Owner Heart (Chap.03)

oh3

Cast        : Kim Jung Woon / Yesung Super Junior

                 Mala Lovely Kiraina / You as. Park Yoon Mi

                 Kim Ryewook Super Junior

Support Cast :      Kwon Yuri SNSD

                             Eunhyuk Super Junior

                             Kim Hyoyeon SNSD

Author   : Shin Eun Hwa

Genre     : Romance, Sad, Friendship, Family

Rating   : =

Disclaimer : Karya ini murni punyaku dan dari hasil imajinasiku. please hargai kerja keras Author dengan tidak meng -COPAS karya ini. dan juga harap meninggalkan jejak ketika selesai membaca! trimakasih…^^

*****

Yesung membuka kancing jas yang sedari tadi menyelimuti tubuhnya. “Hufft..” gumamnya sambil melemparkan jasnya itu kesegala arah. Lalu mengambil sebotol air mineral dan meneguknya masuk kedalam tubuhnya sebagai pengganti cairan tubuhnya yang sudah terbuang selama konser barusan. Show selama kurang lebih 3 jam memang benar-benar menguras tenaga dan itulah yang dirasakan Yesung sekarang. Lelah dan letih!

GLUK!

Yesung menelan tegukan air mineralnya yang terakhir. “bagaimana show-nya? Sukses?” Tanya sang menejer yang ternyata adalah Hyukjae sahabat baik Jungwoon dari kecil

“sukses… sukses melelahkan!” jawab Yesung kemudian mengambil selembar handuk putih diatas meja untuk membersihkan tetesan air yang mengalir disepanjang wajah mulusnya.

“hm.. kalau itu, sudah pasti tapi yang penting terbayarkan dengan antusias penonton yang sangat besar terhadapmu” jawab Eunhyuk

“ne, begitulah! Itu juga yang kuharapkan. Ah, sudahlah.. kita pulang sekarang aku lelah..” ajak Yesung sebelum akhirnya melangkah duluan meninggalkan Eunhyuk.

“besok ada acara apa?” Tanya Yesung sambil menyandarkan badannya dikursi mobil

“ah, sepertinya besok kau tidak terlalu sibuk. Hanya ada pemotretan jam 10 pagi dan sorenya kau akan melakukan fans meeting” jelas Eunhyuk sambil melihat daftar schedule Yesung.

“ah, ne.. ara!” ucap Jungwoon lalu menutup matanya membiarkan mobil yang ditumpanginya membawa dirinya ke apartemennya.

*****

Matahari pagi kembali menyapa kota Seoul rupanya tuhan masih berkehendak baik dan masih ingin melihat umatnya melanjutkan hidupnya dihari ini sehingga mengizinkan sang surya bersinar kembali.

“Yesung ah, ireona!” teriak seorang namja sambil menyibakkan tirai-tirai di dalam kamar Yesung sehingga matahari dapat dengan leluasa mengusik ketenangan tidur Yesung dengan sinarnya yang menyilaukan itu

“aish…” gumam Yesung sambil menarik selimut agar menutupi dirinya kembali

“aigo.. beginikah sikap seorang artis terkenal? Susah bangun dipagi hari? Ah, aku rasa jika ada acara reality show yang berkunjung kerumah-rumah selebriti, aku yakin dalam sebulan fansmu akan berkurang” lanjut Euhyuk lagi. Ia mulai sibuk merapikan barang-barang milik artis-nya itu yang berserakkan diseluruh ruangan.

“kau tau kenapa? Karena kehidupan mu berantakan dan tidak teratur. Bangun pagi saja sudah susah” ceramah Eunhyuk layaknya seorang ibu negara yang sedang berpidato

“kau banyak bicara” timpal Yesung sebelum akhirnya bangun dan mencuci mukanya.

“sarapanku mana?” Tanya Yesung sambil duduk dimeja makan. “kau pikir aku tukang masak? Tidak ada. Kita makan diluar saja” sergah Eunhyuk

“mwo? Yah kau sudah datang dari tadi setidaknya masakan sesuatu untukku” gerutu Yesung

“ne. Sayangnya aku tidak pandai memasak. Kenapa tidak kau saja yang memasak sendiri? Lagipula aku disini sebagai me-ne-jer-mu bukan pembantumu. Arrasseo?”

“aku juga tidak pandai memasak jika aku bisa, mana mungkin aku menyuruhmu Lee Hyuk Jae pabo..” timpal Yesung lagi.

“yak.. sudah ku bilang jangan panggil aku dengan nama itu. Panggil E-UN-HYUK.. kau tidak pernah mengerti” teriak Eunhyuk menyusul Yesung kedalam kamarnya

“apa peduliku bagiku kau tetap Lee Hyuk Jae..” ejek Yesung sambil menutup pintu ruangan tempat ia masuki sekarang

“Yak.. kau ini.. buka pintunya” teriak Eunhyuk sambil menggedor-gedor pintu tempat Yesung bersembunyi

“wae? Kau mau ikut mandi bersamaku” tanya Yesung sambil memunculkan wajahnya dibalik pintu. Wajahnya sudah setengah basah oleh air dan dadanya terekspose didepan Eunhyuk karena baju yang menutupinya telah ditanggalkan.

“aish.. ya sudahlah kau mandi sana. Setelah itu kita cari sarapan 1 jam lagi pemotretan mu dimulai. Ppali…!!!” ucap Eunhyuk lalu meninggalkan Yesung.

Begitulah setiap harinya. Kehidupan Eunhyuk dan Yesung selalu dipenuhi dengan perdebatan-perdebatan kecil yang akhirnya menjadi besar. Mereka berdua sebenarnya tidak layak disebut sebagai menejer dan artis lebih pantas disebut sebagai dua namja pabo yang selalu memperdebatkan hal kecil. Merasa diri paling benar satu-satu, dan tidak pernah ada yang mau mengalah namun, dibalik semua itu mereka adalah dua sosok makhluk yang sudah terikat dan tidak bisa terpisahkan sama sekali. Saling membutuhkan, dan saling memberi support satu sama lain. Dan yang mengikat mereka adalah persahabatan.

10 menit perjalanan yang ditempuh YesHyuk mengatarkan mereka didepan sebuah restoran mewah di Seoul. “ah, banyak sekali pengunjung” gumam Eunhyuk begitu membuka tirai mobil

“pakai ini” ucap Eunhyuk seraya melemparkan topi dan juga mantel hitam kearah Yesung. “igi bwoya? (ini apa?)” tanya Yesung.

“diluar ada banyak orang jadi, kita harus menyamar” jawab sang menejer. “mwo? Aish, jinja… masa makan saja harus menyamar.. ah, lama-lama aku bisa gila” jawab Yesung kesal

“habis mau bagaimana lagi? Itulah resiko kau menjadi artis terkenal kau sudah tau dari awal kan?” timpal Eunhyuk lagi sambil mulai memakai aksesoris samarannya

“yak.. ppali.. kau mau makan tidak?” tanya Eunhyuk lagi. Ia kemudian turun dari mobil sementara Yesung, sibuk memakai aksesoris samarannya walau dengan wajah kesal dan terakhir, kaca mata hitam yang Yesung kenakan agar ia tak dikenali oleh para pengunjung restoran tersebut.

“hufft… jadi, boleh ku singkirkan ini sekarang?” tanya Yesung. “andwae! Kau mau semua orang mengenalimu? Andwe.. pakai saja semuanya hingga kita habiskan sarapan kita.. hm?” jawab sang menejer tegas

“lalu bagaimana caranya aku akan makan kalau begini?” gerutu Yesung lagi sambil memperhatikan piring-piring makanan yang sudah tertata rapi didepannya.

“Yesung ah, kenapa kau cerewet sekali sih?”

“mwo?”

“semenjak kau jadi artis, kau jadi cerewet sekali dulu saat sekolah kau sangat pendiam. Ada apa denganmu? tidak bisa kah kau makan saja? aku juga sudah mengusahakan yang terbaik untukmu..” ucap Eunhyuk panjang lebar.

“ah, ne arrasseo. Akan kumakan” jawab Yesung yang akhirnya mengalah.

****

Seorang gadis tampak berlari kecil menuju sebuah gedung yang cukup besar sambil sesekali melihat jam tangannya. “hufft,,, semoga saja tidak terlambat” gumam gadis itu.

Setelah berlari cukup lama, ia sampai disebuah ruangan dimana semua tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing. “Yoon Mi ya.. kau sudah datang?” tanya sang fotografer.

“ne. Maaf aku agak terlambat” sesal Yoon Mi sambil menundukkan kepalanya

“ah, ne gwenchana. Sekarang kau siapkan pakaian yang akan model kita pakai nanti” perintah sang fotografer lagi. “ne.. Mm… modelnya laki-laki atau perempuan?” tanya Yoon Mi sebelum melakukan tugasnya takut-takut kalau nanti akan salah dan ia pasti akan mendapat amarah

“namja. Kau siapkan sekarang”

“ne” jawab Yoon Mi seraya bergegas melakukan pekerjaannya.

KREK…

Yesung dan sang menejer sampai ditempat pemotretan. “ah, kau sudah datang?” sapa yang fotographer

“ne” jawab Yesung singkat. “jam brapa pemotretannya akan dimulai?”

“masih 30 menit lagi dan kau bisa istrahat dulu” jelas sang fotographer. “ne” kata Yesung sambil berdiri dan mulai mengelilingi ruangan tersebut. Tidak puas sampai disitu, Yesung mulai menjelajahi ruangan lainnya

Yoon Mi membuka ruangan tempat penyimpanan baju-baju yang biasa akan dipakai oleh para model untuk pemotretan. Ia lalu mulai menjelajah ruangan tersebut dan mulai memilih-milih baju yang tepat untuk tema pemotretan hari ini.

Begitu selesai, Yoon Mi langsung membawa baju-baju dan seluruh aksesorisnya itu ketempat dilangsungkannya pemotretan dan kali ini yang menjadi modelnya adalah Yesung.

“ng?” Yoon Mi terkejut begitu melihat sosok Yesung berdiri didepan pintu

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yoon Mi sambil menggandeng beberapa pakaian dibadannya

“ne? anio. Aku hanya.. hanya sekedar jalan-jalan” ucap Yesung.

“kalau mau jalan-jalan jangan disini. Disini tempatnya para stylish kau tau?” jelas Yoon Mi panjang lebar. Ia masih sibuk mempersiapkan beberapa pasang pakaian lagi

“Oo.. ne ara. Jadi kau stylish?” Tanya Yesung lagi sambil menggendong tangannya didada layaknya seorang mandor yang sedang memperhatikan karyawannya bekerja.

“ne. kau tidak mau keluar?” Tanya Yoon Mi ketika tubuhnya sudah berada diluar ruangan itu.

“ng..?”

“pintunya akan aku kunci. Kau mau tinggal didalam hingga pemotretan selesai?” Tanya Yoon Mi lagi. Yesung masih berdiri dengan tampang bingung belum mengerti apa yang di bicarakan gadis di depannya kini

“ah, bicara denganmu membuang-buang waktuku. Ppali.. sekarang keluar” perintah Yoon Mi sambil menjauhkan tubuh Yesung dari arah pintu. Dan DAK… suara pintu yang tertutup terdengar.

Yoon Mi mulai menjalankan tugasnya sebagai seorang stylish dengan mempersiapkan baju-baju yang akan dipakai oleh Yesung untuk pemotretan nanti. Sempat terkejut diawal karena ia tidak menyangka jika Yesung, orang tadi ia usir dari ruangannya adalah seorang artis ada rasa malu sedikit di hati kecil Yoon Mi begitu melihat Yesung kembali namun, ia harus tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang stylish yang professional. Setelah selesai merapikan pakaian Yesung, Yesung kemudian menuju tempat yang telah disediakan oleh staff dan mulai melakukan pemotretan

“Ok, baiklah.. sekarang miringkan kepalamu ke kiri.. senyum.. satu, dua, tiga..” perintah sang koreographer dan

KLIK

KLIK

KLIK

Yesung melakukan pemotretan untuk salah satu majalah terkenal dikorea. Beberapa adegan telah ia lakukan dengan baik dan dengan berbagai kostum yang ia kenakan dengan penata stylish-nya adalah Yoon Mi, gadis yang ia temui diruang stylish tadi.

“ah..” gumam Yesung begitu ia masuk kedalam mobil dan menyandarkan badannya dikursi mobil tersebut. Matanya perlahan-lahan ia tutup mencoba melepas lelah nya

“kerja bagus Yesung ah” ucap Eunhyuk begitu ia masuk kedalam mobil yang sama dengan Yesung. Tidak lupa 2 jempol kedua jari tangannya ia acungkan sebagai pertanda bahwa kerja Yesung benar-benar sangat baik dalam pemotretan tadi.

“ne ara. Jam berapa acara fans meeting nya?” Tanya Yesung masih dalam keadaan mata tertutup

“jam 4 sore. Jadi,  kau masih punya kurang lebih 3 jam setengah lagi untuk beristirahat atau jalan-jalan”

“baiklah, antarkan aku ke apartemenku” ucap Yesung

“mwo? Waeyo? Kau tidak mau jalan-jalan atau …”

“sirheo! Antarkan aku ke apartemen saja jika kau ingin jalan-jalan, silahkan pergi saja sendiri. Kita akan bertemu di acara fans meeting nanti sore” ucap Yesung kemudian memakai kacamata hitamnya dan turun dari mobil begitu sampai didepan apartemennya.

“yak.. Jungwoon ah..” teriak Eunhyuk. “kau mau aku kehilangan popularitasku? Berhenti memanggilku dengan nama itu.. sekarang namaku Yesung ara?” lanjut Jungwoon lalu menghilang dibalik tembok apartemennya

****

“kerja bagus kalian semua..” ucap sang fotographer begitu melihat hasil-hasil jepretannya sangat bagus ditambah lagi pose sang model (Yesung) yang sangat sesuai dengan yang diharapkan. Semua staff bertepuk tangan

“Yoon Mi ah.. kerja mu bagus” kata salah seorang staff. “ne, kau bekerja baru sebulan tapi sudah menunjukkan hasil yang sangat baik” ucap staff yang lainnya sementara Yoon Mi hanya tersenyum sambil menundukkan kepalanya menerima semua pujian itu.

Zzt… zzt…

Handphone Yesung bordering dan membangunkan namja itu dari tidur siangnya. Matanya masih tertutup masih enggan untuk bangkit. Sebelah tangannya langsung menjulur kearah meja tepat disamping tempat tidurnya dan menemukan sosok benda mungil yang mengganggu tidurnya itu

“kau dimana” Tanya suara yoeja diseberang

“waeyo?” Tanya Yesung lagi masih dengan suara lesu

“aku didepan apartemenmu. Buka pintunya” perintah yoeja itu lagi

“ish…” gumam Yesung kemudian mematikan ponselnya dan menarik kembali selimut untuk menutupi dirinya. Belum 1 menit, ponselnya kembali bordering dan menganggu tidur Yesung lagi.

“aish, wanita gila ini lagi..” gumam Yesung akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan menuju kearah pintu

“kenapa lama sekali” ucap yeoja itu begitu Yesung membuka pintu apartemennya. Yeoja tersebut langsung masuk kedalam apartemen Yesung dan duduk disofa yang teletak di ruangan tengah.

“Shin Ju.. ada apa kau kemari?” Tanya Yesung. Ia kemudian menuju kulkas dan mengambil sebotol air putih dan langsung meneguknya. Rupanya tidur disiang hari membuat kerongkongan Yesung kering.

“mwo? Pertanyaan macam apa itu? Aku ini pacarmu apa salah jika aku datang kesini? Wae? Kau takut aku akan menganggumu dengan pacarmu yang lainnya?”

“ne. setidaknya jangan datang padaku disaat-saat seperti ini. Kalau ada wartawan bagaimana” Yesung memposisikan dirinya disamping Shinju

“jangan khawatir! Sebelum datang kesini aku sudah memastikan semuanya aman. Awalnya aku bertemu menejermu di Own (nama Perusahaan) dan katanya kau tidak ada jadwal siang ini jadi, aku kesini”

“jadi…”

“ne. menejermu juga yang menyuruhku kesini jika aku ingin bertemu denganmu lagipula didepan tidak ada wartawan aku sudah memastikannya”

Yesung tertegun. Aish,, dia benar-benar kesal setengah mati. Waktu istrahat siangnya terganggu karena kehadiran yeoja yang sangat tidak ia inginkan ini dan penyebab semua ini adalah menejernya. Lee Hyukjae.. gumam Yesung dalam hati. “ne.. terserah kau sajalah. Aku mau mandi.. kau boleh menunggu disini atau kau pulang sekarang” ucap Yesung sebelum akhirnya masuk kedalam kamar mandi

Setelah 15 menit kemudian, Yesung keluar dari kamarnya sudah dengan dandanan yang rapi. “kau mau kemana chagiya” Tanya Shinju sambil memeluk Yesung dari belakang.

“waeyo? Kau mau ikut?”

“guromyeo.. aku ingin ikut kemanapun kau pergi. Kau tau kan aku sangat tidak bisa hidup tanpa dirimu walau hanya 1 jam?”

“sh.. rayuan macam apa itu? Aku ingin keacara fans meeting. Kau mau ikut juga?” Yesung berbalik kearah Shinju

“mwo? Fans meeting? Kenapa kau tidak bilang kalau kau sedang ada acara fans meeting? Jika begitu aku tidak akan menganggumu.. ya sudahlah, kau pergilah sekarang nanti kau terlambat.. anyong chagiya…” ucap Shinju sambil menyuruh Yesung segera bergegas ke acara fans meeting-nya.

“ne, eomma… ne. aku sudah bertemu dengannya eomma.. ah, sudahlah jangan menekanku terus aku akan melakukannya dengan pelan tapi pasti” ucap Shinju lalu mematikan ponselnya.

****

“ne? Hyoyeon ah.. ah, ne.. aku sudah selesai kerja kita akan makan di restoran dekat tempat kerjaku. Kita bertemu disana ya? Ne..” ucap Yoon Mi lalu mematikan ponselnya. Hari ini ia dan Hyoyeon sahabat masa SMA nya berjanji untuk bertemu dan makan bersama. Yoon Mi berjalan keluar dari OWN salah satu perusahaan music terbesar di Korea tempat ia bekerja sebagai stylish sekarang sambil tersenyum ceria.

“Yoon Mi ya..” teriak suara seorang yeoja yang sangat Yoon Mi kenal. Hyoyeon! Sahabat masa kecilnya kini sudah tepat berada didepannya. Mereka kemudian berjalan menuju restoran yang hanya berjarak beberapa langkah dari OWN untuk makan bersama

“ah, hari ini cerah ya?” ucap Hyoyeon ceria. “ne.. sangat cerah. Mm.. kau dari kampus?” Tanya Yoon Mi

“ne. aku baru saja pulang dan langsung menemuimu. Mm.. Yoon Mi ya kapan kau akan kuliah lagi? Professor Oh selalu menanyakanmu”

“nanti saja. Aku sedang sibuk bekerja sekarang! Aku rasa, aku belum bisa kuliah tahun ini harus mengumpulkan banyak uang untuk melunasi semua biaya semesterku yang tertunggak hehehe” jawab Yoon Mi sambil memperlihat senyum manisnya

“ish, kau ini! Janjimu hanya akan cuti selama 1 semester sekarang mau menambahkan 1 semester lagi?”

“hehehe yah, hitung-hitung biar genap 1 tahun” ucap Yoon Mi sambil memasang wajah inconnet-nya

Yak… Oppa… Oppa…

Yesungie.. Yesungie.. Yesungie..

Teriak beberapa orang yang berlalu lalang dihadapan Hyoyeon dan Yoon Mi “mwoya? (apa ini)?” tanya Yoon Mi heran.

“Oo.. sepertinya akan diadakan fans meeting digedung itu” ucap Hyoyeon sebelah tangannya menunjuk kearah yang ia maksud. “ah, sepertinya iya tapi.. siapa? Sh.. sepertinya artisnya namja lihat saja fans nya banyak sekali yeoja” gumam Yoon Mi

“Yoon Mi ya.. kita lihat sebentar ya acaranya?” ajak Hyoyeon. “sirheo! Aku lapar aku ingin makan.. setelah makan baru kita akan kesini, kajja!”

Yesung… Yesung.. Woo…

Teriak para fans fanatic Yesung yang sudah berdiri di depan gedung sambil memegang aksesoris yang berhubungan dengan Yesung sang artis idola.

Eunhyuk berlalu lalang di dalam gedung tempat berlangsungnya acara menanti sesosok orang yang sampai detik ini belum juga menampakkan diri. Ada gurat khawatir diwajah menejer itu seharusnya Yesung telah sampai 15 menit yang lalu namun sampai saat ini sosok itu belum juga menampakkan diri.

Yesung.. Yesung…

Yesung… Yesung..

Kembali suara teriakan para fans menggema di sekitar gedung. Mereka Nampak sudah tidak sabar menanti sosok sang idola dan 10 menit kemudian Yesung sampai ditempat acara dilangsungkan. Eunhyuk pun langsung berdiri didepan gedung menyambut Yesung.

“Omo.. itu Yesung” ucap Hyoyeon begitu sosok itu turun dari mobil yang berhenti tepat didepan mereka. Yoon Mi mengikuti arah pandangan Hyoyeon. Para fans fanatic Yesung pun langsung berlarian menuju mobil Yesung berharap agar dapat memegang tangan sang idola walaupun hanya sedetik atau walau hanya sekedar menatapnya dari jarak yang dekat. Para petugas keamanan langsung mengambil alih dengan memboyong Yesung masuk kedalam gedung. Kiri kanan Yesung dikelilingi oleh petugas agar sang idol tidak terkena aksi dari para penggemarnya.

Yesung… kya… Oppa…

Para penggemar masih mengelilingi jalan yang akan dilewati oleh Yesung termasuk Hyoyeon dan Yoon Mi yang terjebak diantara kerumunan itu mau dan tidak mau, mereka harus menunggu hingga Yesung masuk kedalam gedung juga para fans nya agar mereka bisa melanjutkan tujuan utama mereka, makan di restoran sebelah!

Dan begitu Yesung melewati Hyoyeon dan Yoon Mi, satu kejadian tak terduga menimpanya. beberapa fans Yesung saling mendorong hingga membuat Yoon Mi kehilangan keseimbangan tubuhnya dan terjatuh tepat dihadapan Yesung dan dengan sigap kedua tangan Yesung langsung menahan badan Yoon Mi agar tak terjatuh ditanah. Untuk sesaat, Yesung dan Yoon Mi saling memandang.. para fans yang sedari tadi berteriak pun terdiam seketika menyaksikan kejadian itu.

“Mmianhata…” ucap Yoon Mi lalu beranjak dari posisi semula menjadi berdiri. “ah, ne..” ucap Yesung datar. “lain kali hati-hati para fansku sangat menggilaiku jadi, mereka sering berbuat seperti itu” lanjut nya lagi dengan nada agak menyombongkan diri.

“Yesung nim, kita masuk sekarang” ucap salah seorang petugas. “ne.. kajja”

Selepas kejadian itu, Yesung masuk kedalam gedung diikuti oleh para fansnya. Sementara Yoon Mi masih terdiam sejenak ditempatnya

“Yoon Mi ya..” ucap Hyoyeon sambil mengibaskan tangannya didepan sahabatnya itu.

“mwo?”

“jaljineyo? (kau baik-baik saja?)”

“ne. jaljinyo. Aish.. namja itu” gerutu Yoon Mi sambil memegang pundaknya yang tadi di senggol oleh seorang fans Yesung yang membuatnya terjatuh tepat dihadapan Yesung. Kejadian yang memalukan memang namun, apa mau dikata Yoon Mi sudah terlanjur malu

“waeyo?”

“aish.. sudahlah kita pergi sekarang” ucap Yoon Mi kesal.

 ***

Yesung kembali ke apartemennya lalu merebahkan badannya diranjang empuknya. Matanya menatap langit-langit kamarnya yang berwarna green pekat pikirannya melayang entah kemana dan berakhir pada kejadian sore tadi saat Yoon Mi terjatuh didepannya dan ia menahan tubuh gadis itu. Yesung tersenyum kecil.. “pabo” gumamnya. Jujur saja, selama menjadi artis kurang lebih 2 tahun ini baru kali ia mengalami kejadian konyol seperti sore tadi.

“yesung ah..” teriak suara dari luar dan sudah bisa ditebak itu adalah suara dari seorang namja cerewet yang merupakan menejernya

“apa?”

“aku bawakan kau makanan. Kau belum makan malam kan?” Eunhyuk meletakkan bungkusan makanan yang ia bawa diatas meja makan.

“simpan saja disitu, aku sedang tidak nafsu makan” ucap Yesung dari dalam kamarnya.

“mwo? Tidak nafsu makan? Waeyo? Apa kau sakit?” tanya Eunhyuk yang langsung memegang jidat Yesung. “Oo.. tidak panas” lanjutnya lagi

“Aish.. memangnya kalau orang tidak nafsu makan berarti sakit?” Yesung menepis tangan Eunhyuk dari jidatnya

“Oppa……” teriak suara yeoja yang menghentikan percakapan Yesung dan Eunhyuk. Yesung langsung menggerutu kesal mendengar suara tersebut.

“Oo.. Shniju ya,,” ucap Eunhyuk begitu ia membukakan pintu untuk gadis itu

“Yesung oppa ada?”

“ne dia ada dikamarnya” jelas Eunhyuk. Belum selesai bicara, Shinju sudah langsung menerobos masuk kedalam kamar Yesung dan menemukan namja tersebut sedang terbaring diatas ranjangnya. Matanya tertutup seperti sedang terlelap dalam tidurnya

“ah, dia sudah tidur? Dia pasti lelah” ucap Shinju sambil membelai lembut wajah Yesung “ne sepertinya begitu” ucap Eunhyuk yang juga dibuat bingung oleh tingkah Yesung yang tadi baru saja bercerita dengannya bagaimana bisa ia tertidur dengan begitu cepatnya? Pikir Eunhyuk. Tiba-tiba ponselnya berdering

“Shinju ya..boleh aku titip Yesung sebentar? Aku ada urusan mendadak dan kupastikan ini tidak akan lama” pamit Eunhyuk. Shinju hanya mengangguk. Dan akhirnya, dikamar Yesung kini hanya tinggal Yesung dan Shinju (yeoja chingu Yesung yang ke xxxx).

“aish.. kenapa dia belum juga beranjak dari situ? Pergilah.. aku sudah lelah terus-terusan berbohong begini” gumam Yesung dalam hati namun masih dengan posisi tidur pulas bohongannya. Sudah 20 menit sejak kepergian Eunhyuk Shinju belum juga beranjak dari kursi disamping ranjang Yesung dan terus memandang lekat wajah teduh Yesung.

Untuk sejenak Shinju terdiam memandang wajah Yesung yang teduh itu. Ia tertegun..

“kalau kau ingin hidup senang, setidaknya carilah pacar yang berasal dari keluarga terpandang atau jika dia kaya” ucap eomma Shinju

“eomma.. seperti itukah teori cinta dimata eomma?”

“ne. cinta ada jika uang dan juga harta berlimpahan. Kenapa ada orang yang sudah menikah bisa bercerai.. itu karena uang.. semua masalah didunia ini disebabkan oleh karena uang. Jadi, kau harus mencari pacar yang kaya atau walaupun keluarganya tidak kaya dia punya profesi yang bisa menghasilkan banyak uang” tegas eomma-nya lagi

Kim shinju seorang gadis dengan latar belakang keluarga sederhana dan harus mengikuti semua perkataan eomma-nya. Dari SMP hingga sekarang, ia selalu diajarkan agar berteman dan bergaul dengan orang kaya apalagi jika punya pacar maka dia harus lebih kaya. Itulah teori hidupnya awalnya ia enggan mengikuti semua permintaan eomma-nya itu namun, semua pacar yang ia bawa kerumah selalu meninggalkannya karena ditolak mentah-mentah oleh sang eomma dan untuk pertama kalinya sang eomma menyetujuinya berpacaran dengan seorang namja yaitu Yesung.

apa hidup benar akan bahagia jika kita dilimpahi harta dan materi?” gumam Shinju kemudian ia bergegas kedapur. Ia lalu membereskan barang-barang yang berserakkan diatas meja makan. Mengeluarkan makanan dari dalam bingkisan yang tadi dibawa oleh Eunhyuk. Dan membereskan beberapa benda yang merusak pemandangan matanya.

Yesung terbangun begitu Shinju keluar dari kamarnya. “aish, kenapa waktu menyenangkanku harus selalu ada dia” gumam Yesung kemudian mencuci muka dikamar mandi.

“kau sudah bangun?” tanya Shinju begitu Yesung beru keluar dari kamar mandi. Gadis itu menyandarkan dirinya disamping pintu kamar Yesung sambil menggendong tangannya didada.

“ne. kau sudah lama disini?” tanya Yesung pura-pura. “lumayan.. kau tidur pulas sekali kau pasti lelah” ucap Shinju sambil menuju kearah Yesung. Kedua tangannya langsung mendekap tubuh Yesung dan menyandarkan kepalanya dibahu Yesung

“oppa.. jangan bekerja terlalu keras aku takut nanti kau akan sakit” ucap Shinju manja. Yesung hanya tersenyum kecil sambil sesekali mencibir. Ia tau, gadis didepannya ini hanya ber-akting manja didepannya.

“Oh, ne ara. Tadi sepulang acara Fans meeting aku kelelahan dan tertidur begitu saja. Maafkan aku tidak menyadari kedatanganmu” balas Yesung tidak mau kalah dengan acting Shinju. Kedua tangannya langsung mendekap tubuh Shinju yang sudah dalam dekapannya

“hm..” ucap Shinju sambil terus mendekap badan Yesung. Lama Yesung menunggu namun Shinju tak kunjung melepaskan dirinya dan terpaksa.. Jurus terakhir Yesung keluarkan

“Shinju ya…” panggil Yesung yang membuat gadis mengangkat kepalanya. Kini wajah Yesung dan Shinju hanya berjarak beberapa senti. “kenapa kau begitu cantik malam ini?” rayu Yesung yang membuat Shinju tersenyum kecil.

“aku rasa.. aku sudah jatuh cinta padamu terlalu dalam hingga aku merasa kau bertambah cantik setiap jam” lanjut Yesung lagi. Ia menatap kedua bola mata Shinju dalam dan mendekatkan wajahnya perlahan. Makin lama, makin dekat dan

“Oppa… aku rasa aku harus pulang sekarang. Eomma akan memarahiku jika pulang terlambat. Anyong…” ucap Shinju lalu bergegas pergi.

Shinju membuka pintu apartemen Yesung dengan cepat dan tepat berpapasan dengan Eunhyuk yang baru datang. “Shinju ya.. kau mau pulang? Kenapa cepat sekali?”

“aku ada urusan. Anyong…” teriak Shinju sambil bergegas

 “hahaha…” Yesung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Shinju. Ia berhasil membuat gadis itu pergi dengan cepat dari apartemennya itu. Jurus andalan yang membuat gadis-gadis akan meleleh tapi tidak dengan Shinju. Yesung tau betul niat Shinju mendekatinya hanya agar mendapatkan semua materi yang dimiliki Yesung dalam arti matrealistis tapi ia termasuk gadis yang tidak bodoh. Ia tidak mau disentuh oleh setiap pria yang akan menjadi mangsanya nanti walaupun hanya sekedar short kissing ia enggan. Shinju ingin pria yang akan mengambil first kiss-nya nanti adalah pria yang paling ia cintai. Gadis yang tetap setia menjaga kehormatan.

“mwoya?” tanya Eunhyuk heran. Yesung memegang perut bawahnya karena sakit akibat tawanya yang tak tertahan “hahaha…” Yesung masih tertawa

“kau baik-baik saja?” tanya Eunhyuk lagi. “ne aku baik-baik saja. Hahaha” jawab Yesung masih diselingi tawa

“kau ini kenapa? Seperti orang yang baru berhasil menakuti hantu saja”

“ne, kau benar. Aku berhasil menakuti hantu. Hantu yang Nampak. Hahaha”

“mwo?”

“apa maksudmu?”

“sudahlah, aku tidak punya waktu menjelaskannya padamu. Mm.. tadi kau dari mana?”

“aku keluar sebentar ada urusan”

“urusan apa?”

“bukan urusanmu. Urusanmu sekarang hanyalah istirahat yang baik dan jaga kesehatanmu, ara?” tegas Eunhyuk. Yesung hanya mencibir lalu menarik selimutnya dan menutupi diri.

“yak.. geser…” perintah Yesung

“mwo? Memangnya kau mau tidur disini?” Yesung mendongakkan kepalanya. “ne, waeyo?”

“aish.. sirheo! Kau tidur dikamar sebelah aku tidak sudi 1 ranjang denganmu” usir Yesung. Kakinya sibuk menendang badan Eunhyuk agar segera beranjak dari ranjangnya

“Yesung ah.. jangan lakukan itu” ucap Eunhyuk manja

“mwo?”

“aku takut tidur sendirian…” lanjut Eunhyuk dengan wajah aegyo yang sengaja ia buat-buat.

“ish.. jangan memasang wajah begitu. Kau membuatku jijik” pekik Yesung sambil menarik kembali selimutnya dan akhirnya mengalah.

******

Yoon Mi membuka pintu apartemennya lalu segera merebahkan badan mungilnya begitu ia telah sampai didalam kamarnya. Kedua bola matanya merapat seolah mencoba menahan lelah yang menyelimut badannya malam ini. Ia kemudian teringat kejadian sore tadi saat ia terjatuh dan Yesung menahannya.

“hm.. dia lagi.. bukannya dia yang menjadi model di majalah kami? Sh,, kenapa aku bisa terjatuh didepannya? Memalukan Park Yoon Mi” celutuk Yoon Mi pada diri sendiri sebelum akhirnya terlelap.

****

Yoon Mi berjalan pelan menuju tempat ia bekerja (Own Entertainment) Dengan langkah santai sambil sesekali melempar senyum semangat dari bibir tipisnya. Ia melewati loby gedung tersebut yang sangat ramai dengan para karyawan dari OWN. Mereka sibuk bercakap-cakap tentang hal yang membuat Yoon Mi bingung. “mwoya?” gumam Yoon Mi pelan dan mendekat kearah kerumunan tersebut.

“ne. hari ini Direktur baru itu akan datang. Ah… aku tidak sabar ingin melihatnya”

“ne, kudengar ia sangat tampan. Aish.. aku juga jadi tidak sabar..” kata para karyawan yang bercakap-cakap satu sama lain.

“mwo? Direktur baru? Apa maksudmu?” tanya Yoon Mi pada salah satu karyawan tersebut.

“kau belum dengar? Hari ini akan ada Direktur baru di bagian penerbitan Majalah. Selama ini posisi itu dibiarkan kosong oleh Komisaris ternyata hari ini orang yang akan menduduki jabatan itu telah datang. Kudengar ia sangat tampan. Aaah.. Yoon Mi ya.. kau beruntung sekali bekerja di Departemen itu” jawab orang yang ditanya Yoon Mi

“jongmalsimnika? (benarkah?) ah, kemarin aku pulang terlalu cepat jadi belum mendengar tentang ini”

“Mm…”

Yoon Mi masuk kedalam lift yang akan mengantarnya ke ruangan tempat ia bekerja. Direktur baru? Ah, guremyo. Kenapa aku bisa lupa? Posisi itu sudah lama kosong jadi, tidak ada salahnya jika sekarang akan di isi kembali” gumam Yoon Mi pelan.

Ketika sampai diruangannya, seluruh staff yang tengah sibuk mempersiapkan property dan menata ruangan agar menjadi indah.

“Yoon Mi ya.. kau sudah datang? Cepat bantu kami…” ajak salah seorang temannya. “ne” jawab Yoon Mi pelan sambil membantu teman-temannya.

“kalian belum selesai? Kenapa lama sekali.. sebentar lagi Direktur Kim akan datang. Cepat selesaikan tatanan ruangannya. Aku tidak mau jika nanti Direktur datang penyambutannya tidak istimewa seperti yang ia harapkan” teriak salah seorang yeoja yang berdiri didepan pintu ruangan. Kedua tangannya sibuk menunjuk-nunjuk tatanan yang kurang rapi. Dia adalah Kim Shinju (pacar Yesung)

“aish, dia lagi. Dia selalu seperti itu. Kenapa tidak membantu kami menyelesaikannya? Malah mengomel ditempat. Dia pikir dia itu bos apa?” omel teman Yoon Mi pelan

“hehehe.. dia memang begitu. Selalu menganggap dirinya mempunyai jabatan tertinggi disini. Padahal, dia kan tidak beda dengan kita” jawab Yoon Mi lagi dengan suara yang sama pelan

“ne..”

“Yak.. kalian berdua. Kenapa hanya mengobrol saja? Cepat selesaikan pekerjaan kalian. Ini, belum terlalu rapih, perbaiki” perintah Yeoja itu lagi kepada Yoon Mi dan temannya

“semuanya… Direktur baru kita sudah tiba. Ia sekarang sedang menuju ruangan Komisaris dan sebentar lagi akan berkunjung disini.. kalian siap?” kata salah seorang ahjussi yang juga bekerja di departemen yang sama dengan Yoon Mi.

“ne” jawab mereka serempak.

****

“kenapa kita ke sini lagi? Bukankah pemotretannya sudah selesai?” tanya Yesung kesal sebelum turun dari mobilnya

“yak.. kau tidak membaca kontrak? Kita akan bekerja sama dengan OWN entertainment hingga majalah KIS (Korean Idol Star) terbit. Disana akan banyak artikel tentangmu jadi, jika kau tidak mau namamu tercemar karena kesalahan penulisan oleh pihak editor, cepatlah turun dan ikut aku”jelas sang menejer

“memangnya penulisan artikelnya hari ini?”

“anio. Masih ada seminggu lagi”

“lalu untuk apa kita kesini? Harusnya hari ini aku tidak ada jadwal kau malah membuatku sibuk terus” gerutu Yesung

“hari ini akan ada Direktur baru di Departemen penerbitan majalah itu. Kita sudah menandatangani kontrak dengan mereka jadi, tidak ada salahnya kita juga turut menyambutnya. Lagi pula.. kurasa kita akan sering-sering kesini” jelas Eunhyuk sembari berjalan pergi. Sementara Yesung hanya mengikutinya dari belakang dengan muka yang tidak terlalu bersemangat.

Seorang namja tampan + kyeopta berjalan dilorong-lorong OWNent. Dibelakanngya tampak ada 3 orang ajudan yang mengawalnya juga ada beberapa staff yang mengikutinya dari belakang.

“oh, kau sudah datang?” sapa komisaris OWN

“ne” jawab namja itu singkat. Ia kemudian duduk disofa ruangan komisaris

“bagaimana perjalananmu?”

“cukup melelahkan. Aboji… kenapa kau menyuruhku datang keperusahaan hari ini juga? Kau tau, lelahku semalam belum hilang dan pagi ini aku sudah harus kesini” keluh namja tersebut

“Mianhe Ryewook ah,,, Aboji terpaksa menyuruh kau datang hari ini karena rumor tentang dirimu sudah menyebar luas. Jadi, liburan ini kau isi saja jabatan itu, mm?”

“setidaknya beri aku waktu 1 atau 2 hari untuk istrahat. Perjalanan Inggris-Korea cukup melelahkan ayah..”

“arasseo. Lagi pula hari ini kau belum bekerja. Hanya menghadiri penyambutan yang sudah disiapkan oleh para karyawan dan staff perusahaan. Setelah itu, kau boleh pergi dan kembali bekerja kapanpun kau mau”

“baiklah. Akan kulakukan” jawab Ryewook kemudian meninggalkan ruangan ayahnya.

Ryewook menghadiri acara penyambutan yang telah dibuat oleh para staff OWNent. Setelah itu, ia menuju Departemen Penerbitan Majalah tempat dimana ia akan bekerja sebagai direktur nanti. Ryewook dan ajudannya masuk kedalam lift yang ternyata ada Yesung juga Eunhyuk didalam.

“apa yang kau lakukan?” tanya Eunhyuk begitu Yesung sibuk memakai mantel besar juga kacamata. Tidak lupa sebuah topi untuk menutupi rambut kecoklatannya

“menyamar” jawab Yesung singkat

“mwo? Kau pikir ini pasar harus menyamar? Aish, lepaskan itu darimu. Disini tidak aka nada yang menyakitimu. Ini perusahaan Yesung ah”

“ara. Siapa bilang ini mol? Kau lupa kalau aku ini ARTIS BESAR hah? Kalau ada fans yang melihatku, lalu mengambil fotoku bagaimana? Wajahku ini terlalu tampan untuk terkena kamera ponsel para fans. Begini saja sudah bagus hehehe”

“ish, kau ini..” ucap Eunhyuk sambil menyenggol lengan Yesung pelan. Ryewook hanya memperhatikan perdebatan dua makhluk yang menurutnya aneh ini.

TING

Pintu lift terbuka. Yesung dan Eunhyuk keluar pertama dan menuju Departemen Penerbitan Majalah (DPM) sementara Ryewook dan para ajudannya juga menuju tempat yang sama hanya mengambil jalur yang berbeda.

Seluruh staff DPM sudah mulai menyelesaikan tatanan ruangan mereka. Mereka tersenyum puas menatap seisi ruangan yang telah penuh dengan dekorasi yang indah-indah tersebut. “Yoon Mi ya.. bagus kan?” tanya Yubin teman kerjanya. “mm.. tidak kusangka akan seindah ini” balas Yoon Mi pelan

“kerja bagus kalian” ucap Shinju pelan. Mereka kini berbaris membentuk jalan didepan pintu ruangan. Mereka tau, sebentar lagi Direktur baru mereka akan memasuki ruangan itu.

“Oo.. balonnya belum terpasang” ucap Yoon Mi begitu melihat kearah aras pintu

“ah, ne.. bagaimana ini? Sebentar lagi Direktur akan datang. Kita tidak punya waktu untuk memasangnya lagi” jawab Yubin cemas

“bagaimana kalian ini? Cepat pasang” perintah Shinju

“tapi.. Direktur sudah dalam perjalanan kesini. Bagaimana jika belum selesai saat Direktur masuk? Pemecahan balonnya juga akan jadi sia-sia” jawab tn. Park

“baiklah, akan kupasang” ucap Yoon Mi. ia kemudian mengambil sebuah bangku yang cukup tinggi untuk dijadikan pijakannya. Ia naik kemudian mulai memasang balon-balon tersebut.

Yesung, Eunhyuk dan Ryewook cs sampai didepan ruangan DPM. Tangan Ryewook menarik ganggang pintu sebelah kanan, sementara tangan Yesung menarik ganggang pintu sebelah kiri. Mereka kemudian saling berpandangan.

“oh, kalian kesini juga?” sapa Eunhyuk

“ne” jawab Ryewook singkat.

Yesung belum melepas tangannya dari ganggang pintu begitu juga dengan Ryewook. Mereka masih saling menatap dalam diam dan akhirnya Ryewook mengalah. Ia mempersilahkan Yesung masuk duluan.

“Yoon Mi ya.. cepat turun. Direktur sudah datang” ucap Yubin. Yoon Mi yang telah selesai memasang balon-balon itu diatas pintu kemudian turun dengan hati-hati. Tangannya berpegang erat pada bantalah kursi sementara kakinya sibuk menuruni tangga-tangga yang terbentuk dibawah anak kaki kursi. Tinggal 2 anak tangga lagi yang harus Yoon Mi lewati dan saat menurunkan kakinya, Yesung masuk dan menyenggol bagian kiri kursi tersebut membuat tubuh Yoon Mi kehilangan keseimbangan dan

Aaa…………

BUSH..!!

Yoon Mi terjatuh tepat dihadapan Ryewook. Ryewook pun dengan sigap menahan badan Yoon Mi agar tidak jatuh. Mereka saling berpandangan

To Be Continued……………………………………………………………

ini part 3 nya readers. mian baru post soalnya sakit seminggu jadi, ga bs ngapa-ngapaen trmasuk ngetik ff. semg kalian suka alurnya walau sangat brantakan. hehehe

good readers, dont forget to coment.. ok?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s