First and Last Love (Part 1)

FALL1

Cast :    Kyuhyun

Seohyun

YongHwa

Support Cast :    Yoona

Siwon, Others

Genre              :    Sad, Romance

Category        :    Twoshoot

Author            :   Shin EunHwa

Rating             :   General

****

Seorang gadis nampak duduk ditepi rumah susun yang sederhana. Ia membuang pandangannya jauh kebawah dan menutup matanya mencoba merasakan semilir angin yang berhembus dan menerbangkan anak rambut indahnya.

“Seohyun ah… apa yang kau lakukan disini?” tanya wanita paruh baya itu yang tidak lain adalah ibunya

“menghirup udara segar eomma.. waeyo?” seohyun kembali bertanya pada ibunya.

“animnida… bagaimana keadaanmu? Apa kau merasa baikan?” tanya ibunya lagi penuh khawatir

“ne, lumayan lebih baik dari kemarin” jawab Seohyun sambil menyunggingkan senyuman terbaiknya

“baiklah, jangan lama-lama ya kau diluar. Cuacanya sedang dingin nanti kau masuk angin. Ibu masuk duluan ne?” pesan Ibunya sebelum masuk duluan kedalam rumah. Seohyun hanya mengangguk mengerti

******

-Seohyun Pov-

Begitulah kehidupanku. Setiap harinya tidak pernah luput dari kekhawatiran orang-orang yang ada disekitarku terutama eomma. Mereka selalu mengawasiku dalam melakukan semua hal yang ingin kulakukan. Mereka takut, aku akan kenapa napa atau mungkin terjadi sesuatu yang buruk terhadapku.

Aku sejujurnya merasa risih dengan hal ini.  Aku akui aku memang tidak dalam kondisi yang sehat full seperti orang-orang lain pada umumnya tapi aku sejujurnya tidak ingin diperlakukan seperti ini terus. Batinku lelah terlebih lagi jiwaku. Aku ingin keluar, bebas dan bermain dengan alam juga udara disekitarku namun Takdir tuhan lebih dulu memilihkan sebuah jalan lain yang mana harus kulalui. Walaupun itu berat, aku tetap coba menjalaninya.

“eonni….” Teriak Seojin adik perempuanku satu-satunya begitu ia memasuki rumah. Sepertinya ia baru kembali dari jogging tadi pagi. Selalu teriak sebelum masuk kedalam rumah dan ini membuatku sedikit terhibur dengan tingkah agresifnya itu.

“waeyo?” kataku lalu turun keruang tamu. Kulihat ia sedang membuka sebuah bingkisan kecil dan isinya ternyata sepasang sepatu kets keluaran terbaru dengan perpaduan warna biru langit dan putih.

“lihat.. aku dapat sepatu kest. Yeah… bagus eonni… kekekek” ucapnya seraya tersenyum senang. Ia menciumi kedua sepatu itu lalu berlari kearahku dan memelukku riang

“tapi.. siapa yang memberikanmu? Jangan bilang kalau kau mencurinya atau kau memalak orang-orang ditaman dan uangnya kau belikan sepatu ini” tanyaku penuh selidik. Wajahnya yang tadi tersenyum senang langsung berkerut

“eonni.. kau pikir aku seburuk itu huh? Ini hadiah…” jawabnya lagi masih menggantung. Ia melap sepatu kets-nya itu dengan kedua tangannya

“hadiah dari siapa?” tanyaku penasaran.

“Yonghwa oppa…” jawabnya lagi. Aku terkejut. “Yonghwa?” tanyaku sambil menatapnya

“Mm.. tadi aku bertemu dia ditaman dan kami Jogging bersama. Sebelum pulang, dia mengajakku kemall dan membelikan sepatu ini untukku. Bagus kan?” jelasnya. Aku mengangguk mengerti

Yonghwa adalah orang yang dijodohkan denganku. Kami belum pernah bertemu secara resmi memang tapi pernah sekali bertemu ditaman. Dia adalah salah satu pewaris perusahaan terbesar di Korea. Entah apa yang membuatnya mau dijodohkan denganku. Yang jelas, dari yang kudengar.. ini sudah merupakan amanat dari kedua kakek kami yang mana mereka adalah sahabat dekat saat masih muda dulu.

Yonghwa oppa sangat dekat dengan Seojin dan keluargaku tapi tidak denganku. Setiap ia kerumah, aku selalu mengunci diriku dikamar atau aku kabur dan meninggalkannya dirumah dan berkelut dengan semua keluargaku. Aku sengaja melakukan ini agar ia menghindariku tapi bukannya menghindar, ia malah semakin akrab dengan keluargaku. Entahlah! Apa dia memang benar-benar mencintaiku atau tidak tapi aku tidak pernah mencintainya. Dari dulu sampai sekarang hatiku masih miliknya. Kyuhyun Oppa… mantan kekasihku 2 tahun yang lalu!

“eomma kemana?” tanya Seojin kemudian. “dia kebutik” ucapku datar. Aku lalu mengambil segelas air putih dan meneguknya.

“aku akan kesana” sahut Seojin setelah menyimpan rapi sepatu kets barunya itu didalam kamar.

“aku ikut” pintaku. “tidak bisa! Kau sedang sakit eonni.. kau dirumah saja, ok?” ucap Seojin yang membuatku mendengus kesal.

“aish, mereka semua menganggap aku orang sakit” pekikku kesal.

-Seohyun Pov end-

  *****

Yoona mengendarai mobilnya pelan. atap mobilnya ia buka sehingga angin bebas menerbangkan rambut ikalnya. Dimatanya, ia lekatkan black glasses agar matanya tidak silau terkena paparan sinar matahari.

Ia memasang alat pendengarnya ditelinga kanannya. “Hyunie ah.. kau dirumah?” tanya Yoona. Ia sedang menghubungi Seohyun, sahabat baiknya yang selalu ia panggil Hyunie itu.

“ne, waeyo?” jawab Seohyun

“aku dalam perjalanan kerumahmu. Kau tunggu aku ne?” balas Yoona lagi

“Mm.. kebetulan aku juga sedang sendiri dirumah. Aku akan menunggumu” sahut Seohyun lalu mematikan ponselnya

****

-Yoona Pov-

Aku sampai didepan rumah Seohyun. Setelah memarkirkan mobilku dihalaman, setelah itu aku langsung masuk dan mencari sosoknya. Aku mencari didapur, ruangan tengah, ruang keluarga, tapi tak ada entah kemana orang itu. Aku langsung kekamarnya dan benar saja kudapati ia sedang berbaring sambil berkutat dengan pulpen dan kertas warna warninya

“mengarang lagi?” sapaku mengagetkannya. Ia langsung menoleh kearahku “kau mengagetkanku” ucapnya yang kubalas dengan senyuman manis.

“kau mengarang apa lagi? Cerpen, puisi, atau syair atau mungkin lagu?” tebakku yang membuatnya tersenyum

“bukan apa-apa” sahutnya sambil menutup buku diarynya. “ada apa kau kemari?” tanyanya kemudian.

“menemuimu. Apa itu salah?” tanyaku lagi. Ia menggeleng. “kau sendiri dirumah? Yang lainnya mana? Ahjumma dan Seojin?”

“kebutik.” Jawabnya singkat lalu bangkit dari ranjanngya. Ia menyisir rambut indahnya dan mengikatnya kebelakang. Aku mengangguk mengerti

“nanti malam, kau ada acara?” tanyaku. Aku memperhatikan foto-foto Seohyun yang terpajang rapi diatas meja riasnya

“anio. Wae?”

“Jessica eonni, kau kenal dia kan? sebentar malam dia ulang tahun dan dia mengundangku” jelasku padanya

“lalu?”

“kau ikutlah denganku. Hitung-hitung untuk refreshing. Kau berkurung diri dirumah terus pantas saja semua orang memperlakukanmu seperti orang sekarat” ucapku yang membuatnya mengeryitkan dahinya. “hehe.. aku hanya bercanda Hyunie ah..” kataku lagi sambil terkekeh

“aku izin ke eomma dulu ya? Semoga ia mengizinkan” pintanya. “ Mm.. aku juga akan membantumu meyakinkannya agar kau bisa keluar. Bagaimana?” aku menatapnya berbinar.

“gomawo young ah…” gumamnya lalu memelukku erat. Aku membalas pelukannya.

-Yoona Pov end-

****

Malam harinya, Seohyun meminta izin kepada eomma dan juga adiknya agar diizinkan keacara ulang tahun Jessica. Awalnya eomma melarang tapi karena bantuan dari Yoona, eomma Seohyun mengizinkannya untuk pergi.

“ayo!” ajak Yoona pada Seohyun. Gadis itu langsung turun dari dalam mobil Yoona. “waeyo?” tanya Yoona begitu memperhatikan mimic wajah Seohyun yang sudah berubah drastis

“bukankah gaun ini terlalu resmi? Aku pakai baju biasa saja ya?” pinta Seohyun sambil memperhatikan penampilannya. Risih!

“yak.. kau pikir ini acara olahraga mau pakai baju biasa? Pakai itu saja. Itu bagus Hyunie ah.. kenapa mau diganti?” tanya Yoona heran

“aku.. aku hanya merasa aneh saja. Bukankah ini terlalu bagus untukku?” tanya Seohyun lagi

“aish, kau ini. kau Nampak cantik dengan gaun itu Hyunie ah.. sudahlah, jangan bahas masalah gaun lagi.  kajja! Acaranya sudah mulai..” ajak Yoona lalu mereka berdua masuk kedalam

****

-Kyuhyun Pov-

Aku sampai disebuah rumah mewah tempat berlangsungnya acara ulang tahun teman hyungku. Aish, sebenarnya aku malas ikut tapi karena Siwon hyung merengek padaku agar aku menemaninya makanya aku ikut.

Begitu sampai didalam, aku mencari tempat duduk yang agak sudut. Sengaja! Biar lebih privasi. Aku memperhatikan Siwon hyung sudah berbaur dengan para tamu dan lainnya. Aku hanya terduduk sendiri disofa sambil meneguk minuman yang tadi disuguhkan oleh pelayan.

Ku edarkan pandanganku kesegala arah mencoba mencari sesuatu yang asik untuk dinikmati walaupun hanya dari jarak jauh. Ada banyak wanita memang tapi tak satupun yang menurutku sempurnah. Bukan  aku bilang mereka tak cantik. Mereka cantik hanya saja, belum ada yang bisa memalingkan wajahku untuk menatap mereka

“kau duduk saja disini? Kau tidak ikut acaranya?” sapa Siwon hyung mengejutkanku. Aku menatapnya sambil meminum minumanku lagi. “anio. Sudah kukatakan aku malas disini. Aku ingin pulang saja” jawabku ketus

“hey, jangan begitu! Dirumah juga tidak ada yang bisa kau kerjakan kan? nikmatilah acaranya.. sekali-sekali aku rasa kau butuh ini” jawab Siwon hyung sambil menganggukkan kepalanya mengikuti alunan music yang sudah play dari tadi

“butuh ini? apa maksud hyung?” aku menatapnya kesal

“hiburan! Oh, ya.. disini ada banyak gadis cantik. Kau perhatikanlah mereka siapa tau ada yang menarik perhatianmu hm? Aku tau kau sangat kesepian belakangan ini” godanya lagi. Aish.. aku makin kesal mendengar ocehan-ocehan Siwon hyung yang selalu saja memaksaku ini.

“aish, sudahlah hyung. Kau saja! Aku sama sekali tidak berminat pada mereka. Tidak ada satupun yang cantik” ucapku pelan

“itu karena kau masih saja menutup hatimu untuk gadis itu. Yak.. siapa gadis itu? Nuguya? Siapa yang membuatmu seperti ini?” tanyanya lagi membuat aku makin gugup.

“gadis siapa? hyung, pergilah.. sepertinya ada yang sedang mencarimu. Khabwa (pergilah)” usirku padanya. Ia pun bergegas menuju kerumunan orang-orang yang sedang asik mengobrol diarah depan.

“aish, gadis siapa yang hyung maksud? Seohyun..??” tanyaku pada diri sendiri.

-Kyuhyun Pov end-

****

“eonni.. aku ketoilet sebentar ya?” izin Seohyun pada Yoona. Yoona yang sedang asik mengobrol dengan Siwon hanya mengangguk perlahan. “perlu kuantar?” tawar Yoona

“ah, tidak perlu. Aku bisa sendiri. Eonni.. lanjutkan saja obrolannya” jawab Seohyun lalu pergi

Seohyun kembali dari toilet sambil memegang gaunnya yang terlampau panjang. “ah, ini sangat mengangguku” gumamnya pelan.

Acara pun dimulai. Para tamu menyanyikan lagu SELAMAT ULANG TAHUN untuk Jessica kemudian Jessica terdiam dengan merapatkan kedua tangannya seperti sedang memohon. Ya, dia sedang membuat permohonannya diacara ulang tahunnya yang ke-21 tahun itu. Setelah itu ia membuka matanya dan meniup semua lilin yang tersusun rapi dan indah diatas kue tart yang bertuliskan namanya. Kemudian memotong kue dan memberikan potongan-potongan kue itu kepada orang-orang terdekatnya. Orang tuanya, Heechul (yang kini jadi kekasihnya) dan juga sahabat-sahabat karibnya termasuk Yoona.

Setelah acara potong kue selesai, mereka pun berparty ria. Music R&B dan juga aliran Hip Hop mengalun mengisi seluruh ruangan tersebut. Seohyun yang memang tidak terlalu suka dengan kebisingan, memilih keluar dan berdiri dibagian balkon rumah Jessica. ia membuang pandangannya kebawah yang langsung disambut oleh indahnya kolam renang dengan sinar lampu remang-remang dimalam hari. Angin berhembus menerpa badan Seohyun. Ia merengkuh tubuhnya dengan kedua tangannya mencoba menghalau angin yang berdesiran menghempasnya

Tidak ubahnya dengan Seohyun, Kyuhyun pun begitu. Ia mulai geram dengan kebisingan yang terjadi didalam rumah Jessica dan ia pun memutuskan untuk keluar dan mencari udara yang lebih segar. Andai saja bukan karena Siwon, ia tak mungkin mau menunggu selama itu ditambah lagi ditempat yang tingkat kebisingannya dapat merusak telinga kita.

****

-Kyuhyun Pov-

Aku berjalan mengitari taman belakang rumah Jessica. hufft.. akhirnya aku bebas juga dari ruangan yang hampir membuatku tuli itu. Ku duduk dibangku kecil yang terletak ditaman itu dan mulai kuhirup udara malam yang lumayan dingin itu dengan pelan. kumasukkan semua yang telah kuhirup hingga kurasakan masuk kedalam paru-paruku kemudian kulepaskan pelan-pelan lewat mulutku.

“ah, segarnya” gumamku pelan. aku lalu mengambil ponselku dan menghubungi Siwon hyung takut-takut kalau dia akan mencariku nanti namun ia tak menjawab panggilanku. Kupastikan ia sedang berdansa dengan gadis pujaannya itu, Yoona kalau aku tidak salah mengingat namanya. Lalu kuketik pesan yang mengatakan bahwa aku menunggunya diluar saja.

Aku lalu berjalan mengitari taman itu dan sampai ditepi sebuah kolam renang. Pemandangan yang indah, kataku pelan. Ku lanjutkan berkelilingku dan membuang pandanganku jauh hingga berhenti pada sosok seorang gadis yang tengah berdiri diatas sana. Dibalkon lantai atas kulihat sesosok gadis tengah berdiri dan menikmati hamparan pemandangan didepannya. Aku memperhatikan sejenak sosok itu nampak tak asing bagiku. Lama… hingga aku mengingat seseorang. Seseorang yang sangat mirip dengannya. Ya! Seohyun.. gumamku lalu berlari memutar arah dan menuju kelantai atas kembali.

-Kyuhyun Pov end-

*****

Seohyun masih membuang pandangannya menikmati pemandangan dari balkon rumah Jessica. “Hyunie ah, kau disini rupanya? Aku mencarimu sejak tadi” sapa Yoona membuat Seohyun menoleh kearahnya

“Mm.. mianhe! aku keluar mencari udara segar. Didalam terlalu ribut” jawab Seohyun. “ne, gwenchana… kita pulang sekarang?” tanya Yoona lagi

“memangnya acaranya sudah selesai?” tanya Seohyun lagi

“belum tapi aku sudah cukup puas menikmatinya. Lagipula, aku tidak mau membuatmu terlalu lama menunggu. Kita pulang saja ya?” ajak Yoona lagi

“ne, terserah padamu Yooungie ah” sahut Seohyun sambil tersenyum. “ne, kajja” Yoona menggandeng tangan Seohyun keluar dan pulang sebelumnya mereka sudah izin dahulu pada Jessica dan juga Siwon.

Kyuhyun sampai dibalkon tempat tadi Seohyun berdiri. Ia memperhatikan sekelilingnya mencari sosok gadis yang tadi telah membuatnya berlari hingga sampai ditempat itu. Tak ada! Tak ada apapun disana. “apa tadi aku berhalusinasi ya?” gumam Kyuhyun pelan. Ia tak menyerah mencari dan mencari lagi namun sosok itu tak ia temui juga. Ia mengacak rambutnya kesal “kyu, kau hanya kebetulan mengingatnya. Ne! Dia bukan Seohyun pasti” lanjutnya lagi meyakinkan diri

“apa yang kau lakukan disini?” sapa Siwon sambil memegang pundak Kyuhyun. “hey, hyung. Aku.. aku kebetulan mencari udara segar” elak Kyuhyun sambil berusaha bersikap normal

“benarkah? Ya sudahlah! Kita pulang sekarang” ajak Siwon akhirnya “memangnya acaranya sudah selesai?” tanya Kyuhyun

“belum tapi gadis pujaanku itu. Dia sudah pulang jadi, tidak ada asiknya jika aku masih disini” jelas Siwon. “yahaha.. jadi karena dia? Ne! Lebih baik kita dirumah daripada ditempat bising seperti ini. Aku takut nanti kupingku akan pecah jika kita akan berlama-lama disini” ucap Kyuhyun sambil terkekeh

“aish, sudahlah! Kajja” ucap Siwon yang dianggukan oleh Kyuhyun. Merekapun meninggalkan kediaman Jessica

*****

Kyuhyun membaringkan badannya dikasur empuknya. Matanya menerawang kearah langit-langit kamarnya. Ia tertegun mengingat sosok gadis yang tadi ia lihat dibalkon rumah Jessica sangat mirip dengan Seohyun gadis yang pernah ia cintai 2 tahun yang lalu. Bahkan mungkin sampai hari ini rasa itu masih untuknya, Seohyun..

Flashback…

Seohyun dan Kyuhyun sedang berjalan pelan disebuah taman kecil. “aku punya hadiah untukmu” ucap Kyuhyun sambil membuka tasnya

“apa?” tanya Seohyun dengan mata berbinar. Rasa penasaran bergelayut dihatinya “ini” ucap Kyuhyun sambil memperlihatkan sebuah buku karya motivator terkenal

“ini untukku oppa?” tanya Seohyun memastikan. “mm.. ini untukmu” jawab Kyuhyun. Seohyun mengambil buku tersebut sambil tersenyum senang. Ia lalu memeluk Kyuhyun senang “gomawo, jongmal gomawoyo” bisiknya pelan ditelinga Kyuhyun

“ne, cheonmaneyo chagiya” jawab Kyuhyun

*****

“wae Seohyun ah” tanya Kyuhyun begitu melihat Seohyun berdiri didepan rumahnya. “ada yang ingin kubicarakan denganmu oppa.. apa kau sibuk?” tanya gadis itu.

“tidak. Masuklah! Kita bicara didalam” pinta Kyuhyun

“anio, disini saja. waktuku tidak banyak” jawab Seohyun sambil memperhatikan jam tangannya. “Oppa..” Seohyun menggantungkan kalimatnya. Ia nampak seperti menelan ludahnya yang terasa berat

“waeyo?” tanya Kyuhyun penasaran

“aku… aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita” ucap Seohyun akhirnya. Kyuhyun tertegun mendengar kata-kata Seohyun. Bagaikan ada beberapa buah batu besar menghantam dadanya hingga sesak ia rasakan menyelimuti dadanya namun, ia berusaha bersikap formal.

“mwosun suriya? (apa maksudmu?)” tanya Kyuhyun memastikan. Ia yakin gadis didepannya itu pasti ada alasan kuat mengapa ia sampai mengatakan hal itu. Apalagi hubungan mereka yang telah berjalan kurang lebih setahun ini berjalan baik-baik saja tanpa hambatan.

“aku.. tidak bisa bersamamu lagi. Kita…” Seohyun menelan ludahnya yang terasa perih dilehernya. Dadanya juga sesak tidak kalah sakit seperti yang dirasakan oleh Kyuhyun “Kita.. akhiri hubungan kita sampai disini saja… aku pergi” paparnya lagi dengan nada berat.

“changkkaman..” Kyuhyun menahan tangan Seohyun yang membuat gadis itu berhenti. “Seohyun ah, apa kau sedang ada masalah? Apa yang terjadi? Marebwa (katakan padaku)” pinta Kyuhyun

“tidak ada masalah apapun. Aku hanya.. sudah tidak ingin bersamamu lagi” jawab Seohyun tanpa menoleh

“Seohyun ah.. jangan bohong padaku. Aku tau kau sedang berbohong padaku kan? Kenapa.. kenapa kau ingin mengakhiri hubungan kita sampai disini? Apa aku punya salah padamu? Katakan padaku…” tanya Kyuhyun yang sudah mulai lepas kendali

“anio. Aku.. aku rasa kita sudah tidak cocok lagi seperti dulu. Ada banyak perbedaan yang membuat kita tidak bisa menyatu jadi aku rasa.. berpisah adalah jalan terbaik” jelas Seohyun lagi

“tidak! Aku yakin hatimu tidak berkata seperti itu.. Seohyun ah, tatap mataku. Jika memang benar kau tidak menginginkan aku lagi, maka tatap mataku dan katakan kalau kau sudah tidak mencintaiku lagi” Kyuhyun memegang pundak Seohyun hingga menghadap kearahnya

“tatap mataku dan katakan kalau kau benar-benar tidak mencintaiku lagi. Katakan kalau kau tidak menginginkanku lagi..” pinta Kyuhyun. Rasa sakit sudah bergelayut dan berkecamuk dalam dadanya namun ia masih dengan sabar menanti jawaban Seohyun.

“nan… dashi saranghae aniya (aku.. tidak mencintaimu lagi). Nega.. piryo obseo (dan aku.. tidak membutuhkanmu lagi)” ucap Seohyun pelan dan berat. Matanya berkaca-kaca menatap mata Kyuhyun yang kini sudah menunduk. Kyuhyun tertunduk. Tak ia sangka gadis itu benar-benar membuatnya sakit sekarang. Tak pernah ia sangka Seohyun akan  mengatakan hal itu padanya. Berpisah.. kata-kata yang paling Kyuhyun benci seumur hidupnya

“baiklah. Aku mengerti…” ucap Kyuhyun pelan. Ia kemudian masuk kedalam rumahnya sambil tertunduk. Sampai didalam ia terduduk lemas dikursi ruang tengah rumahnya. Ia mengepalkan kedua tangannya geram. Sakit… sakit… sangat sakit… seperti inikah rasanya kehilangan? Kehilangan orang yang paling kita inginkan selalu ada dihidup kita? Entahlah… Kyuhyun masih terduduk pelan dan sebutir demi sebutir air bening jatuh diatas kepalan tangannya. Ia menangis. Ya! Menangis untuk yang pertama kalinya karena seorang wanita. Selama ini Kyuhyun tak pernah menangisi wanita selain ibunya dan Seohyun menjadi wanita pertama yang membuatnya meneteskan air bening itu.

Tanpa Kyuhyun sadari, Seohyun! dia juga menangis. Menangis yang sangat hebat! Dikamarnya ia mengurung diri seharian dan terus-terusan menangis sambil memegang sebuah bingkai foto yang berisi fotonya bersama Kyuhyun. Seohyun sampai tidak makan selama 3 hari karena kejadian itu.

Flashback end.

****

Kyuhyun kembali meneteskan air matanya mengenang kisah cintanya yang telah kandas 2 tahun yang lalu itu. Ia benar-benar terpukul dengan kejadian itu. “Seohyun… bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja disana?” gumamnya pelan sebelum akhirnya terlelap dalam tidurnya.

****

-Seohyun Pov-

Aku turun dari kamarku yang terletak di bagian atas. Kulihat Seojin sudah rapi dengan kaos casual dan short jeansnya dan sekarang tengah sibuk memakai sepatu kets barunya yang diberikan oleh Yonghwa oppa kemarin. Aku tersenyum melihatnya

“mau kemana? Jogging lagi?” tanyaku membuatnya menoleh. “anio.. hari ini aku ada janjian dengan Yonghwa oppa” jawabnya tanpa menoleh.

“janjian? Janjian apa?” tanyaku sambil mengeryitkan dahiku. Dia memang sudah lebih akrab dengan Yonghwa oppa dibandingkan denganku. Mengapa tidak Seojin saja ya yang ditunangkan dengan Yonghwa oppa.. dia kan sudah sangat dekat dengannya. Beda jauh denganku yang hanya mendengar tentangnya dari eomma ataupun Seojin.

“dia berjanji akan mengajariku bermain basket makanya ia membelikanku sepatu ini. Yeah..” gumam Seojin lagi. Sebuah senyuman kecil mengembang dibibir  tipisnya.

Sh, dasar namja. Dia memang tidak pantas terlahir sebagai yeoja habis hobinya semua adalah bidang olahraga terlebih lagi semua olahraga yang diminati oleh anak laki-laki. Fashion nya terlebih lagi.. lebih buruk! Dia tak pernah mengenakan pakaian wanita apalagi sampai pakai high heels, tidak pernah. Paling hanya memakai hot pants dan you can see / kaos casual dipadukan dengan sepatu kets-nya. Seojin… Seojin.. aku menggeleng-gelengkan kepalaku memikirkannya.

“benarkah?” tanyaku sambil mengoles selai coklat diatas roti tawar yang kini ada digenggamanku.

“Mm.. eonni,, kau ada kegiatan pagi ini?” aku menggeleng. “ikutlah denganku!” ajaknya

“untuk apa? Aku tidak hoby main basket” jawabku ketus. “yak..  siapa bilang aku akan mengajakmu ikut bermain bersamaku? Yang ada nanti kau merusak permainanku dengan Yonghwa oppa. Kau nonton kami saja. Dirumah kan tidak ada orang, eomma mau kebutik. Kau tidak bosan dirumah?” ajaknya lagi

Mm.. benar juga. Aku rasa berdiam diri diluar akan lebih menyenangkan dibandingkan didalam rumah, pikirku. “baiklah, aku ikut” ucapku kemudian

****

“Yak oppa.. ovor, ok… yeah.. yes!” pekik Seojin begitu ia berhasil memasukkan bola basketnya kedalam keranjang. Ia bergumam riang sambil melakukan “high five” dengan Yonghwa oppa

“bagaimana kabarmu?” sapa Yonghwa Oppa sambil duduk didekatku. Aku tersenyum kecil kearahnya.

“lumayan baik oppa..” jawabku pelan. “syukurlah.. kalau begitu” sahutnya lagi. Aku memperhatikan Seojin yang sibuk dengan bola basketnya seorang diri

“dia hebat sekali.. cepat dan mudah tangkap” ucap Yonghwa oppa lagi. Rupanya ia tau aku sedang focus pada Seojin

“Mm.. aku rasa dia tidak pantas terlahir sebagai yeoja. Harusnya dia terlahir sebagi namja” timpalku lagi. “aku senang…” ucap Yonghwa oppa menggantung. Aku menoleh kearahnya mencoba mencerna kata-katanya itu tanpa mengucap sepatah katapun

“aku senang.. akhirnya kau mau berbicara denganku seperti ini.  Selama 2 tahun ini kita dijodohkan, kau bahkan belum pernah menyapaku terlebih berbicara denganku seperti. Ini pertama kalinya Seohyun ah,,, dan aku senang sekali. terlebih hari ini aku melihat senyuman indahmu itu” paparnya panjang lebar

Mwo? Apa ini? kata-kata nya sukses membuatku bungkam. Aku tak tau kenapa dia bisa berbicara seperti ini. maklum saja selama ini kami hanya berbicara sekadarnya hanya sapaan biasa. Yonghwa oppa.. dia benar-benar membuatku tak tau harus berkata apa.

“oh, itu.. mungkin karena kita belum punya waktu untuk berbicara seperti ini dan sekarang mungkin adalah pertama kalinya kita mengobrol seperti ini” timpalku asal. Aish, Seohyun semoga saja jawabanmu benar, gumamku dalam hati

“ne dan aku sangat senang. Semoga ini adalah awal yang baik..” lanjutnya lagi. Aku hanya tersenyum kecil menanggapi perkataannya

-Seohyun Pov end-

****

Seohyun kembali kerumahnya dengan diantar oleh Yonghwa bersama dengan Seojin. “gomawo oppa…” ucap Seohyun sebelum turun dari mobil Yonghwa. Seojin langsung berlari kearah rumahnya meninggalkan Seohyun dan Yonghwa yang masih didalam mobil

“mm.. cheonma Seohyun ah” jawab Yonghwa. Begitu Seohyun hendak turun, Yonghwa menahan tangannya pelan. seohyun menoleh

“Mm… sebentar malam apa kau ada waktu?” tanya Yonghwa. Seohyun menggeleng “anio. Wae?”

“aku ingin mengajakmu makan malam. Apa kau bisa?” Yonghwa menatap harap pada Seohyun

“kita lihat nanti” jawab Seohyun lalu turun.

*****

-Yonghwa Pov-

aku berdiri didepan rumah Seohyun sambil sesekali melihat jam tanganku. Malam ini aku sudah janjian akan makan malam dengannya. Aku menantikan sosoknya dengan menyandarkan diriku dimobil yang kini sedang terparkir. Tidak lama kemudian ia keluar dengan menggunakan dress warna cream sebatas lutut. Rambutnya ia urai lepas dan dengan tas kecil ia genggam ditangannya

“nomu yeppeo..” gumamku dalam hati. Ini pertama kalinya aku melihatnya berdandan seperti ini. apa benar Seohyun sudah mulai membuka hatinya untukku

“mian, oppa lama menunggu ya?” tanyanya. “anio. Aku juga baru sampai. Kita berangkat sekarang?” tanyaku dan ia mengangguk.

Setelah sampai direstoran, kami duduk disalah satu meja dan mulai memesan makanan. Selama makan, ia hanya diam tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Aku mengerti! Ini pertama kalinya kami jalan bersama dan pasti ia masih merasa canggung. Aku juga merasakannya, gugup dan canggung! Namun demikian, aku senang.. ini adalah awal yang baik untuk hubunganku dengan Seohyun

-Yonghwa Pov end-

****

Kyuhyun baru keluar dari kamar mandi sambil melap rambutnya yang basah dengan handuk kecil putih. Handphone nya berdering dan begitu ia lihat, ada tulisan Siwon Hyung calling…

Kyuhyun langsung mengangkat panggilan tersebut. “ne hyung, waeyo?” tanya Kyuhyun. “kau dimana?” tanya Siwon dengan suara buru-buru

“dirumah, dimana lagi?” jawab Kyuhyun santai. “baguslah..!! apa kau sibuk?” tanya Siwon lagi.

“tidak. Memangnya kenapa?”

“bisa jemput aku di restoran sekarang?”

“mwo? Kau pikir aku supirmu. Aish, sirheo… aku sibuk!!” elak Kyuhyun

“yak..  ayolah Kyu, aku tadi lupa bawa mobil. Kau tega menyuruhku pulang sendiri?”

“kenapa tidak naik taksi saja?” tanya Kyuhyun lagi

“anak ini… tidak perlu banyak bertanya. Aku minta kau jemput aku sekarang” Siwon mematikan panggilannya membuat Kyuhyun mendengus kesal

“aish, jinja..” gumam Kyuhyun pelan.

****

-Kyuhyun Pov-

aku mengambil swetear yang tergantung dibelakang pintu kamarku dan mengambil kunci motorku lalu keluar. “aish, Siwon hyung benar-benar merepotkan” pekikku sambil men-stater motorku. Begitu sampai didepan Restoran tempat Siwon hyung, aku langsung menghubunginya berharap agar ia segera keluar dan menemuiku. Sh, ku pikir dia telah menungguku didepan jalan ternyata masih didalam.

Ku duduk dikursi kayu depan Restoran tersebut sambil menanti sosok Siwon hyung yang telah membawaku keluar hingga ketempat ini malam-malam begini pula. Aku tadi sudah mengirim pesan padanya dan ia bilang, masih ada urusan sebentar jadi, ia menyuruhku saja. Fine! Demi kau Hyung, batinku

Karena bosan menunggu, aku lalu ketoko roti yang terletak diseberang jalan lalu memesan seporsi roti hangat dan juga segelas kopi susu yang akan menemaniku menunggu Siwon hyung.

-Kyuhyun Pov end-

*****

Kyuhyun masih menikmati roti + kopi hangatnya sambil menunggu Siwon keluar dari restoran tersebut. Beberapa menit kemudian, tampak ada beberapa orang keluar dari dalam restoran tersebut namun, tak ada satupun dari yang keluar itu berwajah mirip dengan hyungnya, Siwon!

Kyuhyun melanjutkan aktivitas minum kopinya. Ia tak peduli dengan orang yang berlalu lalang didepannya dan menatapnya dengan tatapan aneh. Yang ia yakini hanya satu, aku tidak mencuri untuk bisa makan dan meminum ini, jadi tak perlu malu atau merasa gengsi. Kedua, jika Siwon sudah keluar, ia pasti menghampirinya. Itu saja!

Seohyun dan Yonghwa telah selesai makan. Mereka keluar dan menuju parkiran dengan tujuan hendak pulang. tiba-tiba ponsel Yonghwa berbunyi hingga ia menghentikan aktivitas berjalannya lalu menjauh beberapa langkah dari Seohyun untuk menjawab panggilan tersebut

“oppa… aku tunggu dimobil ne?” ucap Seohyun. Yonghwa hanya mengangguk sambil mengangkat jempolnya sebagai pertanda menyetujui perkataan Seohyun

Seohyun keluar dari restoran dan begitu sampai didepan, ia memandang terkejut kearah seorang namja yang tengah asik dengan roti dan segelas kopi hangatnya. Seohyun menatap leka-lekat wajah namja itu dan..

“Kyuhyun Oppa…” ucap Seohyun yang membuat Kyuhyun menoleh.

Mereka saling menatap dalam dan diam.

Seohyun, diakah ini? benarkah dia? Batin Kyuhyun sambil menatap Seohyun nanar.

==============To Be Continued=============

KYaahaha… Author datengg bwa FF ancor dan Gaje **GUBRAKKK

Anyong chingu dan Readers, Yeah, Author is back nih. but bkan bawa Lanjutan dari FF q yg sebelumnya “OWNER HEART” Ini FF Twoshoot. karya pertama dengan part terpendek. ini hanya akan ada 2 part jadi, part 2 langsung bakal end..

Awalnya gak mau buat FF ini dulu tp Thor pikir2 critanya lumayan lah klu dijadiin FF.. gak tau deh mnrt readers

FF ini terinspirasi dari pngalaman Pribadi Author lho.. *gak ada yg nanya

semoga critanya bagus dan nyambung ne. jangan Lupa coment ne? for the next and last part.

gomawo ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s