That’s True Love ( Part 6 )

391718_441525449231124_1719871821_n

Tittle              :  That’s True Love

Cast                    : Kim Ryewook Super Junior

                                Tiffany Hwang SNSD

Support Cast    :  EunHyuk, Hyoyeon

                                      Kyuhyun, SeoHyun

                                      Siwon, Yoona

                                     Leeteuk, Taeyon

                                    DongHae, Jessica, Others

Author            :  Shin Eun Hwa

Genre             :  Romance, Family, Friendship, Musical

Rating            :  =

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Anyong readers dan chingudeul….

Author sekarang balik with lanjutan dari ff “That’s True Love”. Aduh… part ini bener buatku gimana ya??? Susah ngejelasinnya.

Kayaknya part ini agak hancur. Habis idenya kyak tiba-tiba ada truz ngilang truz…ya bgitulah! Pengaruh mood yang tiba-tiba saja baik kemudian buruk.

Aku tetap menantikan koment kalian apalagi di part yang aku rasa ceritanya agak gaje ini. Plis yah chingu^^ hargai kerja keras kami para author. koment kalian akan sangat membantu ku untuk mencari kelanjutan ide lagi agar crita ini makin menarik.

Yo wesh, daripada panjang2, ini dy part 6-nya. Happy readings ^___^ .oOo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 “HENTIKAN…!!!” Teriak Jessica. Kedua makhluk itupun lalu diam.

“dengarkan Victoria ssie. Aku tidak akan pernah menemui tunanganmu itu lagi. Mulai hari ini dan seterusnya aku berjanji tidak akan pernah menemuinya lagi. Jadi, kau tidak perlu khawatir” kata Jessica sambil menahan amarahnya

“benarkah? Bagaimana jika kalian masih bertemu?” tantang Victoria lagi

“dia tidak akan menemui tunanganmu lagi” bela Donghae

“bagaimana kau bisa yakin?” balas Victoria

“karena sekarang dia….. Donghae tampak ragu. “dia sekarang adalah PACARKU dan kupastikan dia juga tidak akan menemui tunanganmu itu lagi. Ayo…!!!” Donghae menarik tangan Jessica meninggalkan Victoria dan para pengawalnya.

Sepeninggal HaeSica, Victoria juga masuk kemobilnya dan meninggalkan taman itu.

“karena dia sekarang adalah PACARKU dan kupastikan dia juga tidak akan menemui tunanganmu itu lagi. Ayo…!!!” Tiffany menatap tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya

Donghae adalah pacar Jessica sekarang. Sakit… kenapa rasanya Sakit??? Sebening air putih jatuh dari pelupuk mata Fany yang menggambarkan suasanya hatinya yang sedang luka.

****

Donghae memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Jessica. Jessica langsung turun dan membanting pintu mobil Donghae dengan keras. Rasa kesalnya karena kejadian sore tadi belum hilang dari ingatannya. Ia langsung masuk kedalam rumahnya tanpa permisi dan dengan ekspresi muka yang datar,,,

“Hey… setidaknya kau mengucapkan terimakasih padaku. Aku sudah menolongmu. Atau paling tidak berikan aku minuman. Aku haus!!” teriak Donghae namun tak dihiraukan oleh Jessica. Donghae menatap punggung Jessica bingung.

Donghae duduk disofa ruang tamu rumah Jessica. Tidak berapa lama kemudian Jessica duduk disamping Donghae sambil meletakkan segelas jus dimeja.

“Minumlah…!!!” kata Jessica masih dengan ekspresi yang datar. Donghae langsung memasukkan jus tersebut kedalam mulutnya. Terlihat sekali kalau Ia benar-benar haus karena gelas yang tadinya berisi jus sudah kosong.

“Hey… kenapa wajahmu ditekuk begitu?” Tanya Donghae memperhatikan wajah Jessica

“sudahlah! Aku sudah memberikanmu minum jadi, pulanglah… aku ingin istirahat” Jessica berdiri meninggalkan Donghae. “Mwo?” Donghae hanya menatap bingung kearah Jessica.

 *****

Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 KST malam. Donghae menyetir mobilnya pelan dan tanpa sadar ia melewati taman yang tadi sore ia datangi bersama Tiffany dan mengalami hal aneh bersama Jessica. “aigo…” gumam Donghae ketika ingatannya kembali pada Tiffany. Ia baru ingat bahwa tadi telah meninggalkan Tiffany ditaman ini sendirian… Donghae mengambil ponselnya dan mulai menghubungi Fany namun, hanya suara operator yang terdengar menandakan nomor Tiffany tidak aktif. Donghae mencoba lagi menghubungi nomor Fany namun tetap saja jawaban yang sama dari sang operator kembali menghiasi ruang pendengarannya.

Tiffany berjalan gontai di trotoar jalan. Ia masih enggan pulang kerumah. Ia tidak ingin pulang dengan keadaan luka seperti ini takut Mis. Ryu akan mengkhawatirkannya.

“Oppa… kenapa kau tidak bilang jika sudah bersama Jessica eonni..???” gumam Fany disela-sela langkahnya. Fany berjalan lambat sambil menundukkan kepalanya.

****

-Ryewook Pov-

 

 

Malam ini aku baru pulang dari rumah Leeteuk Hyung. Seharian ini aku disana habisnya dirumah aku bosan sendiri. Aku mengendarai mobilku ditengah ramainya jalan SEOUL sesekali aku melantunkan lagu-lagu indah di mulutq. Kejadian yang sama kini terulang lagi.. kulihat seorang gadis berjalan tak tentu arah seperti sebelumnya yang pernah kutemui. Setelah ku perhatikan, dia gadis yang sama. Tiffany kalau aku tidak salah mengingat namanya. Aku melihatnya berjalan gontai kemudian menundukkan kepalanya seperti seorang yang sedang “GALAU” aku tidak jadi menghampirinya aku hanya terus memperhatikannya  dan mengikutinya dari dalam mobilku. Sepertinya ia tidak sadar aku ikuti

Lama berjalan ia akhirnya duduk di sebuah bangku yang terletak di taman bermain anak-anak. Ia duduk kemudian menundukkan lagi kepalanya. Kulihat ia bergumam sendiri entah apa yg ia katakan.

-Ryewook Pov end-

 

 

****

“Kenapa rasanya sakit begini?” gumam Fany lalu menundukkan kepalanya mencoba mengatur perasaannya. “Mom… I think I’m broken heart now (Ibu, aku rasa aku sedang patah hati sekarang) gumam Fany. Lama Fany terduduk dan berperang dengan perasaannya rasanya ia tidak ingin menangis tapi tetap saja rasa sakit yang ia rasakan lebih kuat hingga sebutir demi sebutir air bening itu jatuh juga membasahi pipinya

Tiba-tiba ada sebuah tangan menjulur dihadapannya dengan saputangan digenggamannya. “ng…???” Tiffany menoleh kearah wajah orang tersebut. Kim Ryewook! Dialah orangnya

“Hapus airmatamu. Kau tampak jelek ketika sedang menangis” Ryewook duduk disebelah Fany

“Sh..” Fany mengeryutkan bibirnya. “ada apa kau kemari?” Fany menghapus airmatanya.

“tidak ada apa-apa. Tadi aku melihatmu dijalan jadi aku mengikutimu. Kau seperti perahu tanpa tujuan yang dilanda badai. Ada apa?” Tanya Ryewook perhatian

“bukan urusanmu” balas Fany

“aku tau ini bukan urusanku tapi setidaknya kau tidak boleh menangis dijalanan seperti ini. Jika ada yang melihat bagaimana?”

“apa peduliku? Mereka juga tidak ada yang mengenaliku jadi, aku mau menangis atau apapun tidak ada urusannya dengan mereka”

“Begitukah cara berpikirmu? Dangkal sekali!” Balas Ryewook pelan

“mwo?” Fany menoleh kearah Ryewook. “mwosun suriya? (apa maksudmu)”

“tidak ada maksud apa-apa” Ryewook menggeleng. Ada sekitar 15 menit mereka duduk ditempat tersebut dan diam tanpa kata mereka asik bergelut dengan pikiran masing-masing hingga Ryewook berdiri

“Hey,,, kau mau kemana?” Tiffany menahan tangan Ryewook

“kau pikir aku mau duduk disini sampai pagi? Aku mau pulang. Waeyo?”

“ani” Fany menggelang. “baiklah! Aku pulang duluan.. jika kau masih ingin disini silahkan duduk sendirian…” Ryewook hendak pergi namun Fany menahan tangannya lagi. Ryewook menoleh

“changkkaman” kata Fany. “ada apa lagi?” Tanya Ryewook kesal. “kalau kau pulang sekarang siapa yang akan mengantarku pulang?” kata Fany pelan

“Bukan urusanku!” jawab Ryewook jutek. “Hush… dasar tidak punya perasaan!” ejek Fany. “mwo?” Ryewook menatap Fany kesal. Gadis ini lama-lama membuatku makin kesal saja gumam Ryewook

“ne, kau tidak punya perasaan! Mana bisa meninggalkan seorang gadis ditempat seperti ini malam-malam pula. Kau pikir itu punya perasaan namanya?”

“ya… kau tidak punya hak mengataiku seperti itu. Siapa bilang aku tidak punya perasaan? Lagipula kau datang kesini sendiri kan? Kenapa harus aku yang mengantarmu? Aku tidak mau” Ryewook pun pergi

“Hish… dia benar-benar dingin seperti es! Jauh berbeda sekali dengan Donghae oppa” gumam Fany sambil berbalik ketempat duduknya semula

“Hey… berhenti membandingkan aku dengan Donghae hyung. Sesungguhnya dia tidak lebih baik dariku” Ryewook berdiri dibelakang Fany yg spontan membuat Fany terkejut

“ku pikir kau sudah pulang” kata Fany

“ayo! Kuantar kau pulang” Ryewook menarik tangan Fany. “bukannya tadi kau bilang tidak tidak mau?” Tanya Fany

“kau mau atau tidak? Jika tidak! Biar aku pulang sendiri” Ryewook hendak pergi dan untuk kesekian kalinya Fany memegang tangannya

“ne. aku ikut” kata Fany. Ryewook menatap kearah Fany sampai kearah tangan Tiffany yang masih menggenggamnya. Tiffany langsung melepas tangannya. Ada rasa canggung terlihat diantara keduanya. Ryewook mengantar Fany pulang

****

Pagi sudah kembali menyapa kota SEOUL hari ini. Siswa siswi IRINE berlalu lalang di sekitar sekolah. Tiffany berlari kecil menuju gedung IRINE…

“Yah… kenapa tadi bisa bangun telat? Pabo… Pabo… Pabo…!!!” Gerutu Fany pada dirinya sendiri. Ia berlari kecil menuju gerbang. Dari jauh sudah tampak seorang Satpam menutup gerbang sekolah tersebut.

“Ya… changkkaman” teriak Tiffany sambil terus berlari. “tolong buka pintunya” kata Fany terengah-engah pada sang Satpam

“Mian Nona, kamu sudah terlambat 10 menit dan tak bisa ditolerir lagi. Kau tidak bisa masuk kesekolah hari ini”

“Ahjussi… Jebal!” Fany mempertemukan tangannya sehingga seperti orang memohon.

“Tidak bisa Nona. Maafkan aku”

“Ahjussi.. jebalyo,,, hari ini aku ada ujian. Aku harus masuk! Setelahnya aku berjanji akan menerima hukuman apapun darimu uh?” kata Fany lagi memohon

“tidak bisa Nona” kata pak Satpam ngotot. Mereka pun berdebat mempertahankan pendapat masing-masing

“ada apa ini?” terdengar suara dari arah Belakang sang Satpam. Keduanya menoleh. Siwon memangku tangannya didada menantikan penjelasan dari pertanyaannya

“ah, Tuan Muda. Ini.. dia sudah terlambat lebih dari 10 menit tetapi memaksa ingin masuk” Jelas sang Satpam

“ahjussie… jebalnyo! Ijinkan aku masuk hari ini saja. Hari ini aku ada ujian…” mohon Fany lagi

“kalau sudah tau kau akan ada ujian kenapa kau datang telat? Tidak bisa! Peraturan tetap peraturan”

“ahjussi…”

“Sudahlah, biarkan dia masuk!” perintah Siwon. Satpam menatap heran kearah Siwon. “bagaimana bisa? Dia jelas-jelas sudah terlambat diatas 10 menit dan itu melang…”

“aku yang akan bertanggungjawab”

“ah, ne…” sang satpam akhirnya membukakan pintu untuk Fany.

“Gamsahamnida…” Tiffany menundukkan kepalanya pada Siwon

“cepatlah! katamu kau sudah terlambat kan?” perintah  Siwon. “ne” Tiffany berlari kecil menuju Kelasnya

“aku akan membalasnya nanti” teriak Fany yang sudah terdengar samar-samar ditelinga Siwon. Siwon hanya tersenyum kecil mendengarnya.

Fany berlari kecil menuju kelas. “Mianhe songsaenim, aku terlambat” Fany menundukkan kepalanya.

“gwenchana, kami juga baru mau mulai. Silahkan duduk” perintah Kang Songsaenim.

“ne. khamsahamnida…” Fany duduk ditempat ia biasa duduk.

****

Kring… Kring…

Bel istrahat berbunyi menandakan setengah hari telah terlalui. Siswa (i) IRINE berhamburan keluar masing-masing menuju tempat peristirahatan yang membuat mereka nyaman. Tiffany berjalan pelan menuju taman samping gedung IRINE tempat yang biasa dia dengan Donghae bertemu.

“kau dari mana saja?” sapa suara seseorang yang sedari tadi sudah menunggunya

“ah?” Tiffany mengangkat kepalanya dan terkejut begitu melihat orang didepannya adalah Donghae

“Oppa…”

“Kau dari mana saja? Aku dari tadi menunggumu” kata Donghae

“aku dari kantin Oppa… waeyo kau mencariku?” Tanya Fany balik

“Fany-ah… Soal kemarin aku minta maaf” kata Donghae lagi. “aku tidak bermaksud meninggalkanmu.. aku tiba-tiba saja ada urusan mendadak. Oh, ya jadi… kemarin kau pulang dengan siapa?” lanjut Donghae lagi dengan sejuta pertanyaan

“oh… ne gwenchana. Aku dijemput oleh supirku kemarin Oppa” kata Fany sedikit berbohong

“benarkah? Ah… syukurlah! Aku takut terjadi sesuatu padamu. Kemarin aku langsung menghubungimu tapi nomormu tidak aktif”

“ah, ne. Tiba-tiba saja batrei hp-ku habis” bohong Fany lagi. Mereka berdua tersenyum dan keadaan kembali menjadi santai seperti biasa

****

Taeyon cs sedang duduk diruangan kelas. Mereka sedang asik membolak balikkan buku mereka sepertinya sedang membagi tugas untuk mengerjakan tugas sekolah.

“Eonni… Bahasa Inggrisnya aku saja yang kerjakan. Aku lebih mahir dibidang itu daripada yang lain” pinta Jessica.

“Mm… baiklah!” kata Taeyon. “aku akan mengerjakan tugas Sciens saja dan kau Seohyun…”

“Ne?” Seohyun melihat kearah Taeyon. “Matematika adalah bagianmu. Yang lain, Yoona dan Hyoyeon membantu kami menyelesaikan yang lainnya. Oettoehke???”

“aku setuju!” kata Jessica. “nado” kata Yoona. “aku juga setuju” balas Hyoyeon. Mereka ber-4 kini memandang kearah Seohyun “ah,, ne. aku juga setuju” kata Seohyun.

“baiklah! Minggu depan tugas kita harus sudah selesai. Kita akan bertemu lagi di sini setiap 3 hari sekali untuk mendiskusikan tugas kita masing-masing jika masih ada yang belum dimengerti jadi, total pertemuan kita dalam seminggu adalah 3 kali dan pertemuan terakhir adalah hari dimana kita menyerahkan tugas kita masing-masing” ceramah Taeyon

“ne eonni.” jawab ke-4 dongsaengnya serentak.

“baiklah.. mulai hari ini kita akan jarang bertemu.. kita akan sangat sibuk dengan kegiatan masing-masing”

“eonni… jadi selama seminggu ini kita tidak latihan?” Tanya Hyoyeon

“Molla saeng. Tapi sepertinya kita belum bisa latihan. Kita harus menyelesaikan tugas dari BoA songsaenim kalau mau masuk kelas seni” balas Taeyon

“ah… ini karena kita terlalu sibuk latihan untuk perayaan ulang tahun IRINE jadi kita mengabaikan mata pelajaran BoA songsaenim” keluh Yoona

“Ne. tapi ya sudahlah… mau tidak mau kita harus mengerjakannya jika tidak mau dikeluarkan dari kelas seni selamanya” balas Taeyon lagi.

“Ne eonni. Kalau Bahasa Inggris kujamin akan kuselesaikan tanpa masalah” balas Jessica

“aku juga akan menyelesaikan tugas Science ini sebisaku” kata Taeyon

“Eonni… aku tidak bisa jamin bisa mengerjakan semua soal Matematika ini dengan benar. Kau tau kan ini pelajaran anak kelas 3 sedangkan kita masih kelas 2. Aku mana bisa mengerjakannya…” keluh Seohyun

“yah… Seohyun ah kau pasti bisa. Kami tau kau pasti bisa. Kami juga akan membantumu sebisa kami” Taeyon mencoba menenangkan. “Hyunie-ah… kita cari saja diperpustakaan. Otoehke..??? aku yakin disana pasti ada” Kata Yoona

“ah, Ne. kau benar Yoona ah. Hyoyeon, kau bantu Jessica jika ada yang ia butuhkan dan  kau Yoona kau bantu Seohyun ne?”

“Ne eonni” jawab Yoona tegas

“gomawo eon tapi sepertinya aku bisa mengerjakannya sendiri” balas Jessica. “kalau begitu Hyoyeon ah… selama seminggu ini kau bisa sesekali latihan sendiri sambil memikirkan Koreo baru lagi untuk kita. Bagaimana?”

“Ne. baiklah!” kata Hyoyeon setuju

“baiklah! Hari ini sampai disini pertemuan kita. Kita akan bertemu 3 hari kedepan lagi. Aku pulang sekarang, ne? aku harus ke toko membeli obat untuk Ibuku” kata Taeyon

“eonni… apa sebentar malam kau ke Kafe lagi?” Tanya Jessica perhatian

“ne. mana bisa aku mengabaikan pekerjaanku hanya karena masalah sekolah”

“eonni… fighting.. kau yang terbaik” kata Yoona. “gomawo saeng” Taeyon meninggalkan dongsaeng-dongsaengnya.

*****

Waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 KST sore. IRINE sudah  mulai tampak sunyi. Seohyun pergi ke perpustakaan sekolah untuk mencari materi pelajaran Matematika anak kelas 3 SMA. Seohyun mengambil beberapa buah buku kemudian duduk disalah satu meja dan mulai mempelajari semuanya

Handphone Seohyun bordering. Ada pesan

From : Yoong Dear

Hyunie.. Mian hari ini aku tidak bisa menemanimu mencari bahan pelajaran yang kau butuhkan. Aku harus menemani ibuku ke rumah Kakekku. Aku janji akan menemanimu besok ^__^

To : Yoong Dear

Gwenchana eonni. Aku bisa sendiri. Oh, ya salam ya untuk kakekkmu ^_^

From : Yoong Dear

Gomawo saeng. Aku janji besok akan menemanimu. Ne, akan kusampaikan padanya. Fighting^^

To : Yoong Dear

Ne eonni. Gomawo ^^

Seohyun kembali bergelut dengan bukunya. Mempelajari rumus demi rumus yang kini tertera ditiap buku yang ada dihadapannya itu.

****

 -Kyuhyun Pov-

 Aku berjalan santai menuju perpustakaan sambil memegang sebuah buku

 Kyu, tolong kau kembalikan buku ini ke perpustakaan. Aku ada urusan tak bisa kukembalikan jadi tolong, yah? Pinta Leeteuk Hyung ketika aku hendak pulang

 

Hyung, kenapa tidak kembalikan besok saja? Ini sudah sore! Aku mau pulang..! pintaku pada Leeteuk Hyung

Tidak bisa kyu. Kang Songsaenim akan marah padaku jika tak kukembalikan hari ini. Ayolah.. setelah itu kau baru pulang ok? Leeteuk Hyung meninggalkanku.

Hufft… aku memandang lemas kearah buku yang kini ada ditanganku. Tidak lama kemudian aku sampai di perpustakaan. Sudah sunyi. Aku langsung mengembalikan buku tersebut di tempatnya tidak lupa kutulis namaku dan judul buku yang kukembalikan di daftar buku yang telah dipinjam sebagai bukti bahwa buku tersebut sudah kukembalikan. Aku tidak mau Leeteuk hyung mengomeliku lagi..

Aku hendak keluar namun tiba-tiba saja kudengar suara buku-buku berjatuhan. Ku perhatikan sekelilingku sepertinya sudah tidak ada orang. Aku lalu berjalan menuju kearah sudut ruangan dan benar saja kulihat seorang gadis sedang memungut buku-bukunya yang terjatuh dibawah meja. Ia kemudian merapikan buku-buku tersebut dan mulai membolak balikkan bukunya. Ia serius sekali. Dia adalah salah satu musuh kami di IRINE. Ya, dia adalah salah satu dongsaeng Taeyon eonni yang sangat bertolak dengan Leeteuk hyung.

“mau sampai jam berapa kau disini? Sebentar lagi sekolahnya akan ditutup. Kau mau tidur disini hingga esok?” aku menghampirinya dan kulihat ia terkejut. Wajah terkejutnya itu lucu sekali menurutku

“kenapa kau bisa ada disini?” tanyanya

“aku sejak tadi mengikutimu” godaku padanya

“mwo?” dia terkejut lagi. Haha aku terkekeh melihat tingkah lucunya yang polo situ.

“masih ada hari esok… kenapa tidak pelajari besok saja?” tanyaku lagi

“besok aku sibuk. Tidak ada waktu untuk bergelut dengan buku-buku ini” dia mengangkat bukunya dan kulihat itu buku pelajaran Matematika untuk kelas 3 SMA.

“untuk apa kau mempelajarinya? Bukankah kau masih kelas 2?” tanyaku penasaran

“bukan urusanmu. Jika kau mau pulang, pulanglah!” jawabnya jutek.

“baiklah.. jangan salahkan aku jika kau terkunci disini semalaman sampai esok pagi” aku lalu pergi meninggalkannya. Aku berjalan pelan di sepanjang gedung IRINE kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 05.00 KST sore. Pantas saja siswa IRINE sudah tidak ada lagi ternyata hari sudah sangat sore.

-Kyuhyun Pov end-

Tuk… tuk… tuk… terdengar suara sepatu dari arah belakang Kyuhyun

Ia membalikkan badannya dan ternyata Seohyun tengah berlari kecil menuju kearahnya. Hm… dia pasti takut ditinggalkan olehku pikir Kyu percaya diri. Kyuhyun berdiri tegap sambil melihat kearah Seohyun namun naas, ketika sampai Kyuhyun, Seohyun bukannya berhenti tapi malah tetap berlari hingga kini tampak Kyuhyun yang dibelakang Seohyun.

“Hey… tunggu” Kyu mengejar Seo

“…..” Seohyun tidak menjawab dan terus berlari. “ah,,, dia cepat sekali” gumam Kyu. Ia lalu mengambil mobilnya dan mulai mengikuti Seohyun yang masih terus berlari kecil ditrotoar jalan. “sebenarnya dia mau kemana?” gumam Kyu lagi

Seohyun berhenti disalah satu halte bis. Hah…hah…hah… nafasnya terdengar terengah-engah setelah habis berlari dari IRINE yang jaraknya terbilang cukup jauh dengan halte Bis yang akan membawanya kerumah.

“semoga aku tidak terlambat…” Gumam Seo khawatir

Kyuhyun masih memperhatikan Seohyun dari dalam mobilnya. 20 menit sudah Seohyun menunggu dihalte Bis tersebut namun yang ditunggunya belum juga menampakkan diri. “ah… aku harus pulang pakai apa?” gumam Seo sambil sesekali memperhatikan jalan yang biasa dilalui bis-nya. Wajahnya benar-benar tampak khawatir.

“Kau mau menunggu sampai jam berapa pun bisnya tidak akan datang” Kyuhyun menurunkan kaca mobilnya

“Ne?” Seohyun menatapnya bingung

“Bisnya sudah lewat 1 jam yang lalu” Lanjut Kyu lagi

“mwo?” Seo terkejut mendengar perkataan Kyu. “ottoehke…?” ucap Seo khawatir.

“ada apa?” Tanya Kyu

“ani” Seohyun mencoba menutupi rasa takutnya. “kau mau pulang atau tidak?” Tanya Kyu akhirnya

“tentu saja mau pulang” jawab Seo pelan

“Hem… naiklah” perintah Kyu masih dalam mobilnya. “Ne?”

“Naiklah biar kuantar kau pulang” Seo masih belum bergerak. “aku adalah tipikal orang yang tidak bisa meminta pada orang lain dan juga mudah berubah” Seo menatap Kyu bingung

“sekarang aku meminta untuk mengantarmu tapi 5 detik kemudian, aku bisa menelantarkanmu sendirian disini” lanjut Kyu

Dengan ragu akhirnya Seohyun naik kemobil Kyuhyun yang membawanya menuju rumahnya. Kyuhyun menjalankan mobilnya pelan setelah masuk disalah satu kawasan perumahan elit di SEOUL.

“berhenti disini saja” kata Seo masih dengan gurat khawatir menghiasi wajahnya.

“waeyo? Apa ini rumahmu?” Tanya kyu begitu mereka berhenti di depan salah satu rumah dikawasan tersebut.

“ani. Rumahku masih ada 2 rumah lagi setelah ini” lanjut Seo

“lalu… kenapa berhenti disini?” Tanya Kyu. “aku akan mengantarmu sampai rumah”

“ah… tidak perlu” kata Seo. “aku bisa pulang sendiri” lanjutnya lagi

“Hey… mana bisa begitu. Aku sudah mengantarmu pulang, setidaknya ucapkan terimakasih padaku” kata Kyu.

“baiklah… kalau begitu terimakasih…” Seo menundukkan kepalanya.  Ia lalu membuka sabuk pengamannya hendak turun. Ah… gadis ini kenapa dia bodoh sekali? Pikir Kyu

“maksudku…. Setidaknya tawari aku minum teh dirumahmu. Aku haus” Kata Kyu lagi mencoba menjelaskan maksudnya

“ne? …. Baiklah!” kata Seo akhirnya walau sedikit ragu. SeoKyu sampai dirumah Seohyun. Dengan ragu Seohyun menekan bel rumahnya. Tidak lama kemudian seorang pria paruh baya berdiri didepan pintu rumah Seohyun..

“anyong appa…” sapa Seohyun ragu

“sudah jam berapa ini? Kenapa kau baru pulang?” Tanya Pria paruh baya tersebut yang ternyata adalah ayah Seohyun

“tadi… aku… aku  masih mengerjakan tugas ayah” Jelas Seo pelan

“mengerjakan tugas sampai larut begini?” Tanya Tn. Seo lagi. Begitulah ia. Seorang ayah yang protektif dan juga sangat temperamental. Mudah marah untuk hal-hal yang tidak penting dan sifat yang paling tidak wajar dimilikinya adalah super duper protektif. Seohyun tidak bisa pulang lewat dari jam sekolahnya, lewat 1 menit maka ia harus memberikan 1 alasan yang tepat. Why?

Semua yang berteman dengan Seohyun harus ia ketahui baik dari pria ataupun wanita. Jika ia melihat Seohyun dengan orang yang belum pernah ia ketahui sebelumnya, ia pasti akan menginterogasi anaknya itu habis-habisan.

“Mmianhe.. appa… tadi aku benar-benar habis mengerjakan tugas” jelas Seo pelan

“kau mengerjakan tugas dimana? Dengan siapa? Tugas apa?” sejuta pertanyaan kini menghujati Seo

“aku pikir kau sudah masuk ternyata kau menungguku?” celutuk Kyu yang tiba-tiba saja muncul dibelakang Seohyun. tn. Seo kaget melihat kehadiran Kyuhyun yang tiba-tiba. Seohyun hanya menutup matanya pasrah akan apa yang terjadi padanya setelah ini

“kau… siapa??” Tanya tn. Seo

“ah, Cho kyuhyun imnida. Aku adalah teman Seohyun” kata Kyu ramah. Tn Seo memandang Putrinya yang masih tertunduk seakan meminta penjelasan dari semua ini.

*****

Kyuhyun membaringkan badannya diranjang. Hufft… hari yang melelahkan

 “siapa dia?” terdengar suara tn. Seo dari dalam ruangan bersama Seohyun. Kyuhyun masih duduk diruang tamu

“dia adalah temanku ayah” jelas Seo pelan

“mwo? Chingu? Kenapa ayah tidak pernah mengenalnya sebelumnya?”

“aku.. aku baru bertemu dengannya hari ini appa…” jawab Seo takut

“Mwo? Kau baru bertemu dengannya hari ini dan sudah mau pulang bersamanya?”

“ayah… ini.. ini tidak seperti yang kau kira… tadi.. dia hanya mengantarku karena aku ketinggalan bis”

“bagaimana kau bisa yakin kalau tadi dia benar-benar akan mengantarmu pulang. Bagaimana tadi jika ia tidak langsung membawamu pulang? Bagaimana jika ia akan menculikmu?”

“appa.. dia tidak seperti itu..” bela Seohyun yang sudah sangat ketakutan

“benarkah? Baiklah! Untuk hari ini kumaafkan kau tapi jika ini terulang, kau akan tau konsekuensinya. “Ne appa” jawab Seo mengerti

Sh… Kyuhyun tersenyum sendiri mengingat kejadian itu. Gadis lugu dan pabo! Dijaman sekarang ini? Kenapa ia masih mau diatur-atur oleh ayahnya? Hsh…Dasar lugu dan pabo!! Gumam Kyuhyun kemudian terlelap dalam tidurnya.

****

-Seohyun Pov-

Aku memilih beberapa buah buku diperpustakaan. Materi yang sama dengan kemarin “Matematika untuk kelas 3 SMA” Hush.. kalau bukan karena BoA songsaenim yang memberikan tugas ini, aku enggan mengerjakannya. Apalagi semalam akibat tugas ini aku dimarahi habis-habisan oleh appa…

Kini buku yang kugendong sudah setinggi dadaku. Aku sengaja mencari semua sumber yang berkaitan dengan materi tugasku sebanyak mungkin agar aku bisa dengan mudah mempelajarinya. Ketika aku berjalan menuju meja, tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan dan semua buku-buku yang ku gendong jatuh berantakan.

“aish…” aku merapikan semua buku-buku tersebut. Tiba-tiba kulihat ada orang didepanku. Ia membantu merapikan buku2ku. Ku lihat wajahnya dan ia… si gadis L.A.

“ini bukumu…” ia memberikannya sambil tersenyum

“gomawo” balasku pelan. Kami akhirnya duduk dimeja yang sama. Kulihat ia memegang buku pelajaran bahasa korea

“kau.. rajin sekali membaca buku itu” kataku padanya

“Ne. aku sangat ingin menguasai bahasa Korea dengan baik”

“aku rasa Bahasa koreamu sudah sangat baik. Untuk apalagi belajar?” tanyaku lagi

“haha.. ia tersenyum kecil. “ah,, bahasaku masih kacau dan sering tertukar. Kadang-kadang juga masih kucampur dengan bahasa inggris jika aku belum tau bahasa koreanya” hehehe. Ia lagi-lagi tersenyum

“Um.. kau punya semangat yang luar biasa” pujiku. “Oh, ya boleh aku tau namamu?” ia bertanya padaku

“namaku Seo Johyun tapi kau boleh memanggilku Seohyun”

“ah… arasseo. Naneun Tiffany. Kau sudah tau kan? Aku pernah memperkenalkan diri sebelumnya pada kalian” katanya kembali dengan senyum khasnya itu.

“ne..” kamipun akhirnya belajar bersama. 1 jam kami berada di perpustakaan dan bergelut dengan pelajaran kami masing-masing. “aku akan kekelas. Mau kubantu bawakan bukumu?” tawarnya padaku. Ah… dia benar-benar gadis yang baik. Pikirku!

“ah, tidak perlu. Aku bisa membawanya. Kau duluanlah… masih ada 1 buku lagi yang perlu ku cari”

“ne. kalau begitu aku duluan. Anyong…” ia melambai dan tersenyum lalu menghilang dari pandanganku. Aku hanya tersenyum melihatnya

-Seohyun Pov end-

*****

Tiffany berjalan pelan menuju kelasnya. Ryewook baru turun dari markasnya. Ia habis latihan with him Piano. Ia haus dan berencana ingin membeli minuman. Jarak mereka terbilang cukup dekat namun hanya Ryewook yang melihat Fany sementara Fany tidak melihat Ryewook.

Fany berjalan dengan menunduk hingga tak sadar menabrak seorang murid. “ah, mianhe” kata Fany sambil menundukkan kepalanya. Ryewook tersenyum melihat tingkah Fany. Ia lalu menghampiri Tiffany begitu jarak mereka tinggal beberapa langkah lagi, tiba-tiba Donghae datang dan menarik tangan Tiffany. Ryewook langsung bersembunyi dibalik tembok yang tidak jauh dari tempatnya berdiri

“kau dari mana saja? Aku dari tadi mencarimu” sapa Donghae

“aku baru dari perpustakaan, waeyo?” Tanya Fany balik.

“ayo ikut…” kata Donghae dan membawa Tiffany pergi.

“oedie..??? (kemana?)” Tanya Tiffany. “pokoknya kau ikut saja” kata Donghae tersenyum. Tiffany akhirnya pun menurut.

Ryewook keluar dari persembunyiannya dan menatap punggung dua orang tersebut. 1, hyungnya yang sangat ia sayangi dan satu lagi gadis pabo yang selalu membuatnya kesal karena pertemuan mereka yang tidak pernah ia inginkan…

Hm…. Ryewook menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya kembali…

To Be Continued……………………………………………………………………

Aw… aw… aw…

Gimana part ini readers? Aduh… aku gak tau alurnya pas ato bahkan menyeleweng. Part ini aku buat moment SeoKyu yang banyak. Untuk kedepannya mungkin masih lanjutan dari moment SeoKyu juga tapi tetap akan ada tambahan Moment dari Couple lain…

Koment yah chingu^^ kalau mau lanjut>>

Gomawo^___^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s