sbuk bgt udah itu ditambah dengan skit selma lbih krang sminggu jdi lengkap deh telatnya. buat yg udah nungguin, gomawo nih author bawa lanjutannya. smg part ini sesuai dgn hrapan kalian…

Minta Comentnya juga ne chingu? sesama Pecinta FF, harus saling menghargailah. aku menulis dan kalian membaca n meninggalkan coment jadi biar impas. kecapean author trbalaskan dengan comment dan masukan dari kalian para readers smua.

Ok, ktmu lagi di next part. jangan lupa comment ne? gomawo ^_^ .oOo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s