That’s True Love ( Part 13 )

ttl13

Tittle              :  That’s True Love

Sub Tittle          : I Hope She Like Me Too

Cast                    : Kim Ryewook Super Junior

                                Tiffany Hwang SNSD

Support Cast    :  EunHyuk, Hyoyeon

                                      Kyuhyun, SeoHyun

                                      Siwon, Yoona

                                     Leeteuk, Taeyon

                                    DongHae, Jessica, Others

Author            :  Shin Eun Hwa

Genre             :  Romance, Family, Friendship, Musical

Rating            :  =

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Anyong hassimnika chingu dan readers.

Assalamualaikum… ^^

Hari ini kembali ku share lanjutan dari FF-q yg kemaren. yah, ini udah part 13. seperti janjiku kemarin, ini adalah part-part akhir tapi kali ini bakal aku beritahu biar kalian gak penasaran. mungkin ini part ke-2 dari terakhir jadi, 1 kali publish lagi ff ini bakal ending / finish…aku harap kalian suka alur ceritanya. awalnya pengen aku ending di part ini tapi takutnya entar kecepatan dan kalian gak ngerti alurnya jadi, aku ptusin memperpanjang lagi hingga part berikutnya…

Ok, daripada panjang lebar langsung aja deh.. nih dy

Happy readings… ^_^ .oOo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cinta tak pernah di duga..
kapan ia datang dan pergi
kapan ia akan berpaling dan menjauh
kapan ia akan memberimu bahagia atau bahkan sakit
tapi percayalah… cinta itu tulus
ia mempertemukan mu dengan seseorang yang salah
sebelum akhirnya kau akan bertemu dengan seseorang yang benar…!!!

Part 13

Riuh suara siswa IRINE menggema kemana-mana begitu pagi telah datang kembali. Semua siswa dengan antusias mempersiapkan diri mereka untuk ikut audisi kedua. Ya, hari ini adalah audisi kedua dan hanya ada beberapa orang/kelompok saja yang lolos salah duanya Flower Boys dan Taeyon cs.

Di pertunjukkan kali ini, Taeyon cs tidak menampilkan dance mereka yang energic hanya ingin menunjukkan vocal mereka yang benar-benar tidak perlu diragukan lagi dan mereka menunjuk Tiffany sebagai pianist mereka. Tidak hanya itu, Tiffany juga akan ikut menyanyi bersama mereka namun sambil bermain piano.

Berbeda dengan Taeyon cs, Flower Boys malah ingin menampilkan sebuah lagu yang santai dan ceria namun tetap disertai dengan koreo yang juga santai sesuai dengan isi lagu yang akan mereka bawakan.

Taeyon cs tampil membawakan lagu “I Want To Dream With You Forever” milik SNSD sedangkan Flower Boys tampil membawakan lagu “No Other” milik Super Junior. Dan peserta lain juga tampil membawakan lagu yang sudah mereka persiapkan. Audisi kedua selesai!

“baiklah, ini sangat sulit mereka berdua memiliki bakat yang sama tapi yang terpilih hanya boleh 1 orang / 1 group. Itu sudah menjadi keputusan sekolah” kata BoA songsaenim saat mereka sedang rapat membicarakan siapa yang akan tampil di perayaan ulang tahun IRINE nanti

“aku tau Flower Boys punya tallent yang sangat luar biasa tapi kita juga tidak boleh melihat Taeyon dkk dengan sebelah mata. Mereka mempunyai dance yang sangat luar biasa diaudisi pertama dan kolaborasi suara mereka barusan, perlu kita ancungi jempol” balas Kang songsaenim.

“lalu bagaimana? Kita juga tidak mungkin lebih memilih Taeyon daripada Flower Boys kan? Mereka pemegang saham tertinggi di IRINE apa kata orang nanti jika mereka kalah dari audisi sekecil ini? Ditambah lagi mereka dikalahkan oleh para yeoja yang hanya berasal dari tingkat menengah dan standar” kata Kepala Sekolah IRINE. Semua staff dan para guru nampak berpikir

“kita tetap harus putuskan walaupun ini sulit. Kita lakukan vooting saja. Siapa yang memiliki suara terbanyak, dialah yang akan jadi pemenangnya” usul Kepala Sekolah

Semua guru dan staff yang ikut rapat pun melakukan vooting dan hasilnya Flower Boys unggul 1 suara daripada Taeyon cs. Sebenarnya banyak juga guru yang ingin memilih Taeyon cs yang akan tampil tapi karena beberapa pertimbangan, maka mereka memilih Flower Boys.

“chukkae… kalian pemenangnya” kata BoA songsaenim begitu ia memberikan ucapan selamat kepada Flower Boys. Pengumumannya juga sudah ditempel dimading jadi, se-IRINE juga sudah tau bahwa Flower Boys yang akan naik keatas panggung.

Flower Boys… Flower Boys… Flower Boys…

Flower Boys… Flower Boys… Flower Boys… triak para fans fanatik mereka begitu ke-6 namja tersebuh keluar dari kelasnya.

Kya.. kalian memang hebat oppa.. sudah kuduga kalian akan menang oppa..

Kami mendukungmu oppa… kalian memang layak berada diatas panggung…

Chukkae oppa… you’re daebak! Teriak suara fans FB kemana-mana. Ke-6 namja tersebut hanya menyunggingkan senyum terbaik mereka kepada para fans-fans yang menggilai mereka.

“chukkaeyo… kalian menang” kata Taeyon menghampiri Leeteuk dan member FB lainnya.

“ne. Gomawo.. ini semua juga berkat dirimu. Kau selalu memotivasiku dan FB untuk terus berlatih dan membuktikan padamu bahwa kami layak bukan hanya mengandalkan keluarga” kata Leeteuk dengan menekankan kata “mengandalkan keluarga” Taeyon tersenyum kecil

“oh, jadi hanya Taeyon eonni saja. Kami tidak ikut andil dalam memotivasi kalian..??” tanya Yoona yang membuat member FB lainnya tertawa.

“tentu saja kalian semua terutama kau yang sudah selalu memotivasiku untuk terus berlatih. Aku ingin membuktikan padamu kalau aku tidak hanya sekedar tampan tapi juga punya tallenta” balas Siwon yang sukses membuat yang lainnya tertawa sedangkan Yoona terkejut bukan kepalang.

“mwo?”

“ne. Selama ini aku selalu memperhatikanmu.. saat kau latihan baik itu dance, vocal atau bahkan saat latihan acting. Tak bisa kupungkiri kau memang hebat dalam semua bidang tersebut apalagi acting..” puji Siwon lagi membuat Yoona senyum-senyum sendiri

“hyung, sejak kapan kau pintar merayu seperti itu? Kapan kau belajar? Apa di kitabmu juga ada tata cara merayu yeoja?” tanya Kyu yang sukses membawanya kealam kesakitan. Siwon dengan sigapnya langsung memukul kepalanya agar diam

“aw,.,. kenapa aku selalu jadi sasaran pukulan kalian huh?” rengek Kyuhyun

“karena kau cerewet” kata Donghae. “dan mulutmu itu tidak bisa diam sedetikpun” lanjut Siwon lagi. Kyuhyun hanya mengeryutkan bibirnya kesal dengan kedua hyung-nya itu.

“eonni… sejujurnya aku kecewa. Aku sudah berlatih dance dan menciptakan koreo-koreo terbaik untuk penampilan kita tapi sayang aku tidak punya kesempatan untuk menampilkannya dihadapan semua orang nanti” curhat Hyoyeon.

“tenang saja Dancer Kim. Aku akan meminta panitia menyediakan satu waktu untuk aku berkolaborasi denganmu dan kau bisa menunjukkan kemampuanmu disitu…” kata Eunhyuk. Semua mata kini menoleh kearahnya

“kenapa? Apa ada yang salah? Aku sudah cukup terkenal dengan kemampuanku hyung jadi, tidak ada salahnya kan memperkenalkan generasi baru? Lagipula dia juga punya tallenta walau tidak sebagus diriku” kata Eunhyuk sambil membanggakan dirinya.

“ah, bingo! Kenapa kita tidak tampil bersama saja? Kita sekalian bisa memperkenalkan tallent-tallent baru di ulang tahun IRINE nanti” usul Leeteuk

“mana bisa begitu? Keputusan sekolah hanya bisa 1 group dan itu juga sudah tersebar keseluruh penjuru IRINE bahkan SEOUL. Semuanya sudah tau kalau group kalian yang akan tampil jika kami muncul aku rasa itu akan menimbulkan kontroversi yang besar” kata Taeyon.

“tidak usah khawatir aku akan memberitahu kepala sekolah tentang ini. Kalian tunggu hasilnya. Ayo!” ajak Leeteuk pada para dongsaengnya. Flower Boys meninggalkan Taeyon cs

******

“tidak bisa! Ini sudah jadi keputusan sekolah, kalian sudah terpilih akan tampil di perayaan ulang tahun IRINE nanti kenapa masih ingin menampillkan orang lain lagi?” tanya Kang Songsaenim pada Leeteuk begitu ia mulai mengutarakan maksudnya.

“songsaenim.. aku tau kalau songsaenim dan guru lainnya juga sependapat denganku. Mereka semua punya bakat dan pantas naik keatas panggung tapi kalian tidak mungkin menyingkirkan kami. Maka dari itu, kenapa kami tidak tampil bersama saja? Aku rasa itu akan jadi kolaborasi yang sangat bagus. Kami janji tidak akan mengecewakan kalian..” tawar Leeteuk lagi

“Jung Soo aku tau niat baikmu. Aku dan beberapa guru lainnya juga sempat berpikir demikian tapi kau tau kalau kami tidak mungkin melanggar ketetapan sekolah kan?”

“Mm.. ara. Jika songsaenim menyetujuinya, aku akan memberitahu yang lainnya agar kami mulai latihan hari ini..” kata Leeteuk senang

“lalu… bagaimana dengan ayahmu? Kalau dia sampai tau ini akan jadi masalah besar”

“jangan khawatir. Urusan ayah, itu adalah urusanku. Khamsahamnida songsaenim” Leeteuk menundukkan kepalanya lalu pergi.

Taeyon cs sedang berada di dalam studio tempat mereka biasa latihan. Mereka kini ber-6 karena Tiffany sudah mereka putuskan untuk bergabung bersama mereka.

“eonni… kalau seandainya kita di izinkan tampil di perayaan ulang tahun IRINE nanti, menurutmu bagaimana?” tanya Yoona membuka pembicaraan

“ah, tidak mungkin. Keputusan sekolah dari dulu hingga sekarang hanya ada 1 group yang bisa tampil mana bisa dua sekaligus? Kecuali…” Taeyon terdiam

“kecuali ada keajaiban dan aku akan membuat keajaiban itu untuk kalian” kata Leeteuk memotong pembicaraan Taeyon. Flower Boys kini berada di studio Taeyon cs.

“mwo?” tanya Taeyon cs bersamaan

“Dancer Kim, sudah kubilang kan? Aku akan mengajakmu menari bersamaku di panggung nanti hm?” kata Eunhyuk bangga

“sh, aku tidak percaya kata-katamu” jawab Hyoyeon jutek

“waeyo?”

“karena kau memang tidak pantas untuk dipercaya”

“Noona, kenapa masih mengungkit yang lalu-lalu? Semuanya sudah lewat. Sekarang kita buka lembaran baru lagi ottoehke..??” Eunhyuk melemparkan senyuman terbaiknya

“kau pikir buku, bisa membuka lembaran yang baru lagi jika lembaran yang lama sudah penuh? Kau selalu mencoba menutupi diri dari kesalahanmu” cibir Hyoyeon

“Nona, kenapa kau tidak pernah percaya padaku? Aku tulus padamu,, kau ingin aku buktikan apa? Membelikanmu mobil, apartemen, atau mungkin langsung menikahimu?” tanya Eunhyuk. Hyoyeon langsung berdiri dan memukul kepala Eunhyuk hingga meringis kesakitan.

“kenapa kau kejam sekali? Pantas saja selama ini tidak ada namja yang mau mendekatimu” kata Eunhyuk sambil menahan sakit.

“mwo? Kau ini benar-benar.. mau kupukul lagi?” tanya Hyoyeon yang sudah mengepalkan tangannya dan siap menghajar Eunhyuk habis-habisan.

“sudahlah, kenapa kalian jadi bertengkar? Kalian tidak lebih dari anak kecil” ejek Kyuhyun yang langsung mendapat tatapan maut dari Eunhyuk

“kau pikir kau sudah dewasa huh?” tanya Eunhyuk balik

“tentu saja.. aku lebih dewasa dari kalian berdua” balas Kyu. Eunhyuk langsung mengejarnya dan membuat Kyuhyun berlari hingga bersembunyi dibelakang Seohyun.

“ah, aku tau sekarang. Kau sudah dewasa karena dia kan?” tanya Eunhyuk membuat wajah Kyuhyun dan Seohyun memerah seketika karena malu.

“Mm… kalau seperti ini terus, jadi latihannya kapan akan dimulai? Kalian mau menyia-nyiakan waktu kita yang hanya tinggal seminggu?” kata Ryewook membuat yang lainnya berhenti dari candaan masing-masing.

“aku lelah melihat tingkah konyol kalian.. kalau mau latihan, silahkan latihan tanpa aku hari ini. Aku pergi” kata Ryewook meninggalkan semua orang yang ada diruangan tersebut.

*****

One two three go! Kata sang koreographer begitu mengajari Taeyon cs dan Flower boys distudio untuk persiapan ulang tahun IRINE nanti. Kali ini mereka latihan dance. Orang terdepan adalah sang koreographer kemudian menyusul Hyoyeon dan Eunhyuk dan yang lainnya berada dibelakang.

Baik Flower Boys maupun Taeyon cs nampak serius sekali berlatih karena mereka ingin menampilkan yang terbaik nantinya. Mereka tidak ingin mengecewakan pihak sekolah yang sudah mengusahakan mereka untuk tampil juga para tamu yang akan datang nanti termasuk para orang tua mereka.

Latihan mereka tidak sampai disitu selain dance, mereka juga latihan vocal dengan diiringi piano Ryewook dan Tiffany mereka berdua juga ikut menyumbang suara. Latihan kolaborasi dance antara Eunhyuk dan Hyoyeon, latihan duet Seohyun dan Kyuhyun, Jessica dan Donghae, juga nanti akan ada beberapa penampilan solo dari mereka.

Mereka sudah mempersiapkan semuanya. Kini, ulang tahun IRINE tinggal menghitung hari lagi dan mereka harus sudah siap menampilkan apa yang sudah mereka latih beberapa ini.

Ketika selesai latihan, Taeyon pulang kerumahnya dengan diantar oleh Leeteuk.

“ayo masuk” ajak Taeyon pada Leeteuk ketika ia telah sampai dirumah mungilnya

“jadi, selama ini kau tinggal disini?” tanya Leeteuk memperhatikan sekeliling rumah Taeyon

“ne. Waeyo?” tanya Taeyon. “anio. Ini bagus, mungil dan imut. Cocok untuk kau, kau juga imut” puji Leeteuk.

“apa ini sebuah rayuan?” tanya Taeyon penuh selidik. “hehehe terserah kau mau menganggapnya apa”

“Taeyon ah, kau sudah pulang?” kata Ny. Kim baru keluar dari kamarnya. “ah, kau datang bersama temanmu?”

“ah, ne eomma.. kau masih mengingat dia?” tanya Taeyon pada ibunya. “anio. Memangnya dia siapa?” tanya Ny. Kim lagi

“Leeteuk oppa…” kata Taeyon. Ny Kim tampak berpikir. “Park Jung Soo eomma…” lanjut Taeyon lagi yang sukses membuat ibunya terkejut

“anyong hasseo ahjumma… ottoehke jinasimnika (apa kabar?) lama tidak bertemu” kata Leeteuk ramah sambil menundukkan kepalanya

“untuk apa kau datang kemari? Kau mau menghancurkan hidup anakku lagi? Pergi kau” usir Ny. Kim.

“eomma… sudahlah! Aku sudah melupakan semuanya. Aku sudah memaafkannya. Maafkan aku eomma,,, karena aku sudah membuat ibu menjadi seorang pembenci dan pendendam sepertiku. Lupakan saja semuanya ne eomma…?” kata Taeyon menenangkan ibunya dengan merangkul tubuh eomma-nya itu.

Akhirnya ny. Kim mengangguk mendengar penuturan anaknya itu. Memang, awalnya ia tidak mau menyalahkan siapapun atas kematian suaminya 6 tahun lalu itu termasuk keluarga Leeteuk hanya saja Taeyon setiap hari menceritakan pada ibunya bahwa pembunuh ayahnya adalah ayah Leeteuk dan ia sangat membenci Leeteuk sehingga itu juga berdampak pada ibunya yang juga akhirnya ikut-ikutan membenci Leeteuk dan keluaraganya.

“eomma… kau sudah makan? Aku dan Leeteuk oppa tadi membeli makanan di perjalanan. Ayo makan” ajak Taeyon pada ibunya. Mereka ber-3 pun akhirnya makan bersama.

*****

Matahari mulai terbit menyinari kota Seoul pagi ini dan menembus kaca sebuah kamar cantik. Seorang gadis nampak masih menutup dirinya dengan selimut dan berniat melanjutkan tidurnya. Ia tidak peduli dengan matahari yang sibuk menyinarinya melalui celah-celah jendela kamarnya.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia mulai mengangkat tangannya menyusuri meja yang ada disamping ranjangnya untuk mencari benda mungil itu.

“ne..” kata Fany Lesu masih dengan mata tertutup. “eomma…?” kata Tiffany terkejut dan langsung bangun seketika. “onjeyo? (kapan), jigeumyo (sekarang?) ne. Arasseo…” gadis itu langsung turun dari tempat tidurnya dan bergegas membersihkan dirinya dikamar mandi. 5 menit kemudian ia sudah selesai dan mengganti pakaiannya. Ia bergegas turun kelantai bawah sambil menenteng tas selempengannya.

“miss. Ryu kunci mobilku…” kata Tiffany sambil memakai sepatu kets-nya. Ia nampak buru-buru sekali. Kali ini ia hanya mengenakan pakaian simple dengan t-shirt lengan panjang warna putihnya di padukan dengan short jeans yang memperlihatkan paha putihnya juga sepatu kets yang akan memudahkannya berlarian kemana pun ia mau.

“ada apa? Nona sepertinya buru-buru sekali” tanya Mis. Ryu

“ne. Eomma… akan datang ke Seoul hari ini. Pesawatnya akan mendarat 5 menit lagi. Aku harus menjemputnya sekarang”

“benarkah? Kenapa mendadak? Ah, Nyonya datang tanpa memberitahu kita dulu” kata Mis. Ryu

“ne. Sepertinya ia ingin memberi kejutan dan sukses. Kita semua terkejut. Aku pergi… ah, siapkan makanan ya? Jangan lupa kamarku belum kurapikan. Tolong suruh pelayan yang membersihkannya aku takut nanti eomma marah kalau melihatnya” kata Tiffany sambil berlari kecil

“ne noona. Hati-hati dijalan..” kara mis. Ryu. Tiffany hanya mengangkat tangannya kebelakang.

Pesawat dengan penerbangan Los Angels – Amerika Serikat tujuan Seoul – Korea selatan baru saja mendarat dibandara Incheon Seoul. Tiffany memarkirkan mobilnya di depan bandara dan berlari kecil mencari sosok ibunya.

Begitu ny. Rose turun dari pesawat, beberapa media langsung meliputnya. Dan memberitakannya keseluruh penjuru Seoul. News hari ini

Selamat pagi pemirsa, hari ini tepatnya tanggal 30 September 2012 perdana Menteri Keuangan Los Angels Amerika Serikat, Rose Carly Hwang mengijakkan kakinya di Seoul korea selatan tepat pukul 08.30 pagi tadi. Kabarnya Ia datang ke Seoul karena ia sedang ada pekerjaan. Kami belum tau apa ada tujuan lain dari kedatangannya tapi sepertinya ia akan menginap selama beberapa hari di Seoul.

 

Begitulah berita yang kini menghiasi tv-tv swasta di Seoul. Semua sedang heboh memberitakan kedatangan Ny. Rose Carly Hwang yang tak lain dan tak bukan adalah ibu Tiffany.

Begitu melihat ibunya, Tiffany tidak langsung berlari dan memeluknya seperti yang biasa ia lakukan ia malah memilih menjauh karena takut wajahnya akan ikut terliput oleh media.

“yes..?” Ny. Rose mengangkat teleponnya

“aku tunggu ibu domobil” kata suara tersebut yang ternyata Tiffany. “oh, baiklah!”

“excuse me, i wanna be go now.. (maaf, aku harus pergi sekarang)” kata Ny. Rose pada para awak media yang meliputnya. Mereka pun memberi jalan agar Ny. Rose bisa pergi.

“kenapa tidak masuk didalam?” tanya Ny. Rose begitu ia masuk kemobil dan duduk disamping putrinya.

“I’m lazy. There ara many camera and you know i hate that (aku malas. Ada banyak kamera dan ibu tau aku benci itu” kata Tiffany kemudian menyalakan mobilnya

“I know. Kau bawa mobil sendiri?” tanya Ny. Rose. kemudian Beberapa mobil sedan hitam mengawal didepan dan belakang mobil Tiffany. Mereka adalah para bodyguard yang dibawa oleh Ny. Rose dari L.A

“ne” jawab Tiffany singkat. “siapa yang mengizinkannya? Memangnya dirumah tidak ada supir? Ah, mereka keterlaluan. Lihat saja akan kupecat mereka nanti” kata Ny. Rose

“sudahlah ibu. Ini bukan salah mereka. Aku sendiri yang memintanya dan kau tau kan jika keinginanku tidak di ikuti? Aku bisa melakukan apa saja terhadap mereka” Jelas Fany

“ne. Ara. Tapi tetap saja menyetir sendirian ditengah keramaian kota seperti ini itu berbahaya. Lagipula kau keluar sendiri? Bodyguard dan pelayan mana?”

“eomma… jangan lakukan itu lagi padaku” Tiffany menatap ibunya serius.

“maksudmu?”

“jangan perlakukan aku seperti burung dalam sangkar emas lagi. Aku sudah cukup senang dengan kehidupanku disini.. di sini aku bisa bebas tanpa ada seorang pun yang tau tentang siapa aku sebenarnya dan aku sudah memiliki banyak teman. Tolong jauhkan para bodyguard dan pelayan ibu itu agar teman-temanku tidak menjauh lagi dariku..” pinta Tiffany

“ah, baiklah! Kita bicarakan ini dirumah. Kau menyetirlah yang dengan benar” kata Ny. Rose kemudian.

*****

Tiffany dan Ny. Rose turun dari mobil yang kini telah terparkir didepan rumah Tiffany. Para pelayan kini berdiri didepan pintu menyambut sang Nyonya besar datang. Begitu ny. Rose datang, para pelayan memberikan hormat mereka. Tiffany hanya berjalan mengikuti ibunya dari belakang.

“ibu mau lihat kamarmu.. dilantai berapa?” tanya Ny. Rose begitu ia sampai diruang tengah. Tiffany langsung memandang Mis. Ryu seolah bertanya –apa kamarku sudah dibersihkan?- mis. Ryu hanya mengangguk.

“ah, dilantai 3 ibu” kata Tiffany

“baiklah! Antarkan aku kesana” Ny. Rose langsung memberikan mantel dan tasnya pada mis. Ryu sedang ia menuju ruangan pribadi putri kecilnya itu.

“bagaimana eomma… hidupku tidak seberantakan di L.A. kan?” tanya Tiffany begitu ibunya mulai memperhatikan seisi kamarnya

“Mm.. kau banyak berubah semenjak tinggal di SEOUL. Setidaknya ibu tidak perlu terlalu khawatir padamu lagi jika ibu pergi keluar kota.. kau sudah bisa mengurus dirimu dengan baik” puji Ny. Rose. Ia kemudian duduk diranjang Tiffany

“ne eomma.. ini karena disini aku bebas eomma…” Ny. Rose menatap tajam mata Fany seolah meminta penjelasan dari kata-kata yang baru saja ia ucapkan.

“aa.. maksudku,,, aku tidak merasa terikat seperti di L.A. jadi, aku bebas melakukan apapun seperti manusia lainnya. Berjalan-jalan, berteman dan juga lainnya. Ibu jangan salah paham dulu,, aku tidak pernah keluar sampai larut malam kalau tidak percaya tanya saja pada Mis. Ryu” lanjut Fany lagi.

“ne ara. Kemarilah” kata Ny. Rose melebarkan kedua tangannya. Tiffany pun mendekat dan melabuhkan tubuh mungilnya dipelukan ibunya.

“ibu sangat merindukanmu… terimakasih kau sudah menjaga dirimu dengan baik untuk ibu” kata Ny. Rose pelan sambil membelai sayang rambut Tiffany

“me too mom. I very mis you. Gomawo sudah meluangkan waktumu untuk menjengukku.. aku janji akan menjadi lebih baik lagi” Tiffany pun membalas pelukan ibunya

“siapa bilang ibu datang kesini untuk menjengukmu? Ibu kesini untuk kerja” kata Ny. Hwang melepas pelukannya

“what? So your visit here not to meet me? (jadi kau kesini bukan untuk bertemu denganku?)” tanya Tiffany dengan muka kusut.

“tentu saja tidak. Aku kesini karena sangat merindukanmu. Come on.. hug me again (ayo peluk ibu lagi)” ny Rose membuka kedua tangannya lagi

“ne eomma…” Tiffany memeluk kembali ibunya.

“ny. Sepertinya Ny. Sangat lelah. Aku sudah menyiapkan air hangat untuk nyonya mandi dan juga makanan” kata Mis. Ryu yang menghentikan kegiatan ibu dan anak itu.

“ok. Fany, ibu kekamar dulu ya?” Ny. Rose mencium kening anaknya itu. Tiffany hanya mengangguk.

*****

“eomma… sedang apa?” Tanya Tiffany begitu melihat ibunya sedang duduk didepan sofa ruang tengah. Waktu sudah tengah malam pantas saja Tiffany bertanya seperti itu padanya

“kau belum tidur?” tanya Ny. Rose

“sudah tapi aku kehausan dan bangun minum” Fany duduk disamping ibunya sambil memegang gelas yang berisi air putih ditangannya. “eomma… gwenchanayo? Apa ada masalah?” Fany menatap ibunya penuh selidik

“ah, gwenchana. Ibu hanya tidak bisa tidur jadi, kau tidak perlu khawatir”

“oh.. eomma,,, aku ikut audisi di IRINE dan aku akan tampil 2 hari lagi. Ibu akan menonton kan?”

“benarkah? Ah… kau hebat sayang. Sini ibu peluk” Ny. Rose memeluk sayang putrinya itu. “ibu akan usahakan untuk nonton. Tapi, kau tau kan ibu sangat sibuk jadi, ibu akan cek jadwal ibu dulu. Mm… satu lagi ibu tidak mungkin datang tanpa di undang kan?”

“eomma… jangan khawatir. Ada undangannya aku akan mengambilnya besok”

“baiklah, kau tidurlah. Besok kau harus sekolah”

“ne eomma. kau juga tidur ya? Good night” Tiffany kembali kekamarnya.

*****

Taeyon turun dari mobil Leeteuk. Tadi pagi sebelum berangkat sekolah, Leeteuk sengaja kerumah Taeyon untuk menjemputnya dan benar saja ia mendapati gadis itu baru keluar pagar hendak kesekolah. Merekapun berangkat bersama..

“biar kubukakan..” kata Leeteuk seraya turun dan membuka pintu mobil sebelahnya untuk Taeyon

“khamsahamnida..” kata Taeyon sambil tersenyum.

Mereka berjalan menuju ke studio tempat mereka biasa latihan. Hari ini tepatnya 1 hari lagi menjelang ulang tahun IRINE dan mereka harus berlatih mempersiapkan mental juga fisik mereka untuk tampil besok.

Tiffany baru sampai didepan IRINE dan menjalankan mobilnya memasuki pekarang IRINE. Entah mengapa hari ini ibunya mengizinkan ia bawa mobil sendiri. Keputusan yang langka yang pernah diperoleh Tiffany. Tiba-tiba saja sebuah ferrari ungu muda + putih menghadang mobilnya. Tiffany menginjak rem mendadak dan itu membuatnya kesal bukan main. Sudah bisa ditebak, pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Kim Ryewook yang memang hanya satu-satunya pemilik mobil Ferrari ungu di IRINE.

“kau mau membunuhku ya?” teriak Tiffany sambil menurunkan kaca mobilnya

“justru kau akan benar-benar terbunuh jika lewat di jalur itu. Ayo ikut aku” Ryewook memutar arah mobilnya

“yak.. ini jalan untuk masuk ke sekolah,, memangnya kenapa aku harus terbunuh jika lewat disini?” Tanya Tiffany

“kau akan tau nanti. Ayo ikut jika kau masih mau hidup” Ryewook menginjak gas mobilnya. “aish, mau kemana lagi? Ini saja aku sudah telat” kata Tiffany. Beberapa detik ia masih diam akhirnya mengikuti mobil Ryewook dari belakang.

Mobil Ryewook dan Tiffany berhenti di belakang sebuah gedung yang cukup tinggi. Disekitarnya ada taman kecil yang membuatnya jadi sedikit indah.

“apa ini?” tanya Fany.

“ayo ikut aku…” Ryewook menarik tangan Tiffany. Tiffany hanya menurut mereka berjalan pelan.

“apa kemarin kau nonton berita?” tanya Ryewook yang membuat Tiffany menggeleng. “waeyo?” tanya Fany penasaran.

“ah, anio. Hanya tanya saja”

“Oo.. bukankah ini IRINE? Apa tadi itu jalan pintas? Tapi kenapa harus lewat sana?” tanya Tiffany. “sebentar lagi kau akan tau” kata Ryewook penuh teka teki

Taeyon cs dan FB berkumpul di studio. Mereka memasang wajah cemas menantikan dua sosok yang hingga kini belum menampakkan diri di sekolah. Siapa lagi, Ryewook dan Tiffany yang membuat mereka tidak bisa latihan tanpa dua orang manusia itu. Taeyon melihat jam tangannya

“kenapa jam begini mereka belum datang? Kemana ya?” kata Taeyon khawatir

“entahlah. Ryewook juga tidak bisa dihubungi. Kenapa dia mematikan ponselnya?” kata Donghae. Ia baru saja menghubungi nomor orang yang ia maksud

“eonni… ada masalah besar!” kata Eunhyuk begitu ia memasuki ruangan studio

“waeyo?” tanya Taeyon penuh kekhawatiran

“di luar ada banyak sekali siswa yang berjaga di pintu masuk. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan “SELAMAT DATANG” dan disampingnya ada foto Tiffany” jelas Eunhyuk

“mwosun suriya (apa maksudmu?)” tanya Leeteuk

“hyung, kemarin kau nonton berita tidak? Ny. Rose Carly Hwang. PERDANA MENTERI KEUANGAN L.A. Amerika Serikat itu ternyata adalah ibunya Tiffany”

“lalu..?” tanya Donghae yang sudah tidak terkejut lagi

“ya apa lagi! Mereka sudah tau siapa Tiffany sebenarnya dan mengadakan acara penyambutannya”

“yang benar saja. Dia bersekolah disini sudah hampir 6 bulan tapi baru disambut sekarang? Sh.. seperti anak kecil” balas Kyuhyun

“ish, kau ini pabo sekali. Itu karena mereka belum tau siapa dia sebenarnya. Ah, aku merasa bersalah juga pernah mengacuhkannya saat pertama bertemu dulu ternyata dia sepenting ini” balas Eunhyuk

“jadi, bagaimana? Pertunjukkan kita tinggal sehari lagi. Kita harus latihan hari ini karena ini latihan terkahir kita tapi tanpa mereka mana bisa latihan?” gumam Seohyun khawatir

“ah, belum juga masalah 1 selesai sekarang sudah muncul lagi 1” balas Yoona lagi

“masalah apa?” tanya Siwon penasaran

“kita belum menyelesaikan pertunjukkan dan sekarang harus berurusan dengan fans-fans Tiffany. Aku rasa mengajaknya bergabung di group kita adalah suatu kesalahan..” lanjut Yoona

“hey, jangan bilang begitu. Dia pantas bergabung bersama kita. Dia punya tallenta” bela Taeyon

“eonni… aku hanya merasa kita yang tidak pantas untuk dia.. lihat saja selama ini dia bersikap sok polos dan lugu ternyata jabatan ibunya begitu tinggi” balas Yoona lagi. “sudahlah, kita tunggu mereka setengah jam lagi jika tidak muncul, kita yang akan mencari mereka. Ottoehke?” usul Taeyon. Semua yang ada diruangan tersebut mengangguk setuju

Ryewook dan Tiffany sudah memasuki pekarangan IRINE. “lewat sini” Ryewook menarik tangan Fany.

“kau lihat sekarang? Tampaknya kau akan lebih populer dari aku” kata Ryewook sambil menujuk kerumunan orang-orang yang berbaris didepan pagar IRINE sambil membawa poster-poster Tiffany. “ah, Oppa.. tetap saja tidak ada yang bisa mengalahkan kepopuleranmu dan juga Flower Boys” kata Tiffany sambil tertawa kecil.

Ryewook memandang Tiffany dengan terkejut. Apa? Dia memanggilku oppa..? gumam Ryewook dalam hati

“bagaimana? Apa kau yakin tadi bisa masuk sekolah dengan keadaan seperti ini?”

“ne. Kau benar! Gomawo…” kata Tiffany tersenyum kearah Ryewook hingga matanya yang sipit tak nampak lagi. Untuk sejenak, Ryewook terdiam melihat senyuman itu. Entah mengapa kini ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan dirinya. Ia selalu merasa bukan dirinya lagi jika berada di dekat Tiffany. Jantungnya bekerja jauh lebih cepat dari batas normal juga aliran darahnya seolah-olah berhenti dan membuatnya membeku jika melihat senyuman itu. Senyuman yang orang-orang sering menyebutnya _eye smile_ dan pemiliknya sudah tentu gadis yang kini ada disampingnya. Tiffany!

“Oo… bukannya kita harus latihan?” kata Tiffany begitu tersadar dan melihat jam tangannya. Kini mereka telah lepas dari kerumunan orang-orang yang sedari tadi menanti Tiffany di depan gedung IRINE

“iya. Ah, Leeteuk hyung pasti akan memarahiku. Kajja..” Ryewook dan Tiffany bergegas menuju ruang studio

“hyung… eonni…” kata Ryewook dan Tiffany bersamaan begitu sampai distudio

“fany-ah, gwenchana?” kata Taeyon menghampiri sosok itu. “ne eonni… mian kami terlambat tadi.. ada sedikit masalah hehehe” kata Tiffany

“ne. Kami mengerti” balas Taeyon. “apa kalian datang bersama?” tanya Kyuhyun membuat yang lainnya tersadar akan hal itu

“ah, tadi kami bertemu didepan” jelas Ryewook.

“ah, selamat datang anak Menteri” kata Eunhyuk yang langsung menyambut Tiffany dengan ramahnya. Ia menundukkan kepalanya layaknya sang pelayan yang mempersilahkan tuan putri

“kau berlebihan hyung” tukas Kyuhyun yang membuat Eunhyuk menghentikan aktivitasnya.

“diam kau anak kecil”

“yak.. sudah kubilang aku bukan anak kecil” kata Kyuhyun dengan suara agak tinggi

“kalian masih mau bertengkar lagi? Baiklah, silahkan saja! aku akan pergi bersama Ryewook oppa” kata Hyoyeon yang langsung menghampiri Ryewook dan menggandeng tangannya

“yak… lepaskan tanganmu darinya” bentak Eunhyuk

“tidak mau! Kalian tau kan Ryewook oppa paling tidak suka dengan pertengkaran dan biasanya ia akan pergi jika kalian seperti ini terus. Ayo Oppa… kita pergi” ajak Hyoyeon sambil menggandeng tangan Ryewook. Ryewook hanya menoleh kearah Tiffany yang juga memandangnya

“sudah kubilang lepaskan! Baiklah, aku akan berhenti bertengkar asal kau lepaskan tanganmu darinya. Aku tidak rela” kata Eunhyuk sambil memisahkan tangan Hyoyeon dan Ryewook ia juga menatap sinis kearah Ryewook

“kenapa? Dia yang menggandengku bukan aku” balas Ryewook.

“kita latihan sekarang?” tanya Taeyon semuanya mengangguk.

*****

Tiffany merapikan buku-bukunya dan ia masukkan kedalam tas. Ini sudah sore dan jam pelajaran sudah berakhir jadi, ia akan pulang setelah membereskan semua buku juga peralatan sekolahnya yang tadi pagi ia bawa. Tidak lama kemudian, Taeyon cs datang menghampiri Tiffany

“kau mau pulang?” Tanya Taeyon. Tiffany mengangguk. “eonni… kalian belum pulang?”

“anio. Mm.. begini Fany-ah, kami tadi tiba-tiba mengubah rencana agar melakukan 1 kali lagi latihan terkahir kita sebelum besok dan kami memutuskan akan latihan sekarang setelah jam pelajaran usai” jelas Taeyon

“ne?” Tiffany menatap Taeyon dan yang lainnya

“apa kau bisa ikut? Mm… kami tidak memaksamu jika kau tidak bisa, maka kami akan latihan tanpa dirimu saja lagipula kau sudah menguasai semuanya. Kami hanya ingin melatih vokal dan kepercayaan diri saja agar besok tidak gugup”

“ah, itu.. itu… aku telepon ibuku dulu. Takut kalau nanti dia mengkhawatirkanku”

“ne. Silahkan saja!”

Tiffany menghubungi nomor ibunya namun jawabannya sedang menunggu. Ia mengulang beberapa kali namun tetap saja sama. Ia akhirnya mencoba menghubungi telepon rumahnya dan kesimpulannya ia bisa ikut latihan lagipula ibunya sedang ada rapat mungkin sampai tengah malam jadi, tidak masalah baginya selain itu ibunya juga tau kalau ia besok akan tampil jadi, telat pulang karena latihan itu pasti bukan masalah.

“eonni… kita latihan dimana?” tanya Tiffany karena kali ini mereka bukan berjalan kearah studio melainkan ketempat lain. Hari sudah mulai gelap dan matahari sudah berpindah tempat seluruh sisiwa IRINE sudah pulang kerumah jadi, IRINE nampak sepi kini hanya ada 6 yeoja yang sedang mengelilingi gedung itu

DAK…!!!

Taeyon menaikkan sekring lampu dan tampaklah sebuah ruangan yang sangat besar dengan panggung di bagian depan juga ribuan kursi mengisi ruangan tersebut.

“ini ruangan yang akan dipakai besok. Jadi, kita latihan disini saja sekalian agar kita terbiasa” jelas Taeyon. Semua dongsaengnya mengangguk mengerti

Begitu mereka hendak latihan, tiba-tiba FB datang. “kalian curang..” kata Leeteuk yang membuat Taeyon cs menoleh kearahnya

“kalau mau latihan pembiasaan diri, harusnya ajak kami juga. Kalian lupa kalau kami juga adalah bagian dari Tim kalian..?” tanya Leeteuk lagi

“ah, Oppa… aku pikir kau sudah pulang” jawab Taeyon

“jadi bagaimana? Kita latihan bersama ya..?”

“ne..” jawab Taeyon cs serempak. FB boys dan Taeyon cs latihan bersama dipanggung yang akan mereka gunakan besok. Mereka berlatih dengan semangat dan tanpa kesalahan sedikitpun karena ini adalah final training mereka dan besok adalah harinya. Hari mereka menampilkan semua yang mereka latih selama ini.

“baiklah, latihan kita selesai hari ini. Kalian pulanglah dan istrahat. Besok kita akan tampil. Fighting..!” kata Taeyon sambil mengepalkan tangannya. Fighting…!! teriak yang lainnya. Leeteuk meminta Taeyon agar mau diantar olehnya begitu juga Eunhyuk dan Kyuhyun meminta untuk mengantar gadis mereka. Sementara Donghae harus rela mengikuti Jessica karena lupa bawa mobil dan tidak lupa Yoona diantar oleh Siwon. Sementara Ryewook dan Tiffany mereka membawa mobil masing-masing

“hyung, mobilmu mana?” tanya Eunhyuk begitu mereka sampai diparkiran

“aku memarkirnya dibelakang” jelas Ryewook. “waeyo?” tanya Kyuhyun

“ah, tadi untuk menghindari para penggemarnya jadi aku lewat belakang gedung” jelas Ryewook

“Oh..” Eunhyuk dan Kyuhyung mengangguk. “Mm.. Fany-ah, kau mau pulang dengan siapa? Ikut saja denganku aku akan mengantarkanmu sampai rumah dengan selamat” tawar Eunhyuk tanpa mempedulikan tatapan Hyoyeon dari dalam mobilnya yang sudah seperti binatang buas yang kelaparan. Ingin rasanya ia menerkam Eunhyuk saat itu juga agar berhenti bersikap sok manis didepan yeoja lain.

“ah, tidak usah Oppa… aku bawa mobil sendiri” tolah Fany halus. “jinja?” tanya Eunhyuk. “ne oppa… tapi gomawo atas tawarannya. Aku hargai itu” balas Fany sambil tersenyum

“hahaha…” tiba-tiba Kyuhyun tertawa lepas. “hyung, bagaimana rasanya ditolak oleh seorang wanita? Hahaha… sudahlah hyung, kau antarkan saja Hyoyeon noona tak perlu merayu wanita lain lagi”

“apa maksudmu merayu wanita lain? Dia kan juga teman kita apa salahnya menawarkan tumpangan” balas Eunhyuk membela diri

“kalian duluanlah. Kami akan berjalan kebelakang IRINE mengambil mobil kami” kata Ryewook

“ne hyung. Hati-hati… jangan lupa jaga dia baik-baik” kata Donghae dengan nada sedikit mengancam

“arasseo” member FB lainnya pulang menuju rumah masing-masing tetapi sebelumnya mereka harus mengantar tumpangannya lebih dulu.

Ryewook dan Tiffany berjalan pelan menuju belakang gedung IRINE tempat mereka memarkirkan mobil tadi pagi

“apa kau tidak akan dimarahi?” tanya Ryewook disela-sela langkahnya

“anio. Eomma… lagi ada rapat jadi, mungkin ia akan pulang larut” balas Fany

“ne” jawab Ryewook singkat. Mereka telah sampai kemobil masing-masing

“kau jalan duluan..” kata Ryewook menyuruh Tiffany. “ne. Selamat malam… gomawo untuk yang tadi pagi” balas Fany ramah lalu menginjak gas mobilnya. Ryewook hanya tersenyum kecil. Rupanya bukannya pulang Ryewook malah mengikuti mobil Tiffany dari belakang

Begitu mengetahui Ryewook mengikuti mobilnya, Tiffany menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Tepatnya di pinggir jalan dengan pemandangan laut dibawahnya.

Begitu mobil Tiffany berhenti, Ryewook langsung mengambil menginjak gas mobilnya dan membawa mobilnya berhenti tepat didepan mobil Fany.

“kau tidak pulang?” tanya Fany sembari turun dari sedan putihnya

“pulang”

“lalu kenapa mengikutiku?”

“setelah mengantarmu aku baru akan pulang”

“Oh.. tapi aku bisa pulang sendiri. Kau tidak perlu mengantarku”

“kau sudah menolak Eunhyuk dan aku tidak mau mengalami hal yang sama dengannya. Lagipula ini sudah malam mana bisa ku biarkan ada yeoja pulang sendiri..” balas Ryewook lagi. Kini ia menyandarkan dirinya dimobil Tiffany

“ah, ara” Tiffany mengambil posisi disamping Ryewook. Berdiri sambil bersandar dimobil memandang jauh kedepan menikmati pemandangan yang terhampar didepan mereka kini

“kau siap?” tanya Ryewook tanpa memandang Tiffany. “apa?” tanya Tiffany bingung

“besok. Kau siap naik diatas panggung?”

“em.. itu.. aku merasa agak gugup. Jujur saja ini pertama kalinya aku menampilkan sesuatu yang kumiliki diatas panggung dan akan dilihat oleh semua orang. Rasanya jantungku tidak pernah berhenti berdebar-debar” kata Tiffany sambil tersenyum

“Mm.. aku yakin kau pasti bisa..” kata Ryewook kemudian diam.

“boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Ryewook kemudian

“ne. Mau tanya apa?”

“seberapa suka kau dengan piano dan musik?”

“sangat suka.. dua-duanya adalah zat pewarna dalam hidupku. Mereka bagai pelangi yang membuat hidupku terasa lebih indah”

“begitukah?”

“ne”

“lalu.. defenisi suka itu menurutmu apa?”

“maksudmu?”

“menyukai sesuatu atau em.. seseorang. Maksudku bagaimana perasaanmu jika menyukai sesuatu? Kau pernah merasakannya?” Ryewook menatap Tiffany

“ah, itu.. mungkin aku akan selalu senang jika mengingatnya. Setiap saat selalu memikirkannya dan selalu ingin dekat dengannya. Jantungku rasanya akan berdetak lebih cepat dari biasanya jika aku bersamanya. Kalau musik dan piano.. aku akan merasa senang jika memainkan atau melantunkannya dan merasa mereka menyatu dalam jiwaku yang membuat aku merasa hidupku lebih indah dari biasanya”

“jadi begitu..” Ryewook mengangguk

“Oo… Lihat ada bintang jatuh. Cepat buat permohonan” kata Tiffany. Ia kemudian merapatkan kedua tangannya seperti tampak sedang berdoa serta menutup kedua matanya. Ryewook masih memperhatikan tingkah Tiffany yang masih membuatnya bingung

“selesai..” seru Tiffany begitu ia selesai membuat permohonannya

“apa?” Tanya Ryewook bingung. “membuat permohonan…” kata Tiffany. Ryewook masih diam mencerna kata-kata Tiffany

“tadi ada bintang jatuh. Kata orang jika melihatnya, kita harus membuat 1 permohonan dan pasti akan dikabulkan..” Jelas Fany

“jadi tadi kau sudah membuat permohonan?” Tiffany mengangguk “ne”

“apa permohonanmu?” Tanya Ryewook penasaran.

“RA-HA-SI-A..” kata Tiffany. Ryewook mengeryutkan keningnya. “kalau kuberitahu, nanti permohonanku tidak akan dikabulkan..” jelas Fany yang membuat Ryewook mengangguk untuk yang kesekian kalinya

“kau.. apa permohonanmu?”

“tidak ada”

“kenapa?”

“tidak ada yang yang ku inginkan untuk dikabulkan..”

“benarkah? Ah, aku tidak percaya! Pasti ada”

“maksudmu?”

“kau pasti punya sesuatu yang ingin sekali kau katakan. Maka katakanlah padanya walaupun hanya dalam hati, dia pasti akan mendengarmu”

“bagaimana bisa bintang bisa mendengar?”

“aish, kau ini banyak bicara sekali. Oo.. ada lagi. Baiklah, sekarang buat permohonanmu. Kau bisa mengatakannya dengan keras jika kau ragu bintang itu tidak akan mendengarmu” untuk kedua kalinya Tiffany menutup matanya dan membuat permohonan

“aku berharap pertunjukan kami besok akan berjalan lancar” kata Fany. Ryewook masih diam kemudian Tiffany menyenggol lengan Ryewook pelan agar segera mengutarakan permohonannya

“Em… Permohonanku…” Ryewook melirik Tiffany yang masih menutup matanya dan focus dengan apa yang ia pikirkan. Akhirnya Ryewook merapatkan kedua tangannya dan mulai memikirkan apa yang ia ingin ucapkan. Ia menutup matanya dan mulai focus dengan apa yang ingin ia utarakan.

“Aku berharap.. orang kusukai juga akan menyukaiku” kata Ryewook yang membuat Tiffany menoleh kearahnya

To Be Continued…………………

ah, Ryewook oppa gak nyambung. permohonannya aneh tapi aku seSUJU ma Ryewook oppa. biar cinta gak bertepuk sebelah tangan

Ok, sekali lagi dengan rendah hati aku meminta komentar kalian but NO BASHING, ya…???

dan PLEASE jangan meng-copas FF-q ini. hargailah kerja kerasku yang selama beberapa hari mencari ide dan mengetiknya walaupun ditengah kesibukanku yang cukup banyak.

sekiranya itu aja chingu… koment ya klu mau lanjut di part berikutnya. INGAT… Part akhir lho! Gomawo..^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s