That’s True Love ( Part 7 )

ttl7

Tittle              :  That’s True Love

Cast                    : Kim Ryewook Super Junior

                                Tiffany Hwang SNSD

Support Cast    :  EunHyuk, Hyoyeon

                                      Kyuhyun, SeoHyun

                                      Siwon, Yoona

                                     Leeteuk, Taeyon

                                    DongHae, Jessica, Others

Author            :  Shin Eun Hwa

Genre             :  Romance, Family, Friendship, Musical

Rating            :  =

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Anyong hassimnika chingu dan para readers..

Aduh,, maaf nunggu beberapa hari baru ff ini bisa dipublish,,, blkangan ini author lg sbuk banget ada banyak pekerjaan dadakan *cie… bahasanya

Yupzt,,, di part ini masih ketemu sama SeoKyu couple yang manis. Tapi ada jg tambahan dari couple lain yang akan mendukung alur cerita biar lebih baik *menurut author, mnrut readers, the story is bad

Ok deh, buat yang udah nunggu part ini, Mian agak lama. Dan aku butuh koment kalian lagi… gomawo^^

Happy readings ^___^ .oOo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Fany berjalan dengan menunduk hingga tak sadar menabrak seorang murid. “ah, mianhe” kata Fany sambil menundukkan kepalanya. Ryewook tersenyum melihat tingkah Fany. Ia lalu menghampiri Tiffany begitu jarak mereka tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba Donghae datang dan menarik tangan Tiffany. Ryewook langsung bersembunyi dibalik tembok yang tidak jauh dari tempatnya berdiri

“kau dari mana saja? Aku dari tadi mencarimu” sapa Donghae

“aku baru dari perpustakaan, waeyo?” Tanya Fany balik.

“ayo ikut…” kata Donghae dan membawa Tiffany pergi.

“oedie..??? (kemana?)” Tanya Tiffany. “pokoknya kau ikut saja” kata Donghae tersenyum. Tiffany akhirnya pun menurut.

Ryewook keluar dari persembunyiannya dan menatap punggung dua orang tersebut. 1, hyungnya yang sangat ia sayangi dan satu lagi gadis pabo yang selalu membuatnya kesal karena pertemuan mereka yang tidak pernah ia inginkan…

Hm…. Ryewook menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya kembali..

*****

Seohyun baru keluar dari perpustakaan sambil menggendong beberapa buah buku didadanya. Yoona datang dan langsung merangkul pundak dongsaengnya itu

“Seo… kau dari mana?” Tanya Yoona

“aku dari perpus. Bagaimana kabar kakekmu?” Tanya Seo sambil terus berjalan bersama Yoona

“dia baik-baik saja”

“oh ya?” Seohyun mengangguk. “Ne. dia juga menanyakanmu” balas Yoona

“benarkah?” Yoona mengangguk. “Hufft… aku ingin sekali kesana. Kapan kau akan pergi lagi? Aku ingin ikut” Keluh Seohyun

“Molla… tapi,, bagaimana dengan ayahmu? Apa dia tidak marah kalau tau kau pergi keluar kota hanya untuk bertemu kakekku?” Tanya Yoona lagi

“ah.. aku bisa cari alasan padanya. Aku bosan dirumah Yoona ah” keluh Seo

“Baiklah jika aku kesana lagi akan kuajak kau”. “gomawo” Balas Seo.

“Mm..” Yoona tersenyum. “bagaiaman tugasnya? Sudah bisa kau kerjakan?” Tanya Yoona yang langsung mendapat gelengan dari Seo. “Bukannya kau ahli dalam bidang ini? Biasanya kau cepat menguasai materi Matematika” balas Yoona lagi

“eonni… tetap saja berbeda. Kita masih kelas dua dan disuruh mengerjakan pelajaran anak kelas 3. Aku mana bisa?” Seohyun membela diri

“Ne. kau benar juga! Ya sudahlah akan kubantu kau mencari materinya” Yoona tersenyum.

“tidak perlu eonni. Aku sudah dapat semua materinya tinggal mempelajarinya saja” balas Seo. “Baiklah… Mianhe kemarin aku tidak bisa menemanimu”

“Sudahlah lupakan” kata Seo. Merekapun berjalan menuju kelas sambil tersenyum

*****

Pertemuan pertama Taeyon cs setelah 3 hari kemuudian. Taeyon datang dan meletakkan buku yang sedari tadi ia pegang. Para dongsaengnya sudah duduk menantikan dirinya sedari tadi.

“Mianhe.. aku telat. Kalian sudah lama?” kata Taeyon sambil meletakkan tasnya diatas meja

“Gwenchana eonni. Kita juga baru sampai” balas Yoona

“Mm… Baiklah!! Kita mulai.. Jessica perlihatkan hasil kerjamu” perintah Taeyon. Jessica langsung mengeluakan buku B. Inggrisnya. Ia kemudian mulai menjelaskan apa maksud dari tugas mereka dan cara mengerjakannya. Mereka semua mengangguk pertanda mengerti.

“baiklah… tugas ini aku sudah pikirkan dan penjelasannya akan ku buat seperti ini….” Taeyon juga menjelaskan tugas sciens yg sudah berhasil ia pecahkan masalahnya. Semua juga mengangguk mengerti. Seohyun masih duduk diam

“Seo… bagaimana denganmu? Kau sudah bisa?” Tanya Taeyon pada magnaenya itu.

“Sepertinya belum eon. Tapi aku janji aku akan berusaha menyelesaikannya” jelas Seo

“baiklah..!! kami yakin kau pasti bisa Seo. Semangat ya?” Taeyon memberikan semangat pada Seo begitu juga yang lainnya. Seohyun memebalasnya dengan tersenyum

****

“oppa… ada apa? Kita mau kemana?”

“temani aku makan. Aku lapar” kata Donghae terus menarik tangan Tiffany. “yah… Oppa aku pikir ada apa?” Fany mengeryutkan bibirnya

“Oppa kan bisa makan sendiri… kenapa harus mengajakku? Aku tidak lapar” balas Fany

“Hey,,, kau tau ada berapa orang fansku di IRINE? Ratusan bahkan sampai ribuan. Kalau mereka melihatku ke kantin dan makan sendirian… kau bisa bayangkan kan apa yang akan terjadi? Mereka pasti akan mengeroyok diriku… meminta tanda tangan atau bahkan akan memotret wajahku. Aku tidak mau!” Jelas Donghae

“Mmm… baiklah akan kutemani. Tapi aku tidak makan” kata Tiffany

Donghae sampai dikantin. Seperti biasa, para yeoja se-IRINE langsung histeris begitu melihat sosok Donghae muncul dihadapan mereka.

Kya… Oppa… Oppa…

Kau duduk saja disini…

Oppa… kau denganku saja…. Teriak beberapa yeoja yang langsung menarik lengan Donghae menawarkan tempat duduknya. Tidak berapa lama kedian Tiffany muncul

“kau… darimana saja? Lama sekali! Aku hampir mati dikerumuni mereka” bisik Donghae pelan ditelinga Fany

“aku dari toilet oppa. Jadi… kau sudah pesan?” Tanya Fany lagi. Donghae dan Tiffany duduk dibangku paling sudut kantin IRINE. Para fans Donghae pun berhenti berteriak begitu melihat sosok Tiffany yg sangat akrab dengan Donghae

“Siapa yeoja itu? Apa dia kekasih Donghae oppa?” Kata salah satu fans

“Molla. Tidak mungkin! Aku belum dengar kalau member Flower Boys ada yang sudah mempunyai kekasih” kata fans 2

“Ne aku juga. Tapi sepertinya yeoja itu sangat dekat dengan Donghae oppa.. arrgh,,, kalau Donghae oppa menyukainya bagaimana?” rengek fans 3

“Hey… berhenti berkata begitu. Donghae oppa tidak akan menyukai gadis seperti itu. Apa istimewanya dia? Wajahnya biasa-biasa saja” kata fans 1 kesal

“ah.. kau tidak lihat? Setidaknya dia lebih cantik darimu. Wajahnya bersih dan imut dan juga eye-smile nya yang bisa membuat orang langsung menyukainya hanya dengan 1 kali tatapan. Tidak hanya itu sepertinya dia juga gadis yang polos dan baik” kata fans 3 sambil terus memperhatikan Tiffany

“ish,,, kau ini. Sudah kubilang jangan katakan itu lagi” fans 1 langsung meninggalkan dua orang temannya tersebut dengan kesal. Fans 2 & 3 kemudian juga pergi mengikuti fans 1.

*****

-Seohyun Pov-

Waktu masih setengah hari. Hari ini aku kembali ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas Matematika ku. Belajar dikelas sangat ribut dan itu membuatku tidak bisa konsentrasi. Ada sekitar 1 jam aku di perpustakaan. Cukup melelahkan juga…

Aku keluar sambil memegang buku-buku yang sudah ku pinjam diperpustakaan.

“Kau hanya membuang-buang waktumu diperpustakaan” terdengar suara dari arah belakang. Aku menoleh dan menemukan sosok Kyuhyun disana sedang menuju kearahku

“kau… kenapa kau bisa ada disini?” tanyaku dengan terkejut

“kenapa? Kau lupa kalau aku juga salah satu siswa IRINE? Aku bebas berada dimana saja selama dalam lingkup IRINE” katanya sambil memasukkan tangannya disaku celana. Gaya sok cool-nya muncul lagi gumamku

“Matematika itu bukan teori. Kau tidak akan mengerti hanya dengan membacanya” lanjutnya lagi

“ne?” aku menatapnya bingung.

“kelihatannya kau serius sekali ingin mempelajari materi ini” ia mengambil salah satu buku digenggamanku

“Ne. tentu saja! Aku tidak pernah bermain-main dalam urusan belajar” kataku ketus

“Hem..” kulihat ia tersenyum

“tapi kau tidak perlu seserius itu. Belajarnya santai saja. Matematika itu bukan bagaimana cara kau menulis dan mencakarnya tapi bagaimana cara kau menyukainya, menerima, dan memahaminya dengan begitu, maka kau akan bisa mengerjakannya dengan baik. Kau akan lihat hasil dari semua itu tergantung dari seberapa besar kau menyukainya, menerimanya dan memahaminya”

“ne?” aku hanya menatapnya bingung. ia tersenyum kecil lalu pergi meninggalkanku yang masih dalam keadaan bingung.

-Seohyun Pov End-

*****

Hyoyeon meletakkan tasnya di lantai studio. Ia lalu mem-play 1 lagu yang ngebit. Tanpa disuruh lagi, badannya langsung bergerak mengikuti irama music. Ia meliukkan badannya dengan energic.. lama Hyoyeon terhanyut dalam dunianya sendiri

Eunhyuk berjalan santai sambil sesekali bersiul senang. Ia berjalan melewati studio tempat Hyoyeon latihan. 1 menit kemudian ia berjalan dengan posisi mundur dan memperhatikan kedalam studio. Eunhyuk masuk kedalam

Hyoyeon masih latihan dengan energic-nya.

Prak.. prak.. prak… Eunhyuk memberikan uploas nya untuk Hyoyeon.

“untuk apa kau kemari?” Tanya Hyo. “Hey nona.. jangan berpikiran negative dulu. Aku tadi hanya lewat dan tak sengaja melihat kau latihan. Apa itu salah?” Tanya Eunhyuk

Hyoyeon tidak memperdulikan ocehan Eunhyuk ia hanya meneguk air mineralnya yang langsung membasahi kerongkongannya yang sedari tadi sudah kering.

“dance-mu hebat. Boleh aku tau kau belajar dimana?” Tanya Eunhyuk. “untuk apa?” Tanya Hyo

“yah… untuk apa lagi? Aku ingin belajar juga padanya”

“dia tidak mengajari sembarang murid” jawab Hyoyeon santai. “dia hanya akan mengajari murid khusus yang benar-benar mempunyai talenta” lanjut Hyo sambil mengeratkan tali sepatunya

“Hey…  kau pikir aku tidak punya talenta ha? Lihat ini..!!!” Eunhyuk langsung memperagakan beberapa gerakan dance yang sangat bagus.

“Hm… aku tau kau punya talenta” Hyoyeon langsung mengambil tasnya dan meninggalkan Eunhyuk.

“yak…” teriak Eunhyuk yang tak dihiraukan Hyoyeon. Dia sombong sekali… gumam Eunhyuk

*****

“tapi kau tidak perlu seserius itu. Belajarnya santai saja. Matematika itu bukan bagaimana cara kau menulis dan mencakarnya tapi bagaimana cara kau menyukainya, menerima, dan memahaminya dengan begitu, maka kau akan dapat mengerjakannya dengan baik. Kau akan lihat hasil dari semua itu tergantung dari seberapa besar kau menyukainya, menerimanya dan memahaminya” Seohyun memikirkan kata-kata Kyu tadi siang sambil duduk dimeja belajarnya.

Bagaimana cara kau menyukainya, menerimanya dan memahaminya… gumam Seo. Apa maksudnya? Gumam Seo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Tok… tok.. tok…

Seo… apa kau sudah tidur? Teriak suara dari luar. Seohyun langsung berlari kearah ranjangnya dan berbaring dengan menutup mata. Tn. Seo membuka pintu kamar Seohyun dan melihat putrinya sedang tertidur pulas. Ia menatap dalam wajah putrinya… “Mianhe seo ah,,, ayah terlalu menekanmu. Ini karena ayah tidak mau kejadian kakakmu akan menimpa dirimu kembali” gumam tn. Seo sambil menyelimuti tubuh mungil putrinya. Setelah itu ia pun keluar dan menutup pintu kamar Seohyun. Seohyun membuka matanya dan menatap punggung appanya. Ia kemudian melanjutkan tidurnya

****

Menyukainya… Menerimanya… dan Memahaminya… gumam Seohyun pelan sambil terus memandang buku Matematika yang kini ada ditangannya. Dia berada dilantai 2 gedung IRINE.

“Menyukainya… Menerimanya… Memahaminya dan setelah itu baru kau bisa mengerjakannya” sahut Kyuhyun yang langsung mengambil posisi berdiri disamping Seohyun.

“ah?” Seohyun memandang Kyu terkejut. “mau kuajari?” tawar Kyu… “ne?” kata Seohyun  masih dalam keadaan terkejut.

Kyuhyun langsung mengambil buku yang ditangan Seohyun dan mulai menjelaskan. Seohyun hanya melihat wajah Kyuhyun yang sedari tadi mengoceh menjelaskan setiap materinya.

“apa kau mengerti?” Tanya Kyuhyun setelah selesai bicara. “ne” jawab Seo pelan dan ragu.

“baguslah kalau kau mengerti. Boleh aku bertanya?” Kyuhyun menatap Seohyun

“Ne. tentu saja”

“untuk apa kau mempelajari materi ini? Ini untuk kelas 3”

“ara tapi ini tugas dai BoA songsaenim” keluh Seo

“kenapa bisa? Dia tau kan kalau kalian masih kelas 2?” Tanya Kyu lagi

“Ne. ini karena… kami sering membolos dimata pelajaran lain dan sibuk latihan untuk persiapan ulang tahun IRINE nanti. Guru-guru mengeluh padanya dan ia memberikan kami tugas ini. Jika kami tidak mengerjakannya maka kami tidak diizinkan masuk kelas seni” jelas Seo

“Kalian bekerja keras sekali” Kyuhyun tertawa. “oh, ya aku sudah mengajarimu jadi, aku minta bayarannya” Kyuhyun menadahkan tangannya didepan Seohyun

“Ne? tapi aku… tidak punya uang,,,” kata Seo memelas.

“bukannya orang tuamu kaya? Apa mereka tidak memberimu uang saku?” Tanya Kyu lagi

“uangnya sudah aku tabung” jawab Seo pelan. Hahahah,,, Kyuhyun langsung tertawa mendengar jawaban Seohyun

“kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu atau salah?” Tanya Seo polos

“kau yang lucu” jawab Kyuhyun masih dengan tawanya. “naneun..?? (aku)” Seohyun menunjuk dirinya sendiri

“Mmm… kau hidup dijaman modern tapi gaya hidupmu masih era 70-an” lanjut Kyu lagi masih dengan tawanya. Seohyun hanya mengeryutkan bibirnya kesal.

****

-Tiffany Pov-

Aku mengendarai mobilku pelan. Yes… untuk pertama kalinya selama aku tinggal diKorea, Mis. Ryu mengizinkanku untuk mengendarai mobil sendirian. Hush,,, biasanya ia tak pernah mengizinkan aku untuk itu selalu ia bilang takut aku lelah, atau apalah dan apa gunanya supir?? Hari ini aku sudah memasang tampang aegyo-ku dan sukses. Ia mengizinkanku.. dia memang bukan ibuku namun, sudah ku anggap sebagai Noona (kakak perempuan) ku dan juga pengganti ibu. Apalagi sekarang jelas-jelas ibu masih di L.A.

Aku membuang pandanganku jauh ke seluruh jalan. Jalan yang kulewati hari ini tidak terlalu ramai karena aku berjalan bukan di tengah kota yang tentu saja selalu padat tapi didaerah pinggiran kota yang udaranya masih sangat segar. Kubuka atap mobilku yang sedari tadi melindungi kepalaku agar semua angin segar sore ini dapat kuhirup semuanya. Angin sepoi-sepoi mulai menyerbu wajahku dan menerbangkan anak rambutku,,, yeah… senangnya…. teriakku kencang namun suaraku dikalahkan oleh derunya angin sore.

Aku langsung menghentikan mobilku begitu melihat sesosok haerabojhi (kakek) berjalan pelan sambil menenteng tas nya.

“anyong hasseo songsaenim…” sapaku sambil tersenyum. Ia terkejut dan memandang kearahku

“ah,,, Tuan… bukankah Tuan adalah kakeknya….” Aku menggaruk kepalaku. Aish,,, aku lupa namanya

“kau temannya Wookie kan?” tanyanya. “Oh,,, Ne. naneun Tiffany Imnida” jawabku sambil tersenyum. “tuan mau kemana?” tanyaku

“aku mau ke toko” katanya

“kenapa tidak naik kendaraan? Apa tokonya jauh dari sini?”

“ani. Tokonya dekat makanya aku memilih untuk berjalan kaki. Lagipula hitung-hitung untuk olahraga”

“ah, ne” aku mengangguk mengerti.

“mm… tuan,,, bagaimana kalau tuan aku antar ke toko saja? Matahari masih terik dan itu panas sekali” tawarku

“ah,, tidak perlu aku bisa sendiri”

“ayolah tuan,,, aku juga sedang tidak sibuk hitung-hitung untuk mengisi hariku sore ini. Ottoehke?”

“mm… baiklah” akhirnya ia mengangguk setelah cukup lama berpikir.

­-Tiffany Pov end-

*****

Fany memarkirkan mobilnya disebuah toko bunga. “jadi… ini toko tuan?”

“ne.. kau tidak mau mampir?” Tanya tn. Kim (kakek Ryewook)

“baiklah…” tiffany langsung turun dan mulai memanjakan matanya dengan berbagai jenis bunga-bunga cantik nan indah yang ada ditoko tersebut

“wah… yeppeo na” gumam Fany. “jadi… toko ini punya tuan?” Tanya Fany namun matanya masih terus memandangi bunga-bunga yang terpajang disana

“ne” jawab Tn. Kim singkat

“tuan bekerja sendiri? Aku tidak melihat seorangpun karyawan ditoko ini?” Tanya Tiffany lagi

“Ne. aku bekerja sendiri”

“apa… tuan tidak lelah bekerja sendiri? Kenapa tidak menyewa karyawan? Lalu… siapa yang akan mengantar pesanan bunga-bunga jika tuan sendiri yang menjaga toko?” Tiffany memburu tn. Kim dengan sejuta pertanyaan. tn Kim tersenyum kecil menanggapi pertanyaan Fany

“mereka yang akan mengambil sendiri bunga-bunga yang sudah mereka pesan. Aku hanya menerima telepon dan setelah itu menyiapkan pesanan mereka” Oh… Tiffany menggeleng.

“kau suka yang mana?” tn. Kim kemudian kembali bertanya pada Tiffany. “ah.. semuanya,,, aku suka semuanya… semuanya nomu nomu nomu yeppeo” kata Fany sambil tersenyum senang dan mengacungkan kedua jempolnya

“Pilihlah satu” kata tn. Kim lagi. “ah.. tidak usah tuan aku tidak bawa uang” kata Fany sambil tersenyum

“ambillah… anggap saja sebagai hadiah dariku” Tiffany terkejut mendengar pernyataan tn. Kim

“jongmal gomawo songsaenim” kata Tiffany ketika ia sudah berada diluar toko. Ia membungkukkan badan sambil memegang bunga pemberian tn. Kim

“Mm… kau hati-hati yah…” Tn. Kim tersenyum

“Tuan… bolehkah kalau suatu waktu nanti aku mampir kesini lagi?” Tanya Tiffany sebelum ia melangkah pergi

“Mulon Fany-ah… Mm boleh kan kalau aku memanggilmu dengan nama itu?”

“Ne. mulon songsaenim.. Fany lebih akrab dan simple dibandingkan dengan Tiffany” kata Fany sambil tersenyum

Sesampai dirumah, Tiffany memandang bunga Tulip pink dicampur dengan bunga aster yang kini menghiasi meja belajarnya. Ia tersenyum senang. Bunga itu…. Indah sekali gumam Fany hingga akhirnya alam mimpi membawanya pergi meninggalkan dunia nyata.

*****

Flower Boys memasuki pekarangan IRINE dan semua siswa IRINE langsung memandang kearah mereka. Mereka berjalan dengan cool-nya. Suara histeris para Yeoja pun mulai menggema keseantero IRINE.

Tiffany berjalan menuju kelasnya dan ia melihat Flower Boys berpapasan dengan Taeyon cs yang juga berencana hendak kekelas.

“mwo? Apa akan ada perang lagi?” Gumam Fany seraya mendekat kearah kerumunan itu

“kenapa kau menghalangi jalan kami?” Tanya Leeteuk lantang

“kami tidak menghalangi jalan kalian” balas Taeyon

“lalu… apa yang kau lakukan disini?”

“kau sendiri… apa yang kau lakukan disini? Ini wilayah kelas 2”

“IRINE dan seluruhnya adalah sekolahku jadi aku berhak mau jalan kemana saja sesuai keinginanku”

“Sh.. pintar sekali mencari alasan…” gumam Taeyon pelan. “Mwo?” Leeteuk menatap Taeyon dengan kesal begitu juga Taeyon tidak mau kalah menatap Leeteuk kesal juga. Kini yang berperang hanya para leaders semantara para member hanya saling memandang dengan sesekali saling melepas senyum. Taeyon cs meninggalkan Flower Boys

*****

“Terimakasih sudah mengantarku” kata Tiffany ketika ia turun dari mobil

“tapi… untuk apa nona kemari? Ini bukan di tengah kota ini dipinggiran kota..” kata sang sopir

“ne. ara! Maka dari itu aku senang disini…” Tiffany turun didepan toko bunga Tn. Kim

“kau tidak perlu menungguku mungkin aku agak lama… akan ku telpon nanti jika aku akan pulang…” sang sopir menunduk dan meninggalkan Tiffany

“anyong….” Tiffany membuka pintu dengan cerianya.

“ah, Fany-ah,, kau datang?” “ne” kata Fany sambil duduk mencium setangkai bunga yang ada disana

“songsaenim sedang apa?” Tanya Fany ceria. “aku sedang merangkai pesanan bunga… kau mau belajar?” Tanya Tn. Kim

“bolehkah aku mencobanya?” Tanya Tiffany

“Mulon. Ayo sini kuajari” Tiffany menghampiri tuan Kim dan mulai diajari cara merangkai bunga-bunga itu hingga menjadi serangkaian bunga yang indah dan siap untuk di pajang.

“wah… yeoppo..!!!”seru Fany begitu melihat hasil kerjanya. tn. Kim hanya tersenyum melihat tingkah lucu Fany

*****

-Ryewook Pov-

Aku kerumah kakekku setelah pulang sekolah. Hufft… sudah 1 bulan yang lalu terakhir aku bertemu dengannya. Aku langsung melajukan mobilku menuju rumahnya namun, begitu sampai rumah, aku lihat pintu rumahnya terkunci. Ah,,, dia kemana? Aku langsung mengambil ponselku dan menghubunginya

“Ne, kakek kau dimana?” tanyaku

“oh, ne. aku akan kesana” aku langsung menutup telepon.

Ternyata kakek sedang ada ditoko. Ah,, kenapa bisa lupa kalau kakek sedang ditoko? Aku langsung menuju kesana segera.

Begitu sampai, kubuka pintu toko dan kudengar ada suara yang menyapaku.

“anyong hasseo… selamat datang ditoko kami…” suara yeoja dan begitu aku melihatnya ternyata dia.. murid baru lagi? Walaupun dia sekolah disini sudah lebih dari sebulan sih, tapi tetap saja dia masih seperti orang asing bagiku yang selalu muncul dihidupku dengan cara yang tak terduga.

“kau… apa yang kau lakukan disini?” dia langsung terkejut juga begitu ia melihatku

“aku… ah,,, itu…” dia terbata-bata

“wookie-ah kau sudah datang?” kata kakekku yang datang mencairkan suasana. Kami langsung berbicara berdua

“kenapa dia bisa berada disini?” tanyaku pada kakek. “dia… bilang akan bekerja disini”

“mwo? Yang benar saja! Lalu kenapa kakek mau menerimanya?”

“dia gadis yang baik Wookie-ah, mana mungkin kakek akan mengusirnya”

“ah,, terserahlah pokoknya kakek harus menyuruhnya pergi. Aku tidak mau jika melihatnya masih ada disini” gerutuku kesal

“tapi kenapa? Berikan kakek satu alasan”

“ah,,, dia selalu muncul dihidupku dengan cara yang tak terduga. Kakek tau kan kalau aku tidak suka dengan orang seperti itu. Aku lebih suka hidup bersama kakek saja. Tidak perlu ada orang lain lagi”

“Wookie-ah,, dengarkan kakek! Kau tidak mungkin bisa hidup sendiri. Kau pasti akan membutuhkan orang lain”

“mungkin orang lain tapi bukan dia” aku melirik kearah gadis itu yang masih asik dengan bunga-bunganya

“Hm… hati-hati membenci orang. Bisa jadi, suatu saat nanti dia akan menjadi orang yang selalu membantumu” kakek tersenyum

“ah, sudahlah. Aku tunggu kakek diatas saja” aku langsung bergegas naik dilantai atas toko tersebut. Aku melepas pandanganku jauh,,, pemandangan yang indah dengan lautnya yang biru. Ya! Toko kakekku terletak dipinggir jalan dimana dibelakangnya ada laut biru yang  membentang luas. Itu yang membuatku sangat menyukai tempat ini.

-Ryewook Pov end-

*****

Hari sudah berganti dan kini senja mulai beranjak dari kota SEOUL dan mulai digantikan dengan malam. Kerlap kerlip lampu mulai menghiasi kota itu yang makin menambah indah pemandangannya.

Ryewook masih duduk santai dilantai atas menunggu kakeknya. Tidak lama kemudian, kakeknya menyapanya dari belakang

“kau masih mau disini?” Tanya Kakeknya. “kakek sudah mau pulang?” tn. Kim mengangguk. “baiklah kalau begitu aku pulang juga”

“kau antar lah Tiffany pulang biar aku pulang sendiri” kata Tn. Kim

“ah, tidak usah songsaenim aku bisa pulang sendiri” kata Fany sambil tersenyum

“tidak! Ryewook kau antar dia pulang” perintah Tn. Kim

“ah,, tuan… tidak perlu aku…..”

“baiklah! Aku antar kalian berdua pulang” kata Ryewook akhirnya. Mereka bertiga kini berada di dalam mobil. Tn. Kim duduk disamping Ryewook yang mengemudi sedangkan Tiffany duduk dibelakang.

“kakek, aku antar kau duluan setelah itu, aku akan mengantarnya” kata Ryewook

“baiklah” jawab Tn. Kim. Setelah sampai dirumah, Tn. Kim turun kemudian Ryewook mengantar Tiffany pulang

“kau… keluyuran malam-malam begini apa ibumu tidak memarahimu?” Tanya Ryewook sambil menatap Tiffany melalui kaca kecil yang berada di atas kepalanya

“Ne? ani. Ibuku tidak ada” jawab Fany datar. “jadi.. yang tempo hari menjemputmu siapa?” Tanya Ryewook

“dia Mis. Ryu kepala pelayan dirumahku”

“Kepala pelayan? Ternyata kau lebih kaya dari yang kubayangkan. Di Flower Boys saja hanya Leeteuk hyung yang punya kepala pelayan sepertimu”

“ah… itu,, aku juga tidak tau. Ibuku memberitahu padaku kalau dia adalah kepala pelayanku jadi, aku memanggilnya kepala pelayan juga

“kau bilang kau tidak punya ibu”

“ada tapi dia di L.A.”

“jadi… kau tinggal disini sendiri?”

“ne. waeyo?”

“ah, ani” Ryewook menggeleng.

Ryewook melanjutkan mengendarai mobilnya sambil sesekali menatap Tiffany yang duduk dibelakang. Tiffany menyandarkan dirinya dikursi mobil. Ia terlihat lelah… maklumlah! Seumur hidup ia belum pernah melakukan pekerjaan seperti hari ini namun, ia senang karena akhirnya bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain terutama para pelayannya. perlahan matanya mulai tertutup dan terbawa kealam mimpi.

Ryewook menghentikan mobilnya tepat dihalaman rumah Tiffany. Ia hendak turun dan melihat Tiffany dalam keadaan tertidur. Argh.. gadis ini menyusahkan orang sekali gumam Ryewook. Lama ia berpikir hingga ia tak punya pilihan lain lagi. Akhirnya, walau dengan berat hati Ryewook terpaksa mengeluarkan tubuh mungil Tiffany dari dalam mobilnya dan menggendongnya masuk kedalam. Ryewook menatap wajah Tiffany yang masih terlelap walau sudah dalam dekapannya. Wajahnya…. Teduh sekali…..

To Be Continued…………………………………………………………………………………

Akhirnya, selesei juga nih part. awalnya mau buat part ini berakhir dengan sad tapi blom dapat feel ceritanya. jadi mungkin Next part baru buat yang agak sad n melo gitu..

Hehehe gomawo buat yang udah mau baca ff ini dan selalu setia menantikan tiap partnya. dont forget to leave a Coment ya chingu n readers. hargai krja kras kami para author. don’t be SIDERS but be A GOOD READERS. gomawo ^^

^___^

3 pemikiran pada “That’s True Love ( Part 7 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s