That’s True Love ( Part 10 )

ttl10

Tittle              :  That’s True Love

Sub Tittle          : Nan Coahyo

Cast                    : Kim Ryewook Super Junior

                                Tiffany Hwang SNSD

Support Cast    :  EunHyuk, Hyoyeon

                                      Kyuhyun, SeoHyun

                                      Siwon, Yoona

                                     Leeteuk, Taeyon

                                    DongHae, Jessica, Others

Author            :  Shin Eun Hwa

Genre             :  Romance, Family, Friendship, Musical

Rating            :  =

Anyong hassimnika chingu dan readers.

Wew! Hari yang panas dan melelahkan tapi tak mengurungkan niatku untuk terus melanjutkan bait demi bait dari ff yang sudah aku publish disetiap part-nya ini. Hah, sekarang udah part 10 critanya msih blom bisa diending krena msih blum lengkap takutnya nnti malah readersnya pada bingung dengan alurnya.

Buat yang sllu stia bca my ff, gomawo tnpa kalian, ff ini psti akan trbengkalai dan tak sampai hingga part sekarang ini. Minta koment kalian lgi klu mau lanjut ke next part-nya. Smg cerita di part ini sesuai dengan harapan kalian…

Ok! Happy readings ^___^ .oOo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“jika kau ingin menunjukkan betapa sayangmu pada tuan Kim, bangkitlah dan berjuang. Berikan hasil terbaik dari kerja kerasmu untuk kau persembahkan padanya. Aku rasa, itu akan lebih baik daripada terus menangisinya. Menangisinya tidak akan membuatnya kembali. Kau… hanya membuang-buang waktumu. Aku pergi” kata Tiffany hendak pergi.

“jangan pergi. Jangan tinggalkan aku lagi” Ryewook menahan tangan Tiffany. Tiffany sangat terkejut dengan apa yang didengarnya.

“ne?” ia menoleh. “bisakah kau tetap disini? Temani aku hingga melepas semua rasa sedihku” pinta Ryewook dengan mata berkaca-kaca. Tiffany hanya mengangguk namun masih dalam keadaan terkejut

“gomawo… jongmal gomawo….” Ryewook langsung menarik Tiffany dalam dekapannya dan mulai menangis sekencang-kencangnya. Airmata Ryewook jatuh membasahi bahu Fany. Fany masih dalam posisinya ia akhirnya mengangkat tangannya dan menaruhnya dipundak Ryewook.

Ryewook dan Tiffany berpelukan dibawah sinar bulan yang menerangi mereka . suara ombak yang bergemuruh menemani kedua insane tersebut hanyut dalam indahnya suasana…

-Ryewook Pov-

Aku masih memeluk gadis yg kini ada didepanku sambil terus menangis mengingat semuanya. Semua kejadian yang belakangan ini kualami dan benar-benar membuatku down. Pertahanan yang selama ini kubangun, runtuh seketika mendengar semua perkataannya malam ini. Entah kenapa aku memintanya untuk tetap disini dan menemaniku di tambah lagi aku menangis dipelukannya. Arrgh… memalukan! Pikirku. Namun, aku tak tau lagi harus bagaimana aku benar-benar butuh seseorang untuk aku besandar sekarang dan hanya dia yang ada disampingku.

Setelah cukup lama kami berpelukan, ia lalu melepaskan pelukannya. Kini ada rasa canggung meliputi perasaanku dan kulihat sepertinya ia juga merasakan hal yang sama. Aku hanya terdiam dan tertunduk. Entahlah! Aku benar-benar malu padanya. Aku malu untuk menatapnya terlebih lagi berbicara padanya. Apalagi selama ini aku selalu bersikap dingin padanya dan sekarang malah ia yang menolong dan menemaniku.

“kita pulang sekarang” katanya kemudian berusaha mencairkan suasana. Aku hanya mengangguk menyetujui perkataannya sambil tersenyum kecil. Kami turun dan sampai didepan mobilnya.

“biar aku yang menyetir” tawarku sambil meminta kunci mobilnya.

“tidak usah biar aku saja. Kau istrahatlah!” tolaknya halus. “gwenchana, aku sudah tidak mabuk lagi jadi, kau tidak perlu khawatir. Aku janji tidak akan mengebut” rayuku. Iapun akhirnya tersenyum dan menyerahkan kunci mobilnya.

Sepanjang perjalanan kami hanya diam. Aku menyetir dengan sangat hati-hati. Kulihat ia melempar pandangannya keluar jendela menikmati setiap objek yang kami lewati dengan mata nya.

“kau… apa kau tidak dimarahi pulang selarut ini?” tanyaku memecahkan lamunannya. Ia menoleh. “anio. Aku sudah memberitahu Mis. Ryu” jawabnya. Aku mengangguk mengerti.

Kemudian kami terdiam dan hanyut dengan pikiran masing-masing. Lama… hingga kulihat ia sudah tertidur dengan bertumpu pada kursi tempat ia duduk. Aku hanya tersenyum kecil melihatnya. Kepalanya menggeleng sana sini mengikuti alunan mobil hingga saat kami melewati persimpangan, kepalanya terjatuh dan bertumpu dibahuku. Aku terkejut namun tak berani membangunkannya kali ini kubiarkan ia tertidur. Aku mengerti ia sangat lelah karena diriku.

-Ryewook Pov end-

*****

Begitu sampai dihalaman rumah Tiffany, Ryewook tidak berani membangunkan Fany. Ia malah hanya duduk dan menunggu hingga Tiffany tersadar. Untuk kedua kalinya Tiffany tertidur dihadapan Ryewook namja yang membuatnya tidak pernah bisa memahami seperti apa Ryewook itu. Ryewook menatap Tiffany yang masih tidur dengan pulasnya hingga ia menyandarkan kepalanya dikursi tempat ia duduk dan menutup matanya pelan.

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Tiffany sadar. Ia terkejut begitu sadar bahwa tadi ia tidur dibahu Ryewook. Ia lalu melepas sabuk pengamannya dan membuat Ryewook tersadar.

“kau sudah bangun?” tanya Ryewook. “Mm…” Tiffany mengangguk. “kenapa tidak membangunkanku? Kita sudah lama sampai ya?”

“anio. Baru saja aku ingin membangunkanmu tiba-tiba kepalaku sakit jadi, aku bersandar sebentar” bohong Ryewook

“benarkah?”

“ne” Ryewook turun dan mengembalikan kunci mobil Tiffany.

“lalu, kau mau pulang naik apa?” tanya Fany khawatir.

“aku bisa naik bis” balas Ryewook. “ini sudah larut malam mana ada bis jam segini? Kau pakai saja mobilku” Tiffany menyerahkan kembali kunci mobilnya ketangan Ryewook.

“tidak usah… aku bisa naik taksi jika bis sudah tidak ada”

“tidak. Pakai saja mobilku. Aku akan mengambilnya besok. Anyongi jumuseyo..” Tiffany berlari kearah pintu rumahnya kemudian masuk kedalam. Ryewook hanya menatapnya kemudian masuk kedalam mobil dan pulang kerumahnya.

******

Flower Boys sampai disekolah.

Kya… Oppa… kalian akan tampil hari ini kan? Kami akan selalu mendukungmu Oppa..

Kami akan memberikan dukungan penuh kami pada kalian. Kalian pasti bisa menang…

Kalian yang terbaik Oppa…

Suara teriakan dari beberapa Fans FB mulai menggema kembali menghiasi IRINE begitu ke-5 pemuda tampan itu menampakkan diri. FB hanya tersenyum menanggapi teriakan dari para fans. Tidak lama kemudian, sebuah sedan putih parkir tepat disamping mobil Leeteuk. Semua orang kini menoleh kearah mobil tersebut. Mobil yang belum pernah di bawa ke IRINE terlebih lagi ia memarkirkan mobilnya sejajar dengan mobil para member FB lainnya kontan saja ini memicu rasa penasaran semua orang yang melihatnya. Tidak lama kemudian, turunlah seorang namja dengan pakaian rapi sambil menenteng tasnya. Ia melempar senyum kearah semua orang yang melihatnya

Kya… Ryewook oppa,,, triak fans fanatik Ryewook. Ryewook hanya tersenyum seramah mungkin.

“ku pikir kau tidak akan datang hyung” kata Kyu

“ya… Wookie-ah itu mobil baru ya? Sepertinya merk terkenal dan itu buatan Amerika asli kan?” Eunhyuk langsung mendekati mobil yang dibawa Ryewook.

“benar sekali. Ini salah satu mobil termahal di Amerika. Ya, Wookie darimana kau mendapatkannya? Berapa kau membelinya? Kapan? Sepertinya aku belum pernah melihat mobil ini dirumahmu” Eunhyuk menyerang Ryewook dengan beberapa pertanyaan

“ini bukan mobilku”

“jongmal? Lalu mobil siapa?”

“aku meminjamnya” Eunhyuk terkejut mendengar jawaban Ryewook. Tidak masuk akal memang Ryewook mempunyai 2 buah mobil pribadi dan beberapa kendaraan lainnya tapi kenapa harus meminjam mobil? Eunhyuk menghampiri member FB lainnya

“jadi… apa kau sudah merasa baikan?” tanya Leeteuk begitu Ryewook mendekat kearahnya. “ne, hyung. Mianhe kemarin aku membuat kalian cemas. Kemarin aku hanya ketempat yang biasa aku dan kakek kunjungi”

“aku mengerti. Yang terpenting kau sudah masuk sekolah lagi. Ayo!” ajak Leeteuk kepada para Dongsaengnya.

@ruang Audisi

Siswsa (i) IRINE berdiri didepan ruangan tempat audisi dilangsungkan. Mereka semua sibuk mempersiapkan diri ada yang berlatih vokal, latihan dance, ada pula yang menyusun strategi agar mereka bisa tampil kompak didepan juri nanti. Taeyon cs duduk santai di ruang tunggu. Tiffany datang menghampiri mereka.

“anyonghasseo… semuanya…” sapa Fany ramah

“ne? Fany-ah..” Taeyon menyambut Fany dengan tersenyum. “kau mau ikut audisi juga? Tanya Taeyon kemudian. Fany menggeleng.

“waeyo?”

“aku tidak punya talent seperti kalian eonni. Aku kemari hanya ingin memberi kalian semangat. Aku yakin kalian pasti bisa menang di audisi ini” Tiffany tersenyum

“gomawo Fany-ah…” Taeyon langsung memeluk Tiffany sayang. Tiffany yang terkejut dengan perlakuan Taeyon tersebut akhirnya hanya membalas pelukan Taeyon.

Flower Boys sampai didepan ruang audisi dilaksanakan.

“kalian siap?” tanya Leeteuk. Taeyon melepas pelukannya dengan Tiffany.

“ne, tentu saja! Bagiamana dengan kalian?” tanya Taeyon balik

“sangat siap!” Flower Boys meninggalkan Taeyon cs. Semua siswa IRINE kini masuk kedalam ruangan yang sangat besar. Sementara yang lain tampil, peserta lain menyaksikannya dari bawah panggung

Audisi pun dimulai. 1 per 1 peserta dipanggil untuk menujukkan kemampuan mereka. Ada yang tampil solo, ada pula yang tampil per group. Giliran Flower Boys tampil. Semua penonton kini bertepuk tangan ria disertai dengan teriakan dan histeris dari para fans begitu ke-5 sosok pemuda itu menampakkan diri. Ryewook tidak ada. Semua yang meliha mereka terkejut

“kenapa Ryewook tidak ikut?” bisik Seohyun

“entahlah! Sepertinya ia tidak ikut bersama dengan Flower Boys” balas Jessica. Mereka melanjutkan menyaksikan penampilan FB

Mereka pun tampil membawakan lagu sorry-sorry disertai dengan gerkan dance yang energic dan juga performa yang bagus dari para personilnya. Setelah selesai tampil, Leeteuk mengambil microfon. Semua penonton memberikan tepuk tangan yang sangat meriah

“khamsahamnida..!!” Leeteuk menundukkan kepalanya. Kini keringat mulai menjelajahi wajah tampannya akibat habis melakukan gerakan dance tadi. Para member FB lainnya berdiri dibelakang Leeteuk

“aku tau kalian kaget dan juga bingung karena jumlah kami yang tidak lengkap. Tetapi jangan khawatir… Ryewook tetap ikut audisi hanya saja untuk kali ini dia ingin tampil solo” semua penonton kini bertepuk tangan.

Setelah Flower Boys, kini Ryewook yang naik diatas panggung. Kali ini dia tidak bernyanyi hanya menampilkan permainan pianonya yang sukses membuat semua penonton terenyuh. Dia benar-benar mahir memainkan tuts demi tuts piano itu hingga menimbulkan bunyi yang saling menyatu dan menghasilkan nada-nada yang indah.

Saatnya Taeyon cs tampil. Banyak juga yang bertepuk tangan hanya saja tidak sebanyak saat FB tampil. Mereka menampilkan lagu into the new world lengkap dengan dance yang energic dari para personilnya. Mereka benar-benar menikmati irama musik itu dan membiarkannya menyatu dengan diri mereka. Hyoyeon langsung mengambil posisi solo dance begitu intro ditengah-tengah lagu. Semua mata kini memandang kagum kearahnya. Formasi mereka benar-benar keren. Setelah Hyoyeon, muncul Yoona dan Seohyun yang langsung mengikuti gerakan Hyoyeon. Kemudian menyusul Taeyon yang langsung kembali pada lagu dengan suara indahnya. Tidak lupa Jessica menjadi backing vocal membantu Taeyon yang membuat penampilan mereka semakin sempurnah. Para penonton memberikan uploas yang sangat meriah diakhir penampilan Taeyon cs. Kini tidak hanya penonton yang bertepuk tangan tapi para member FB juga termasuk Leeteuk sangat kagum dengan penampilan Taeyon cs.

Baiklah, yang lolos keaudisi berikutnya, akan kami umumkan 2 hari lagi. Terimakasih… kata MC begitu semua peserta audisi sudah tampil

“eonni… kalian hebat. Daebak eonni” seru Tiffany begitu Taeyon cs menghampirinya.

“gomawo” kata Taeyon. Leeteuk hanya menatap kearah Taeyon kemudian pergi. Member FB pun mengikutinya dari belakang.

*******

Tiffany berjalan pelan dilorong IRINE. Ia terkejut begitu ada sesosok tangan kini menjulur tepat didepannya. Ia mengikuti alur tangan tersebut hingga sampai pada wajahnya

“ah, Ryewook ssi..” gumam Fany

“kunci mobilmu. Aku memarkirnya di parkiran Flower Boys. Kau bisa mengambilnya”

“ah, ne.. tapi.. kenapa buru-buru? Aku bisa mengambilnya kapan saja”

“tidak perlu. Aku akan pulang dengan Leeteuk hyung sebentar. Kau tidak bawa mobil kan?” Tanya Ryewook. Fany mengangguk. “maka dari itu ambillah…” Ryewook mengambil tangan Fany dan meletakkan kunci mobil tersebut ditelapak tangan Tiffany. Iapun berjalan meninggalkan Tiffany yang hanya memandangnya datar

“oh, ya? Gomawo untuk semalam” kata Ryewook berbalik dan menyunggingkan senyuman termanisnya. Tiffany hanya terpaku dengan kejadian ini.

“kau melamun?” tiba-tiba Donghae mengagetkannya dari belakang. “ah?” Fany menggeleng. Oh, ya tadi kau berbicara dengan siapa?” Donghae memperhatikan sekelilingnya

“ah? Anio. Aku tidak berbicara dengan siapapun”

“benarkah?”

“ne. Oppa… aku mau kekelas.”

“ne. aku juga” mereka berjalan menuju kekelas masing-masing.

*****

Pengumuman yang akan lolos pada audisi kedua telah keluar yang yang lolos termasuk dengan FB dan Taeyon cs. Audisi berikutnya akan diadakan 4 hari lagi jadi, bagi yang lolos harus benar-benar mempersiapkan diri mereka untuk audisi trakhir ini.

“eonni….” teriak Hyoyeon seraya berlari memeluk Taeyon begitu sosok mungil itu menampakkan diri. Taeyon yang baru saja datang tentu merasa bingung dengan kelakukan Hyoyeon yang biasa diam kini bersorak ramai bagaikan habis memenangkan lotre

“mwoya? (ada apa?)” tanya Taeyon. Hyoyeon langsung memberikan kertas yang tadi dipegangnya. Taeyon langsung menerima dan membaca kertas tersebut.. belum cukup beberapa detik, wajah Taeyon kini berbinar sama halnya dengan Hyoyeon dan dongsaengnya yg lain.

“kita lolos?” tanya Taeyon memastikan. Semua dongsaengnya mengangguk pertanda meng-iya-kan pertanyaannya.

“yeah…” seru Taeyon sembari memeluk pada dongsaengnya. Mereka tersenyum senang.

Tiffany sedang duduk ditaman tempat ia biasa menghabiskan waktunya. Ia sedang membaca novel kesukaannya sambil memasang headset ditelinganya. Hingga ponselnya berdering

“ne? Mom….” seru Fany sambil tersenyum senang begitu mendengar suara ibunya.

“kau sedang apa?” tanya Ny. Rose.

“aku masih disekolah. Eomma…. nomu bogoshipesseo…”rengek Tiffany manja

“ne chagi. Nado… nomu bogoshipesseo… bagaimana sekolahmu?”

“baik-baik saja. Oh, ya ibu disekolahku sekarang sedang mengadakan audisi”

“audisi? Untuk apa?”

“perayaan ulang tahun sekolah. Untuk meramaikannya nanti maka akan ada 1 group yang dipilih akan tampil diatas panggung nanti. Bagi mereka yang punya bakat bukankah ini kesempatan bagus? Sekaligus bisa mempromosikan diri siapatau akan ada produser yang akan merekrut mereka nanti. IRINE kan termasuk sekolah yang elit jadi pasti akan mengundang media dong untuk meliput acara perayaan nanti” cerita Fany panjang lebar

“Mm… benar juga. Jadi, kau ikut audisi?”

“anio. Aku tidak ikut”

“waeyo?”

“aku tidak punya bakat eomma. lagipula suaraku jelek”

“kau menyerah sebelum berperang. Coba saja dulu kalaupun kau gagal, itu bukan masalah kan? Eomma yakin kalau kau berlatih dengan baik kau pasti bisa. Ah,,, kau kan juga bisa main piano. Tunjukkan saja kemampuanmu itu diaudisi nanti”

“ah, sudahlah eomma. audisi pertama sudah berakhir dan yang akan mengikuti audisi kedua hanya mereka yang lolos pada audisi pertama”

“benarkah?”

“ne. Ah, eomma… bagaimana kabarmu? Neol gwenchana?”

“ne chagi. Naneun gwenchana. Bagaimana denganmu? Apa kau sudah punya banyak teman?”

“lumayan eomma. 3 bulan adalah waktu yang cukup untuk mendapatkan banyak teman kan?”

“ne chagiya. Ah, nanti eomma hubungi lagi ya? Kau sekolah yang baik. Jika ada apa-apa telepon ibu. Understand?”

“yes mom. I am understand”

“see you hanny. I love u..”

“see you mom, I love u too…” Tiffany mematikan ponselnya.

“habis menelepon siapa? Sepertinya kau sangat bahagia setelah berbicara dengannya”

“omo…” Tiffany memegang dadanya nampak terkejut. “Oppa.. kau hobi sekali membuatku terkejut” rengek Fany. Donghae hanya tersenyum melihat tingkah yeoja disampingnya itu. Ia pun duduk disamping Tiffany

“apa… namja chingumu?” Donghae menatap Tiffany

“mwo? Aish… Oppa,,, aku tidak punya namja chingu. Tadi ibuku yang menelpon..”

“oh, arasseo.. Mm.. hari minggu nanti apa kau ada kegiatan?”

“sepertinya tidak. Aku dirumah saja”

“aku tau… mana mungkin kau punya kegiatan. Kau kan belum punya banyak teman disini” ejek Donghae

“yak.. Oppa,,,” Tiffany mengeryutkan bibirnya kesal. Donghae hanya tertawa kecil melihatnya.

“aku ingin mengajakmu kesuatu tempat. Kau mau?” tanya Donghae lagi

“kemana?” tanya Tiffany. Kini ia mengalihkan pandangannya dari arah buku yang ia baca kewajah Donghae

“aku tidak akan memberitahumu. Kalau kau ingin tau, kau ikut saja nanti, hm?”

“sh… Oppa… kau membuatku penasaran”

“baguslah!”

“mwo?”

“membuatmu penasaran itu bagus berarti kau akan memikirkannya terus setiap malam”

“yak… Oppa,,, aku tidak akan penasaran. Paling juga kau ingin mengajakku makan iya kan?”

“hah, darimana kau tau?” Donghae menatap Tiffany

“setiap kali mengajakku dengan cara-cara yang aneh, kau pasti ingin mengajakku makan. Iya kan? Hehehe aku sudah bisa menebaknya”

“ne. Kau benar” Donghae mengangguk. “kita akan makan nanti. Makan angin…” Donghae langsung berdiri meninggalkan Tiffany yg kesal dengan sikapnya. Bagaimana tidak, Donghae mengatakan “makan angin” tepat ditelinga Tiffany. Fany hanya menggerutu kesal melihat tingkah Donghae tersebut.

“yak… Oppa,,, sudah kubilang jangan berteriak ditelingaku” teriak Tiffany. Donghae hanya membalikkan badannya dan tersenyum kearah Tiffany. Hal yang selalu membuat sekujur tubuh Fany lemas dan tak berdaya. Senyuman itu… bagaikan racun yang siap memakan sel-sel darahnya secara perlahan dan membuatnya mati dengan rileks tanpa perlawanan.

******

-Eunhyuk Pov-

Aku terdiam sendiri di dhorm FB. Member FB lainnya entah kemana sepertinya mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

“jadi kau yang bernama Eunhyuk?”  

“aku yang harusnya Tanya. Untuk apa kau kembali kesini hah? Kau sudah meninggalkannya jadi, kau tidak punya hak untuk kembali lagi”

 “mwo? Kau Tanya apa salahmu? Ternyata benar kau sudah berubah. Benar kata Hyoyeon sekarang kau menjadi pemuda yang sangat sombong”

“mwo? Tidak mengenalmu? Hyoyeon menjelek-jelekkanmu? Kalian berdua bermusuhan? Dasar kau… bagaimana bisa kau berbuat seperti ini”  

“sudahlah songsaenim. Tidak ada gunanya melampiaskan amarahmu padanya dia juga sudah lupa. Ayo masuk” ajak Hyoyeon pada pria yang ia panggil guru itu.

Aku menggaruk kepalaku mencoba mengingat semuanya. Aish,,, Hyoyeon benar-benar mengucapkan kata-kata yang penuh dengan teka teki. Apa maksudnya aku melupakannya? Dunia itu? Songsaenim? Aish… karena kesal aku langsung keluar dan mencari Hyoyeon. Dia benar-benar harus menjelaskan semua ini

Aku melewati ruang studio tempat mereka biasa berlatih namun disana tak kutemukan sosok yang kucari. Aku lalu mencari kesegala penjuru IRINE namun aku tidak juga menemukannya. Heuh, kemana dia? Kulanjutkan pencarian kebagian kelasnya begitu aku hendak masuk, aku berpapasan dengan Taeyon noona yang sepertinya hendak pulang.

“ah, noona…” sapaku sambil tersenyum manis. Taeyon noona hanya melihatku dengan tatapan datar.

“noona.. aku mencari Hyoyeon apa kau melihatnya?”

“untuk apa kau mencarinya? Kau mau cari masalah lagi” Taeyon eonni memperlihatkan tinjunya.

“aish… bukan noona. Mana berani aku mencari masalah dengannya? Melihatnya saja aku sudah takut dia bahkan lebih menakutkan daripada harimau” jawabku ketus.

“ne kau benar juga. Mwo? Harimau katamu? Kau berani mengatai dongsaengku seperti itu?” Taeyoon makin mendekat kearahku dengan kepalan tangannya yang siap menghajarku

“aish.. Noona kau salah paham. Ada masalah penting dengannya yg harus kubicarakan dengannya” aku memasang tampang aegyo-ku. Taeyon noona menurunkan kepalan tangannya

“dia sudah pergi” lanjutnya kemudian

“kemana?”

“ke alam baka” aku terkejut mendengar jawaban noona.

“dia baru saja pergi kerumah gurunya” lanjut Taeyon noona lagi

“gurunya? Nugu?” tanyaku penasaran. “Byong Ju songsaenim”

“mwo? Byong Ju?” sepertinya nama ini tidak asing ditelingaku.“ne”

“noona di IRINE tidak ada guru dengan nama itu. Kau bercanda ya?” aku tertawa kecil menggoda Taeyon noona.

“gureojo! (tentu saja). Dia bukan kerumah salah satu guru di IRINE. Dia kerumah guru SD-nya”

“jinja?” Taeyon noona mengangguk. “aish, kau banyak menyita waktuku. kalau kau tidak percaya, ya sudah. Aku pulang”

“ne noona. Gomawo”

*****

Byoong ju? Guru SD? Changkkaman..!!!

Eunhyuk kecil sedang menari lepas disebuah ruangan disekolahnya. Saat itu ia sedang dihukum oleh gurunya karena terlambat datang kesekolah. Ia disuruh membersihkan gudang. Karena pekerjaan tersebut membuatnya lelah, ia akhirnya berhenti sejenak untuk melepas lelah. Tidak lama kemudian, ia dengar ada suara musik dari ruangan sebelah. Musik yang ngebit dan sangat asik. Eunhyuk langsung mengikuti alunan musik tersebut dan meliukkan badannya.

“Hey.. Lee Hyuk Jae,, apa yang kau lakukan? Selesaikan tugasmu” bentak Lee Byoong Ju (gurunya)

“ne, songsaenim. Mianhe” eunhyuk menundukkan kepalanya

“kau bisa menari?” tanya guru Lee kemudian

“ah, tadi itu aku hanya melepaskan lelahku sejenak. Entahlah, musik yang berbunyi membuat tubuhku tidak bisa diam dan bergerak mengikuti iramanya” jelas Eunhyuk

“kau punya bakat. Sebentar pulang sekolah, temui aku di ruanganku” Lee songsaenim meninggalkan Eunhyuk.

@ruangan Lee songsaenim

 “apa itu tarian menurutmu?”

“ne? Ah.. bagiku tarian seperti bumbu pada masakan yang membuatnya terasa nikmat. Tarian membuat hidupku lebih menarik untuk terus kujalani”

“apa kau pernah belajar menari?”

“anio. Aku hanya mengikuti setiap gerakan tari yang kulihat di tv atau di video.

“baiklah, mulai sekarang aku akan mengajarimu menari”

“ne? Songsaenim bukannya mengajar pelajaran…”

“ne. Tapi aku juga sangat menyukai menari sama sepertimu. Tarian seperti pelengkap hidupku selama ini. Kau mau menjadi muridku?”

“Jongmal…??? ah, khamsahamnida songsaenim”

Suatu hari saat Eunhyuk hendak masuk keruang latihan, tiba-tiba ia melihat seorang gadis kecil sedang menari dengan energic-nya. Eunhyuk terpana dengan kemampuan gadis tersebut. Gadis itu menoleh begitu sosok Eunhyuk mendekat kearahnya

“ah, Eunhyuk ah, kenalkan ini adalah salah satu muridku. Dia juga sangat menyukai menari sama sepertimu”

Saat itu Hyoyeon tidak menyebutkan nama aslinya. Orang-orang hanya memanggilnya dengan sebutan “Dancer Kim” yang berarti penari Kim begitu pula dengan Eunhyuk. Hingga saat Eunhyuk hijra ke Seoul karena pekerjaan ayahnya dipindahkan kekota tersebut yang membuat mereka terpisah. Lama hingga ayah Eunhyuk bisa membangun sebuah usahanya sendiri yang membuatnya sukses sekarang. Hidup Eunhyuk pun berubah dari yang semula hanya masyarakat biasa menjadi salah satu orang terpandang di SEOUL karena kesuksesan bisnis ayahnya tersebut.

“Gureom… Byong Ju adalah…” aku langsung berlari menuju ke mobilku untuk menuju tempat yang tempo hari kudatangi. Ketika sampai disana, kulihat guru Lee sedang duduk diteras rumahnya sambil menikmati secangkir teh.

“songsaenim…hah hah” kataku sambil terengah-engah

“ada apa lagi kau kemari huh? Mau cari gara-gara lagi huh? ” kulihat matanya melotot seperti siap menghajarku

“anio..” aku masih berusaha mengatur nafasku. “Songsaenim… mulai sekarang aku akan kembali kedunia yang dulu pernah kutinggalkan”

“mwo? Mwusun suriya (apa maksudmu?)”

“mianhata. Kemarin aku tidak mengenalimu” Lee songsaenim tersenyum kearahku.

Aku pun masuk kedalam ruangan tempat Hyoyeon berlatih. Aku langsung memberikan tepuk tanganku padanya begitu ia selesai berlatih. Ia hanya tersenyum miris melihat kehadiranku.

“kau sampai disini? Bagaimana caramu melewatinya? Atau mungkin kau tidak lewat pintu tetapi lewat jendela” tanyanya seolah mengejek

“aku lewat pintu mana mungkin lewat jendela? Jelas-jelas disini tidak ada jendela”

“lalu?” ia meneguk minumannya. “aku berhasil melewatinya (guru Lee)”

“benarkah?”

“ne” iapun kemudian mengambil tasnya hendak pergi.

“kau mau pergi?” tanyaku menghentikan langkahnya.

“aku sudah selesai latihan”

“Dancer Kim… mau kah kau menari bersamaku?” pertanyaanku sukses membuatnya berhenti dan menatap kearahku.

“masih ingat aku dancer Kim? Lee Hyuk Jae.. ah, maksudku Lee Eun.. (panggilan yg Hyo gunakan saat kecil buat Eunhyuk)”

Ia tersenyum lalu menuju kearahku dan memelukku. Akupun membalas pelukannya. Masa ini.. masa yang paling kunantikan dahulu. Ingin bertemu dengannya lagi dikemudian hari saat aku sudah dewasa dan hari itu, adalah hari ini. Kulihat guru Lee memperhatikan kami dari luar sambil tersenyum kecil.

-Eunhyuk Pov end-

*****

Donghae mengendarai mobil Ferrai-nya pelan. Disebelahnya kini telah duduk seorang gadis cantik dengan rapi. Ya! Hari ini tepatnya hari minggu Donghae mengajak Tiffany untuk menemaninya entah kemana. Tiffany hanya mengikuti Donghae saja kemana ia akan membawanya.

“jadi kesini?” tanya Tiffany ketika mereka sampai di sebuah perumahan kecil yang terletak diatas pengunungan kecil. Hawa sejuk langsung menyapa tubuh Fany beigtu ia keluar dari mobil. Pemandangan yang indah yang memang sangat di idam-idamkan bagi setiap orang yang butuh ketenangan.

“ne. Ottohke, kau suka?” tanya Donghae

“ne. Disini sangat asri dan sejuk. Semua orang pasti menyukainya” Tiffany membuang pandangannya jauh menelusuri setiap teluk dari alam yang kini terhampar luas dihadapannya

“belum pernah ada orang yang kuajak kesini”

“benarkah? Jadi aku yang pertama?” tanya Fany

“ne. Kau yang pertama dan mungkin akan jadi satu-satunya”

“ne? Ah, Oppa kau bisa saja. Oh ya ngomong-ngomong kau tau darimana tempat ini? Apa Oppa sering kesini?”

“tidak juga! Hanya jika aku butuh ketenangan”

“ne. Disini sangat sejuk dan sangat tepat bagi orang yang butuh ketenangan” jawab Fany pelan.

“Fany-ah…” Donghae memandang Tiffany. “ne?” Tiffany menoleh. Donghae tidak langsung menjawab ia hanya terdiam memandang manik mata Fany yang menurutnya sangat sejuk itu. Fany juga hanya balas memandangnya.

“aku… aku menyukai seseorang” Donghae mengalihkan pandangannya. Tiffany terkejut mendengarnya. Ada rasa senang mendengar kabar bahagia ini namun juga ada gejola berkecamuk dihatinya. Donghae menyukai seseorang itu berarti ia harus mengubur dalam-dalam harapannya pada pria tersebut untuk tetap berada disisinya. Lebih tepatnya menjadi kekasihnya

“jinja? Wah.. Oppa,,, siapa gadis itu? Ah, dia pasti sangat beruntung kau menyukainya” Tiffany mencoba bersikap bijak

“ne. Tapi aku ragu apakah dia benar-benar beruntung jika aku menyukainya”

“tentu saja. Ada banyak gadis yang ingin sekali menjadi kekasihmu dan orang yang kau sukai itu berarti termasuk salah satu orang yang beruntung. Apalagi Oppa orang yang tampan, kaya, baik, apalagi yang kurang darimu?”

“apa mungkin dia meyukaiku juga?”

“hey, kenapa tanya padaku? Tanyakan saja langsung padanya. Aku yakin dia pasti menyukaimu juga” Tiffany berusaha menjadi sosok sahabat yang baik

“baiklah” Donghae terdiam sejenak kemudian memegang kedua bahu Tiffany dan membuatnya berada tepat dihadapannya. “kau… bagaimana denganmu? apa kau menyukaiku?”

“ne?” Tiffany terkejut

“orang itu… orang yang kusukai… adalah kau,,,”

“aku menyukaimu Fany-ah. Nomu Coahyo…”

To Be Continued…………………………………………………….

Yeah… dipart ini q buat donghae nyatain rasa sukanya ma Fany.. jawabannya… klu mau tau jawabannya, koment di part ini biar ku lanjutin part brikutnya. disitu bakal ada jawban.

oh, ya smg kalian suka ma alur critanya. don’t forget to coment chingu dan readers. gomawo…^_^

2 pemikiran pada “That’s True Love ( Part 10 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s