That’s True Love ( Part 3 )

Tittle              :  That’s True Love

Cast                    : Kim Ryewook Super Junior

                                Tiffany Hwang SNSD

Support Cast    :  EunHyuk, Hyoyeon

                                      Kyuhyun, SeoHyun

                                      Siwon, Yoona

                                     Leeteuk, Taeyon

                                    DongHae, Jessica, Others

Author            :  Shin Eun Hwa

Genre             :  Romance, Family, Friendship, Musical

Rating            :  =

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Anyong Hassimnika…^^

Apa kabar chingudeul n readers smua? _alhamdulillah baik thor_

Ok! Awalnya part ini author mau publish selesai lebaran tapi… gak jadi gak mau terlalu lama bikin readers menunggu.

Mungkin cerita dipart ini masih agak membingungkan. Ya emang sengaja! Jahat ya authornya nih. Buat yg penasaran atao bingung ama cerita di part ini, koment y? biar lanjut ke part 4 supaya ceritanya makin jelas.

Ok deh! Buat yang udah penasaran, silahkan ini dia ^___^ happy readings .oOo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

FB menghampiri Taeyon CS. Taeyon langsung mengambil posisi paling depan dan langsung berhadapan dengan Leeteuk. Lagi-lagi mereka kembali beradu pandang.

“kalian berlatih terlalu keras…” Leeteuk tersenyum mengejek

“bagaimana denganmu? Apa kau sudah berlatih dengan baik untuk mengalahkan kami?” tantang Taeyon

“sh…” lagi-lagi Leeteuk melemparkan senyuman mengejeknya. “kami tidak perlu berlatih untuk mengalahkan kalian… semua orang sudah memilih dan Flower Boys akan selalu menjadi yang terbaik” Leeteuk meninggalkan Taeyon cs dengan perasaan penuh kemenangan. Taeyon kesal mendengar pernyataan Leeteuk barusan.

“tidak kusangka… kau benar-benar seorang pengecut” sindir Taeyon. Leeteuk menghentikan langkahnya mendengar kata-kata Taeyon.

“mwo…?” Leeteuk menatap marah kearah Taeyon. Begitu juga Taeyon tidak mau kalah. Ia juga melempar tatapan _tidak senangnya_ pada Leeteuk. Kali ini adu pandang kembali terjadi antara Flower Boys (terutama Leeteuk) dan Taeyon cs (Taeyon)

Tiffany hanya membulatkan kedua matanya menyaksikan kejadian ini…

-Leeteuk Pov-

Aku sampai rumah. Kulepas dasi dan jas sekolah yang sedari dari menggerogoti tubuh dan leherku. Sesak rasanya. Aku langsung mengambil posisi duduk setengah berbaring disofa empuk didekat ranjangku.

“Oppa… kau janji akan kembali lagi kan…???”

“Ne Taeng. Kau tunggu aku ne..?? Oppa janji akan kembali dan mengajakmu ke Seoul bersama-sama” gadis kecil itu mengangguk

“Oppa… aku akan menunggumu”

Aku memegang pelipisku. Rasanya sakit sekali

“Taeng… aku bisa menjelaskan semuanya…”

“aku tidak perlu penjelasanmu lagi Oppa. Lupakan semua yang pernah ku katakan padamu. Aku juga akan melupakan semuanya” Taeyon kecil meninggalkan Leeteuk dengan perasaan nanar. (saat itu usia mereka Taeyon 12 Tahun dan Leeteuk 14 Tahun)

Aku membaringkan tubuhku diranjang empukku. Ku coba menutup mataku sejenak

“tidak kusangka… kau benar-benar seorang pengecut”

“mwo?”

“aku kira kau adalah orang yang bisa memegang kata-katanya ternyata tidak”

“apa maksudmu?”

“kau… hanya akan menang karena pendukungmu banyak dan masuk dalam Group Flower Boys, Menjadi pewaris IRINE dan sederet perusahaan besar lainnya jika tidak… aku tidak yakin kau bisa menang dariku”

“sh.. kau terlalu percaya diri”

“ne. gureojo! Aku sangat percaya diri. Karena itulah yang bisa membuatku bertahan hingga saat ini. Aku akan mengalahkanmu dan mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi milikku” Taeyon CS meninggalkan Flower Boys.

Aku memegang dadaku yang tiba-tiba terasa sakit. “Taeng-ah.. kenapa kita harus seperti ini?” gumamku. Aku menutup mataku tanpa terasa sebutir air bening jatuh kepipiku. Aku menangis. Ya! Sepertinya aku menangis… biarlah! Perasaan ini sudah terlalu lama ku tahan. Aku membiarkan air mataku mengalir seolah menggambarkan suasana hatiku saat ini. Perih!

-Leeteuk Pov end-

****

Taeyon membuka pintu kamarnya. Ia terlihat lelah. Ia meletakkan tasnya dan mengganti seragam sekolahnya.

Tok…tok…tok…

“Ibu apa kau disana?” Taeyon mengetuk pelan pintu kamar ibunya

“eommanie… eommanie…” masih belum ada jawaban

Taeyon langsung membuka kamar ibunya dan ia menemukan sosok wanita yang sangat dicintainya itu sedang tertidur dikamarnya. Taeyon membelai lembut rambut ibunya.

“eomma… mianhe telah membuatmu seperti ini. Aku berjanji akan membahagiakan ibu sebisaku” gumamnya pelan. Taeyon keluar dari kamar ibunya. Begitu Taeyon keluar, Ny. Kim langsung membuka matanya. Ternyata tadi cuman pura-pura tertidur.

Taeyon mengambil air putih didapur dan langsung meneguknya. Ia kemudian terdiam sejenak.

“Oppa… kau janji akan kembali lagi kan…???”

“Ne Taeng. Kau tunggu aku ne..?? Oppa janji akan kembali dan mengajakmu ke Seoul bersama-sama” gadis kecil itu mengangguk

“Oppa… aku akan menunggumu”

Taeyon menuang lagi gelasnya yang telah kosong.

Taeyon baru keluar dari sekolahnya. Tiba-tiba saja Ny. Kim menghampirinya dengan setengah berlari.

“ibu, ada apa?” Tanya Taeyon kecil

“cepat pulang. Kita harus ke Seoul sekarang” Ny. Kim memasukkan Taeyon kedalam mobil. “kenapa mendadak?” Tanya Taeyon yang masih belum tau apa-apa

“ayahmu… dia masuk rumah sakit” Ny. Kim membelai rambut anaknya.

Taeyon meletakkan gelas kosongnya kini. Rasa hausnya benar-benar telah hilang setelah meneguk 2 gelas air putih tadi. Taeyon langsung menuju kamarnya dan ranjang empuknya telah menunggunya sejak tadi. Taeyon langsung merebahkan badannya dan mulai menjelajahi alam mimpi.

****

-Tiffany Pov-

Hari ini adalah hari minggu jadi, aku tidak perlu bangun pagi untuk kesekolah. Sebenarnya sejak 45 menit yang lalu aku sudah bangun namun, aku enggan mengangkat tubuhku untuk wake up (bangun). Tiba-tiba saja ponselku berdering. Aku langsung mengangkatnya

“Hay hany… Happy weekend”

“yes mom, thank you!” jawabku masih dengan nada malas

“do you still sleep? (apa kau masih tidur)”

“No. I just..”

“hey.. wake up. Not good if girls are still sleeping when the sun had risen (tidak baik anak gadis masih tidur ketika matahari sudah terbit)” aku tersenyum mendengar ocehan ibu

“mom.. but this is a holiday (ibu.. tapi ini hari libur)” belaku

“I Know so You have to get up and do your job (ibu tau jadi, kau harus bangun dan kerjakan pekerjaanmu)”

“mom… I am..”

“come on wake up now. I’m not there is no reason for you to sit idle (ayo bangun sekarang! Tidak ada ibu disana bukan alasan untuk kau bermalas-alasan)” omel ibu lagi. Arrgh… aku mengacak-acak rambutku yang memang sudah berantakan.

“yes… I wake up now”

“ok! Happy holiday hany. I will call you later (Ok. Selamat hari libur sayang. Ibu akan menghubungi nanti)” Mmuach… kudengar ibu melemparkan kissnya untukku

“ok. See you” aku menutup telepon

***

Aku turun dari kamarku yang terletak dilantai dua. Kulihat Miss. Ryu sedang menata makanan dimeja makan. Aku langsung duduk dan meneguk susu yang sudah tersedia dimeja makan.

“anyong hasseo” Mis. Ryu menudukkan kepalanya. Aku menatapnya dengan bingung.

“it’s a greeting in Korean (itu sapaan dalam bahasa Korea)” jelas Mis. Ryu aku langsung mengangguk mengerti. “so how I had to answer (jadi bagaimana aku harus menjawabnya?)” tanyaku sembari memasukkan sepotong roti kedalam mulutku

“You just say.. anyong… or anyong hasseo too (kau cukup bilang anyong.. atau anyonghasseo juga)” lanjut mis. Ryu aku mengangguk lagi. “thanks” jawabku dengan tersenyum

“cheonmaneyo..”

“what?”

“Your welcome in Korean is cheonmaneyo (terimakasih dalam bahasa korea adalah cheonmaneyo)”

“ah.. I know (ah.. aku mengerti)” aku tersenyum senang. Pelajaran pagi ini cukup penting bagiku.

-Tiffany Pov end-

****

Taeyon keluar dari rumahnya. Ia lalu menutup pintu rumah mungilnya lalu menuju halte bus. Tidak lama kemudian Taeyon sampai didepan sebuah rumah yang terbilang cukup mewah. Ia menekan bel rumah itu berkali-kali cukup lama hingga pintu rumah itu terbuka Taeyon langsung masuk kedalam

“kau kemana saja Sica-ah…”

“mian eonni. Tadi aku sedang mandi” kata Jessica sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk

“mana yang lain? Apa belum datang?” Taeyon memainkan matanya. “ani” jawab Jessica. Tidak lama kemudian datanglah sosok yang mereka nantikan…

“anyonghasseo..” sapa dongsaeng2 Taeyon dengan ceria. “eonni… kau sudah datang?” Tanya Seohyun sambil memakan Lollypopnya

“ne. aku baru saja sampai” jawab Taeyon santai. “jadi… apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita harus menyerah?” Tanya Yoona

“aku tidak akan menyerah padanya” kata Taeyon mantap. “tapi eonni bagaimana kita bisa menang dari Flower Boys? Kita semua tau kalau mereka tidak akan mudah dikalahkan. Penggemar mereka banyak sekali” balas Seohyun

“ara. Tapi bagaimanapun aku tidak mau mengalah darinya. Kalaupun nantinya kalah aku akan menerimanya tetapi aku tidak mau menyerah sebelum berperang”

“aku mendukungmu eonni” Hyoyeon membuka suara. Yang lainpun akhirnya saling memandang dan mengangguk setuju. “aku juga mendukungmu eonni” kata Yoona semangat. “aku akan bertaruh sekuat yang ku bisa” lanjut Jessica. Semua mata kini memandang kearah Seohyun yang masih asik dengan buku dan Lolypopnya

“apa?” Tanya seohyun. Yoona langsung menyenggol lengan Seohyun pelan. “ah.. aku ikut eonni. Pasti. Hahaha” Seohyun memberikan senyuman terbaiknya. Mereka semua pun akhirnya tertawa bersama.

Ditempat terpisah…

Flower Boys juga sedang berkumpul dirumah Leeteuk. “hyung… apa pertarungan ini harus dilanjutkan?” Tanya Siwon

“kenapa tidak? Dia yang mengajakku bertaruh dengannya. Aku tidak mungkin menolak taruhan yang jelas-jelas sudah pasti akan ku menangkan. Kenapa? Apa kalian takut?” Tanya Leeteuk pada dongsaeng-dongsaengnya

“ani” jawab Kyu. Yang lainpun ikut mengangguk

“tapi… apa kau tidak pernah memikirkan perasaan Taeyon?” Ryewook mengambil posisi duduk disamping Eunhyuk. Semua mata memandang Ryewook

“hyung… seharusnya tidak seperti ini. Aku rasa kita tidak perlu melakukan pertarungan yang tidak penting itu. Jika perasaan kalian masih sama, kenapa hyung tidak mencoba mengatakan maaf padanya?” Leeteuk memandang Ryewook nanar. “aku yakin dia pasti akan memaafkan mu hyung…” mereka semua kini terdiam.

“tidak Wookie-ah… sekarang dihati Taeyon hanya penuh dengan rasa kebencian untukku”

“lalu… apa yang harus kita lakukan? Kita juga tidak mungkin mengalah pada mereka kan??” Tanya Kyu lagi

“ani” Leeteuk berdiri. “kita akan tetap melanjutkan pertarungan” semua member FB mengangguk mengerti.

****

“Mis. Ryu I was out for a while (aku keluar sebentar)” kata Tiffany seraya merapikan tasnya

“where are you going? I’ll send mr. sangjo to drive (Aku akan menyuruh Mr. Sangjun untuk mengantarmu)”

“is unnecessary. I just want to get around the neighborhood. I want to know this area further (sebenarnya itu tidak perlu aku hanya ingin berkeliling sekitar sini. Aku ingin mengenal daerah ini lebih jauh lagi). I am go now (aku pergi)”

“but.. you’re not familiar with this area (tapi Nona belum tau daerah ini)” khawatir Ms. Ryu

“don’t worry. I will call you when I’m lost (Aku akan meneleponmu bila aku tersesat)” Fany mengambil segelas air putih dan langsung diteguknya. Setelah selesai, Fany langsung meninggalkan kediamannya. Ia tidak sadar telah melupakan ponselnya diatas meja dekat gelas air yang tadi diminumnya.

Fany berjalan ria ditengah keramaian kota Seoul waktu menunjukkan pukul 02.00 KST sore. Fany tiba ditaman ia lalu duduk sejenak menikmati indahnya hari itu. “the beautiful day (hari yang indah)” gumam Fany

Fany melewati sebuah toko buku ia pun langsung masuk kedalam. “anyonghasseo…” sapa sang pemilik toko. Fany terdiam ia tampak berpikir

“a..anyong…” balas Fany

“ada yang bisa ku bantu?” tanya pelayan itu lagi. Fany bingung harus menjawab bagaimana. “I am looking for Korean language (aku mencari buku Bahasa Korea)” kata Fany akhirnya mengutarakan maksudnya

Pemilik toko mengangguk mengerti. Tidak lama kemudian ia keluar membawa 3 buah buku untuk Fany. “Cara Mudah Belajar Bahasa Korea” begitulah tulisan di masing2 sampul buku itu.  “I take this (aku ambil ini)” sang pelayan lalu membungkuskan pesanan Fany.

“this is yours (ini bukumu)” Fany menerimanya. “ka..” Fany langsung membuka buku yang baru saja dibelinya

“khamsamida” kata pelayan itu

“yes.. che..cheonmaneyo” kata Fany. Pelayan itu tersenyum melihat tingkah Fany yang menurutnya terlihat sangat lucu.

Fany duduk ditaman yang tadi ia lewati. Ia lalu membaca buku yang baru saja dibelinya itu. Fany terlihat sibuk melafalkan kata demi kata dalam bahasa Korea dan Inggris.

“anyong hasseo… naneun Tiffany imnida” Tiffany berhenti sejenak. Ia menutup matanya pelan. “naneun Los Angels saramimnida… pan.. gaseumnida” Tiffany tersenyum. Ia berhasil melafalkan perkenalan singkat dalam bahasa Korea.

“chogiyo…jeoleul dowa jusilsu issnoya? (permisi.. maukah kau menolongku)” Fany berlatih meminta pertolongan dalam bahasa Korea

“mullonimnida (tentu saja)” jawab seseorang. “ng..” Tiffany langsung menoleh kearah sumber suara

***

-Donghae Pov-

Kami telah selesai berkumpul dirumah Leeteuk hyung. Aku langsung memohon diri. Aku ingin pulang. Aku ingin tidur. Rasanya liburan dirumah akan lebih menyenangkan. Kulihat hari sudah mulai berpindah tempat. Kulajukan mobilku menelusuri jalan raya kota Seoul tiba-tiba saja kulihat seorang gadis sedang berjalan santai sambil sesekali tersenyum. Dia adalah Tiffany murid baru itu. “sh…” aku tersenyum melihat tingkahnya. Kutepikan mobilku dan kuperhatikan dia ternyata dia menuju ketoko buku. Untuk apa dia kesana? Pikirku. Aku langsung turun dari mobilku dan mulai kuikuti dia ternyata dia menuju ketaman yang hanya berjarak beberapa meter dari toko buku itu. Kulihat ia asik membaca dan sesekali mencoba melafalkan apa yang telah dia baca. Aku masih memperhatikannya dari jauh. Sepertinya ia sedang belajar Bahasa Korea

“chogiyo…jeoleul dowa jusilsu issnoya? (permisi.. maukah kau menolongku)” katanya

“mullonimnida (tentu saja)” jawabku lalu menuju kearahnya. Kulihat ia terkejut dengan kehadiranku

“what are you doing here?” tanyanya. Aku hanya tersenyum

“you… what are you doing here?” kulontarkan pertanyaan yang sama padanya. Dia terlihat bingung. “I just.. aa.. I’m just a holiday (aku hanya liburan)” jawabnya lalu melanjutkan membaca.

“holiday in a place like this? (liburan ditempat seperti ini?)” tanyaku lagi

“so why? Is there something wrongs? (memangnya kenapa? Apa ada yang salah?)” aku menggeleng. “ani” jawabku singkat

Ia membuka bukunya lagi mencoba mencari terjemahan kata yang baru kuucapkan. “ani in english is no (ani dalam bahasa inggris adalah no)”  jelasku. Dia langsung mengangguk. “ara”

Aku tersenyum melihatnya mengucapkan kata itu. “why you want to study Korean language? (kenapa kau ingin pelajari bahasa korea?)”

“I  feel weird if living in Korea but I can’t speaking the language (aku rasa aneh bila aku tinggal di Korea tetapi tidak bisa bahasa Korea)” jawabnya aku mengangguk lagi. “so.. you haven’t thought Korean is your nightmare? (jadi.. kau sudah tidak berpikir Korea adalah mimpi buruk buatmu?)” ejekku. “that’s.. no again (itu.. tidak lagi)” ia tersenyum akupun membalasnya.

Aku langsung menarik buku ditangannya. Aku lalu mengajarinya ia begitu antusias mendengarkan dan memahami setiap kata yang ku ucapkan. Dia terlihat lugu dan juga manis pikirku.

-Donghae Pov end-

****

Donghae masih mengajari Fany. Setelah ± 2 jam mereka duduk ditaman itu, Donghae mengajak Tiffany berkeliling. Mereka makan es krim bersama namun Donghae masih tetap mengajari Fany cara berbicara bahasa Korea dengan benar. Mereka terlihat senang. Donghae tidak jadi menghabiskan liburannya dirumah. Hari yang awalnya menurutnya akan sangat membosankan kini berubah menjadi hari yang indah. Setelah makan eskrim, mereka pergi ke Dufan. Donghae mengajak Fany naik Roller Coaster awalnya Fany menolak namun, karena dipaksa Donghae, akhirnya ia mencoba melawan rasa takutnya. Selama diatas Roller Coaster, Fany menutup matanya erat. Ia takut! Sangat takut! Saking takutnya ia bahkan menggenggam tangan Donghae erat. Donghae hanya menatapnya dalam lalu tersenyum sendiri.

Hari sudah sore. Matahari kini sudah menuju ketempat peraduannya. Donghae dan Fany keluar dari Dufan.

“bagaimana?” tanya Donghae

“that’s emazing!” jawab Fany semangat. Donghae tersenyum melihat tingkah lucu Fany. “are you hungry? (apa kau lapar?)” tanya Donghae

“why?” jawab Fany. “ I am Hungri, let’s eat (ayo makan)” Donghae mengajak Fany kesebuah restoran merekapun makan bersama

****

Taeyon keluar dari rumah Jessica. Dongsaeng-dongsaeng nya yang lain sudah pulang lebih dulu. Taeyon menghabiskan hari ini dirumah Jessica. Taeyon dan Jessica memang sangat dekat bahkan sudah seperti kakak beradik.

“Sica-ah.. aku pulang ne?” Taeyon merapikan tatanan rambutnya didepan cermin besar yang terletak dikamar Jessica

“kau langsung ke kafe?” tanya Jessica dalam posisi baring diranjangnya

“ne” jawab Taeyon singkat.

“aku pergi ya?” Jessica mengantar Taeyon sampai depan rumahnya. “ne eonni. Hati-hati. Mian aku tidak bisa nonton. Aku harus menemui ayahku setelah ini” curhat Jessica.

“gwenchana Sica-ah.. ara” Taeyon memegang pundak Jessica lalu pergi.

***

Donghae dan Tiffany keluar dari restoran tempat mereka makan. “thanks” kata Fany. “your welcome”. Ponsel Donghae berbunyi

“ne..?” Donghae menempelkan benda mungil itu ditelinganya

“ara” Donghae menutup teleponnya. “I’m so sorry I want to go now. Are you Ok I leaved (maaf aku harus pergi sekarang. Apa kau baik-baik saja bila aku tinggal?)” tanya Donghae. Fanya mengangguk

“sure, I will call my driver to pick me up (aku bisa menelpon supirku untuk menjemputku)” jawab Tiffany.

Fany menatap punggung Donghae yang meninggalkannya. “gomawo” gumamnya lalu tersenyum kecil.

****

Taeyon sampai didepan sebuah kafe. Ia langsung masuk kedalam..

“anyong Taeyon-ah neo osso? (kau datang?)” tanya Yuri yang bekerja sebagai pelayan dikafe itu. “m..” Taeyon mengangguk dan menepuk pelan pundak Yuri.

“hari ini cukup ramai ya..?” Taeyon langsung mengganti pakaiannya dan naik keatas panggung. Ya! Taeyon bekerja dikafe ini sebagai seorang Penyanyi yang menghibur para pengunjung. Penghasilan yang didapatnya lumayan cukup untuk memenuhi kebutuhannya sebagai seorang pelajar lagipula, ia tidak perlu bekerja keras hanya menyanyikan 3 atau 4 lagu maka selesai sudah tugasnya dan ia bisa kembali kerumah lagi.

-Leeteuk Pov-

Aku duduk membaca majalah yang ada diruang tamu. Ku bolak-balik majalah itu namun, tidak ada yang bisa menarik perhatianku. Aku langsung mengambil Sweaterku dikamar dan tidak lupa kunci mobil. Ku jalankan pelan mobilku sesekali menghirup udara yang masuk lewat jendelanya yang sengaja tidak kukunci.

Tiba-tiba kulihat seorang gadis keluar dari sebuah taxi. Dia Taeyon! Musuh bebuyutanku di IRINE. Kulihat ia masuk kedalam sebuah kafe. “apa yang ia lakukan disini? Malam-malam lagi” pikirku. “ah… tidak mungkin” aku berusaha membuang jauh-jauh pikiran burukku tentangnya.

Aku langsung mengikutinya masuk kedalam kafe itu. Cukup ramai memang. Aku mencari tempat duduk paling ujung dan mulai menelusuri ruangan kafe tersebut. Tiba – tiba kudengar suara MC menggema

“baiklah… malam ini kita akan dihibur oleh seorang gadis cantik. Siapa lagi kalau bukan kim Taeyon” kata suara MC itu. Semua tamu memberikan tepuk tangan

“mwo? Taeyon? Apa maksudnya?” aku membelakkan mataku. Dan begitu kulempar pandanganku kearah panggung, benar saja dia sedang duduk diatas kursi disana dengan memegang sebuah gitar.

Tidak berapa lama kemudian, ia mulai memetik gitarnya pelan dan mulai melantunkan sebuah lagu..

Gibun joheun barameul ddara nuni bushin jeo haneul arae
Areumdaun noraewa joheun hyanggiro gadeukhan neowa geotneun gil
Gieokhani cheoum mannattdeon eosaekhago natseon shigandeul
Seotulgo eoryeottdeon nal geujeo maleobshi jikyeojun nege gomawo

Jichyeoittdeon gaseumi dashi sumshwigo
Gananhaejin maeumi bicheul chajasseo
Yeongwontorok ireohke neoui sonjapgo gatchi geotgo shipeo
Uri deul manui sesange saranghaneun nae saramgwa hamkke

Aku memandang lekat wajahnya. Ia bernyanyi dengan penuh perasaan. Aku bahkan tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya.

-Leeteuk Pov end-

****

Taeyon melantunkan sebuah lagu yang berjudul “ I Want To Dream With You” (lagu SNSD). Leeteuk terus memperhatikan sosok yang kini berada didepannya sementara Taeyon terus melanjutkan bait demi bait lagunya sambil terus memetik gitarnya pelan.

Amudo uril banghaehajineun anha
Shigane jjeutgyeoya hal iyudo eobseo
Ddaeron meolli isseodo
Gateun maeum hanaro gateun kkumeul kkul su ittdamyeon

Aju oraen shigani heulleo jinaseo
Neowa naui moseubi jogeum dallado
Yeongwontorok ireohke neowa duriseo kkumeul kkugo shipeo
Naui sowoni dwieojun Naui mideumi dwieojun neowa
 
Aju oraen shigani heulleo jinaseo
Neowa naui moseubi jogeum dallado
Yeongwontorok ireohke neowa duriseo kkumeul kkugo shipeo
Naui gijeoki dwieojun Naui kkumeul hamkke haejun neowa
 
Oraen sewori heulleodo yeongwonhi neowa kkumkkugo shipeo

Leeteuk benar-benar terpana dengan penampilan Taeyon malam ini. Ia bahkan dapat merasakan isi lagu yang dinyanyikan Taeyon…

Leeteuk memandang Taeyon yang masih terus menyanyi dengan penuh arti. Dalam..

“Taeng ah.. Mianhe jongmal Mianhe…” Gumam Leeteuk dalam hati

To Be Continued……………………………………………………………

gimana part ini readers? baguskah? jelekkah? atau bagaiama?

mohon komentnya chingudeul dan readers biar author bisa tau dimana letak kekurangan author but NO BASHING!!!

OK! klu mw lanjut >> minta Komentnya..^^ .oOo.

Satu pemikiran pada “That’s True Love ( Part 3 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s