That’s True Love ( Part 8 )

ryefany8

Tittle              :  That’s True Love

Cast                    : Kim Ryewook Super Junior

                                Tiffany Hwang SNSD

Support Cast    :  EunHyuk, Hyoyeon

                                      Kyuhyun, SeoHyun

                                      Siwon, Yoona

                                     Leeteuk, Taeyon

                                    DongHae, Jessica, Others

Author            :  Shin Eun Hwa

Genre             :  Romance, Family, Friendship, Musical

Rating            :  =

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Anyong hassimnika….

Wew, hari ini cuaca cerah ya? *apa hubungannya??

Ok! Now I take the continues of “That’s True Love”. Gak terasa yah sekarang udah sampe part 8. Sejauh ini Alhamdulillah berjalan lancar dalam menyusun dan mengetik ceritanya. Ini semua berkat support dan kesetiaan para readers menantikan setiap partnya.

Seperti janji author dipart kmaren, part ini agak banyak moment RYEFANY dan endingnya sad. Smg kalian dapat feelnya ya?

Ok, daripada lama-lama, mending langsung aja. Ini dia…

Happy readings ^___^ .oOo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ryewook melanjutkan mengendarai mobilnya sambil sesekali menatap Tiffany yang duduk dibelakang. Tiffany menyandarkan dirinya dikursi mobil. Ia terlihat lelah… maklumlah! Seumur hidup ia belum pernah melakukan pekerjaan seperti hari ini namun, ia senang karena akhirnya bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain terutama para pelayannya. perlahan matanya mulai tertutup dan terbawa kealam mimpi.

Ryewook menghentikan mobilnya tepat dihalaman rumah Tiffany. Ia hendak turun dan melihat Tiffany dalam keadaan tertidur. Argh.. gadis ini menyusahkan orang sekali gumam Ryewook. Lama ia berpikir hingga ia tak punya pilihan lain lagi. Akhirnya, walau dengan berat hati Ryewook terpaksa mengeluarkan tubuh mungil Tiffany dari dalam mobilnya dan menggendongnya masuk kedalam. Ryewook menatap wajah Tiffany yang masih terlelap walau sudah dalam dekapannya. Wajahnya…. Teduh sekali…

Tiffany masih tertidur dalam dekapan Ryewook. Begitu Ryewook sudah sampai didepan rumah Fany, tiba-tiba saja Tiffany tersadar dan langsung terkejut begitu sadar ia sudah dalam gendongan Ryewook

“hah? Yak.. apa yang kau lakukan? Turunkan aku!” teriak Fany yang langsung membuat Ryewook terkejut. Ryewook pun menurunkan Tiffany dilantai

“kau…” Tiffany menunjuk Ryewook masih dengan wajah kesal. “hey,,, jangan menunjukku seperti itu” Ryewook menghempaskan tangan Tiffany.

“kau tertidur dimobilku jadi… aku terpaksa menggendongmu”

“kau… mau mencari kesempatan dariku kan?” teriak Fany lagi

“hey… untuk apa aku mencari kesempatan darimu. Kalau aku tidak menggendongmu, apa kau mau tidur dimobilku semalaman hah?” Ryewook kembali kesal pada Fany

Tiffany menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Betul juga pikir fany

“tapi… kenapa kau tidak bangunkan aku? Aku bisa kan turun dan jalan sendiri sampai didalam rumah?”

“aku sudah membangunkanmu berkali-kali tapi kau tidak bangun. Kau tidur pulas sekali bahkan lebih pulas daripada ular”

“mwo? Ular? Kau…..” Fany kesal setengah mati

“Aku sudah mengantarmu selamat sampai rumah jadi, tugasku selesai. Aku pulang” Ryewook meninggalkan Tiffany yang menatapnya kesal. Tiffany pun masuk kerumahnya

Ryewook menutup pelan pintu kamarnya (ini maksudnya setelah ngantar Fany Ryewook plg kerumahnya dan langsung kekamar). Ia langsung menghempaskan badannya dikamar empuknya. Matanya menerawang menatap langit-langit kamarnya tiba-tiba ia teringat dengan wajah teduh Tiffany yang sedang tertidur didekapannya. Ia pun tersenyum kecil

****

Pertemuan kedua Taeyon cs

“Seo… ottoe? (bagaimana?) apa kau sudah bisa?” Tanya Taeyon. Mereka berlima berkumpul dikelasnya

“Ne. aku sudah lumayan mengerti” balas Seo.

“benarkah? Baiklah kalau begitu jelaskan pada kami” pinta Taeyon. Seohyun pun langsung berdiri dan mulai menjelaskan pada eonni-eonni nya tentang tugas yang ia kerjakan. Semua eonninya mengangguk mengerti

“hebat! Secepat itu kau bisa?” Tanya Taeyon.

“ah… ini karena….. karena……. Yoona eonni yang membantuku” kata Seo ragu

“aku? Aku tidak membantu apapun. Bukannya kau mengerjakan semuanya sendiri? Aku hanya sekali menemanimu belajar itupun tidak lama” balas Yoona

Semua mata kini memandang kearah Yoona. “ah, maksudku… Yoona dan eonni semua yang memberiku semangat hingga aku bisa” jelas Seo lagi. Kini wajahnya sudah mulai memerah.

“jadi… apa kita masih akan menggelar pertemuan ketiga? Semuanya kan sudah beres” kata Jessica

“benar eonni. Kita harus segera melapor ke BoA songsaenim agar kita diizinkan ikut kelas seni. Aku bisa mati kalau harus dikeluarkan dari kelas itu” keluh Hyoyeon

“baiklah aku akan menghadap pada BoA songsaenim hari ini juga” kata Taeyon yang sukses membuat wajah para dongsaengnya bersinar karena senang.

Yoona, Hyoyeon, Jessica, dan Seohyun berdiri didepan ruang BoA songsaenim. Mereka menatap ragu kedalam menantikan kehadiran Taeyon yang akan menentukan nasib mereka dikelas seni. Tidak lama kemudian, Taeyon keluar dengan wajah yang datar tanpa expresi.

“eonni ottoehke? Apa kita bisa masuk kekelas seni lagi?” Jessica langsung mengambil posisi pertama untuk bertanya pada Taeyon. Taeyon masih diam

“eonni… jelaskan pada kami!” rengek Seohyun. Hyoyeon menatap wajah Taeyon yang seolah menggambarkan gurat ketidak berhasilan. Ia langsung meninggalkan ke-4 sahabatnya itu

“kita berhasil………” teriak Taeyon akhirnya. Dan spontan semua dongsaengnya langsung tersenyum senang. Hyoyoen langsung menghentikan langkahnya dan berlari memeluk Taeyon.

“gomawo eonni… jongmal gomawo” bisik Hyoyeon. Jessica dan yang lainnya pun ikut memeluk Taeyon dari belakang. Mereka semua tampak bahagia. Tidak lama kebahagiaan mereka berlangsung karena Flower Boys datang menghampiri mereka

“baru masuk kelas seni saja sudah senang” kata Leeteuk dan membuat Taeyon cs menghentikan kegiatan saling memeluk mereka

“sh… ada apa lagi? Kalian mau mencari masalah lagi? Belum cukupkah yang kemarin-kemarin? Kalian selalu merusak suasana bahagia orang lain” cibir Jessica

“mwo? Perusak kebahagiaan? Kau pikir kau tidak hah? Kau bahkan selalu merusak kebahagiaan orang lain” kali ini Donghae yang membalas Jessica

“tapi.. itu,,, aku tidak sengaja”

“sh,, tidak sengaja? Setiap aku merasakan hari yang senang kau selalu muncul dan membawa masalah apa itu bisa tidak dikatakan tidak sengaja?”

“hey… lagipula siapa yang menyuruhmu membantuku? Aku tidak pernah memintamu melakukannya” balas Jessica lagi. Taeyon cs dan member Flower Boys lainnya hanya menatap bingung kearah dua makhluk yang masih saling beradu argument itu.

“sh… gadis cengeng dan manja sepertimu kalau tidak dibantu kau memangnya bisa apa? Paling menangis. Iya kan?”

“yak….” Jessica mengepalkan tangannya kesal

“sudahlah! Buang2 waktu berdebat dengan mereka. Kita pergi saja dari sini. Masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan diluar sana” Taeyon menarik tangan Jessica dan yang lainnya pun ikut dibelakang Taeyon

“audisi untuk mengisi acara ulang tahun IRINE tidak lama lagi. Bersiaplah! Karena hanya satu group yang akan bisa naik diatas panggung. Semua siswa disini berharap merekalah yang terpilih maka dari itu, aku harap kalian juga berusaha keras” kata Leeteuk yang langsung menghentikan langkah Taeyon CS

“kau… seyakin itukah kau pada diri dan groupmu?” Taeyon menatap Leeteuk angkuh

“Mulon. Kau lupa kalau audisi pertama ditentukan oleh seberapa banyak orang yang menyukainya? Tak perlu ku jelaskan lagi ada berapa banyak kan fans Flower Boys disini?”

“Ne ara. Tapi aku tidak takut. boleh aku memberimu usul?”

“tentu saja!”

“buktikan kalau kalian memang punya talenta yang pantas untuk dibanggakan. Buktikan kalau kalian memang pantas berada diatas panggung” Taeyon cs langsung meninggalkan Flower Boys

“argh…” Leeteuk mengenggam tangannya geram. “dia pikir kita tidak punya talenta hah?” kata Leeteuk kesal

“sudahlah hyung lupakan! Kita harus buktikan pada mereka kalau kita memang pantas berada diatas panggung” kata Siwon menenangkan. Mereka pun pergi meninggalkan ruangan BoA songsaenim.

******

Tiffany berjalan pelan menuju kelasnya. Ryewook baru keluar dari markas dan juga berjalan santai. Mereka sama berjalan berlawanan arah. Tiffany sedang sibuk membaca buku cara merangkai bunga dengan baik sementara Ryewook sedang sibuk dengan ponsenya menelepon para hyungnya. Mereka berjalan sambil sibuk dengan kegiatan masing-masing

BUK…

RyeFany bertabrakan. Ponsel Ryewook jatuh berhamburan. Tiffany langsung mengambil bukunya dan membereskan ponsel Ryewook. Ia belum mengetahui siapa orang yang didepannya. Ryewook hanya memperhatikan Tiffany sibuk membereskan barang2 mereka yang jatuh

“Mian……..” Tiffany terkejut begitu melihat orang yang didepannya adalah Ryewook

“kau…. Sh,,” gerutu Fany kesal. “waeyo?” Tanya Ryewook

“ani” Tiffany langsung pergi hendak meninggalkan Ryewook

“sejak kapan….?” Tiffany berhenti. “sejak kapan kau bekerja pada kakekku?” Ryewook masih dalam posisinya

“ah..? aku tidak bekerja padanya. Aku hanya membantunya saja. Waeyo? Apa ada masalah?” Tanya Fany balik

“sudahlah lupakan!” Ryewook berjalan menuju kearah Tiffany. Tiffany hanya memandangnya bingung. Makin lama Ryewook makin dekat dirinya tapi bukannya berhenti Ryewook malah semakin mendekat. Ia tatap wajah bingung Tiffany dengan tatapan teduhnya yang tajam hingga gadis itu terpaku ditempatnya. Tiffany memandang lekat wajah Ryewook yang sangat dekat dengan wajahnya itu tanpa berkedip.

“Ponselku” Ryewook langsung mengambil ponselnya dari tangan Tiffany kemudian berlalu pergi. Tiffany menggerutu kesal karena tingkah Ryewook. Aish,,, dia… apa dia mau mengujiku dengan tatapan dinginnya itu? Sh,,, tatapan yang mengerikan… gerutu Tiffany kemudian menuju kekelasnya

******

-Ryewook Pov-

Aku membuka pintu markas dan disana kulihat member Flower Boys lainnya sedang berkumpul

“ada apa?” tanyaku seraya menghampiri mereka

“kau dari mana saja?” Tanya Eunhyuk padaku. “aku.. aku tadi keluar mencari kalian ternyata kalian disini? Mwonte? (ada apa?)”

“kau sudah melewatkan 1 kejadian seru” balas Kyu. “kejadian apa?”

“apalagi…” Eunhyuk langsung memandang kearah Leeteuk. Aku mengikuti pandangannya dan tampaklah wajah Leeteuk hyung yang sedang tidak pada biasanya. Aku mengedipkan mataku pada eunhyuk seolah bertanya ada apa dengan Leeteuk hyung? Eunhyuk hanya megangkat kedua bahunya seakan menjawab tidak tau

“ayo latihan” kata Leeteuk Hyung seraya bangkit dari tempat duduknya. Dia lalu memplay music dan mulai latihan dance sendiri. Kami semua hanya memandang bingung kearahnya.

-Ryewook Pov end-

******

“Eonni… aku sudah dapat 1 gerakan lagi  yang akan menambah gerakan kita sebelumnya” kata Hyoyeon pada Taeyon dan lainnya.

“benarkah?” Tanya Jessica dan yang lainnya serempak. “Mm…” Hyoyeon langsung berdiri dan memperagakan gerakan yang ia maksud. “Wah,,, bagus saeng” puji Taeyon.

“ne.. bagus sekali” kata Yoona lagi yang juga sangat mahir dalam hal dance. “kita tambahkan saja gerakan itu di dalam koreo kita. Pasti akan sangat menarik” kata Seohyun.

“ne. ayo latihan” kata Taeyon. Mereka pun latihan seperti biasanya hanya saja kali ini gerakannya mereka tambahkan sesuai dengan yang Hyoyeon sudah ajarkan.

Setelah selesai latihan, Taeyon cs kembali ke kelas mereka. Mereka melewati papan madding yang sangat ramai dikerumuni oleh siswa (i) IRINE.

Wah… 2 minggu lagi. Kita harus bersiap-siap

Ne, aku juga ingin ikut

Ya! Aku rasa aku punya bakat untuk bisa tampil diatas panggung

Beberapa siswa (i) asik bercakap-cakap. Taeyon cs langsung menuju madding dan membaca sebuah pengumuman disana.

Pengumuman…

Disampaikan kepada seluruh siswa IRINE, audisi untuk tampil dipanggung pada perayaan ulang tahun IRINE akan digelar 2 minggu lagi. Bagi para siswa (i) yang ingin ikut silahkan, audisinya kami buka untuk semua siswa (i) IRINE. Silahkan tunjukan bakat dan kemampuan yang kalian miliki untuk tampil diatas panggung. Terima kasih…!!!

Begitulah pengumuman yang tertempel dimadding.

“wah.. eonni,,, 2 minggu lagi audisinya dimulai. Ah,,, akhirnya kita punya kesempatan untuk menunjukkan bakat yang kita miliki” kata Seohyun sambil tersenyum

“Mm… kita harus latihan yang keras. Aku yakin kita pasti bisa. Ayo” kata Taeyon dan merekapun menuju kekelas mereka.

*****

Tiffany sampai ditoko bunga tn. Kim. Seperti biasa, ia langsung menyapa tn Kim dengan senyuman khasnya.

“kau datang lagi?” kata tn. Kim. “Ne. aku bosan dirumah” kata Tiffany.

“sini, biar ku bantu” Tiffany langsung mengambil karangan bunga dari tangan tn Kim dan meletakkannya diatas meja.

Ohok… ohok… tn. Kim terbatuk.

“tuan… apa tuan sakit?” Tanya Tiffany. “ah,,, tidak. Gwenchana… aku tidak apa-apa”

Ohok… ohok.. Tn Kim batuk kembali

“Tuan… aku antar kerumah sakit ya?” tawar Fany lagi

“ah, tidak perlu sudah lama aku sering batuk seperti ini. Dan hanya butuh istrahat maka itu akan reda” jelas Tn Kim.

Ohok… ohok… ohok… kali ini batuk Tn Kim makin keras. Tiffany ketakutan tak tau apa yang harus dia lakukan. Tn. Kim masih batuk dengan keras dan tak butuh 5 menit ia sudah tersungkur lemas dilantai. Fany mencoba menahan tubuhnya namun ia tak cukup kuat untuk itu.

“tuan… tuan kau kenapa? Tuan… ayo bangunlah!” kata Tiffany ketakutan sambil mengguncang-guncangkan tubuh tuan Kim namun tn kim tampak sudah pingsan.

Dengan tangan gemetar Fany mengambil ponsel tuan kim dan memencet sebuah nomor.

-Ryewook Pov-

Aku dan member Flower Boys sedang berkumpul dirumah Leeteuk hyung. Mereka tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kyuhyun & Donghae duduk didepan TV sambil memegang stick PSP-nya, Siwon sedang membaca alkitab sambil sesekali menyebut nama tuhannya dan Eunhyuk sibuk mendengarkan musik2 rap yang play diheadsetnya sedangkan aku hanya duduk disofa memperhatikan kegiatan mereka.

“Hey… kalian ini bermain ribut sekali. Apa tidak bisa jika tangan saja yang bermain tidak usah teriak-teriak” Keluh Siwon yang merasa terganggu dengan teriakan dari Kyuhyun dan Donghae. Aku hanya melihat tingkah mereka sambil tersenyum

“Hey, Hyung kau baca saja kitab mu tidak usah pedulikan kami” celutuk kyu disela-sela mainnya. Siwon hanya menggerutu kesal dengan sikap dua dongsaengnya itu

Leeteuk hyung datang sambil membawa beberapa gelas minuman. “sudahlah, kalian minum dulu” Leeteuk meletakkan gelas minuman-minuman tersebut diatas meja.

“sejak kapan kau menggantikan posisi pelayanmu?” kata ku sambil mengambil segelas minuman

“dia sedang sibuk jadi, aku gantikan dia. Lagipula ini pekerjaan ringan” balas Leeteuk hyung. Aku mengangguk

Ya… Hey… Buk… donghae berteriak kemudian membanting stick PSP-nya dengan kesal.

Yeah.. Kyuhyun berteriak senang.

“sudah kuduga! Kau pasti kalah dengannya” kataku pada Donghae hyung

“Hey, kau ini. Sebenarnya aku bisa mengalahkannya hanya saja… aku kalah cepat dengannya” bantah Donghae

“tetap saja kau kalah denganku hyung” kata Kyuhyun kemudian mengambil posisi duduk disofa dekat ku. Kami kini mulai menikmati minuman masing-masing. Tidak lama kemudian Ponselku berbunyi. Aku langsung mengangkatnya

-Ryewook Pov end-

*****

Ryewook masih duduk dan bercanda bersama member FB lainnya hingga ponselnya berbunyi pertanda ada panggilan masuk.

“Ne, haeraboji (kakek)” kata Ryewook sambil tersenyum. 5 detik kemudian senyuman diwajahnya spontan menghilang berubah menjadi suram. Gurat kekhawatiran Nampak menghiasi wajahnya saat ini

“Ne” Ryewook mematikan teleponnya. Semua member Flower Boys memandang bingung kearahnya seolah bertanya _ada apa_

“hyung… aku pergi” Ryewook bergegas bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan member Flower Boys lainnya.

“dia kenapa? Seperti dikejar hantu” tukas Kyu. Leeteuk langsung mendaratkan sebuah pukulan kecil dikepala magnae dongsaengnya itu

“ya… hyung,,, appo..” rengek Kyu. “dia tidak mungkin pergi tanpa alasan. Ayo susul” ajak Leeteuk kepada para dongsaengnya.

****

Ryewook berlari kecil menyusuri lorong-lorong rumah sakit yang terbilang cukup besar ini. Cukup lama hingga ia sampai disebuah ruangan. Begitu sampai, ia terdiam di depan pintu untuk beberapa saat akhirnya walau dengan tangan gemetar, ia memberanikan diri membuka pintunya dan disana tampaklah tn. Kim sedang terbaring lemah diatas tempat tidurnya. Dikursi tunggu juga ada seorang gadis yang sedang menunggui kakeknya dengan sabarnya.

“ah, kau sudah datang?” Tanya Tiffany pada Ryewook. Ryewook hanya mengangguk sambil terus memperhatikan wajah pucat kakeknya

“kenapa bisa begini?” kata Ryewook dengan ekspressi datar akibat shock. Iapun mendekat kearah tn. Kim

“Molla. Tadi aku ketoko. Awalnya dia hanya batuk biasa namun tidak lama kemudian, dia langsung pingsan” jelas Tiffany dengan nada takut

Ryewook tidak langsung menjawab semua perkataan Fany ia hanya duduk dibangku sebelah kakeknya sambil memegang tangan kakeknya erat. Ryewook memandangi wajah pucat kakekknya dengan perasaan sedih

“kakek… aku mohon jangan begini” gumam Ryewook pelan. ia langsung menudukkan kepalanya diatas kepalan tangannya dan tangan tn Kim. Ada sekitar 15 menit ia terduduk dan asik dengan pikirannya sendiri. Tiba-tiba terdengar pintu rumah sakit terbuka. Ryewook menoleh dan ternyata member FB lainnya sudah berdiri disana. “Hyung…?” kata Ryewook begitu melihat para sahabatnya itu.

Semua member FB langsung menuju kearah Ryewook kecuali Donghae Hyung. Dia malah menuju kearah Tiffany.

“Fany-ah, gwenchana?” tanya Donghae pada Tiffany. Fany hanya mengangguk.

“syukurlah, aku pikir terjadi sesuat padamu” kata Donghae. Ryewook hanya memandang sinis kearah mereka. Yg benar saja! Kakekku yang sakit kenapa harus gadis itu yang dikhawatirkan? Donghae hyung benar-benar….gumam Ryewook dalam hati

“kenapa tidak memberitahu kami huh? Kau tau kami sangat khawatir padamu” kata Leeteuk peduli

“mianheyo… aku tidak tau harus melakukan apa ketika mengetahui keadaan kakekku” jawab Ryewook datar

“ne. Ara! Jadi, bagaimana keadaannya sekarang?”

“aku belum bertemu dengan dokternya” balas Ryewook lagi

“semoga dia baik-baik saja” kata Leeteuk. “Ne, hyung.. kita akan selalu ada untukmu. Kau yang sabar ya?” kata Kyu bijak

“hey… tumben kau dewasa hari ini anak kecil” kata Eunhyuk mencibir

“jadi.. selama ini kau pikir aku masih anak-anak?” tanya Kyu

“ne, kau bukan hanya anak-anak tapi sangat kekanakkan” balas Siwon.

“ya hyung… kenapa semua jadi menjatuhkanku seperti ini?” rengek Kyu

“sudahlah. Kita temui dokter sekarang ya?” kata Leeteuk. Ryewook mengangguk pertanda setuju. Mereka semua keluar menuju ruangan dokter

*****

-Tiffany Pov-

Aku berjalan pelan dilorong rumah sakit tempat tn. Kim dirawat. Hari ini, sengaja aku pergi pagi-pagi sekali agar aku bisa membesuk tn. Kim lebih dulu sebelum akhirnya kesekolah. Kubuka pintu kamarnya dan disana tampak ada seorang pemuda sedang tertidur di kursi tunggu sambil menyandarkan wajahnya ditempat tidur. Sudah kuduga dia pasti Ryewook. Aku berjalan pelan menuju kearahnya.

“yak…” aku menggocangkan tubuhnya pelan namun ia belum bangun juga. “Ryewook ah…” dia belum bangun juga

“Wookie-ah…”

“ne?” ia langsung mengangkat wajahnya. “kenapa kau tidur disini?” tanyaku padanya. “semalam tidak ada yang menjaga kakek mana mungkin aku akan meninggalkannya sendirian” jawabnya

“oh…” aku mengangguk. “tapi… kenapa kau kemari? Kau tidak sekolah?” ia kembali bertanya padaku

“ah,, anio. Aku sekolah hanya saja…. ini masih terlalu pagi untuk kesekolah jadi, aku sempatkan kesini” jawabku

“jinja?”

“ne” aku mengangguk.  “tapi… apa kau tidak akan kesekolah?”

“tidak!” jawabnya datar. “waeyo?” tanyaku penasaran

“bukan urusanmu!” diapun pergi meninggalkanku. Aish,,, sifat dinginnya muncul lagi gumamku pelan

-Tiffany pov end-

*****

Ryewook berjalan keluar dari rumah sakit.

“Bagaimana keadaan kakek saya dokter?” tanya Ryewook
“apa dia sering seperti ini?”
“molla! Setauku belum pernah. Waeyo?”
“aku belum bisa mengatakan pastinya tapi sepertinya penyakit yang dialami oleh tn. Kim cukup parah”
“mwo? Parah? Apa maksudmu?”

“aku menemukan ada darah disetiap lendir yang ia keluarkan karena batuk dan setelah memeriksanya, kami menemukan ada pembengkakan di dinding hatinya. Aku rasa tn. Kim mengidap penyakit kanker hati”

Ryewook mengingat kata-kata dokter yang merawat kakeknya. Kanker hati…??? bagaimana bisa?? gumam Ryewook. Ponsel Ryewook bergetar

“ne hyung?”

“ara. Aku akan kesana” Ryewook mematikan ponselnya dan menuju ketempat tujuannya.

Sudah 1 minggu lamanya tn. Kim dirawat dirumah sakit akibat penyakit yang dideritanya. Setiap hari Tiffany selalu menyempatkan diri membesuk tn. Kim yang dianggapnya sebagai bos itu walau sebenarnya ia tidak benar-benar bekerja ditoko tn. Kim

*****

Tiffany menggandeng tasnya keluar dari IRINE. Matahari sudah berpindah tempat yang menunjukkan sebentar lagi akan sore.

“kau menunggu seseorang?” sapa Donghae dari belakang Fany

“ah, oppa… aku menunggu jemputanku. Oppa… mau kemana?” tanya Fany.

“aku mau kerumah sakit. Kau mau ikut?”

“menjenguk tn. Kim?” tanya Fany memastikan. “ne. Siapa lagi?” jawab Donghae.

“ah, baiklah! Aku ikut” Tiffany langsung duduk disamping Donghae dan mereka berdua menuju rumah sakit.

Keadaan tn. Kim sudah agak membaik dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Ia sudah mulai bisa bangun dan duduk sebentar walau masih bersandar di tempat tidurnya. Member FB selain Donghae kini semua sedang berada dirumah sakit

“anyong hasseo….” sapa Fany. “ah, anyong… Fany” jawab member FB serempak.

“ah, songsaenim. Bagaimana keadaanmu? Apa sudah baikan?” tanya Tiffany. tn kim hanya mengangguk. Tidak lama kemudian, Donghae muncul dibelakang Tiffany

“ah, Donghae ah… kau baru datang?” sapa Leeteuk

“ne. Kalian sudah lama?” tanya Donghae sembari menghampiri para sahabatnya itu.

“lumayan!” jawab Eunhyuk. “Fany eonni juga baru datang” balas Kyu lagi

“tentu saja… dia kan datang bersamaku” jawab Donghae sambil tersenyum

“jongmalyo?” tanya Eunhyuk + Kyu kompak. Tiffany hanya tersenyum sementara Ryewook hanya memandang datar kearahnya. tn Kim juga hanya tersenyum melihat tingkah mereka.

Malam harinya….

Tiffany kembali kerumah sakit untuk menjenguk tn. Kim. Ia membuka ruang inap tn Kim dan disana tak ada orang.

“Fany, kau datang lagi?” sapa tn. Kim ia kemudian membangunkan badannya. Dengan sigap Tiffany langsung membantu mengambil bantal untuk dijadikan sandaran oleh tn. Kim

“aku rasa… kau telah menghabiskan banyak waktumu untuk membesukku”

“anio songsaenim. Aku malah senang… lagipula aku bosan dirumah. Oh, ya tadi aku beli buah, kau makan ya? Biar aku kupaskan” Tiffany langsung mengambil sebuah apel dan mulai mengupaskannya untuk tn. Kim. Setelah selesai, Fany menyuapkan potongan-potongan buah itu kemulut tn, Kim sesekali mereka terlihat bercanda kecil. Ryewook hanya memperhatikan dua orang itu dari balik pintu. Ia tidak jadi masuk dan malah berbalik meninggalkan mereka.

 “Fany-ah..” tn Kim menatap Fany dalam

“bunga pemberianku… kau masih menyimpannya?” tanya tn. Kim

“ne songsaenim. Aku bahkan meletakkannya dikamarku biar setiap saat dapat kupandangi. Waeyo?” tanya Fany

“anio.. aku hanya berharap kau akan menjaga dengan baik semua yang telah kuberikan padamu”

“pasti! Aku pasti akan menjaga semua pemberian tuan dengan senang hati” Tiffany tersenyum senang

“ya… aku yakin kau pasti menjaga semua pemberianku padamu dengan baik dan aku berharap kau juga akan menjaga semua yang akan ku tinggalkan nanti sebaik itu”

“mwo? Songsaenim… kenapa berbicara seperti itu?”

“anio. Fany ah…” Tiffany menatap dalam tn. Kim

“bisakah aku mempercayaimu menjaga semua itu nanti? Menjaga semua bunga pemberianku untukmu?”

“tentu saja. Aku paling ahli dalam menjaga bunga tuan, jadi kau tidak perlu khawatir”

“tapi ini lebih sulit daripada menjaga bunga” gumam tn. Kim pelan. Tiffany menatap tn kim.

“Aku berjanji akan menjaga semua bunga yang akan tuan berikan padaku dengan baik” Tiffany tersenyum. “ayo makan lagi” Fany kembali menyuap tuan Kim

******

Tiffany berlari kecil menuju gerbang IRINE. Untuk kedua kalinya ia tidak akan diizinkan masuk karena ia terlambat. Waktu itu untung saja ada Siwon yang menolongnya

Begitu sampai, Tiffany heran karena keadaan IRINE tidak sama seperti yang biasanya. Kalau biasanya pagi jam begini IRINE sudah ribut dan telah dihuni oleh beberapa ratus siswa, kali ini keadaannya agak berbeda. Banyak siswa memang di IRINE namun keadaan lebih tenang dan para siswa (i) tampak berbaris rapi disepanjang lapangan. Tidak hanya itu, gerbang juga tidak dikunci. Tiffany menatap heran kearah para siswa

“apa ini? Aneh sekali…” gumam Fany sambil menuju kekelasnya. Begitu ia memasuki ruangan tengah yang menghubungkan masing-masing gedung IRINE, disana tampak semua guru dan staff IRINE juga sedang menunduk mengelilingi sesuatu. Fany pun melangkah perlahan menuju tempat kerumunan tersebut

Ryewook terduduk didepan peti jenazah kakeknya. “haerabojhi….” Ryewook tertunduk lemas. Leeteuk dengan sabar merangkulnya dan membiarkan Ryewook menangis dipelukannya. Semua member FB juga ada disana

“mwo?” Tiffany terkejut begitu melihat ada sebuah peti jenazah disana terlebih lagi foto diatas peti tersebut adalah foto tn. Kim (kakek Ryewook). Perasaan Fany kini sudah mulai campur aduk Ia menatap semua orang yang kini sedang menunjukkan wajah berduka. Fany berjalan pelan menuju peti jenazah tersebut. Ia mulai mengingat kejadian ia bertemu dengan tn. Kim mulai dari saat ia ditawarkan minum teh hangat, saat itu Fany belum bisa bahasa korea. Ia mengantar tuan Kim ketoko, saat tn. Kim mengajarkannya merangkai bunga, saat tn. Kim memberikannya bunga dan semalam saat ia mengeluarkan kata-kata terakhirnya untuk Fany. Sakit… terkejut… kesal… dan perasaan paling dalam yaitu sedih. Tiffany masih terus memperhatikan peti jenazah tn Kim Makin lama, ia sudah tidak mampu lagi mengendalikan perasaannya..

“andweeee………. andweeee………….” teriak Tiffany yang spontan membuat semua orang menoleh kearahnya

………………………To Be Continued………………………….

ottoehke this part? sad endingnya dapat gak nih feelnya??

Hope u like

Minta koment kalian lagi chingudeul smuany.. gomawo ^_^

2 pemikiran pada “That’s True Love ( Part 8 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s