Owner Heart (Chap.04)

oh3

Cast        : Kim Jung Woon / Yesung Super Junior

Mala Lovely Kiraina / You as. Park Yoon Mi

Kim Ryewook Super Junior

Support Cast :      Kwon Yuri SNSD

Eunhyuk Super Junior

Kim Hyoyeon SNSD

Author   : Shin Eun Hwa

Genre     : Romance, Sad, Friendship, Family

Rating   : =

Disclaimer : Karya ini murni punyaku dan dari hasil imajinasiku. please hargai kerja keras Author dengan tidak meng -COPAS karya ini. dan juga harap meninggalkan jejak ketika selesai membaca! trimakasih…^^

*****

Yoon Mi melepaskan badannya dari dekapan Ryewook dan mundur beberapa langkah dan mencoba mengatur perasaannya.

“Mm.. mianhata” sesal Yoon Mi sambil menundukkan kepalanya.

“aish, kau apa yang kau lakukan? Direktur, maafkan kecerobohannya” ucap Shinju mengawali. Yesung menoleh memperhatikan Ryewook dari ujung kaki sampai ujung rambut “Direktur?” gumam Yesung dalam hati

“gwencahana?” tanya Yubin pada Yoon Mi. Yoon Mi hanya mengangguk.

“gwenchansimnika.. kau.. apa kau baik-baik saja?” tanya Ryewook pada Yoon Mi.

“ne”

“Mm.. syukurlah! Jadi ini penyambutan kalian? Mm.. cukup bagus” ucap Ryewook sambil memperhatikan sekelilingnya.

“khamsahamnida…” jawab mereka serempak. Ryewook kemudian menuju ruangan yang akan ia tempati nanti

“bagus!” gumam Ryewook.

***

Shinju dan Yesung bertemu dan berbicara berdua dibagian atap gedung OWN.

“Oppa.. ada apa kau kemari? Apa kau mencariku?” tanya Shinju percaya diri

“kau bekerja disini?” tanya Yesung balik yang membuat gadis didepannya itu mengangguk. “kenapa tidak bilang?”

“Mianhata. Aku pernah bilang bekerja disalah satu perusahaan musik tapi tidak bilang bahwa itu di OWNent.” Sesal Shinju. “Mm.. Oppa tapi… kenapa kau bisa kemari? Apa kau tau jika aku bekerja disini jadi kau datang menemuiku?”

“mwo? Tentu saja tidak! Kau terlalu percaya diri. Kau pikir aku akan mencarimu sampai sejauh ini? Yg benar saja…” gumam Yesung dalam hati.

“itu.. aku kebetulan baru menandatangani kontrak dengan perusahaan ini” jelas Yesung. “ya sudah, kau kembalilah bekerja. Aku tidak mau menganggumu. Aku juga masih ada yang harus ku kerjakan” lanjut Yesung membuat Shinju mengangguk kemudian memeluk Yesung manja

“Ne oppa.. gomawo.” Ucapnya pelan

“untuk apa?” tanya Yesung pelan

“pengertianmu padaku. Aku pikir kau akan marah jika tau aku bekerja disini ternyata tidak. Hm… jongmal gomawasseo”ucap Shinju sambil membenamkan kepalanya kedada Yesung

“Oo.. itu.. ne. Cheonma Shinju ya. Aku rasa aku akan keterlaluan jika marah denganmu hanya karena itu. Sekarang kembalilah bekerja. Aku takut akan ada yang melihat kita nanti” ucap Yesung acting.

“ne oppa.. anyong” jawab Shinju lalu meninggalkan Yesung. Kembali ke pekerjaannya.

Setelah selesai perkenalan dengan para karyawan baru-nya, Ryewook pulang kerumah. Ia lalu merebahkan badannya disofa apartemennya. Lelahnya akibat perjalanan semalam belum hilang ditambah lagi, pagi tadi sudah harus ke perusahaan menghadiri acara penyambutan karyawan untuknya dan tentu saja itu menambah jumlah lelah yang telah ia miliki sejak semalam. Matanya perlahan terpejam dan sesaat kemudian, ia sudah tak berada di dunia ini lagi. Melayang entah kemana…

Yoon Mi memegang beberapa kantung pakaian yang baru selesai di laundry. Di luar hujan jadi, wajar saja jika pakaiannya juga pakaian yang ia pegang terkena percikan air yang berjatuhan itu. Beruntung karena pakaian yang ia pegang kini telah terbungkus rapi dalam kantung pakaian jadi, baju-baju didalamnya tidak akan basah apalagi jika hanya rintik hujan yang tidak terlalu deras. Yoon Mi berlari kecil sambil merapikan pakaian tersebut. Menyapu bagian plastiknya yang terkena rintik hujan dengan tangannya.

“aish.. kenapa juga harus hujan? Jadi basah begini kan?” gumam Yoon Mi lalu masuk kedalam lift. Sebelah tangannya merapikan rambut dan pakaiannya. 5 menit kemudian, pintu lift terbuka dan Yoon Mi langsung keluar bergegas menuju ruangannya. Karena terlalu buru-buru, Yoon Mi tidak terlalu memperhatikan jalannya dan

BUK..

Yoon Mi menabrak sesuatu.

“aish…” gumam orang yang ditabraknya. Suara seorang namja. Yoon Mi masih sibuk merapikan pakaian yang dibawanya

“apa kau hobi menabrak orang?” tanya namja tersebut yang ternyata adalah Yesung. “Oo… Mmianhe. Aku buru-buru” ucap Yoon Mi pelan.

“sh, memangnya jika buru-buru maka kau tidak lagi memperhatikan jalanmu? Alasan yang sungguh tidak masuk diakal”

“anio. Hanya saja.. aku tidak se..nga…ja…”

“sudahlah. Kau pergi sana. Bertemu denganmu selalu membuatku sial” desis Yesung.

“mwo? Sial..?”

“Mm.. gureojo! Aku selalu sial jika bertemu denganmu. wae? Kau mau bilang tidak seperti itu? Tapi nona kenyataan sudah berkata begitu. Kau selalu saja menabrakku. Punya mata tidak sih?” jelas Yesung panjang lebar. Karena kesal, Yoon Mi hanya meninggalkan Yesung yang masih berkotek-kotek sendiri seperti  ayam yang hendak bertelur

“Yak…” teriak Yesung yang sudah tidak dihiraukan oleh Yoon Mi. “dia bilang apa tadi? Pembawa sial? Yang benar saja… dasar artis tidak punya sopan santun” gerutu Yoon Mi pada dirinya sendiri.

“eonni.. ini pakaian yang eonni pesan. Ini akan dipakai untuk apa?” tanya Yoon Mi pada salah satu kru sambil merapikan pakaian tersebut.

“oh, itu.. akan ada wawancara dengan Yesung hari ini. Jadi, dia akan memakai baju itu. Bagaimana menurutmu? Cocok tidak dengan tema yang kita pakai?”

“Oo.. Mm.. cocok. Tapi akan lebih baik jika bajunya pakai T-shirt panjang saja warna green campur putih. Aku rasa, itu akan terasa lebih natural. Sesuai tema kita kan?” usul Yoon Mi

“ne. Kau benar! Baiklah.. bajunya kita pakai sesuai usulmu saja”

Yesung masuk kedalam ruangan wawancara dan mulai mengganti pakaiannya sesuai dengan apa yang sudah disetujui oleh para kru juga sesuai usul Yoon Mi dan mulai melakukan wawancara untuk isi majalah KIS yang akan diterbitkan nanti. Kali ini memang sengaja majalah mereka akan diisi full artikel tentang YESUNG artis yang kini sedang berada diatas awan dengan harapan majalah KIS juga nanti akan makin banyak peminatnya. Edisi sebelum-sebelumnya, juga diisi oleh beberapa artis terkenal sebelum Yesung juga ada beberapa info dan tips menarik dan kali ini YESUNG yang mendapat giliran menjadi pembicaraan dimajalah tersebut.

“Hufft…” gumam Yoon Mi pelan. Ia merenggangkan kedua tangannya karena lelah. Badannya pegal akibat bekerja seharian penuh dan full acitivity. Ketika sampai apartemennya, ia langsung merebahkan dirinya diranjang empuknya dan istrahat sejenak sambil menutup mata hingga terlelap.

*****

1 minggu kemudian Kim Ryewook / Ryewook telah menduduki jabatan Direktur di Departemen Penerbitan Majalah itu. Perlahan ia juga sudah mulai menunjukkan sisi kepemimpinannya tidak heran makin hari makin banyak saja karyawan wanita yang ke Departemen/Divisi itu baik untuk keperluan perusahaan atau hanya sekedar mencari alasan agar bisa melihat sang Direktur yang bisa membuat hati semua wanita luluh dihadapannya. Dan hal ini tentu membuat makin banyak hati karyawan pria kesal + cemburu padanya karena para wanita yang selama ini memperhatikan mereka malah balik tidak menghiraukan mereka lagi sekarang.

Semua karyawan di divisi itu bekerja keras demi majalah KIS yang akan mereka terbitkan nanti. Para editor dan penulis saling berdiskusi sebelum memuat artikel-artikel yang akan menjadi isi majalah tersebut begitu juga para wartawan mereka memberikan berita-berita menarik yang akan dimuat juga nanti. Sementara Yoon Mi, setelah pekerjaannya sebagai stylish selesai ia membantu teman-teman lain yang membutuhkan bantuannya.

Jam kerja Yoon Mi berakhir. Ia keluar dari OWNent. Dengan menenteng tasnya. Matahari sudah diganti dengan lampu-lampu yang menghiasi kota Seoul dalam arti hari sudah malam. Sebelum pulang kerumah, ia Pergi mencari makanan untuk mengisi perut dan penambah energi agar bisa mengembalikan tenaganya yang telah hilang akibat bekerja seharian. Ia enggan makan dirumah karena harus memasak lagi sementara perutnya sudah meminta agar diisi sekarang dan tenaganya sudah terkuras habis. Tidak cukup lagi untuk bekerja walau hanya sekedar untuk memasak makanan untuknya.

Ia menuju restoran terdekat untuk mengisi perut kosongnya. Begitu sampai, Yoon Mi langsung memilih salah satu bangku dan memesan makanannya. Setelah beberapa menit menunggu, pesanannya pun datang. Dengan semangat 45, Yoon Mi mengangkat sendok makannya begitu sendok tersebut mendekati mulutnya, beberapa orang berlari disekitar mejanya dan menyenggol tangannya. Sendok yang dipegang Yoon Mi jatuh kelantai dan berhamburan.

“sh…” desah Yoon Mi kesal. Ia memungut sendoknya tersebut dan begitu hendak mulai makan lagi, beberapa orang kembali berlarian disekitarnya menyenggol meja yang menjadi tumpuan makanan Yoon Mi hingga membuat piring-piring itu berserakkan. Isinya juga terhambur dan ini jelas sudah tidak layak lagi untuk dimakan.

Kya…. Oppa….  Oppa….

Teriak orang-orang tersebut. Yoon Mi mengikuti arah orang-orang itu berlarian dan matanya berhenti pada sosok seorang namja yang sedang duduk disudut restoran dengan sweater panjang membalut tubuhnya, topi dan kaca mata hitam. Yoon Mi memperhatikan namja tersebut yang sudah dikelilingi oleh banyak orang. Kini rasa laparnya berubah menjadi amarah yang membumbung tinggi dikepalanya.

“kau…” gumam Yoon Mi sambil mengepalkan tangannya dengan keras

“Oppa… ini kau kan? Benar kau kan?” tanya beberapa orang yang mengelilingi namja itu sementara yang di tanya hanya menatap bingung tak tau harus berbuat apa.

“HyukJae ah.. oedisasseyo?” gumam namja tersebut pelan

“Oppa… tolong berikan kami posemu. Oppa.. ayolah!” perintah beberapa orang yang sudah siap dengan kamera mereka

“Yesung ah, tolong berikan komentar. Apa kau sering makan siang disini? Jika ia apa makanan fav.mu di restoran ini?”

“apa kau kesini sendiri? Atau bersama dengan seseorang? Siapa dia namja atau yeoja?”

Pertanyaan tersebut menyerbu telinga Yesung. Ia  bingung harus menjawab apa. Keberadaannya terbongkar sudah. Tidak ia sangka samarannya kali ini terungkap dengan begitu mudahnya. Tujuan awal yang hanya ingin makan kini berubah menjadi menggali lubang kubur sendiri.

“Sudah kubilang aku bukan Yesung. Apa kalian tidak dengar? Aku bukan Yesung yang kalian maksud dan aku tidak kenal dengan nama itu. Aku tidak tau Yesung itu salah apa terhadap kalian tapi yang pasti, aku bukanlah dia. Aro? (kalian mengerti?)” elak Yesung. Ia benar-benar bingung apa yang harus ia lakukan hingga akhirnya melakukan hal itu. Mengelak dan berharap orang-orang ini akan percaya pada ucapannya bahwa ia bukanlah Yesung.

“kami tidak percaya bahwa kau bukan Yesung. Wajahmu benar-benar mirip dia” ucap salah seorang fans sambil memperhatikan wajah Yesung lekat.

“ne.. jika benar kau bukan dia, kenapa tidak kau buka kacamata dan topimu? Kami mengenal dengan baik wajah Yesung jadi, jika kau benar bukan dia kami pasti bisa membedakannya. Kami kan fans setia”

“benar! Ayo buka” perintah orang-orang tersebut. Beberapa orang sibuk menarik topi dan kacamata Yesung.

“Jungwoon ah…” teriak salah seorang yeoja yang membuat semua orang menoleh kearahnya termasuk Yesung. “kau sudah lama? Mianhe aku terlambat tadi ada urusan mendadak” yeoja itu menuju kearah Yesung.

“yak.. kenapa ada banyak orang disini? Apa kau mau mentraktir mereka juga? Wah… kau benar-benar hebat Jungwoon ah.. 2 tahun tidak bertemu kini kau sudah kaya raya sampai-sampai mau mentraktir orang sebanyak ini?” lanjut yeoja itu lagi yang ternyata adalah Yoon Mi.

“tapi… kau tetap jadi mentraktirku kan?” semua orang bingung menatap kearah Yoon Mi.

“waeyo? Ada yang salah?” tanya Yoon Mi lagi tanpa beban. Tak ada yang menjawab hanya orang-orang yang tadinya berkumpul mengelilingi Yesung satu persatu perlahan pergi dan meninggalkan mereka berdua.

“ikut aku…” Yesung menarik tangan Yoon Mi dengan sedikit kasar dan membawanya keluar dari restoran tersebut dan memasukkan tubuh mungil Yoon Mi kedalam mobilnya. Sesaat kemudian Yesung mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang membuat dada Yoon Mi tidak karuan hingga berhenti didepan sungai Han.

“kau mau membunuhku ya?” teriak Yoon Mi kesal

“Jungwoon… kau tau dari mana nama itu?” tanya Yesung yang mengabaikan pertanyaan Yoon Mi sebelumnya

“itu… hehehe aku hanya sekedar menyebut nama saja. Ku lihat kau sedang butuh bantuan jadi… aku melakukannya. Bagaimana acting-ku bagus tidak?” ujar Yoon Mi

“sh, ku pikir dia benar-benar tau nama asliku” gumam Yesung dalam hati. “jelek. Hanya adegan seperti itu kau sebut acting? Itu bukan acting tapi berpura-pura” jawab Yesung dingin

“memangya berpura-pura itu bukan acting? Aku pikir sama”

“Jungwoon… kenapa bisa kau sebut nama itu? Bukannya ada ratusan bahkan ribuan nama di Korea kenapa harus menyebutku dengan nama itu didepan para fansku?”

“molla. Menurutku Jungwoon adalah nama yang paling pas untukmu. Tapi… kenapa kau malah balik marah padaku?” tanya Yoon Mi “Aku sudah menyelematkanmu setidaknya ucapkan terimakasih” keluh Yoon Mi lagi

“gomawo…”jawab Yesung singkat dan dingin.

“hanya itu?”

“kau bilang kau sudah menolongku dan harus berterimakasih padamu jadi aku katakan “terimakasih” itu kan maumu?”

“kau pikir terimakasih saja cukup? Kau sudah merusak acara makanku. Karenamu aku kehilangan jatah makanku… setidaknya traktir aku makan malam” ucap Yoon Mi sambil menggendong tangannya didada

“mwo?”

“wae? Kau kan artis. Pasti punya banyak uang kan? tentu saja men-traktirku tidak akan membuatmu bangkrut kan?”

“tentu saja” jawab Yesung akhirnya mengalah

*****

Yoon Mi mengajak Yesung masuk kedalam sebuah rumah makan kecil yang terletak dipinggir jalan.

“tempat apa ini?” Yesung memperhatikan sekelilingnya. Ada beberapa buah bangku panjang dan meja kecil yang terbuat dari kayu. Dindingnya juga hanya ditutupi dengan terpal tebal.

“disini makanannya enak. Kau pasti belum pernah merasakannya kan?” Yesung mengangguk. “ahjumma… aku pesan soup kacang merah 2 porsi. Daging sapi panggang dan kimchinya. Masing-masing 2 porsi ya?” pesan Yoon Mi

“gomaseumnida…” ucap Yoon Mi begitu sang ahjumma membawakan pesanannya. Yoon Mi langsung dengan lahapnya memakan semua pesanan itu sementara Yesung hanya mematung memandangi piring-piring aneh yang ada dihadapannya itu kini.

“lihat, ada bonus nasi putihnya. Ah, aku sangat lapar” ucap Yoon Mi sambil menelan makanannya. “kau tidak makan?” Yesung menggeleng. “waeyo? Ini enak.. ayo cobalah” Yoon Mi menyodorkan kedua sumpitnya yang sudah berisi daging sapii panggang kemulut Yesung.

“aaa….”

“sirheo! Kau makan saja sendiri” Yesung memperhatikan sekelilingnya yang sudah makin sepi.  “aish.. cobalah dulu. Kau pasti akan menyukainya. Ini sangat enak bahkan lebih enak daripada direstoran mewah tempat kau biasa makan. Aaa….” lanjut Yoon Mi lagi. Kedua mulutnya juga terbuka lebar seperti sedang merayu anak kecil untuk makan. dengan berat akhirnya Yesung membuka mulutnya juga menerima suapan Yoon Mi walau agak sedikit ragu.

“Mm… ini… ini sangat enak” ucap Yesung begitu menelan makanannya. “sudah kubilangkan ini enak? Kau saja yang tidak percaya padaku” Yesung dan Yoon Mi pun makan bersama hingga selesai.

“kau yakin tidak ingin ku antar?” tanya Yesung begitu sampai didepan halte.

“ne. Aku biasa naik bus dari sini” jawab Yoon Mi sambil memperhatikan jam tangannya lalu turun dan berdiri didepan halte

“baiklah, jangan salahkan aku jika kau ketinggalan bus dan pulang sendirian”

“sudahlah.. kau pulang sana nanti manajermu mencarimu! Kau tidak perlu khawatirkan aku.. sebentar lagi busnya akan datang. Khabwa.. (pergilah)” jawab Yoon Mi

“aku sudah men-traktirmu makan malam setidaknya ucapkan terimakasih juga untukku” pinta Yesung

“mwo? Kau men-traktirku itu karena aku sudah menolongmu dan karenamu juga aku kehilangan jatah makan malamku. Apa salahnya kau yang menggantinya? Lagipula kau juga tadi ikut makan kan? Jadi.. tidak perlu ucapan terimakasih lagi dariku. Bukannya kau yang seharusnya masih punya utang padaku?”

“utang? Apa?” tanya Yesung penasaran.

“kau belum mengucapkan maaf padaku karena sudah membuatku kehilangan jatah makan malamku”

“tapi… aku kan sudah menggantinya”

“kalau begitu aku tidak perlu mengucapkan terimakasih lagi padamu. Hitung-hitung kita impas. Oo… busnya datang. Aku pulang ne.. anyong……” ucap Yoon Mi dan menghilang bersama bus yang membawanya.

“sh… dasar gadis aneh!” gumam Yesung sambil menginjak gas mobilnya menuju keapartemennya.

*****

Eunhyuk masuk kedalam apartemen Yesung dan langsung kedalam kamar. Ia lalu menarik selimut Yesung dengan kasar dan mengibaskannya kemana-mana. “Yak… Yesung ah.. ireona (bangun)” ucap sang menejer

“waeyo? Hari ini aku tidak ada jadwal kan jadi.. biarkan aku tidur. Aku lelah…” Yesung kembali merebahkan badannya yang tadi sempat terbangung.

“kau kemana saja semalam? Kau membuatku menunggumu hingga larut” keluh Eunhyuk

“aku pergi makan. Menunggu terlalu lama” jawab Yesung dengan suara lemas

“mwo? Jadi… kau pergi makan dan bersenang-senang disaat aku sedang menunggumu sendirian direstoran? Kau keterlaluan.. aku bahkan tidak makan semalaman karena menunggumu” lanjut Eunhyuk lagi. Kesal

“kenapa kau tidak makan saja? kau kan bisa makan sendiri” Yesung bangkit dari tempat tidurnya dan mencuci muka dikamar mandi

“bagaimana aku bisa makan disaat aku tidak tau kau sedang berada dimana dan bersama dengan siapa? Kau bahkan mematikan ponselmu. Kau membuatku khawatir setengah mati. Jadi… bagaimana aku bisa makan dalam keadaan khawatir?” jawab Eunhyuk dengan suara yang agak keras

“jadi.. kau tidak bisa makan karena mengkhawatirkan aku? Hahaha… gomawoyo. Kau memang menejer yang baik. Tapi.. aku bukan anak kecil lagi yang harus selalu kau jaga. Aku bisa jaga diri sendiri. Gomawoyo.. Hyung” jawab Yesung santai.

“yak… kau mau kemana?”

“cari udara segar. Kau tidak perlu khawatir. Sekarang makanlah dengan tenang, hm?” Yesung menepuk pundak sahabat sekaligus menejernya itu lalu pergi.

****

“Yoon Mi ya.. bagaimana design untuk baju model wanitanya? Kau sudah dapat design yang cocok?” tanya seorang staff yang mempunyai jabatan paling tinggi diruangan mereka. Menejer Han (perempuan)

“aku sudah mendapatkan beberapa tapi aku belum terlalu yakin. Masih perlu ku perbaiki agar design-nya cocok” jelas Yoon Mi.

“baiklah… design itu, kuserahkan padamu” jawab Menejer Han

“ye”

Yoon Mi kembali keruangan stylish. Tempat pakaian dan seluruh aksesorisnya berada. Ia kemudian mengambil beberapa pasang pakaian dan saling mencocokkannya dengan pakaian lain. Baju  berenda pink dengan rok mini, dress selutut dengan syal putih ungu yang akan dipadukan dilehernya dan ada juga T-shirt putih dengan motif kristal lengan panjang dengan short Jeans. Yoon Mi memperhatikan beberapa pakaian yang ia tebar dilantai tersebut. Telunjuknya sibuk bermain didagunya sebagai pertanda ia sedang berpikir…

“ne?” Yoon Mi mengangkat teleponnya. “ne, arasseo” kemudian menekan tombol merah dilayar touchscreen ponselnya.

setelah menerima telepon tadi, Yoon Mi berlari kecil didalam sebuah mal mencari sosok yang tadi meneleponnya. “Yoon Mi ya…” teriak Hyoyeon sambil melambaikan tangannya

“gomawo sudah datang. Tapi.. apa kau tidak sedang bekerja? Aku takut mengganggu pekerjaanmu”

“anio. Pekerjaanku sudah selesai. Oh, ya kau mengajakku kesini ada apa?” tanya Yoon Mi penasaran.

“Tara… temani aku nonton” ucap Hyoyeon senang sambil mengeluarkan dua buah tiket dari dalam tasnya. “ku pikir ada apa ternyata kau mau ditemani nonton? Kenapa tidak bilang tadi saat ditelepon? Kau membuatku penasaran”

“kalau aku bilang, aku takut kau tidak akan mau menemaniku. Ayo…” Hyoyeon menarik tangan Yoon Mi masuk kedalam bioskop.

*****

Yesung duduk santai disofa apartemennya. Tangannya sibuk memencet remot TV yang sedari tadi terus berubah channel. Entah siaran apa yang ingin ditontonnya. Sudah 5 kali siaran TV itu berganti dari yang awal sampai akhir dan kembali keawal lagi tanpa henti

“aish… tinggal dirumah seperti ini membosankan” gumamnya. Ia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Eunhyuk namun hanya suara operator yang mengatakan nomor Eunhyuk tidak aktif mengisi ruang pendengarannya. “Lee Hyuk Jae…” gerutu Yesung kemudian kembali duduk dan melakukan kegiatan yang tadi dilakukannya. Memencet remot TV berulang-ulang

Ponsel Yesung berdering. “yobseyo?” sapa Yesung tanpa melihat siapa yang menghubunginya

“Oppa… kau sedang apa? Apa kau sedang dirumah?” jawab suara diseberang. Yesung memperhatikan ponselnya dan tertulis nama SHINJU disitu.

“ne? Anio. Aku sedang di tempat pemotretan. Ada apa kau mencariku?”

“anio. Aku hanya merindukanmu oppa… kapan kita bisa bertemu dan makan malam berdua lagi? Aku sangat merindukan saat-saat seperti itu bersamamu” jawab Shinju manja. Yesung mengeryitkan bibirnya kecil

“aku juga merindukanmu Shinju ya.. tapi sepertinya kita belum bisa bertemu dalam waktu dekat ini. Kau tau kan aku sekarang sedang banyak jadwal. Aku setiap harinya dilokasi syuting, wawancara, fansmeeting dan lainnya. Lagipula, masih banyak wartawan yang mengikutiku aku takut kalau hubungan kita akan terbongkar” jawab Yesung pura-pura manis.

“arraseo. Oh, ya bajumu yang kau tinggalkan dirumahku tempo hari akan ku antarkan sekarang”

“mwo? Jigeumnyo? (sekarang)” tanya Yesung kaget. “ne. Kebetulan aku lewat didepan apartemenmu kau sedang di lokasi syuting kan? Jadi, tidak akan ada yang curiga. Aku hanya akan meletakkannya setelah itu pergi jangan khawatir.” Shinju mematikan ponselnya begitu juga dengan Yesung. 1 menit kemudian Yesung keluar apartemennya dan mengendarai mobilnya entah kemana.

Hyoyeon dan Yoon Mi keluar dari bioskop. “gomawoyo Yoon Mi ya.. akhirnya aku bisa nonton drama ini. Setelah sekian lama aku menunggunya akhirnya aku mendapatkan tiket penayangannya kembali”

“kau senang?”

“guremyo. Sangat senang. Mm… bagaimana tentang cuti kuliahmu? Kau tidak serius ingin cuti 1 tahun kan? 1 semester saja membuatku sudah merasa sangat kesepian apalagi jika harus setahun…” keluh Hyoyeon

“akan ku usahakan. Aku juga tidak ingin meninggalkan bangku kuliah terlalu lama takut jika masuk nanti aku sudah lupa tentang pelajarannya. Hahaha” canda Yoon Mi yang langsung dibalas oleh Hyoyeon.

“Oo… aku lupa. Aku ada mata kuliah sore ini. Kau tidak apa-apa jika pulang sendiri kan?” tanya Hyoyeon

“ne. Kau pergilah. Aku juga masih mau ke OWNent. Masih ada yang harus kukerjakan. Sampaikan salamku pada profesor Oh ya?”

“baiklah.. aku pergi” jawab Hyoyeon lalu meninggalkan Yoon Mi.

Yesung mengendarai mobilnya pelan sambil sesekali bersiul. “kau ada dimana?” sapa suara Eunhyuk begitu Yesung mengangkat teleponnya

“dijalan. Kau dimana?”

“aku ada di OWNent. Kau jemput aku sekarang ya?” pinta Eunhyuk

“tidak mau! Aku bukan supirmu” jawab Yesung dingin.

“yak.. lalu aku harus pulang naik apa?”

“naik taksi, bus, atau jalan kaki juga bisa”

“yak…” teriak Eunhyuk namun Yesung sudah lebih dulu mematikan ponselnya

Yoon Mi berjalan pelan ditrotoar. Hari sudah mulai sore jadi, sinar matahari perlahan-lahan sudah mulai menyingsing dan ada banyak pejalan kaki juga disana. Yoon Mi memperhatikan beberapa orang yang berlalu lalang dengan pakaian yang berbeda-beda. “konsepnya, natural dan casual…” gumam Yoon Mi pelan.

Sesaat kemudian Yoon Mi duduk dibangku sebuah taman kecil dan mulai memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang disekitarnya. Ditangannya ada sebuah buku kecil. Ia kemudian sibuk memperhatikan style orang-orang itu dan mencatatanya dalam buku kecil itu.

Setelah cukup dengan beberapa panduan yang ia dapatkan dari para pejalan kaki itu, Yoon Mi berdiri dari tempat duduknya dan berjalan pelan menuju halte bus. Perjalanan Yoon Mi terganggu dengan hadirnya sebuah sedan hitam yang berhenti tepat disampingnya.

“kau mau ke OWN kan? aku juga mau kesana. Bagaimana jika kau ikut aku” tawar Yesung

“tumben sekali artis pelit ini mau menawariku tumpangan” pikir Yoon Mi dalam hati. “bagaimana kau tau kalau aku mau kesana?”

“kau mau ikut tidak?”

“Mm? baiklah” jawab Yoon Mi lalu membuka pintu belakang mobil Yesung.

“kau mau apa?”

“duduk dibelakang”

“sirheo! Duduk didepan. Aku bukan supirmu” ucap Yesung lagi. Yoon Mi berdecak kesal “sebenarnya dia ikhlas atau tidak mau membawaku ke OWNet?”

“baiklah. Jungwoon”

“yak.. berhenti memanggilku dengan nama itu” keluh Yesung. Yoon Mi hanya diam tak menanggapi ocehan orang yang membuatnya kesal setengah mati itu.

Beberapa saat kemudian Yesung dan Yoon Mi sampai didepan gedung OWNent. Merekapun turun.

“Yesung ah.. akhirnya kau datang juga. Ku pikir kau benar-benar tidak mau menjemputku” sapa Eunhyuk begitu melihat sosok yang sangat ia kenali itu. Yesung hanya memasang wajah miris karena ketahuan sudah tujuannya ke OWNent

“mwo? Jadi kau kesini ingin menjemputnya?  Katanya kau bukan supir lalu… ah, aku mengerti. Artis menjemput menejer. Tidak buruk, hm?” ucap Yoon Mi lalu bergegas pergi. “gomawo atas tumpangannya aku akan membalasmu nanti” teriak Yoon Mi yang sudah agak jauh.

“siapa gadis itu? Bagaimana kau bisa bersamanya?” tanya Eunhyuk. Yesung tidak menjawab dan malah pergi. Sebelum masuk kedalam mobil, ia melempar kunci mobilnya kepada Eunhyuk. Mereka meninggalkan OWNent. Tanpa tau ternyata Shinju yang juga baru datang dari apartemen Yesung melihat kejadian tersebut

Begitu sampai ruangan kerjanya, Yoon Mi langsung melihat kembali beberapa baju yang tadi ia siapkan.

“Oo… Shinju? Kau mengahalangi jalanku.. bisa kau kepinggir sebentar?” ucap Yoon Mi begitu sosok itu berdiri tepat didepan pintu ruangan stylish.

Yoon Mi kemudian mengalah dan hendak berjalan kekanan namun Shinju kembali menghalanginya. Yoon Mi kembali mengambil sisi kiri namun Shinju kembali menghalangi jalannya

“Yesung… bagaimana kau bisa mengenalnya?” tanya Shinju tajam

“itu… oh, sejak beberapa waktu yang lalu saat ia melakukan pemotretan disini. Kebetulan aku juga jadi stylish-nya jadi, disitulah aku mengenalnya. Wae?”

“benarkah? Lalu… kenapa tadi kau bisa 1 mobil dengannya?”

“ng?.. itu…”

Pembicaraan Yoon Mi dan Shinju terhenti karena kehadiran Ryewook. “apa aku menganggu kalian?” sapa sang direktur. Yoon Mi dan Shinju langsung berubah posisi yang tadinya saling berhadapan menjadi menghadap kearah Ryewook. Tidak lupa mereka menundukkan kepalanya kepada sang Direktur

“apa kau yang bernama Yoon Mi?” tanya Ryewook membuat gadis itu mengangguk. “aku dengar kau sedang mempersiapkan design untuk majalah terbaru kita nanti”

“ye” jawab Yoon Mi ramah

“sebentar malam akan diadakan acara fashion show dan kebetulan aku juga diundang. Ikutlah denganku siapa tau, kau bisa mendapatkan ide dengan melihat beberapa rancangan yang akan dipamerkan disana” jelas Ryewook

“ye?”

“ini alamatnya. Kita akan bertemu disana nanti. Dan ini, kartu namaku. Jangan lupa hubungi aku ketika kau sudah sampai disana” lanjut Ryewook lalu pergi. Yoon Mi masih terperangah kaget dengan apa yang dikatakan oleh Direkturnya sementara Shinju makin merasa sinis pada Yoon Mi.

****

Pukul 06.45 

Yoon Mi menuju gedung tempat acara fashion tersebut berlangsung. Ia turun dari taksi dan mulai memperhatikan sekelilingnya. Ia kemudian masuk kedalam gedung dan mencari ruangan tepat dilangsungkannya acara.

Gedung tersebut sudah mulai ramai. Banyak orang yang sudah mulai berdatangan. Yoon Mi yang masih bingung akhirnya mengikuti orang-orang yang ia yakini akan menghadiri acara yang sama dengannya.

Eunhyuk memberhentikan mobilnya didepan sebuah gedung. “mianhe aku tidak bisa menemanimu.. aku sedang ada urusan” ucap Eunhyuk

“gwenchana… kau pergilah. Lagipula, aku hanya menghadirinya saja kan? tidak perlu melakukan wawancara atau apapun?” tanya Yesung.

“Mm.. aku sudah bicara dengan pihak gedung dan panitia agar tidak mengizinkan wartawan mewawancarai para tamunya termasuk dirimu”

“baiklah… aku akan masuk”

“telepon aku jika acaranya sudah selesai. Aku akan menjemputmu”

“ne, pergilah…” perintah Yesung. Eunhyuk langsung menginjak pedal gas sedan hitam itu yang membawanya menghilang dari hadapan Yesung. Yesung kemudian masuk kedalam gedung tersebut

Yoon Mi keluar dari lift yang mengantarkannya ke sebuah ruangan mewah dengan interior kelas dunia. Namun, didepan pintu ruangan tersebut dua orang pria dengan seragam jas hitam yang lengkap sedang berjaga.

 “maaf nona, tolong perlihatkan undangan anda” ucap salah seorang penjaga pintu gedung tersebut begitu Yoon Mi hendak masuk kedalam

“mwo? Aku tidak bawa undangan” jawab Yoon Mi pelan.

“kalau begitu, nona tidak bisa masuk. Ini acara tertutup kami hanya menerima tamu yang benar-benar diundang”

“tapi.. aku kesini karena benar-benar di undang. Undangannya ada pada temanku” jelas Yoon Mi

“kalau begitu, nona seharusnya datang bersama teman noona. Mianhe kami terpaksa tidak bisa mengizinkan nona masuk dan melihat acaranya”

Sementara Yoon Mi sibuk berdebat dengan para penjaga pintu, Ryewook didalam malah sedang sibuk memperhatikan setiap orang yang masuk melalui pintu. Ia menanti sosok Yoon Mi yang tak kunjung datang. Ia juga memeriksa ponselnya takut-takut kalau Yoon Mi menghubunginya ia tak mendengar tapi nihil. Tak ada panggilan ataupun pesan dari bawahannya tersebut.

“tapi… aku benar-benar harus masuk kedalam. Aku harus melihat acaranya. Ini sangat penting bagiku, aku janji tidak akan membuat keributan atau apapun itu. Aku hanya akan menonton, hm?” rayu Yoon Mi

“tidak bisa nona”

“biarkan dia masuk. Dia datang bersamaku. Mianhe, apa kau menunggu lama?” sapa suara seorang namja yang membuat Yoon Mi menoleh. Yesung!

“ne, silahkan.. maafkan kami atas kejadian tadi nona” pinta salah seorang penjaga tersebut.

Yesung dan Yoon Mi masuk kedalam ruangan yang sudah ramai tersebut. Di arah depan, ada panggung dengan bentuk huruf T yang akan jadi catwalk buat para model nanti dan disisi kiri kanan sudah disusun kursi-kursi dengan rapi sebagai tempat duduk para penonton dan tamu yang di undang. Sebagian besar kursi-kursi tersebut telah terisi oleh tamu yang sudah hadir

“kau sudah datang? Ku pikir kau tidak datang” sapa Ryewook.

“ye, Pajangnim.. (direktur)”

“ayo, kita duduk” ajak Ryewook menarik tangan Yoon Mi. langkah Ryewook terhenti begitu menyadari tubuh Yoon Mi tidak bergerak. Ia menoleh dan ternyata Yesung juga menarik tangan Yoon Mi yang sebelah kiri

“dia datang bersamaku jadi, dia akan duduk disampingku” ucap Yesung tegas.  Ryewook menatap Yesung dalam begitu juga dengan Yesung. Mereka berdua saling menatap…

To Be Continued…………………………

ah, akhirnya part ini ter-publish juga. mian buat yang udah nungguin. author sibuk udah itu smpet sakit juga bbrp hari. semg kalian suka sm alurnya. 

sekali lagi, PLEASE COMENT klu sdh selesai membaca. koment kalian, penyemangatku. gomawo ^_^ .oOo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s