First and Last Love ( Part 2 | End )

FALL1

Cast :    Kyuhyun

              Seohyun

              YongHwa

Support Cast :    Yoona

                               Siwon, Others

Genre              :    Sad, Romance

Category        :    Twoshoot

Author            :   Shin EunHwa

Rating             :   General

****

Kyuhyun melempar jacketnya kesegala arah dan langsung merebahkan badannya diranjang kecil nan empuknya.

“Kyuhyun oppa…” ingatnya pada Seohyun yang baru saja ia temui beberapa menit yang lalu. “benarkah itu kau Seohyun ah? Kau tidak terlihat baik” gumam Kyuhyun sambil memandang langit-langit kamarnya. Kedua tangannya memegang dagunya hingga tampak ia seperti sedang menutup mulutnya

Tidak ubahnya dengan Kyuhyun, Seohyun juga begitu. Sampai dirumah ia langsung masuk kedalam kamarnya dan duduk termenung. “kyuhyun oppa…” gumam Seohyun pelan. “kenapa kita harus bertemu lagi?” lanjutnya masih mencoba menahan perasaan.

Tak tahan, keduanya lalu menumpahkan perasaan masing-masing dengan menangis. Kyuhyun terbaring sambil menatap langit-langit kamarnya sementara Seohyun duduk disudut kamarnya sambil mematikan lampu kamarnya. Mereka menangis.. mengenang kisah cinta yang dulu pernah terajut dengan indah dan berakhir dengan sadis itu.

“huhuhu… Oppa…” gumam Seohyun sambil terisak. Ia mengambil foto nya dengan Kyuhyun yang masih ia simpan sampai sekarang. ia memeluknya didada sambil terus terisak. “Oppa.. mianhe jongmal mianheyo..” gumam Seohyun lagi masih dengan isakannya

Kyuhyun, ia mengingat kisah-kisah indahnya dengan Seohyun. Matanya berkaca-kaca mengenang kisah itu. Indah nan bahagia tapi mengapa harus terpisah sepihak oleh Seohyun. Awalnya ia tak menyangka bahwa Seohyun benar-benar akan meninggalkannya. Awalnya ia berpikir Seohyun hanya sekedar bercanda atau mengerjainya tapi waktu 2 tahun ini telah menjawabanya bahwa Seohyun benar-benar telah pergi dari sisinya.

****

-Yonghwa Pov-

Pagi ini aku bangun dengan senyuman terus mengembang dibibirku. Ia benar saja itu semua karenanya. Seohyun, gadis yang selama ini kusukai akhirnya mau makan malam bersamaku untuk yang pertama kalinya. Gadis yang selama ini bahkan enggan menyapaku, kini perlahan sudah mulai membuka hatinya. Aku senang dan sangat bahagia. Semoga ini adalah awal yang baik..

Karena pagi ini aku sendiri dirumah, aku putuskan kerumah Seohyun. Aku berencana sarapan disana bersama dengan keluarganya yang sebentar lagi akan jadi keluargaku. Memikirkannya saja aku sudah senang. Semoga Seohyun mau ikut sarapan bersamaku.

Begitu sampai dirumahnya, kulihat Ahjumma sedang sibuk memasak sarapan didapur sementara Seojin masih sibuk berkutat dengan remot tv melihat acara-acara sport pagi.

“nonton apa?” sapaku sambil duduk disamping Seojin. “sport” ucapnya datar. Matanya sama sekali tak memandangku tapi tetap focus pada layar benda elektronik itu. “Hm.. Seohyun mana?” tanyaku lagi

“dikamar” jawabnya masih dengan nada yang sama. “belum bangun?” ia hanya menggeleng.

“ah, Oppa.. kebetulan kau datang, kau bangunkan saja dia. Hitung-hitung biar kau makin dekat dengannya” pinta Seojin. Aku mengeryitkan dahiku mendengar perkataan gadis kecil ini

“ayolah oppa.. tidak perlu sungkan. Khabwa (pergilah)” perintahnya lagi yang membuatku langsung menurut.

Kunaiki satu persatu anak tangga yang membawaku kelantai atas tempat kamar Seohyun berada. Begitu sampai didepan kamarnya, aku berhenti sejenak. Ada rasa ragu menyelimutiku takut kalau-kalau Seohyun marah aku menerobos masuk kekamarnya dengan cara seperti ini

Akhirnya, kuberanikan diriku untuk masuk kedalam. Kupegang ganggan pintu kamarnya dan kuputar perlahan ternyata tak dikunci. Kumasukkan setengah kepalaku hingga aku berhasil menelusuri seluruh seluk beluk kamarnya. Kamar dengan warna pink muda dan wallpaper keroro menghiasinya. “nice room” batinku

Kulihat Seohyun masih terlelap sambil memeluk sebuah bingkai foto didadanya. Dibelakang bingkai itu tertulis kata “2HYUN” dan dihiasi dengan gambar-gambar love kecil disetikat tulisannya. Aku tertegun melihatnya. Hyun? Bukankah itu nama belakang dari SeoHyun? Gumamku. Tapi.. kenapa ada huruf 2 didepannya? Ah, tulisan ini sukses membuat kepalaku pusing bertubi-tubi

-Yonghwa Pov end-

Yonghwa masih memperhatikan tulisan-tulisan yang menghiasi belakang bingkai foto yang kini dipelukan Seohyun. Kemudian ia gerakkan tangannya perlahan ingin mengambil foto itu namun, Seohyun lebih dulu terbangun sebelum Yonghwa belum sempat melihat siapa yang ada dibalik bingkai foto itu.

“Oppa…” gumam Seohyun pelan sambil mengucek kedua bola matanya. “ne. kau sudah bangun? Mianhe mengganggu tidurmu” jawab Yonghwa sambil tersenyum kecil

“animnida.. aku yang terlalu lelah hingga sampai tertidur sepagi ini. oppa sudah lama disini?” tanya Seohyun lagi. Ia kemudian meletakkan foto yang tadi dipelukkan kedalam laci kecil didekat ranjangnya

“anio baru saja. Aku berencana membangunkanmu tapi kau sudah bangun duluan. Seojin yang menyuruhku kesini” lagi-lagi Yonghwa melempar senyuman khasnya

“oh, arasseo! Oppa.. aku akan mandi dulu apa kau mau menunggu disini?” tanya Seohyun sambil bangkit dari ranjangnya

“anio. Aku tunggu kau dibawah saja” ucap Yonghwa lalu pergi meninggalkan Seohyun.

Begitu Yonghwa berlalu, Seohyun mengambil kembali foto yang tadi ia taruh didalam laci. Foto ia dan Kyuhyun sambil tersenyum bersama. Seohyun memandangi gambar itu “Oppa..  benarkah itu kau?” gumamnya kemudian mengembalikan foto tersebut ketempat semula.

****

Setelah selesai sarapan pagi, Yonghwa mengajak Seohyun keluar. Sekedar jalan-jalan dan menikmati cuaca cerah pagi itu. Seohyun menurut karena ia juga bosan dirumah. Ibunya sebentar lagi kebutik dan Seojin entah kemana lagi anak itu menghilang. Tinggal dirumah bukankah itu sangat membosankan? Ditambah lagi ia dikekang untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan kesehatannya

“kau suka?” tanya Yonghwa sambil melirik gadis yang kini duduk disampingnya. Matanya tertutup merasakan hembusan angin yang menerpa wajah teduhnya dan menerbangkan rambut lurusnya yang terurai

“ne. disini sangat segar” jawab Seohyun tanpa membuka matanya.

“Hm, baguslah.. jika kau suka. Aku senang bisa membuatmu merasakan sesuatu yang kau suka” jawab Yonghwa sambil tersenyum kecil. Senyuman yang mewakili perasaannya. Senang dan bahagia melihat gadis yang disampingnya itu kini bisa kembali tersenyum

“ne oppa.. jongmal khasahamnida..” sahut Seohyun sambil tersenyum.

Setelah duduk sekitar 30 menit mereka melanjutkan aktivitasnya berjalan bersama mengelilingi taman kecil itu. Mereka berjalan dijalan setapak yang dikelilingi oleh pohon-pohon rindang hingga sinar matahari tidak langsung menyinari kedua manusia itu.

“Seohyun ah..” ucap Yonghwa yang membuat Seohyun menoleh kearahnya. “boleh aku tanya sesuatu?” pinta Yonghwa. “gureomyo.. tanya saja! Memangya oppa akan bertanya tentang apa?” sahut Seohyun ringan

“apa.. kau pernah jatuh cinta?” tanya Yonghwa menatap Seohyun yang terkejut mendengar pertanyaannya.

-Seohyun Pov-

Aku menatap namja yang kini duduk sampingku. “jatuh cinta?” batinku. Aku terdiam sejenak. Rasanya hariku yang tadi cerah ceria kini berubah mendung karena pertanyaannya. Entah mengapa mendengar kata itu tiba-tiba membuatku ingat akan dirinya. Cho Kyuhyun. Namja yang sampai saat ini aku masih mengharapkannya

“jatuh cinta?” tanyaku padanya.

Ia hanya mengangguk sambil tersenyum kecil. Ya tuhan.. kenapa dia harus menanyakan ini. taukah dia betapa aku sangat tersiksa karena cinta itu?

“memangnya kenapa oppa? Apa Oppa sedang jatuh cinta sekarang?” tanyaku mengalihkan perasaanku yang bergemuruh didalam dadaku

“nado mollaseo (aku juga tidak tau). Aku bertanya padamu demikian siapa tau saja yang kurasakan ini benar-benar jatuh cinta” jelasnya tanpa menatapku

“maksud oppa?”

“aku selalu memikirkannya. Setiap saat! Sebelum makan, tidur, aku selalu mengingat wajahnya. Bahkan melihatnya tersenyum itu membuatku sangat bahagia. Rasanya aku ingin membuatnya terus tersenyum seperti ini. senyuman yang selama ini ingin kulihat kini akhirnya benar-benar kulihat. Seohyun ah, aku merasakan itu padamu. Menurutmu itu apa? Apa aku telah jatuh cinta padamu?” jelasnya panjang lebar. Ia lalu memegang pundakku hingga aku menatapnya

“Oppa…” ucapku pelan.

“waeyo? Aku tau ini tidak mudah bagimu.. aku akan menunggumu sampai kau siap menerimaku. Aku janji akan selalu membuatmu tersenyum seperti hari ini. kau tau apa yang paling kau butuhkan untuk kesembuhanmu?” tanyanya lagi. Aku hanya menggeleng namun perasaanku rasanya sudah teriris-iris

Hatiku sakit dan perih mendengarnya mengucapkan kata-kata ini. bagaimana mungkin.. bagaimana mungkin ia mencintai orang sepertiku? Orang yang bahkan tak pernah bisa membalas semua perasaannya. Oppa.. hatiku sakit

“kau harus banyak-banyak tersenyum seperti ini. Aku tau kau sangat tertekan dirumah maka dari itu, aku akan membuatmu terlepas dari tekanan-tekanan yang selama ini kau rasakan hm?” ia lag-lagi melepas senyuman itu. Aku drop tak tahan melihatnya yang selalu melemparkan senyuman tulusnya itu

“Oppa.. gomawo. Jongmal gomawo” ucapku pelan sambil memeluknya. Ku rasakan ia sedikit terkejut namun aku tetap memeluknya dengan haru. Ketulusannya yang membuatku benar-benar terharu!

-Seohyun Pov end-

*****

Perlahan-lahan hubungan Seohyun dan Yonghwa makin membaik dan juga semakin dekat. Setiap hari Yonghwa selalu mengajak Seohyun keluar dan menghabiskan hari mereka bersama. Seohyun merasakan benar perubahan dalam dirinya selama bersama Yonghwa. Penyakitnya perlahan-lahan mulai berkurang. Nyeri yang biasa ia rasakan pada perutnya karena Kanker perut yang dideritanya, sudah mulai berkurang setiap harinya. Seohyun pun tak menampik bahwa berkurangnya penyakitnya kini berkat Yonghwa. Orang yang selalu memberikan dia motivasi-motivasi positif yang membuatnya bangkit dari keterpurukan karena penyakitnya.

Hari ini Yonghwa mengajak Seohyun kesebuah rumah sederhana yang terletak dipinggiran kota Seoul. Didepannya ada sebuah taman kecil juga ada beberapa taman bermain anak

“ini tempat apa?” tanya Seohyun sambil menelusuri seluk beluk rumah itu.

“kau lihat saja nanti. Ayo” ajak Yonghwa sambil menarik tangan Seohyun.

Begitu masuk kedalam Seohyun langsung disambut oleh pemandangan sekelompok anak-anak dengan tampang yang berbeda-beda. Mereka semua tersenyum ramah kearah Seohyun tapi dalam dada, mereka juga sakit. Sama seperti Seohyun hanya saja mereka Nampak ceria dan selalu bersemangat.

“panti asuhan?” gumam Seohyun pelan. matanya sibuk memperhatikan anak-anak yang kini tengah asik bermain dan tersenyum riang.

“ne, mereka juga sakit sama sepertimu tapi lihat.. mereka selalu tersenyum dan semangat. Tidakkah mereka lebih menyedihkan darimu?” Yonghwa memegang pundak Seohyun lalu membawa gadis itu kehadapannya

Seohyun hanya menelan ludahnya. Ia memandang Yonghwa dalam. Namja itu benar-benar sangat ahli dalam memberikan kejutan-kejutan untuknya. Walaupun bukan berupa materi yang Yonghwa berikan, namun Seohyun benar-benar tersentuh. Memang benar, selama ini yang Seohyun butuhkan bukan materi tapi perhatian dan ketulusan. Seandainya Seohyun bisa memutar kembali waktu, ia tak akan membuang sia-sia waktu 2 tahun ini dengan menghindari Yonghwa. Selama ini ia berpikir bahwa Yonghwa pasti hanya akan memamerkan kekayaan yang ia miliki padanya ternyata ia salah besar. Dan hari ini, Seohyun baru menyadarinya!!

“jangan pernah berpikir lagi bahwa kau sangat menyedihkan. Jangan pernah berpikir lagi bahwa kau sudah tidak punya alasan lagi untuk tersenyum. Senyummu harus tetap mengembang dibibir cantikmu itu karena kau tidak pernah tau ada berapa banyak orang yang sangat bahagia bila melihat senyumanmu itu”

“Oppa..”

“Kau pasti bisa Seohyun ah, penyakitmu pasti bisa kau taklukan..” lanjut Yonghwa lagi. Ia lalu merengkuh badan Seohyun kedalam dekapannya. Sementara Seohyun, ia menangis! Menangis dalam dekapan Yonghwa tak sepatah katapun bisa ia ucapkan

Seandainya ia bisa membuka hatinya lebih lagi untuk Yonghwa, ia berjanji tidak akan mengecewakan namja itu. Namja yang ketulusannya tak diragukan lagi pada dirinya.

****

-Kyuhyun Pov-

Hari ini aku berencana kekantor Siwon hyung. Entah kenapa aku tiba-tiba merindukan sosoknya itu mungkin karena sudah lebih seminggu ini kami tidak bertemu karena ia sibuk dikantornya. Begitu aku baru sampai didepan, kulihat ia baru keluar dan menuju parkiran. Kupanggil namanya hingga ia menoleh kearahku

“mau kemana?” tanyaku sembari menghampirinya. “menjemput Yoona” jawabnya santai.

“mwo? Jadi sekarang kau sudah menjalin hubungan dengannya? Sejak kapan? Sh, kau tidak pernah bilang padaku hyung” ucapku sambil menyenggol lengannya pelan. Ia hanya tersenyum simpul

‘aish, sudahlah! Ada apa kau kemari?” tanyanya lantang. “mau apa lagi? Ya menemuimu…” sahutku

“tapi aku mau pergi. Kalau ada perlu kita bicarakan nanti dirumah oh?” ia langsung masuk kedalam mobilnya.

“yak..” teriakku menahan mobilnya. Ia berhenti mendadak begitu aku berdiri tepat didepan mobilnya

“apa lagi?” tanyanya sembari menurunkan kaca mobilnya. “aku ikut denganmu ya. Hehehe dirumah aku bosan sendiri” pintaku sambil tersenyum aegyo. Kulihat ia mendengus kesal tapi tetap mengizinkanku masuk kemobilnya. “Hyung manis…” ucapku sambil mencubit pipinya

“aish, berhentilah bersikap seperti anak kecil” marahnya. Aku hanya tersenyum kecil padanya

Setelah sampai dikampus Yoona, Siwon hyung turun tapi aku hanya berdiam diri didalam mobil sambil asik mengotak atik ponselku. “kau tidak turun?” tanya Siwon hyung.

“anio..” sahutku tanpa menoleh. Aku sedang focus pada game kesukaanku yang kini sedang kumainkan lewat ponsel genggamku

Tidak lama kemudian kulihat Yoona berjalan kearah kami. Ia tidak sendiri tapi bersama dengan seorang gadis yang nampak tak asing dimataku. Aku langsung menatap mereka tanpa mempedulikan lagi game diponselku. Seohyun… itu benar dia. Aku langsung turun dari mobil dan mencoba menghampiri mereka Namun, ketika sampai digerbang mereka berpisah kulihat Seohyun masuk kedalam sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari mobil Siwon hyung. dan dari jarak yang tidak terlalu jauh ini kulihat seorang namja turun dan membukakan pintu untuk Seohyun

“siapa lelaki itu? Apa dia kekasih baru Seohyun? Atau mungkin hanya sopir? Tapi mana ada supir setampan dia..” pertanyaan itu berkecamuk didalam dadaku. Rasanya sesak dan sakit. Seohyun ah, wae.. waeyo??? Batinku lagi

-Kyuhyun Pov end-

*****

Seohyun mengambil tasnya selempengannya kemudian keluar. Diluar sudah ada Yonghwa yang menantinya didepan mobil sambil tersenyum riang. Ia kemudian membukakan pintu mobilnya agar Seohyun bisa langsung masuk. “gomawo” ucap Seohyun sebelum akhirnya masuk kedalam mobil.

“kau yakin akan kesana?” tanya Yonghwa sambil menyetir mobilnya perlahan. “Mm.. menghabiskan waktu dengan anak-anak itu aku pikir pasti akan lebih seru” sahut Seohyun sambil membayangkan akan seperti apa harinya nanti jika telah sampai ditempat yang ia maksud.

20 menit kemudian mereka sampai disebuah rumah sederhana. Tempat yang mereka datangi tempo hari dengan Yonghwa. Panti asuhan! Seohyung mengambil tasnya dan hendak turun

“Mianhe aku tidak bisa menemanimu bermain. Aku sedang ada urusan dikantor kau tak apakan bila kutinggal sendiri disini?” tanya Yonghwa ragu.

“Mm.. gwenchana Oppa.. lagipula aku tidak sendiri disini. Akan ada banyak teman yang kutemui nanti. Mereka semua anak yang manis dan baik. Kau pergilah kekantor jangan khawatirkan aku hm?” sahut Seohyun sambil tersenyum kecil. Ia kemudian turun dari mobil Yonghwa

“arasseo! Akan kujemput kau sebentar. Jika kau ingin pulang, hubungi aku ya?” pinta Yonghwa

“Ne oppa.. anyong…” jawab Seohyun sambil melambaikan tangannya. Yonghwa pun menginjak gas mobilnya dan menghilang dibalik jalan.

****

-Kyuhyun Pov-

Aku memarkirkan motorku dihalaman Panti Asuhan. Ah, sudah ada seminggu aku tidak kesini. Rasa rindu terhadap para anak-anakpun menghantuiku hingga hari ini kusempatkan untuk kemari. Belakangan ini aku selalu sibuk dengan lukisan-lukisanku jadi, tidak sempat untuk kemari walau hanya sekedar menyapa mereka. Hari ini kubawakan sebuah lukisan indah untuk mereka juga telah kusiapkan beberapa buah lagu yang akan kunyanyikan nanti untuk menghibur mereka.

Aku langsung masuk kedalam dan bertemu anak-anak terutama Jang Nari. Gadis kecil yang sangat kurindukan. Dia baru berusia 7 tahun namun sayang harus berusaha keras melawan kanker otak yang kini dideritanya. Rasanya pilu bila aku melihatnya aku tak pernah membayangkan sebelumnya melihat anak semanis dia sanggup bertahan dengan kondisi seperti itu tapi tak pernah sedikit pun kehilangan senyuman ataupun semangatnya.

“Oppa…” teriak anak-anak begitu melihat aku datang. Aku langsung tersenyum dan menyambut semua pelukan mereka yang menghujaniku. Aku masih dikerumuni anak-anak Panti hingga mataku berhenti pada sosok gadis berambut panjang yang duduk dikursi pojok sambil bermain dengan Nari, gadis kecilku dipanti ini.

Kulihat mereka sangat akrab dan Nari terlihat tersenyum sangat manis kuhampiri mereka hingga gadis itu memandang kearahku dan DEG, kurasakan jantungku berdetak keras dari biasanya. Seohyun!! Dia ada disini.. benarkah itu dia? Apa yang ia lakukan disini? batinku

“bagaimana kabarmu?” tanyaku padanya. Kami duduk dikursi kecil depan panti sambil memperhatikan anak-anak yang tengah bermain riang kesana kemari

“baik” ucapnya datar. “apa yang kau lakukan disini?” tanyanya dingin

“aku.. disinilah aku selama ini…” sahutku tanpa memandangnya

“kau bekerja disini?”

“anio. Hanya saja aku selalu menyempatkan waktuku kesini dan menghibur anak-anak. Tidak banyak memang yang bisa kulakukan untuk membantu mereka tapi aku berharap, dengan kehadiranku dapat sedikit memberikan suasana berbeda bagi mereka” jelasku. “bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku kembali padanya

“sama sepertimu. Berusaha menghibur mereka dan memberikan sedikit suasana berbeda. Sejak kapan kau menjadi relawan disini?” tanyanya lagi. Kali ini ia menatapku dengan tatapan penasarannya. Hm, hal yang paling aku rindukan dari dirinya

“sejak dua tahun yang lalu. Aku tidak sengaja bertemu dengan salah satu anak panti yang tersesat di seputaran tempat kerjaku dan ketika aku mengantarnya, aku bertemu dengan anak-anak lain dan disitulah timbul keinginanku untuk menghibur mereka walau aku tau, bukan senyuman yang mereka butuhkan melainkan kesembuhan tapi bukankah dengan tersenyum itu akan memberikan semangat yang tak terduga bagi kita. Dengan tersenyum kita akan siap menghadapi segala macam kemungkinan bahkan yang terburuk pun bagi diri kita” jawabku sok bijak

“ne, kau benar. Hm, aku bahkan tidak bisa membayangkan hidupku tanpa senyuman. Seandainya saja aku bisa memutar kembali waktu, akan kuhabiskan seluruh hidupku yang tersisa dengan menebar senyum dan semangat bagi semua orang” jawabnya. Aku terdiam! Apa maksud perkataannya? Menghabiskan seluruh sisa hidupnya?

“bukankah kau selalu melakukan itu? Kau gadis yang selalu ceria, semangat dan selalu menebar senyum kan?” tanyaku antusias

“jadi.. seperti itukah kau menilai diriku? Aku bahkan selalu berpikir kalau aku adalah orang yang sangat pelit untuk tersenyum sampai-sampai ada banyak orang yang khawatir padaku”

“Mungkin itu karena kau terlalu focus pada dunia fantasymu. Kau masih suka mengarang?” tanyaku. Aku tau persis seperti apa gadis ini. tak seharipun luput dari pulpen juga kertas2 berwarnanya. Dia sangat suka menulis bahkan semua yang ia alami, ia tuangkan dalam bukunya. Aku bahkan sempat merasa bahwa bukunya lebih tau segalanya tentang dia daripada aku yang dulu selalu disampingnya

“Hm, mau apa lagi? Kau tau aku kan? buku dan pena adalah dua benda yang tak bisa hilang dari hidupku. Hehehe” ia tersenyum riang dan itu sukses membuatku kembali kemasa itu. Masa saat pertama kali melihatnya tersenyum dan membuatku langsung tak tenang makan dan tidur karena memikirkannya

“Hm, arrasseo!” sahutku pendek. “kau sudah punya pacar?” tanyaku yang membuatnya langsung menatap mataku. Terlihat jelas kalau ia terkejut dengan pertanyaanku

“memangya kenapa?” tanyanya mencoba berdalih

“tidak apa-apa. Hanya sekedar ingin tau. Jika kau sudah punya kekasih, kapan-kapan kenalkanlah padaku. Aku ingin lihat seperti apa pria yang kini bersamamu. Dia pasti jauh lebih baik dariku…” gumamku sambil tersenyum. Tiba-tiba Nari datang dan langsung memelukku. Aku pun menyambutnya hingga meninggalkan Seohyun masih sendiri dibangku itu.

-Kyuhyun Pov end-

*****

Seohyun memandang langit-langit kamarnya. Ia tak tenang, sejak pulang dari panti asuhan sore tadi dan bertemu Kyuhyun, entah mengapa perasaannya kembali melayang-layang tak tentu arah. Mereka kembali membawa Seohyun melintasi sebuah masa dimana ia sendiri tak tau seperti apa perasaannya.

“tidak apa-apa. Hanya sekedar ingin tau. Jika kau sudah punya kekasih, kapan-kapan kenalkanlah padaku. Aku ingin lihat seperti apa pria yang kini bersamamu. Dia pasti jauh lebih baik dariku…”

Seohyun mengingat kembali kata-kata Kyuhyun tadi siang. Oppa.. mengapa kau harus mengatakan itu? Taukah kau bahwa sebenarnya itu telah membuatku sakit? Batin Seohyun. Ia kemudian mengambil kembali foto ia dan Kyuhyun yang tersimpan dibawah laci dekat ranjangnya. Ia pandangi foto itu sambil mengingat kembali masa-masa ia dan Kyuhyun dulu.

-Yonghwa Pov-

Aku sampai dirumah Seohyun. Dengan semangat 45, kubukan ganggang pintu yang memang tak dikunci dan aku langsung masuk kedalam. Bukannya kurang sopan, tapi aku memang sudah menganggap rumah ini seperti rumahku sendiri apalagi sebentar lagi itu akan menjadi kenyataan setelah aku menikah dengan Seohyun nanti. Begitu sampai diruang tengah, kulihat Seojin sedang asik dengan stick PSP-nya.

“Seojin..” sapaku. ia tak menoleh dan tetap focus pada game-nya. “sudah berapa ronde?” tanyaku lagi

“5” jawabnya singkat. Aku mengangguk. “Seohyun ada?” tanyaku kembali. Ia hanya menunjuk arah lantai atas dan akupun mengerti bahwa Seohyun ada diatas kamarnya

Tanpa menunggu lama, aku langsung menuju kamar Seohyun yang terletak dilantai 2. Aku buka ganggang pintu kamarnya pelan takut aku mengagetkannya dan bisa kulihat ia sedang terduduk disudut kamarnya sambil memegang sebuah bingkai foto yang tempo hari kulihat. Ia menangis..

Sebenarnya, apa yang terjadi dengan Seohyun dan foto itu? Apa mungkin ada sesuatu yang tidak aku ketahui? Setiap kali aku melihatnya memegang foto itu, dia pasti tidak sedang dalam keadaan bahagia.

Kututup kembali pintu kamarnya dan kembali keruang tengah untuk bermain dengan Seojin. Aku tau, mungkin sekarang ia sedang butuh waktu untuk sendiri dan menenangkan pikirannya.

*****

1 minggu belakangan ini aku selalu mengantar Seohyun kepanti. Entah mengapa ia sangat suka berada dipanti itu, katanya disana ia bisa berbagi dengan anak-anak dan itu merupakan alasan yang masuk akal bagiku. Benar juga.. disbanding ia meratapi penyakitnya sendiri dirumah, bukankah lebih baik jika ia bersama orang-orang yang juga senasib dengannya? Bertaruh melawan penyakit dan panti asuhan itu aku rasa adalah tempat yang tepat baginya. Lagipula, aku yang pertama kali mengajaknya kesana jadi, aku tidak butuh alasan lain lagi mengapa ia sangat sering kesana bahkan hampir tiap hari.

Ketika selesai dengan pekerjaan kantorku, ku ambil jasku yang terletak dikursiku dan juga kunci mobil. “mau keluar Direktur?” tanya sekretarisku. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum kearahnya

Kupasang alat pendengar ditelingaku dan menghubungi seseorang “yobseyo..?” sapanya dari seberang. Aku langsung cengar cengir mendengar suara lembutnya

“Seo, kau masih dipanti?” tanyaku. “ne oppa.. waeyo?”

“anio. Bagaimana disana apa kau senang?”

“lumayan oppa.. anak-anak disini cukup membuatku betah. Oppa.. masih dikantor?” tanyanya pelan

“anio.. aku sedang tidak dikantor sekarang”

“lalu dimana? Oppa bilang tadi akan kekantor”

“aku bosan dikantor jadi, sekarang aku sedang keluar”

“Oh, ya? Keluar dimana? Oppa sendirian?”

“anio. Aku sedang bersama seorang wanit sekarang..” sahutku.

“mwo? Yeoja? Oppa.. kau sedang tidak mempermainkanku kan? jika benar kau jalan bersama Yeoja, aku juga akan pergi bersama namja lain” ancamnya. Aku terkekeh mendengar suaranya juga ekspressi lucunya.

Sebenarnya kini aku sudah berada dipanti tapi belum menemuinya. Aku masih ingin menggodanya lewat ponsel dan sekarang sambil memperhatikannya dari jarak yang cukup jauh ini

“kau mengancamku?” tanyaku lagi

“itu bukan ancaman Oppa tapi sebuah peringatan”

“benarkah? Jadi, jika kukenalkan yeoja itu padamu kau tetap akan pergi bersama namja lain?” aku masih terus menggodanya

“mulon Oppa. Bagaimana bisa aku tetap bersama oppa jika aku tau oppa sedang bersama yeoja lain” raut wajahnya mulai kusut. Akupun mendekat kearahnya namun dari arah belakang. Kulihat ia asik menggerutu sendiri

“bagaimana jika yeoja itu adalah dia” ucapku sambil memeluk lehernya dari belakang. Ia menoleh dan mematikan ponselnya. Kulepaskan pelukanku darinya

“Oppa… kau mengejutkanku. Sejak kapan kau ada disini?” tanyanya sambil menyenggolku pelan

“sejak tadi. Kau belum makan siang kan? aku sengaja kesini ingin mengajakmu makan siang bersama, bagaimana?” tawarku. Ia tersenyum riang

“baiklah! Oppa… kau sangat tau apa yang sedang kubutuhkan” jawabnya sambil tersenyum. Aku senang melihat Seohyun bisa seakrab dan sedekat ini denganku. Oh, tuhan.. semoga ini akan bertahan lama, doaku.

Ketika keluar, kami bertemu dengan seorang pemuda yang tengah bermain dengan seorang gadis kecil ditaman. Gadis kecil itu menghampiri Seohyun dengan riang kemudian pemuda itu pun menuju kearah kami

“Nari ya.. jangan ganggu eonni Seohyun ya? Biarkan dia pergi” ajak pemuda itu pada gadis kecil itu.

“Oh, jadi namanya Nari? Nama yang cantik sesuai dengan dirimu” aku langsung mencubit pipi gadis kecil itu sambil tersenyum

“Mianhe, dia memang selalu begitu. Kalian mau pergi? Silahkan pergilah. Nari biar aku yang urus” sahutnya. Ia lalu menyuruh Nari masuk kedalam dan gadis kecil itu menurut

“kau bekerja disini?” tanyaku.

“dia hanya relawan Oppa.. datang sesekali dan menghibur anak-anak sama sepertiku” jelas Seohyun. Aku langsung mengangguk

“berarti kalian sudah saling kenal? Baguslah Seohyun ah, setidaknya kau punya teman disini selain anak-anak” jawabku. Pemuda itu hanya tersenyum kecil

“kami mau makan siang diluar, kau mau ikut__?” tawarku “Kyuhyun! Cho Kyuhyun”

“Ne, Kyuhyun ssie.”

“Ah, anio Kalian saja. Aku tidak ingin menganggu kalian. Aku akan makan disini saja bersama anak-anak” tolaknya pelan. namja yang sopan! Pikirku.

“sudahlah, tak perlu sungkan. Aku akan senang jika kau mau ikut. Hitung-hitung siapatau kita bisa berteman. Kau kan sudah jadi teman Seohyun sekarang berarti akan jadi temanku juga” jawabku

“ne, baiklah” sahutnya menyetujui ajakanku. Kamipun pergi bersama disebuah restoran untuk makan

 -Yonghwa Pov end-

****

Seohyun, Kyuhyun dan Yonghwa makan bersama disebuah restoran yang cukup mewah. Sepanjang makan, mereka semua diam terutama Seohyun dan Kyuhyun. Keduanya canggung, sangat canggung. Seohyun tak pernah membayangkan akan seperti ini jadinya makan bersama mantan pacar dan pacar sekaligus. Namun, Seohyun berusaha menutupi perasaan canggungnya dengan makan yang tenang dan diam

“sudah lama kau menjadi relawan dipanti?” Yonghwa membuka suara

“sudah 2 tahun terakhir” jawab Kyuhyun. Seohyun hanya menatap dua namja itu tanpa berkata apapun

“arasseo! Sepertinya anak-anak sangat menyukaimu terutama Nari” lanjut Yonghwa lagi

“ne, begitulah!” sahut Kyuhyun sambil tersenyum

*****

Yonghwa masih memegang tangan Seohyun yang penuh dengan selang infuse. Dihidungnya juga terpasang sebuah selang yang membantunya untuk bernafas. Disebelah kiri Seohyun terpasang sebuah monitor yang bertugas memberitahukan kondisi Seohyun. Ia terus berbunyi normal menandakan kondisi Seohyun masih dalam keadaan baik

Seohyun membuka kedua matanya yang lelah. Ia baru bangun dari tidurnya yang melelahkan juga cukup panjang. Ia menoleh memperhatikan sesosok orang yang kini tengah menggenggam tangan kanannya.

“Oppa…” gumamnya pelan

“Seohyun ah, kau sudah sadar?” tanya Yonghwa begitu melihat mata Seohyun telah terbuka

“sudah berapa lama aku disini?” tanya seohyun lemah. “2 minggu yang lalu, kau pingsan saat pulang dari panti. Sepertinya kau kelelahan dan itu sangat mempengaruhi penyakitmu” jelas Yonghwa

“eomma dan Seojin?”

“mereka baru saja pulang. sebentar lagi mereka pasti akan kemari”

“Oppa.. jongmal gomawoyo…” ucap Seohyun pelan sambil memegang tangan Yonghwa dengan tangan kedua tangannya

“sudahlah, kau jangan banyak bicara dulu. Istrahat yang banyak agar kau cepat pulih hm?” sahut Yonghwa sambil menggenggam tangan Seohyun kembali

3 hari kemudian Seohyun diperbolehkan pulang oleh dokter dan boleh dirawat dirumah asal Seohyun tetap menjaga kesehatannya. Tidak boleh terlalu lelah dan jangan terlalu banyak berfikir, jangan lakukan kegiatan-kegiatan yang bisa memancing emosinya naik. Begitulah pesan dokter

Eomma, Seojin dan Yonghwa juga Yoona menjemput Seohyun dirumah sakit dan kemudian mengantarnya kembali kerumah.

“istirahatlah, kau tidak boleh terlalu lelah” ucap Yonghwa sambil menyelimuti Seohyun begitu sampai didalam kamarnya

“gomawo oppa..”

“untuk apa?” tanya Yonghwa

“untuk semua yang telah kau berikan padaku. Terimakasih kau sudah menjagaku dan juga menemaniku selama ini, terimakasih…” Seohyun tak bisa melanjutkan kata-katanya karena tangis lebih dulu menguasainya

“cheonma Seohyun ah, aku akan selalu menjaga dan menemanimu. Kapanpun kau butuh aku, aku selalu ada untukmu” jawab Yonghwa meyakinkan.

*****

-Kyuhyun Pov-

Aku datang kepanti dan bertemu anak-anak seperti biasanya. Namun, ada sesuatu yang aneh kurasakan disini. Sudah lebih 1 bulan ini Seohyun tidak muncul dan tidak memberi kabar sekalipun padaku. Aku mencoba menghubungi ponsel Seohyun namun tak aktif…

Karena tak tenang dipanti, aku akhirnya langsung kekantor siwon hyung. Ada urusan penting yang ingin kutanyakan padanya. Mungkin tidak penting bagi Siwon hyung tapi sangat penting bagiku. Aku langsung menuju ruangan kerjanya yang terletak dilantai 5 begitu sampai dikantornya. Aku membuka pintu ruangannya dan langsung duduk disofa dekat meja kerjanya. Kulihat ia sedang sibuk berkutat dengan berkas-berkas dan juga sekretarisnya. Sepertinya mengatur jadwal mereka..

“tidak bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk?” marahnya begitu melihatku yang langsung menerobos kedalam ruangan kerjanya

“tidak bisa” jawabku datar. Beberapa menit kemudian sekretarisnya keluar dari ruangannya. Diapun mengambil alih duduk disampingku

“ada apa?” tanyanya menatapku. “gadis pujaanmu itu, Kim Yoona bisa kau kenalkan dia denganku?” tanyaku langsung pada inti persoalan

“namanya Im Yoona bukan Kim Yoona” tegasnya karena aku salah menyebut nama gadis itu.

“ya itulah! Siapapun namanya” sahutku datar.

“memangya kenapa? Mengapa kau menyuruhku mengenalkanmu padanya? Ah, atau jangan-jangan… kau menyukainya juga ya?” tanyanya yang langsung menyudutkanku.

“hyung, darimana kau tau pikiranku? Rupanya kau benar-benar berbakat membaca pikiran orang” kataku sambil menatapnya serius. Kulihat raut wajahnya langsung berubah kecut mendengar jawabanku

“hahaha.. tenang saja. Aku tidak tertarik sama sekali dengan Im Yoona-mu itu. Walaupun dia cantik, tapi dia bukan tipeku” lanjutku yang membuatnya kembali tersenyum. “hehehe benarkah?”

“Mm..” anggukku. “lalu kenapa kau tanyakan dia?” tanya Siwon hyung lagi. Aish, dia benar-benar namja pabo. Sudah jelas aku bertanya begitu karena ada perlu dia masih saja tanya, batinku.

“aku tidak tanyakan dia tapi temannya. Sepertinya aku pernah melihatnya bersama seorang yeoja. Rambutnya lurus, panjang. Dia juga hampir sama tingginya dengan Yoona. Aku ingin menanyakan dia pada Yoona. Jadi, kapan kau bisa pertemukan aku dengannya?” tanyaku antusias. Kulihat Siwon hyung terdiam sejenak

“Mm.. kalau itu aku tidak tau pasti. Aku juga jarang bertemu dengannya. Lagipula dia sibuk dengan kuliahnya jadi, aku belum tau pasti kapan bisa mempertemukanmu dengannya” jelasnya. Aku mengangguk

“kalau begitu kapan-kapan saja hyung tapi kalau bisa secepatnya” sahutku lagi

“ne. baiklah tapi.. kenapa kau bersikeras sekali ingin tau tentang gadis itu? Tunggu.. kau menyukainya ya? Hahaha.. sukses Kyu. Kalau kau menyukai sahabat Yoona, bukankah itu bagus sekali-sekali kita bisa jalan bersama, bagaimana?” Siwon hyung lagi-lagi meledekku. Aku hanya pasrah pada semua ocehannya

“terserah kau sajalah hyung, hubungi aku jika kau sudah dapat kabar dari Yoona. Aku pergi…” pamitku lalu meninggalkan ruangan juga kantornya.

-Kyuhyun Pov-

*****

Hari yang dijanjikan Siwon dimana Kyuhyun akan dipertemukan dengan Yoona tiba. Hari ini Yoona baru pulang kuliah dan langsung menuju ketempat dimana ia dan Siwon berjanji akan bertemu

“mianhe apa kau menunggu lama?” tanya Yoona begitu ia menghampiri Siwon. Ia kemudian menarik kursi didepan siwon lalu duduk. “kau kenapa? Apa sedang menunggu seseorang?” tanya Yoona begitu memperhatikan raut muka Siwon yang memang Nampak sedang menanti seseorang

“Mm..” jawab Siwon datar. Tidak lama kemudian Kyuhyun datang dan langsung merangkul pundak Siwon. “kalian sudah lama?” sapanya sambil melempar senyum kearah Siwon dan Yoona.

Yoona hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Kyuhyun. Mereka lalu berbincang-bincang dengan akrab

*****

-Kyuhyun Pov-

Kubaringkan badanku sejenak diranjangku. Ku tatap langit-langit kamarku yang nampak remang. Pikiranku melayang entah kemana.. yang pasti aku teringat perkataan Yoona tadi direstoran

“kau kenal Seohyun?” tanya Yoona

“Ne, kau bukankah kau sahabat baiknya? Bagaimana kabarnya?” sahutku sambil tersenyum ringan  

“sudah lebih baik. Setidaknya belakangan ini dia terlihat lebih sehat” ucap Yoona sambil melahap potongan demi potongan sandwich dipiringnya

“memangnya dia sakit?” tanyaku penasaran. Perkataan Yoona benar-benar membuatku tidak mengerti

“kau tidak tau? Dia memang selama ini sakit. Hanya saja belakangan ini kondisinya jauh lebih baik. Mungkin itu karena Yonghwa Oppa…” lanjutnya lagi masih penuh teka-teki

“Yonghwa?”

“Mm… Yonghwa Oppa adalah orang yang dijodohkan dengan Seohyun. Tepatnya 2 tahun yang lalu. Saat itu sepertinya Seohyun sedang menjalin hubungan dengan seseorang tapi eomma-nya tidak tau dan dia dipaksa untuk berkenalan dengan Yonghwa oppa. Seohyun menolak dan terjadilah perdebatan keras antara Seohyun dengan eommanya”

“seohyun mengurung diri dikamar sampai berhari-hari dan tak pernah makan hingga ia jatuh sakit. Saat dibawa kedokter, ternyata ia mengidap kanker perut dan sudah beranjak stadium 3. Mengetahui keadaannya, Seohyun langsung menurut dijodohkan dengan Yonghwa oppa. Entah kenapa tiba-tiba hari itu ia mau mengikuti ajakan ibunya kerumah keluarga Yonghwa. Biasanya Seohyun tidak pernah mau tapi hari itu ia bersikeras ingin bertemu dengan Yonghwa” jelas yoona panjang lebar

“lalu, kau kenal Yonghwa?” tanyaku penasaran

“Ne. dia sahabat baik Oppaku yang kini tinggal diperancis jadi, kami bukan hanya sekedar kenal tapi lumayan dekat”

“arasseo! Terimakasih banyak atas infomu. Ini sangat membantu” ucapku

“tapi, tunggu. Untuk apa kau mencari tentang Seohyun? Kau tidak berniat untuk mencelakainya kan?” tanya Yoona penuh selidik

“hey, jangan khawatir nona. Aku adalah sahabat lamanya jadi, lama tak bertemu dengannya rasanya rindu juga makanya aku bertanya padamu karena beberapa hari yang lalu aku sempat melihatmu bersamanya” ucapku asal. Kulihat Yoona mengangguk dan percaya atas alasan yang kuberikan.

Aku memegang pelipisku yang terasa mulai sakit. “Seohyun ah, kenapa kau tidak bilang bahwa kau sakit? Waeyo?”

“jadi ini alasanmu meninggalkanku? Kau tidak ingin aku khawatir padamu? Kau.. seohyun ah.. waeyo…???” pekikku sambil menangis karena pedih yang kurasakan sudah melampaui batas mampuku menahannya. “Semoga Yonghwa adalah yang terbaik untukmu” lanjutku lagi.

 -Kyuhyun Pov end-

*****

Seohyun membuang pandangannya jauh kebawah hamparan rumah-rumah yang kini ada didepannya. Ia kini duduk di balkon rumah susunnya sambil menerima segala udara yang berhamburan disekitarnya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cinta.. Ada dua pilihan!

Ada cinta yang sangat kau inginkan hadir dihidupmu tapi kau kadang merasa dia bukan yang terbaik untukmu

Ada pula cinta yang sama sekali tak pernah kau inginkan tapi ternyata dialah yang terbaik untukmu

Kuberikan hatiku pada satu cinta yang sangat kuimpikan tapi takdir tak berpihak kepada kami hingga kami berpisah.

Aku juga tak pernah menginginkan cinta lagi namun takdir menghantarkan aku menuju satu cinta yang mana memaksaku harus menerimanya. Ia bukan cinta yang ku inginkan tapi akulah cinta yang ia inginkan. Ia berikan segalanya untukku walau aku tak pernah mau memberikan apapun untuknya. Ia rela berjalan bersamaku melewati lorong waktu yang sempit dan sulit padahal ia bisa memilih jalan yang lebih mudah dari ini.

Ku akui aku tak tau harus memilih siapa. aku kehilangan cintaku bukan karena salah takdir namun karena ke cerobohanku yang tak bisa memilih satu keadaan yang kini membawaku pada masa sulit ini.

Dan sekarang aku kembali harus memilih disaat ku berusaha menetapkan hatiku pada satu cinta karena cinta yang hilang itu telah kembali. Haruskah kembali kokorbankan cintaku yang telah pergi untuk pergi kembali yang kedua kalinya demi mempertahan satu hati yang kini telah memilihku?

Atau haruskah ku pertahankan cintaku yang telah kembali dan melepas satu hati yang telah memilihku sebagai cintanya?

Mungkin waktu akan bisa menjawabnya…!!!

_Seo_ .oOo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seohyun kembali menorehkan tinta pulpen diatas kertas berwarnanya. Ia menuangkan perasaannya dalam kertas itu sambil menikmati pemandangan sore yang membuatnya nyaman itu. Tiba-tiba ponselnya bordering

“yobseyo?” sapa Seohyun. “kau ada dimana?” tanya suara diseberang yang ternyata Kyuhyun

“dirumah oppa.. waeyo?”

“temui aku ditempat biasa kita bertemu jam 7.00 malam nanti. Ada yang ingin kubicarakan denganmu” ucap Kyuhyun serius

“Mianhe oppa tapi aku tidak bisa. Aku sedang ada urusan sebentar malam, aku..”

“kau kenal aku kan? aku akan menunggumu sampai kau datang” ucap Kyuhyun lalu mematikan sambungan teleponnya.

Seohyun tertegun. Oppa.. kenapa kau seperti ini? gumamnya pelan.

*****

-Kyuhyun Pov-

Ku duduk dibangku kecil ditaman yang kini kudatangi. Sesekali kupandangi jam tanganku. Sudah pukul 07.45.. sepertinya dia memang tidak akan datang. Aku akui aku ceroboh kali ini mengajaknya bertemu tanpa sebab dan penjelasan yang pasti. Aku tau ia juga tak mungkin menyakiti Yonghwa dengan datang menemuiku namun, aku terlalu optimis untuk bertemu dengannya

Aku awalnya merelakan ia dengan Yonghwa namun, setelah kupikir-pikir, rasanya tak adil bila aku harus mengalah lagi. Aku sampai saat ini belum bisa melupakannya dan dia, secepat itukah dia melupakanku? Aku tau ia masih menyimpan rasa itu untukku dan aku ingin memperjelasnya malam ini.

Seohyun ah, menunggumu… akan kulakukan hingga sampai kapanpun. Bahkan sampai besok atau 1 minggu lagi, aku akan menunggumu disini hingga kau datang menemuiku, tekadku!

-Kyuhyun Pov end-

****

Seohyun berlalu lalang dikamarnya sambil mengenggam kedua tangannya. Wajahnya panic dan bimbang tak tau harus bebuat apa. Sudah 1 jam lebih lewat dari pukul 07.00 malam waktu yang dijanjikan oleh Kyuhyun. Ia tau kalau Kyuhyun pasti sedang menunggunya sekarang tapi ia berusaha untuk tidak menemui Kyuhyun. Ia sudah bertekad ingin menghapus nama Kyuhyun selamanya dari hati dan kehidupannya

2 jam berlalu Seohyun masih belum beranjak dari kamarnya. Ia masih bingung harus menemui Kyuhyun atau tidak. Akhirnya, ia memutuskan untuk menemui Kyuhyun! Mungkin untuk yang terakhir kalinya karena ia juga ingin menyuruh Kyuhyun untuk melupakannya selamanya.

“eonni mau kemana?” tanya Seojin begitu melihat Seohyun keluar.

“keluar sebentar aku ada urusan” ucap Seohyun sambil memakai mantelnya. Maklum, cuaca sedang dingin sekarang.

“tapi kemana? Ini sudah malam eonni diluar juga dingin. Keluar dengan cuaca seperti ini akan berpengaruh buruk terhadap kesehatanmu” ceramah Seojin

“ara tapi ini penting. Aku janji tidak akan lama, tolong bilang pada ibu ya?” teriak Seohyun lalu menghilang dibalik pintu.

******

Yonghwa sampai kerumah Seohyun. Seperti biasa, ia langsung masuk kekamar Seohyun dan mencari sosok itu namun tak ada. Ia mengetuk pintu kamar mandi berulang kali namun, Seohyun juga tak ada diluar. Ia lalu duduk ditepi ranjang Seohyun sambil memandangi foto-foto Seohyun yang terpajang rapi di atas meja kecil samping ranjang Seohyun. Matanya tiba-tiba focus pada benda cantik yang terletak didalam laci Seohyun yang memang agak sedikit terbuka. Yonghwa pun membuka laci itu dan menemukan sebuah buku dengan tulisan “Seo Story” dihalaman depan buku itu. Ia kemudian membuka buku itu dan berhenti pada sebuah kertas yang tadi sore Seohyun tulis. Yonghwa pun membacanya.

Dibawah buku itu ada sebuah bingkai foto yang menghadap kebawah. Bagian belakangnya terdapat tulisan “2HYUN” seperti foto yang sering Seohyun peluk saat ia melihatnya. Ia buka bingkai foto itu dan nampaklah Seohyun tengah berpose ceria bersama seorang namja disampingnya. Kyuhyun!

seokyu

Dduar…

Dada Yonghwa langsung sesak seketika. Ia tak menyangka kalau selama ini ternyata Seohyun masih mencintai kekasihnya yang dulu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kyuhyun.

“Oppa.. kau disini?” sapa Seojin sambil membuka ganggang pintu kamar Seohyun. Yonghwa langsung merapikan barang-barang Seohyun kembali kedalam laci.

“ne, kau tau Seohyun ada dimana sekarang?” tanya Yonghwa mencoba menutupi perasaan galaunya

“keluar, katanya ada sesuatu yang penting” jawab Seojin tenang. “tapi, jangan khawatir oppa.. ia janji tidak akan lama. Paling sebentar juga kembali” lanjut Seojin

“arasseo. Kalau begitu, aku keluar sebentar ne? hubungi aku jika Seohyun sudah kembali” ucap Yonghwa lalu pergi.

*****

“kau datang?” tanya Kyuhyun begitu melihat Seohyun berdiri didepannya.

“ne, waktuku tidak banyak jadi, katakan yang ingin kau katakan” ucap Seohyun dingin.

“coah… kenapa kau tidak bilang padaku?” tanya Kyuhyun tajam

“tentang apa?”

“penyakitmu. Kau sakit kan? tapi kau tidak bilang padaku. Wae?”

“itu bukanlah sesuatu yang harus dibeberkan kepada siapapun. Aku hanya sakit biasa dan aku rasa tidak penting jika harus memberitahumu tentang itu” Seohyun masih bersikap dingin

“mwo? Tidak penting katamu? Kau meninggalkan aku karena saat itu kau sedang sakit kan? dan kau bilang tidak penting memberitahukan ini padaku?… kau tau, aku bahkan tidak bisa tidur dan tidak bisa makan karena memikirkanmu. Ok, sekarang mungkin sudah tidak penting lagi tapi dua tahun yang lalu, apa saat itu aku juga tidak penting tau tentang penyakitmu?” Kyuhyun menatap Seohyun nanar sementara Seohyun hanya diam seribu bahasa. Ia tak berani bicara walau sepatah katapun

“kau memutuskanku tanpa pernah aku tau apa kesalahanku. Kau pergi tanpa memberikan satu penjelasanpun padaku, kau pikir itu mudah bagiku? 2 tahun ini aku selalu mencari tau dimana letak kurang dan salahku padamu dan hari ini aku tau jawabannya. Kau, tidak ingin terlihat menyedihkan didepanku. Kau tidak ingin aku khawatir padamu makanya kau memilih menjauhiku tanpa bilang padaku apa sebabnya” tebak Kyuhyun

“kau terlalu yakin. Aku meninggalkanmu bukan karena aku takut kau khawatir padaku tapi karena rasaku padamu telah hilang. Aku sudah tidak mencintaimu lagi makanya aku meninggalkanmu. Aku tidak mau terus hidup dalam sebuah rasa yang aku sendiri sudah tidak menginginkannya” ucap Seohyun bohong. Hatinya juga sakit mengatakan ini namun, tetap saja ia tak ingin mengulang kembali kisahnya yang tragis itu bersama Kyuhyun

“benarkah? Benarkah kau sudah tidak mencintaiku lagi? Coah..” ucap Kyuhyun. Emosi mulai menguasai dirinya.. ia benar-benar tak mengerti dengan Seohyun yang bersikap jauh dari harapannya. Ia pikir Seohyun akan senang bila ia mengingat kembali masa-masa mereka tapi ternyata dugaannya salah. Ia tau persis Seohyun hanya berbohong tentang perasaannya padanya namun ia juga tak mungkin memaksa Seohyun mengakui kalau Seohyun sebenarnya masih mencintainya.

Karena tak dapat menahan emosinya yang sudah hampir meledak, Kyuhyun langsung berjalan kearah Seohyun. Begitu ia mendekat, ia meraih kepala Seohyun dan langsung menciumnya dengan agak kasar. Kyuhyun melumat bibir gadis itu walaupun penuh dengan penolakan dari Seohyun. Seohyun langsung mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya begitu ia mempunyai kesempatan.

PLAK..

Satu tamparan keras mendarat dipipi indah Kyuhyun.

“waeyo? Inikah jawabanmu bahwa kau sudah tidak mencintaiku lagi?” tanya Kyuhyun sambil memegang pipinya yang memerah

“Oppa.. chosuamnida (maafkan aku)…” pinta Seohyun sambil menyesali perbuatannya

“Jawab aku Seohyun ah, katakan padaku apa yang kau rasakan. Benarkah kau sudah tidak mencintaiku lagi?” tanya Kyuhyun sambil memegang kedua tangan Seohyun. Seohyun terdiam tak tau harus berkata apa. Ia takut menjawab salah maka ia memilih bungkam seribu bahasa

“tidakkah caramu terlalu kasar untuk menanti sebuah jawaban tuan Cho?” ucap salah seorang dari arah samping. Seohyun dan Kyuhyun menoleh kearah sumber suara tersebut

“Oppa…” pekik Seohyun begitu Yonghwa menghampiri mereka.

“Seohyun ah, gwenchana?” tanya Yonghwa khawatir. Seohyun mengangguk

“jadi, ceritakan padaku apa yang terjadi. Hubungan kalian juga kenapa kalian bisa berpisah” pinta Yonghwa

“Oppa.. kau tau darimana aku ada disini? Mianhe aku tidak memberitahumu kalau aku keluar selarut ini. Kita pulang saja ne?” ajak Seohyun sambil menggandeng tangan Yonghwa

“Seohyun ah, tidakkah sebaiknya kau menjawab pertanyaannya sebelum pulang? Sepertinya dia sangat penasaran tentang perasaanmu. Tidak baik membuat orang penasaran jadi sebaiknya kau berikan ia jawaban sekarang”

“Oppa…”

“aku juga ingin dengar jawaban darimu. Perasaanmu yang sesungguhnya, aku ingin tau. Benarkah kau masih mencintainya dan bersamaku atau mungkin kau bersamaku untuk berusaha melupakannya?”

“Oppa…”

“katakanlah! Aku tidak mau menjadi orang egois yang memaksamu harus mencintaiku seperti aku mencintaimu. Apapun jawabanmu, akan aku terima” lanjut Yonghwa lagi. Perasaannya mulai kacau namun ia berusaha mengendalikannya.

“aku.. tidak bisa memilih antara kalian berdua. Aku.. aku minta maaf mengatakan ini sebelumnya tapi sejujurnya aku tidak ingin kehilangan satupun dari kalian. Kyuhyun Oppa.. mianhe harus menghianatimu waktu itu tapi sejujurnya aku juga tidak sanggup melakukannya. Aku tidak bisa melupakanmu bahkan sampai saat ini kau masih mengisi hari-hariku. Setiap saat namamu selalu hidup dihatiku aku bahkan sampai tidak bisa menerima orang lain dihatiku untuk menggantikanmu”

“Yonghwa oppa.. mungkin aku tidak bisa mencintaimu seperti aku mencintai Kyuhyun Oppa tapi kau sangat berarti bagiku. Tanpamu aku tak tau apakah aku sanggup melewati hari-hariku yang sepi dan sulit ini.. kau selalu memberikan cahayamu disaat aku kegelapan, mengulurkan tanganmu disaat aku jatuh. Kau juga orang yang selalu menemaniku. Aku.. aku tidak sanggup bila harus kehilanganmu Oppa… maafkan aku tidak menganggapmu selama kurang lebih dua tahun ini tapi sekarang aku berjanji akan menjadi orang yang terbaik untukmu dan aku juga akan belajar mencintaimu seperti aku mencintai Kyuhyun Oppa…” jelas Seohyun lalu pergi meninggalkan kedua namja itu. Air mata Seohyun terus mengalir deras membasahi pipi mulusnya. Ia berjalan gontai entah kemana menyusuri sepi dan dinginnya malam itu

*****

3 bulan kemudian…

Seohyun berjalan keluar dari kampusnya bersama Yoona. Satu sedan putih kemudian parkir didepan kedua gadis itu. Mereka berdua pun masuk kedalam mobil itu yang membawa mereka entah kemana.

15 menit kemudian mobil tersebut parkir disebuah restoran mewah dipinggiran kota Seoul. Seohyun, dan Yoona mengikuti seorang namja yang tinggi semampai itu dari belakang. Mereka kemudian sampai disatu meja dimana tampak seorang namja tengah asik dengan game diponselnya

“sampai kapan kau mau menduakanku dengan game-mu itu Oppa?” ucap Seohyun sambil meraih ponsel milik Kyuhyun

“Seo ah, wasseo? (kau datang?)” tanya Kyuhyun sambil tersenyum riang

“Ne. Waeyo? Kau tidak senang karena aku menganggumu bermain?” tanya Seohyun tajam. “tentu saja tidak. Aku.. aku sangat merindukanmu” elak Kyuhyun memeluk pundak Seohyun tapi Seohyun mengibaskan tangan Kyuhyun cepat

“silahkan nona” ucap Siwon sambil menarik kursi didepannya agar Yoona bisa duduk “gomawo” ucap Yoona sambil tersenyum

“beginikah tingkah orang yang sebentar lagi akan menikah? Kalian masih tampak seperti anak kecil” ucap Yonghwa yang baru saja datang.

“Oppa…” pekik Seohyun sambil memeluk manja Yonghwa. Kyuhyun hanya mencibir melihat kedekatan kedua manusia itu walaupun kini hanya sebatas kakak adik

“berhenti memelukku seperti itu, aku takut wajah akan merah semua nanti” ucap Yonghwa begitu menyadari perubahan diraut wajah Kyuhyun

“aish, dia memang selalu saja begitu. Cemburunya kuat sekali tidak bisa melihatku bersama namja lain. Tak usah hiraukan dia oppa.. aku sangat merindukanmu” sahut Seohyun masih tetap memeluk Yonghwa

“arasseo. Nado bogoshipesseo Seohyun ah.. tapi aku tidak memikirkan perasaan Kyuhyun hanya saja…” kata-kata Yonghwa berhenti dengan hadirnya seorang gadis dibelakangnya

“Oo.. dia siapa oppa? Apa dia kekasihmu? Ah, neomu yeppeo na” ucap Seohyun lalu melepas pelukannya dari Yonghwa.

“anyong hasseo eonni,,, Seohyun imnida… mannaseo bangapseumnida” sapa Seohyun ramah

“anyong Seohyun ah, naneun Shin Hye imnida. Nado bangapta…” jawab yeoja itu sambil tersenyum simpul

Mereka kemudian duduk dan makan bersama. Suasana riang kemudian tercipta diantara mereka.

“eonni.. sejak kapan kau pacaran dengan Yonghwa Oppa?” tanya Seohyun nyerocos

“yak, kenapa kau bertanya begitu? Dasar kau!” gerutu Yonghwa. Shin Hye hanya tersenyum kecil melihat keakraban diantara Seohyun dan Yonghwa. “baru 2 bulan yang lalu” ucap Shin Hye malu-malu

“Jinjayo? Ah, Oppa.. kenapa kau tidak bilang padaku soal Shin Hye huh? Kita sering bertemu tapi kau tidak pernah membahas tentang dia” celutuk Yoona tiba-tiba

“Ne, Youngie ah, rupanya Yonghwa Oppa berusaha menyembunyikan ini dari kita” seru Seohyun lagi

“yak..yak..yak.. kenapa dari tadi kalian hanya sibuk dengan Yonghwa? Lihat.. masih ada dua namja lagi disini” desis Siwon. Mereka lalu tertawa bersama-sama

“Oppa… jadi kalian cemburu?” tanya yoona sambil menatap mata Siwon tajam. “aa.. ah, tidak seperti itu” elak Siwon

“hahaha” mereka tertawa bersama!!!

******

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sedalam mata memandang, gelapnya malam masih dapat kususuri namun, gelapnya masa depan dan takdir tak pernah dapat kuduga.

Aku hanya berharap disela-sela kabut yang menyelimuti masa depan itu akan ada sinar matahari pagi yang akan menjadi penuntun jalanku menuju masa yang lebih indah.

Walau takdir tak dapat kutebak, tapi aku akan berusaha membuat takdir itu menebakku. Membuatnya mengikutiku kemanapun kumelangkah, membuatnya mendampingiku disetiap aku membuka mata dan menghembuskan nafas yang kuhempaskan..

Jika takdir takdir tak bisa mengikutiku, maka aku yang akan mengikutinya dan menyadarkannya bahwa seperti inilah jalan hidup yang kupilih. Aku memilihnya bukan karena takdir tapi karena aku benar-benar membutuhkannya untuk terus ada disampingku. Aku juga meninggalkannya bukan karena takdir tapi karena aku merasa dia bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku dan orang itu pastinya bukan diriku.

Sejauh ini aku masih mengikuti takdir tapi entah sampai kapan aku akan berhenti dan membuat takdir itu mengikutiku.Yang pasti, selama takdir tidak menyimpang dari jalur hidup yang telah kupilih, aku akan terus mengikutinya. Membiarkannya membawaku kejalan mana yang akan kutempuh nantinya.

Aku sadar seberapa kuatpun aku berusaha merubah takdir, aku tidak akan pernah bisa. Aku hanya bisa memilih antara dua jalur yang sudah tersedia didepanku. Baik dan buruknya itulah pilihanku dan pasti, itu bukan salah takdir.

Dan Memilihmu semoga adalah pilihan terbaik dan terbijak! Semoga kau benar-benar akan menjadi takdir yang akan menuntunku menuju kebahagiaan…

_Author (Efyana)_.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 ================= THE END ======================

AH, akhirnya Selesai juga FF yg gaje dan Ancor ini. buat Saeng Angel, ini udah eon publish FF yg km tagih2 mulu. oh, ya Mian klu endingnya agak gantung soalnya bingun mau endingin gmn.. yg psti, author skrg lg jlanin hbungan Author kmbali sm Kyuppa *ditatapsparkyu

wesh lah, smg kalian tidk bosan bacanya ne? n coment kalian ttp author tunggu sbg pnyemangat author biar lbih brkarya lagi.

gomawo all ^_^ *bunguk 90 drajat

pai pai… .oOo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s