That’s True Love ( Part 5 )

thats true love5

Tittle              :  That’s True Love

Cast                    : Kim Ryewook Super Junior

                                Tiffany Hwang SNSD

Support Cast    :  EunHyuk, Hyoyeon

                                      Kyuhyun, SeoHyun

                                      Siwon, Yoona

                                     Leeteuk, Taeyon

                                    DongHae, Jessica, Others

Author            :  Shin Eun Hwa

Genre             :  Romance, Family, Friendship, Musical

Rating            :  =

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Anyong readers dan chingudeul…. Gimana kbar nih…???

Aduh… FF part 5-nya baru jadi nih. Blakangan ini author sibuk jadi, nulisnya jg perlahan-lahan gak bisa super express dan cepat kyak kemaren-kemaren.

Semoga kalian suka part ini. Dan tak lupa author ingatkan lagi utk leave a coment… biar aku lanjut ngetik ke next partnya lagi…

Happy readings ^___^ .oOo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-Jessica Pov-

Malam ini aku ada janji dengan Heechul Oppa. Katanya dia ingin mengajakku makan malam. Uuhh… senangnya! Aku tersenyum sepanjang hari mengingat semuanya. Aku dan Heechul oppa sudah berpacaran sejak 1 tahun yang lalu. Ya, begitulah kami menjalani hubungan kami apa adanya. Sudah 2 minggu ini sikapnya agak aneh dan dingin padaku aku tidak tau apa mungkin aku pernah buat kesalahan padanya dan malam ini dia mengajakku makan malam.

“ah… dia pasti mau meminta maaf padaku karena sudah mengacuhkanku belakangan ini” pikirku penuh percaya diri. Aku langsung menuju kafe tempat kami akan bertemu. Tidak lupa polesan bedak sudah menghiasi wajahku dan juga sedikit lip ice agar bibirku terlihat cerah. Aku turun dari taksi dan melihat kafe tersebut. Dengan percaya diri akupun masuk kedalam dan tidak lama kemudian, kulihat Heechul oppa melambai padaku

“kenapa kau tersenyum?” Tanyanya. Aku langsung mengalihkan pandanganku kearahnya. “ani” jawabku singkat. Kini kami berdua duduk berhadapan di salah satu meja restoran tersebut

“sepertinya ada sesuatu yang membuatmu sangat bahagia”

“ne” jawabku singkat

“boleh aku tau hal apa itu?”

“oppa…”

“maksudmu aku?” ia menunjuk dirinya

“ne. aku sangat bahagia karena malam ini bisa makan malam bersamamu Oppa. Oppa kau kemana saja? Kenapa belakangan ini kau mengacuhkanku. Apa aku pernah berbuat salah padamu? Oppa… aku minta maaf jika kau marah padaku karena sikapku yang terlalu kekanakan…. Tapi aku janji aku akan merubah semuanya” kulihat ia hanya tersenyum tipis padaku.

“waeyo?” tanyaku lagi

“ani. Kau lucu sekali Sica-ah” katanya lagi. Lalu kamipun diam. Aku dan diapun mulai makan bersama. Tidak lama kemudian datang seorang gadis. Dia lalu duduk disamping Heechul Oppa aku menatapnya penuh Tanya

“Sica-ah.. kenalkan ini Victoria”

“anyonghasseo..”sapa gadis itu. “anyong…” jawabku lagi

“Oppa… kau sudah memesan makanan dan tidak menungguku?” kata gadis itu manja. What?? Oppa?? Menungguku??

Memangnya dia pikir siapa dirinya? Sejumlah pertanyaan itu muncul dikepalaku

“Oppa… siapa dia?” tanyaku pada Heechul Oppa. Kulihat raut mukanya sudah berubah warna menjadi merah layaknya kepiting rebus.

“aku tunangannya” jawab gadis itu

Dduar…. Kurasakan ada sejumlah petir menyambar dadaku. Rasanya sesak menggerogoti leherku hingga aku tak bisa bernafas lagi. Ku coba atur perasaanku sebaik mungkin agar tak lepas kendali.

“aku permisi” aku langsung meninggalkan mereka. Aku merasa tak sanggup melihat tingkah mereka yang seperti adegan drama. Menjijikkan! Kukepal tanganku erat-erat mencoba mengendalikan emosiku

“Sica-ah… aku bisa menjelaskan semuanya” Heechul Oppa menahan tanganku

“tidak perlu Oppa. Jadi dia alasan selama ini kau mengacuhkanku. Gurejo!” kuatur nafasku yang sudah mulai sesak kembali

“chukkae…(selamat)” aku hendak pergi lagi-lagi Heechul Oppa menahan tanganku

“Sica-ah mianhe. Aku tidak memberitahumu tentang ini. Orangtuaku menjodohkan aku dengannya”

“dan Oppa tidak bisa menolaknya kan?. Sudahlah Oppa… aku mengerti! Sekarang biarkan aku pergi”

“Sica-ah biar kuantar kau pulang” ia lagi-lagi menahan tanganku

“tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri”

“tapi kau sedang marah. Kau mana bisa pulang sendiri? Aku takut akan terjadi sesuatu padamu”

“siapa bilang aku sedang marah? Aku tidak marah”

“aku tau kau pasti sakit mendengar semua ini tapi aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri aku akan…”

“aku tidak sakit dan sedang tidak marah. Lagipula aku tidak akan pulang sendiri” jawabku lantang.

“benarkah?”

“ne” aku mencoba mengelak.

“siapa yang akan mengantarmu pulang?” Arrgh… kepalaku hampir meledak. Aku benar-benar kesal dibuatnya. Aku tidak ingin terlihat cengeng didepan Heechul Oppa lagipula dia sudah melukaiku jadi, aku tidak akan membiarkan ia melihatku dalam keadaan jatuh. Kuperhatikan sekitarku tidak ada orang yang kukenal. Saat kulihat kearah sudut ruangan, kulihat disana ada si murid baru itu dan salah satu member Flower Boys. Donghae kalau aku tidak salah mengingat namanya.

“dia” aku langsung menuju kearah mereka yang masih saling berpandangan. Tanpa basa basi aku langsung menarik tangan Donghae untuk ikut bersamaku

“Oppa… ayo pulang” kataku seraya menarik tangannya untuk ikut bersamaku

 -Jessica Pov End-

*****

“Oppa… ayo pulang” Jessica langsung menarik tangan Donghae pergi. Tiffany hanya bingung melihat kejadian itu.

Donghae langsung melepaskan tangan Jessica begitu mereka sampai diluar kafe

“Michisseo…?? (apa kau sudah gila?)” bentak Donghae sementara Jessica hanya diam saja. Donghae benar-benar dibuat kesal oleh Jessica karena telah mengacaukan rencana makan malam yang telah ia rencanakan bersama Tiffany. Donghae menatap Jessica penuh amarah.

“kau… apa yang kau lakukan hah?”

“mm…mianhe” jawab Jessica pelan

“kau tau apa yang telah kau lakukan hah? Kau merusak acara makan malamku” kata Donghae masih dengan suara yang agak keras

“Mm…Mianhe…”balas Jessica lagi

“sh.. kau pikir kata maaf saja cukup? Kau benar-benar membuatku kesal…”

“aku bilang aku minta maaf” kini kembali Jessica yang berteriak. Donghae menatapnya tidak mengerti

“aku sudah bilang minta maaf tapi kau marah terus padaku. Aku tau aku salah. Aku sudah merusak acara makan malammu, menarik tanganmu tanpa permisi dan membawamu kesini. Aku bilang aku minta maaf kan? Apa semua itu belum cukup?” Jessica mulai menangis. Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kenapa jadi dia yang marah? Pikir Donghae

“kenapa semua pria terus membuatku sakit….” Jessica terduduk. “jika kau ingin marah… marahlah! Aku memang pantas disalahkan, disakiti dan diperlakukan seperti ini” Jessica masih menangis sesenggukan

“hey… bukan itu mak…sudku” kata Donghae pelan. “gwencaha… marahlah! Aku pantas menerimanya” Jessica masih menangis. Donghae berusaha menenangkan Jessica namun Jessica masih terus menangis.

Beberapa orang yang lewat pun menatap aneh kearah mereka. “ini bukan aku” kata Donghae mencoba menjelaskan pada semua orang yang kini memandang mereka namun, tetap saja orang-orang berpikiran kalau Donghaelah penyebab Jessica menangis. Akhirnya Donghae mengangkat badan Jessica untuk kembali ke posisi berdiri

“sudahlah! Kau jangan menangis lagi… mianhe karena tadi aku juga sudah membentakmu. Aku tidak bermaksud..”

“kau tidak salah Oppa. Aku yang seharusnya minta maaf” Jessica memotong perkataan Donghae dan langsung menyandarkan kepalanya didada Donghae. Donghaepun hanya pasrah saja dengan keadaan itu

“baiklah! Sekarang kau jangan menangis lagi. Aku akan mengantarmu pulang” Donghae langsung menuntun badan Jessica masuk kedalam mobilnya

Tiffany baru keluar dari dalam kafe. Ia melihat Donghae memeluk Jessica, tiba-tiba ia rasakan hatinya bagai tersayat silet. Sakit! Namun, ia tidak menghampiri Donghae dan Jessica ia malah memilih menjauh dan meninggalkan dua sosok manusia yang sudah membuatnya sakit itu.

*****

 “kau masih mempelajari buku ini? Kupikir kau sudah menguasainya dengan baik” Donghae menarik buku yang ada ditangan Tiffany dan duduk disampingnya (tempatnya ditaman sekolah yang biasa mereka ketemuan)

“ne. tapi tidak ada salahnya aku mempelajarinya. Aku rasa masih ada beberapa kata yang masih belum aku kuasai dengan baik” Tiffany menarik kembali bukunya dari tangan Donghae

“soal semalam…. Mianhata” kata Donghae lagi. “Ooo..?” Tiffany menatap kearah Donghae. “aku tidak bermaksud meninggalkanmu tapi….”

“tapi gadis itu terus menangis dan memaksaku. Aku tidak mungkin meninggalkannya kan?”

“sh… gwencahana … aku mengerti” Tiffany tersenyum dan melanjutkan membaca

 “yak… aku punya satu permintaan lagi padamu”

“apa lagi? Kau bilang permintaanmu yang kemarin itu yang pertama dan terakhir”

“aku janji ini yang terakhir. Kau bisa kan mengabulkannya?” Donghae menatap Tiffany cemas. “mm…. baiklah” Tiffany mengangguk

“mulai sekarang panggil aku Oppa….”

“mwo?”

“ne. panggil aku Oppa. Aku ingin kita berdua bisa lebih akrab lagi” Tiffany terdiam

“apa permintaanku kali ini terlalu sulit?” Donghae menatap Tiffany lagi

“Mm… aniya. Baiklah! Mulai sekarang aku akan memanggilmu Oppa”

“gomawo… aku masih ada latihan. Aku pergi ya?”

“ne” Tiffany menatap kepergian Donghae. Kini sebuah senyuman kecil mulai mengembang dibibirnya.

“oppa…” gumam Fany pelan

****

Para member Flower Boys menunggu Donghae diruang latihan. Tidak berapa lama kemudian, yang dinanti akhirnya menampakkan diri

“hyung… kau kemana saja? Sh… kami sampai kering disini karena menunggumu” celutuk Kyu

“mianhe… tadi aku ada urusan sebentar”

“dengan si murid baru itu?” kata Eunhyuk sambil melakukan saltonya

“aniya.” Elak Donghae. “memangnya setiap kali ada urusan itu berarti berurusan dengannya?”

“sudahlah hyung, kau tak perlu mengelak. Tadi kami melihatmu duduk bersamanya ditaman” balas Kyu lagi

“mwo…???” Donghae menatap kaget kearah Kyuhyun

“sudahlah! Kalau kalian berdebat terus kapan latihannya akan dimulai?” Siwon menengahi. Eunhyuk langsung menyalakan musick

One… two… one two three go!

 Sorry Sorry Sorry Sorry Naega naega naega meonjeo
 Nege nege nege ppajyeo Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo Naega michyeo michyeo baby
 
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta
 
Nege banhaebeoryeosseo baby
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta ttarappappara

Flower Boys latihan dengan semangatnya

*****

Donghae berjalan pelan menuju kantin. Sesekali ia bersiul sebagai pertanda suasana hatinya sedang gembira saat ini. Begitu ia melewati sebuah taman yang menghubungkan kantin dengan gedung lainnya, tiba-tiba ia memundurkan badannya perlahan. Dipandang lekat-lekat seorang gadis bersama seorang namja sedang berbicara. Donghae mengeryutkan keningnya. Tidak lama kemudian, sang namja menarik tangan gadis itu namun, gadis itu menolak. Cukup lama Donghae memperhatikan adegan yang seperti drama itu hingga ia menghampiri dua makhluk tersebut.

“Lepaskan… aku tidak mau ikut denganmu” kata gadis berambut pirang itu

“Sica – ah… ada yang ingin kubicarakan denganmu. Ayo ikut aku” namja itu menarik lengan Jessica lagi

“tapi aku… tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu”

“Sica-ah… jangan begitu. Ayo ikut aku”

“Sirheo” Jessica berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan namja itu.

“kau.. tidak mengerti bahasa manusia ya?” Jessica dan namja yang bernama Heechul itu menoleh kearah sumber suara. Donghae memangku tangannya didada

“dia bilang lepaskan tangannya dan dia tidak mau ikut denganmu” kata Donghae lagi

“siapa kau?” Tanya Heechul balik

“aku…? Aku….” Donghae berpikir sejenak. Benar juga! Ia bukan siapa2 Jessica tapi kenapa ia mau menolongnya? Arrgh…. Donghae Pabo. Ia memaki dirinya sendiri

“dia… adalah pacar baruku” Jessica langsung menggandeng tangan Donghae

“mwo?” Donghae melihat bingung kearah Jessica. Jessica mengedipkan matanya sebagai pertanda agar Donghae mengikuti permainannya saja

“Sica – ah… kau berbohong kan? Tidak mungkin dia namja chingumu kan?” Heechul menatap Jessica dalam

“hey… kau tidak dengar katanya? Aku adalah pacarnya sekarang. Jadi, kuperingatkan kau! Jangan pernah mengganggunya lagi jika tidak, kau akan berurusan denganku. Ayo!” Donghae dan Jessica meninggalkan Heechul yang masih tertegun.

****

“gomawo” kata Jessica sembari meminum Capuccino yang ditangannya. Mereka kini berada dilantai 2 gedung IRINE dan melepas pandangan jauh kebawah.

“untuk apa?” Tanya Donghae

“untuk yang tadi dan malam itu” kata Jessica. “Aku belum sempat mengucapkan terimakasih padamu”

“jadi… dia lelaki yang kau maksud? “

“mwo?” Jessica menoleh kearah Donghae

“Lelaki yang kau bilang selalu membuatmu terluka.. jadi dia orangnya? Mm… wajahnya lumayan tapi tetap saja tidak lebih tampan dariku” Donghae membanggakan dirinya

“ssh… kau… terlalu percaya diri” sindir Jessica

“bukan terlalu percaya diri tapi aku bicara kenyataan. Semua yeoja di IRINE mengatakan aku tampan dan itu memang benar kan…??? Jessica tidak menangapi perkaataan Donghae ia terus melempar pandangannya jauh.

“kau bahkan mengatakan padanya klu aku adalah pacarmu sekarang. Apa… kau menyukaiku?” Donghae menatap Jessica antusias

“Kenapa sifat percaya dirimu itu tidak pernah hilang? Kau tau kan kalau tadi aku hanya bercanda untuk menghindari dia” Jelas Jessica kesal. “kau lupa kalau kita ini masih musuh huh?” Jessica melototi Donghae

“ya, aku mengerti. Tapi…. Apa kau yakin tidak menyukaiku?”

Plak…

“aw…” Donghae memegang kepalanya yang dijitak Jessica. “Michisseo? (kau gila ya?)” Donghae setengah berteriak

“ne. aku memang sudah gila. Aku akan gila bila terus berdekatan denganmu, namja sombong” balas Jessica

“aku sudah menolongmu. Kenapa kau memukulku?” Donghae memegang kepalanya

“karena kau pantas menerimanya. Sudahlah! Aku pergi sekarang” Jessica meninggalkan Donghae

“Ya… aku tidak sombong. Aku bicara kenyataan. Aku memang tampan kan…???” triak Donghae yang terdengar samar-samar ditelinga Jessica. Jessica tersenyum kecil mendengarnya.

****

-Tiffany Pov-

Aku duduk diruang tengah rumahku sambil menyalakan TV. Ah,, tidak ada siaran yang menarik. Kudengar ponselku berbunyi

“yes mom”

“How are you honey?”

“I’m fine. You?”

“I’m fine too. How your Korean language study? (bagaimana pelajaran bahasa koreamu?)” Tanya ibu lembut

“there is a progress (ada kemajuan)” jawabku singkat

“gurejo! Belajar yang baik kelak kau pasti akan bisa”

“mwo? Ibu bisa bahasa Korea? Kenapa tidak mengajariku dari dulu?”

“mianhe chagiya. Ibu hanya ingin kau mempelajari semuanya jika sudah saatnya”

“ssh… ibu curang” aku mengeryutkan bibirku. “eomma… jadi, bagaimana keadaan disana?”

“sudah cukup aman sayang” jelas ibu. Aku langsung senang mendengarnya

“jadi,,, kapan aku bisa  kembali ke Los Angels? Aku kangen pada ibu” rengekku

“belum sekarang chagiya. Ibu takut kalau lawan politik ibu akan melukaimu”

“eomma… bukankah eomma bilang sudah aman?”

“ne. ara! Tapi tetap saja jika mereka mengetahui kau ada di L.A mereka pasti akan mencarimu dan ibu takut mereka akan melukaimu. Mereka akan mencari cara untuk menjatuhkan ibu termasuk melukai dirimu chagi dan eomma tidak mau itu terjadi padamu. Arasseo?”

“ne. eomma. Arraseo!”

“gureo. Apa kau betah disana?” Tanya eomma lagi

“sejauh ini lumayan. Kedepannya akan ku usahakan” aku tertawa kecil dan dibalas oleh ibu. Ah,,, aku sangat merindukan suara tertawa ibu seperti ini.

“chagiya… eomma masih ada pekerjaan. Eomma tutup teleponnya ne? eomma akan mengabarimu lagi nanti. Anyong chagiya… saranghae!! Mmuach…”

“nado saranghae eomma. Mmuach…” kubalas kIss ibu dan kudengar ia menutup telepon. Aku kembali menatap layar TV yg sedari tadi masih menyala menantikan ia kembali kutatap.

“Nona, ada yang mencarimu” kata Mis. Ryu

“benarkah? Siapa?” tanyaku lagi padanya

“Molla…!!! Katanya dia adalah sahabat nona”. Apa??? Sahabat?? Siapa??? Semua pertanyaan itu kini memenuhi kepalaq. Seingatku aku belum punya sahabat disini kalau teman, mungkin. Aku langsung berdiri untuk menemui orang tersebut.

“dia menunggu anda ditaman depan” jelas Mis. Ryu. “ah, ne. gamsahamnida…”

-Tiffany Pov end-

*****

Tiffany melihat sosok pemuda berdiri membelakanginya. Tiffany menatapnya dengan bingung

“siapa kau?” pemuda itu langsung menoleh kearah Tiffany. “kau ada acara?” Tanya namja tersebut yang ternyata adalah Donghae

“sh.. Oppa… kau mengagetkanku. Kupikir siapa” Fany mengambil posisi duduk dibangku taman depan rumahnya

“kenapa kau terkejut? Apa wajahku tampak menyeramkan?” Tanya Donghae sembari duduk disamping Fany

“ani. Hanya saja… selama ini belum pernah ada yang mencariku kerumah” jelas Fany

“jongmalyo? Berarti aku adalah orang yang pertama mencarimu kerumah” bangga Donghae

“sh… tidak perlu berbangga diri. Itu karena aku belum punya banyak teman disini” Fany mengeryutkan bibirnya

“aku mengerti! Ayo!” Donghae menarik tangan Tiffany

“Oppa…mau kemana?” Tanya Tiffany lagi. “jalan-jalan. Kau tidak bosan dirumah?” Donghae berhenti dan menatap Fany. “tapi.. kemana?”

“sudahlah kau ikut saja”

Donghae dan Tiffany kini berjalan santai taman yang cukup ramai sore itu. Mereka makan eskrim berdua…

****

Jessica berlari kecil disebuah taman. Sesekali ia menoleh kebelakang memastikan orang yang sedari tadi mengikutinya sudah berhenti mengejarnya.

“yak… aku bilang aku tidak mau ikut! Lepaskan aku!” pekik Jessica begitu 2 orang berpostur tinggi itu memegang tangannya. “maaf nona, tapi anda harus ikut dengan kami” dua orang tersebut menyeret Jessica kedalam mobil

Donghae dan Tiffany menikmati makanan mereka. Kali ini makanan yang lebih ringan bukan eskrim lagi. Ah, aku lupa membeli minuman! Kau tunggu disini aku akan membelinya” Donghae meninggalkan Fany yang masih asik dengan makanannya.

Donghae berjalan pelan sambil memegang dua kaleng minuman soda.

“yak… aku bilang aku tidak mau ikut! Lepaskan aku!” Donghae melihat Jessica diseret oleh dua orang bertubuh besar itu

Aish… dia lagi? Kenapa setiap aku sedang bersama Fany harus dia yang mengangguku? Donghae kesal tapi tidak mungkin membiarkan Jessica dibawa oleh dua orang makhluk yang tampak seperti monster itu.

“hey… kalian ini beraninya hanya pada wanita. Kenapa tidak lawan aku saja” Donghae memasang kuda-kuda. Jessica kaget begitu melihat Donghae

Dua pria tersebut langsung menoleh kearah Donghae dengan tatapan garang bagai serigala siap menerkam mangsanya.

“hey.. maksudku…kita… kita… bisa bicarakan semua ini dengan baik” Donghae gugup sambil berjalan mundur.

“maksudku… kita…” Donghae menelan ludahnya. “maksudku… kalau kalian benar-benar seorang pemberani, mengapa harus memaksa wanita ikut dengan kalian?” Donghae berusaha menutupi rasa takutnya

“hentikan!” tiba-tiba seorang gadis keluar dari sebuah sedan putih yang tadi hampir dimasuki Jessica karena paksaan dua orang tersebut

“Victoria ssie” gumam Jessica

“ne. kau masih ingat aku?” kata gadis itu angkuh. “apa yang kau  lakukan disini? Jadi kau…” Jessica tidak dapat melanjutkan kata-katanya

“ne. waeyo? Apa kaut terkejut?” Victoria tersenyum sinis kearah Jessica semantara Jessica hanya bisa mengepalkan tangannya menahan amarah. Donghae menghampiri Jessica.

“Siapa kau?” Tanya Victoria pada Donghae.

“hey… siapa aku itu tidak penting. Kenapa kau ingin menculiknya?”

“aku tidak berniat menculiknya. Aku hanya ingin mengatakan beberapa hal padanya” balas Victoria

“jika demikian, kenapa tidak kau katakan saja disini sekarang? Kau tidak dengar tadi dia tidak ingin ikut denganmu huh?”

“baiklah kalau begitu. Jessica ssie..” Victoria menatap tajam kearah Jessica

“Ku peringatkan kau jangan pernah menemui Heechul oppa lagi. Kau tau kan dia itu tunanganku? Jika kau berani, kau akan tau akibatnya” ancam Victoria. Jessica tidak menggubris masih mencoba menahan amarahnya

“Mwo…??? Hey… dengar ya dia bukanlah tipe gadis yang suka menemui tunangan orang lain”

“benarkah? Lalu bagaimana Heechul oppa bisa ke sekolahmu? Apa kau menghubunginya?”

“yak… itu tunanganmu saja yang selalu mengejarnya. Dia sudah menolak tapi tunanganmu yang masih ingin bertemu dengannya” balas Donghae lagi. Donghae dan Victoria saling beradu argument dan tidak mau kalah satu sama lain

“HENTIKAN…!!!” Teriak Jessica. Kedua makhluk itupun lalu diam.

“dengarkan Victoria ssie. Aku tidak akan pernah menemui tunanganmu itu lagi. Mulai hari ini dan seterusnya aku berjanji tidak akan pernah menemuinya lagi. Jadi, kau tidak perlu khawatir” kata Jessica sambil menahan amarahnya

“benarkah? Bagaimana jika kalian masih bertemu?” tantang Victoria lagi

“dia tidak akan menemui tunanganmu lagi” bela Donghae

“bagaimana kau bisa yakin?” balas Victoria

“karena sekarang dia….. Donghae tampak ragu. “dia sekarang adalah PACARKU dan kupastikan dia juga tidak akan menemui tunanganmu itu lagi. Ayo…!!!” Donghae manarik tangan Jessica meninggalkan Victoria dan para pengawalnya.

Sepeninggal HaeSica, Victoria juga masuk kemobilnya dan meninggalkan taman itu.

“karena dia sekarang adalah PACARKU dan kupastikan dia juga tidak akan menemui tunanganmu itu lagi. Ayo…!!!” Tiffany menatap tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya

Donghae adalah pacar Jessica sekarang. Sakit… kenapa rasanya Sakit??? Sebening air putih jatuh dari pelupuk mata Fany yang menggambarkan suasanya hatinya yang sedang luka

To Be Continued……………………………………………………………………

Eottohke this part…??? baguskah??? ato jelekkah??? Molla readers. untuk itu q butuh koment kalian utk mengetahui letak jelek ato tdknya alur cerita.

Koment ya chingu kalau mau lanjut >>

Gomawo^^

Satu pemikiran pada “That’s True Love ( Part 5 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s