That’s True Love ( Part 2 )

Tittle              :  That’s True Love

Cast                    : Kim Ryewook Super Junior

                               Tiffany Hwang SNSD

Support Cast    :  EunHyuk, Hyoyeon

                               Kyuhyun, SeoHyun

                               Siwon, Yoona

                               Leeteuk, Taeyon

                               DongHae, Jessica

Author            :  Shin Eun Hwa

Genre             :  Romance, Family, Friendsip, Musical

Rating            :  =

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Anyong hassimnika chingudeul..^^

Ini dy part 2 dari That’s Tru Love… semoga suka yah^^

Minta koment nya lagi ya chingu^^ dan para readers klu mau ff ini terus berlanjut. Aku bakal semangat ngetik dan cari idenya jika banyak yang koment di part ini. Setiap part akan author terapkan sistem koment ® lanjut. Gak koment, Stop!!!

Buat yang udah penasaran, silahkan ini dia ^___^ happy readings .oOo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Flower Boys berjalan diteras sekolah. Seperti biasa, para fans mereka langsung berteriak histeris begitu melihat sosok dambaan mereka.

Kya… Oppa… Oppa…. Oppa…

Suasana jadi riuh begitu 6 sosok pemuda tampan itu menampakkan diri. Mereka berjalan dengan gaya cool-nya masing-masing sambil sesekali melempar senyum kearah yeoja-yeoja yang memuja mereka

Flower Boys…. Flower Boys…

Flower Boys…. Flower Boys…

Flower Boys…. Flower Boys…

Kali ini mereka meneriakkan nama group yang terkenal seantero IRINE itu.

-Taeyon Pov-

Aku membolak balik komik yang sedari tadi sedang kubaca. Arrgh… ceritanya tidak nyambung menurutku! Aku meletakkan komik itu diatas mejaku dan tiba-tiba saja SeoHyun sudah berdiri dihadapanku.

“ah… kau membuatku kaget Hyunie-ah” kataku

Kya…. Oppa… Oppa…

Aku langsung menutup telingaku dengan kedua tanganku. “berisik sekali” gumamku.

“tentu saja… Flower Boys kan sedang berada diluar kelas kita” kata SeoHyun santai sambil mengisap lolypop yang sedari tadi ada ditangannya

“Flower Boys..?” aku setengah berteriak. “ah.. eonni tidak perlu berteriak aku sudah bisa mendengar suaramu” rengek Seohyun sambil mengelus-elus kupingnya

“ne. mianhe” aku langsung memainkan manic mataku keseluruh penjuru ruangan. “mana yang lain?” tanyaku pada Seohyun

“mereka sedang kekantin” kata Seohyun lagi. Ah,,, kenapa harus kekantin disaat seperti ini sih? Gumamku lagi

“mwo?” Seohyun menatap Tanya kearahku. “ani” jawabku lagi

Aku langsung mengambil ponselku. Lalu kuketik pesan singkat

Kalian ada dimana?

Temui aku di perempatan dekat taman

Flowers Boys sedang menuju kesana

Lalu kutekan tombol send ® to many lalu ku masukkan nomor-nomor dongsaengku. Jessica, Yoona dan Hyoyeon. ® send.

“ayo…” aku berdiri dan Seohyun langsung mengikutiku dari belakang

“eonni… mau kemana?” Tanya Seohyun sembari menyamakan langkahnya denganku. “kau ikut saja” kataku

Begitu sampai perempatan, aku melihat 3 sosok dongsaengku sudah berada disana merekapun langsung menghampiriku.

“eonni… ada apa” Tanya Jessica. Aku langsung mengalihkan pandanganku kearah kerumunan para yeoja yang mengaku sebagai fans Flowers Boys. Mereka ber-4 pun mengikuti arah pandangku…

Flower Boys…. Flower Boys…

Suara para fans FB tidak pernah berhenti menggema. Para personil FB pun melempar senyum kearah para fans mereka yang membuat mereka makin histeris. “ssh… sok manis” gumamku.

Kulihat mereka makin mendekat kearahku. Aku langsung menghalau jalan mereka dengan berdiri tepat didepan mereka. Semua fans merekapun berhenti berteriak. Kulihat Leader mereka langsung mengambil posisi pas didepanku. Aku pun langsung meluncurkan tatapan mautku yang langsung dibalas oleh mereka. Kini masing-masing dari kami saling melempar tatapan semaut mungkin untuk menjatuhkan lawan.

-Taeyon Pov end-

******

Tiffany keluar dari ruangan kelasnya. Ia masih memutar pandangannya mencoba mengenali satu persatu bangunan yang telah menjadi sekolah barunya itu. Ia berencana ke perpustakaan namun, ia masih belum tau letak gudang buku-buku itu.

Sudah 2 kali tiffany berjalan mengelilingi gedung IRINE namun, ia tetap belum bisa menemukan perpustakaan. Ia juga telah bertanya kebeberapa siswa namun, mereka malah mengacuhkan Fany. Karena lelah, Fany akhirnya duduk disebuah bangku kecil yang terletak disamping gedung IRINE diatasnya ada sebuah pohon rindang yang dapat menghalau sinar matahari langsung mengenai kulitnya. Fany melepas lelahnya sejenak.

Kya… Oppa… Oppa…

Fany langsung menolah kesumber suara. Tampak banyak sekali siswi IRINE yang sedang mengejar-ngejar seorang pemuda. Tiffany menoleh melihat kearah pemuda itu

“Oppa… kau mau kemana?” Tanya seorang fans

Pemuda itu hanya menutup mukanya dengan kedua tangannya. Ia mencoba menghalangi wajahnya agar tidak dicubit atau bahkan dilukai oleh para fansnya.

Tiffany berpikir sejenak. “why (kenapa)” itulah pertanyaan yang selalu muncul dikepala Tiffany. Pemuda itu makin mendekat kearah Tiffany. Sementara Tiffany hanya memandangnya dengan tatapan bingung.

*****

-Donghae Pov-

Aku baru keluar dari toilet. Aku mencari para member FB lainnya. “Akh… mereka meninggalkanku” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“hyung kalian dimana?” aku menelepon Leeteuk hyung

“kami diruang latihan. Kemarilah” kata Leeteuk hyung. Aku langsung menuju ruang latihan. Aku berjalan pelan namun tiba-tiba saja ada beberapa siswi menarik lenganku

“Oppa… kau mau kemana? Boleh kami berfoto denganmu?” mereka langsung mengeluarkan semua benda-benda yang bisa memotret. Semua benda itu kini mengarah kepadaku. “arrgh… ini lebih buruk daripada menjadi anggota boyband terkenal seperti Super Junior” gumamku

Aku berusaha menghindar. Aku berlari menjauh kearah mereka namun tetap saja mereka masih mengejarku. Aku terus berjalan sambil menutupi wajahku dengan kedua telapak tanganku aku tidak mau kamera mereka penuh dengan wajahku. Aku bahkan ngeri bila membayangkan wajah tampanku ini akan menjadi pajangan disetiap ponsel mereka. Selain itu, aku juga takut kalau-kalau jari kecil mereka akan mendarat diwajahku. Hufft… memikirkannya saja aku sudah ngerih!

Aku terus berjalan sampai keujung sekolah. Kulihat disana ada seorang yeoja. Kuperhatikan lekat-lekat wajahnya. Ya! Dia adalah yeoja yang kulihat bersama Ryewook dimarkas pagi tadi. Aku langsung berlari kecil kearahnya. Kulihat wajahnya tampak bingung. Dia masih memandang aneh kearahku

Oppa… Oppa… kau mau kemana???

“ssh.. suara itu lagi” gumamku. Aku langsung menarik tangannya untuk ikut bersamaku. “hey… what’s happen? (apa yang terjadi)” ia bertanya padaku disela-sela larinya aku hanya menyunggingkan sebuah senyuman kecil padanya. Ia pun kemudian diam dan ikut bersamaku.

Donghae Pov end

 *****

Hah…hah…

Donghae dan Tiffany sampai diruang latihan FB. Semua mata kini memandang aneh kearah mereka berdua. Donghae dan Tiffany memegang lutut mereka karena kelelahan.

“hyung… aku akan..heuh” Donghae mengatur nafasnya perlahan. “aku akan menjelaskannya nanti” pinta Donghae masih mencoba mengatur nafasnya.

Tiffany tersenyum kearah member FB yang lain. “hello! My name is Tiffany. You’re can call me Fany or Tiffany (hello! Namaku Tiffany. Kalian bisa memanggilku Fany atau Tiffany)” Fany memperkenalkan diri.

“oh… are you new here? (apa kau baru disini?)” tanya Leeteuk

“yes. This is my firstday of school (ya. Ini hari pertamaku sekolah)”

“ok. My name is Park Jung Soo but you can call me Leeteuk” Leeteuk memperkenalkan dirinya. “and they are my best friend” Leeteuk menunjuk kearah member FB lain

“hello my name is Siwon”

“hay, I am Kyuhyun”

“my name is Lee Hyuk Jae but you… can call me Eunhyuk” Enhyuk langsung memperlihatkan salto terbaiknya dihadapn Tiffany.

“wow” Tiffany memberikan uploas untuk Eunhyuk. “sh… kau terlalu berlebihan hyung” celutuk Kyu

“oh… I am Lee Donghae” Donghae langsung menjulurkan tangannya yang langsung disambut hangat oleh Fany.  “thanks..” kata Fany tersenyum

“for what?” Tanya Leeteuk

“for your introduction (untuk perkenalan kalian). at least I feel I have a friend here (setidaknya aku merasa sudah punya teman disini)”

“your welcome” jawab Leeteuk singkat. Mereka semua sibuk meladeni Tiffany sementara Ryewook hanya duduk didepan pianonya sambil berkutat dengan tuts-tuts piano dan menghasilkan nada-nada yang indah. Fany menoleh kearah Ryewook!

“Mm… I’m sorry He was rather quiet and shy (maaf. Dia memang agak pendiam dan pemalu)” Leeteuk menoleh kearah Ryewook yang masih asik dengan pianonya

“it’s ok! I know (tidak masalah. Aku mengerti)” Tiffany tersenyum. “his name is Ryewook. Kim Ryewook” jelas Leeteuk dan itu membuat Fany mengangguk

“we must practice. Do you want to see? (kami harus latihan apa kau mau melihat?)” tanya Leeteuk lagi

“Mm… I won’t to disturb your exercise. I want go to the library but I don’t know where that place. Can you tell me where is it? (Mm… aku tidak mau mengganggu latihan kalian. Aku berencana keperpustakaan tapi aku tidak tau dimana tempatnya. Bisa beritahu aku dimana letaknya?)” Tiffany menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk menutupi rasa gugupnya

“of course! from here you stay straight and then turn left. That the library! (tentu saja! Dari sini kau tinggal lurus dan belok kiri. Disitulah perpustakaannya)” jelas Kyu

“oh… I understand. You’re can practice now,, I will go! Thank you very much! (oh.. aku mengerti. Kalian bisa latihan sekarang,, aku akan pergi. Terimakasih banyak)” Fany meninggalkan ruang latihan FB…

“dia manis juga” kata Eunhyuk sambil meluruskan kakinya.

“dia tidak tampak seperti orang asing ya? Mukanya saja tidak seperti orang Amerika pada umumnya” lanjut Kyu

“kalian menghabiskan banyak waktu mengobrol dengan gadis itu. Aku tidak jadi latihan hari ini” Ryewook berjalan meninggalkan ruangan latihan FB sementara para member FB lainnya memandang Ryewook dengan aneh

“ada apa dengannya?” Tanya Donghae serasa mengambil posisi duduk disamping Siwon

Para member FB lain mengangkat kedua tangan mereka seolah mengatakan “tidak tahu” dan saling memandang. Aneh!

****

-Tiffany Pov-

Aku meletakkan tas punggungku diatas meja belajarku dan langsung merebahkan badanku diranjang. “Ah… very tired (sangat lelah)” gumamku. Tidak lama kudengar pintu kamarku berbunyi

“come in (masuk)” aku masih memposisikan badanku berbaring

“this is your drink. Do you need the others? (ini minumanmu. Apa kau membutuhkan yang lain?)” Tanya Mis. Ryu kepala pelayanku. Aku langsung meneguk segelas jus jeruk yang tersedia dinampan Mis. Ryu

“can I ask you something? (boleh aku bertanya sesuatu padamu?)” tanyaku pada Mis. Ryu setelah meneguk habis minumanku.

“of course! (tentu saja). What’s that? (apa itu?)”

“yo can speak Korean language?” ku tatap mata Mis. Ryu dan dia mengangguk.

“can you teach me? (bisakah kau mengajariku?)”

“of course! I will teach you” jawab Mis. Ryu. Aku langsung memeluknya senang. “thanks” kataku dan dia membalas pelukanku.

“You must be tired. Take a rest (kau pasti lelah. Istirahatlah!)” aku mengangguk dan Mis. Ryu meninggalkan kamarku.

Aku keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutku dengan handuk kecil. Aku langsung duduk dikursi kecil. Didepannya ada laptop pink kesayanganku. Tiba-tiba kulihat ada email masuk. Aku membukanya

From : Mother Rose

hay hany… how are you? Are you fine there? I very worried!!!

(hay sayang… bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja disana? Ibu sangat mencemaskanmu)

Aku langsung membalas email ibu

Yes, mom I’m fine. Don’t worry

But.. I had a little problem (tapi… aku mengalami sedikit masalah)

I can’t speak Korean language (aku tidak bisa berbahasa korea)

 

Semenit kemudian ibu membalas emailku lagi

From : Mother Rose

It’s not a important problems hany… (itu bukan masalah penting sayang)

You can study… I know you can! (kau kan bisa belajar… Ibu tau kau pasti bisa)

Don’t give up! (jangan menyerah)

Take a rest! I know you very tired.. (istirahatlah! Ibu tau kau pasti lelah)

Good night hany…

Aku tersenyum membaca email ibu. Ah.. aku benar-benar lelah hari ini. Kurebahkan badanku diranjang dan sesaat kemudian kurasakan aku sudah tidak berada didunia ini lagi. Jiwaku melayang menembus alam mimpi yang indah dan penuh warna.

-Tiffany Pov end-

 *****

Seperti biasa, hari ini siswa siswi IRINE kembali menjalankan aktivitas mereka sebagai seorang pelajar. Tak terasa hari sudah berada dipuncak kepala itu artinya, para siswa sudah melewati setengah harinya di gedung IRINE itu. Tiffany keluar dari kelasnya ia mulai menjelajah kembali gedung2 IRINE itu. Ia terus berjalan sambil terus membaca tiap papan petunjuk tidak lupa ia catat dilittle note yang ada ditangannya. Fany mengangguk mengerti. Tiba-tiba saja Fany menabrak seseorang. Little note dan pena yang dipegangnya jatuh.

“I’m sorry” Fany memungut little note dan penanya. Begitu selesai, ia langsung membungkuk. “I am so sorry. I don’t see you. I am sorry” Tiffany masih menunduk malu mengangkat mukanya.

“hey! It’s ok. I am fine so you musn’t to apologize (hey! Aku baik-baik saja jadi, kau tak perlu minta maaf)” Donghae langsung memegang pundak Fany. Fany mengangkat kepalanya

“are you remember me? (apa kau ingat aku?)” Tanya Donghae. Fany Nampak berpikir

“Dong.. Dong…”

“Donghae. I am Lee Donghae. Do you remember?” Tanya Donghae

“ah.. yes! one of the most popular student in this school (ah, iya! Salah satu siswa terpopuler disekolah ini)” jawab Fany. Mereka kini duduk ditaman samping sekolah tempat mereka bertemu tempo hari

Donghae tertawa kecil melihat tingkah Fany. “why are you laughing? is there anything funny? (kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?” tanya Fany

“no!” elak Donghae. “by the way how long have you lived in korea? (ngomong-ngomong sudah berapa lama kau tinggal dikorea?)” Donghae meneguk minuman sodanya.

“just 5 days ago (baru 5 hari yang lalu)” jawab Fany santai. “really?”

“um.. why?”

“I think it is a very short time to orientation yourself! (aku pikir itu adalah waktu yang sangat singkat untuk menyesuaikan diri)”

“yes. You’re right!”

“so, how do you think about Korean? (jadi, bagaimana menurutmu Korea?)”

“not bad as I imagined! (tidak seburuk yang kubayangkan)”

“so, first you think Korea it’s bad (jadi, awalnya kau berpikir kalau Korea itu buruk?)”

“of course! Korean far away from my country. so, I thought coming here would be a nightmare for me (tentu saja! Korea jauh sekali dari negaraku. Jadi, aku berpikir datang kesini akan menjadi mimpi buruk bagiku)”

“really?” Donghae menatap Fany lekat

“yes!”

“oh.. I am Forget. I must practice now… see you next time (oh.. aku lupa! Aku harus latihan sekarang. Sampai jumpa lain waktu” Donghae meninggalkan Fany yang hanya memandang punggung pria itu. Tidak lama kemudian Donghae membalikkan badannya dan tersenyum manis kearah Fany sambil mengangkat sebelah tangannya. Fany masih diam membeku dalam posisi berdirinya tiba-tiba ia rasakan ada sesuatu yang aneh dengan perasaannya. Fany memegang dadanya perlahan dan mencoba mengatur perasaannya!

Fany memutuskan untuk kembali ke kelas setelah bertemu dengan Donghae. Ia berjalan pelan dan melewati sebuah ruangan yang agak gelap (bukan markas FB). Ia mendengar suara music keluar dari dalam ruangan tersebut.

Awalnya Fany enggan masuk takut kejadian kemarin akan menimpanya kembali, namun ia akhirnya melangkahkan kaki masuk juga. Fany terus berjalan pelan sambil terus mengikuti arah sumber suara. Ia tiba disebuah ruangan seperti studio dengan pintu yang sedikit terbuka. Fany memasukkan kedua manic matanya kedalam ruangan dan disana tampaklah seorang gadis sedang menyanyikan sebuah lagu dengan penghayatan yang sangat baik.

Tiffany melongo melihat kejadian itu.

Geu ddae uriga sseonaeryeogatdeon areumdaweotdeon iyagi
Geu ddae uriga gidohaesseotdeon yeongweon hajadeon yaksokdeul
Hanassik dduhollida naae gaseumi Gyeondiji mot halgeol algiae
Ni saengakae deo kkuk chamasseo Neoae il nyeoneun ddo eoddaesseotni

Jessica menyanyi dengan penuh penghayatan. Tiba-tiba Ia mendengar suara berisik Jessica langsung menghentikan kegiatan nyanyinya. Ternyata Fany tidak sengaja menabrak tempat sampah yang ada didepan pintu.

Jessica membuka pintu studio dan ia melihat Tiffany sedang membersihkan tumpukkan2 kertas yang berserakan.

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya Jessica sambil memangku tangannya didada

“oh.. I’m sorry I don’t mean to bother you. I just.. (oh, maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengganggumu aku hanya…)” Fany mencoba menghilangkan rasa gugupnya

“aku Tanya apa yang kau lakukan disini?” Tanya Jessica lagi. Fany membulatkan kedua matanya seolah bertanya _apa maksudmu_

“what are you doing here?” Tanya Jessica lagi. Fany langsung tersenyum

“em.. I was passing in front of this room and there I heard someone singing voice. I was curious and straight here (Tadi aku lewat didepan ruangan ini dan kudengar seseorang sedang menyanyi. Aku penasaran dan langsung kesini)” Tiffany memberikan senyuman terbaiknya takut kalau Jessica nanti marah.

“your voice is really good. Haha yes! (suaramu sangat bagus)” Tiffany lagi-lagi tersenyum paksa + takut.

Tidak berapa lama kemudian Taeyon dan 3 member lainnya menghampiri kedua gadis asal Amerika itu.

“Sica-ah.. mwonte?? (ada apa)” Tanya Taeyon

“Molla… eonni. Dia tiba-tiba saja sudah berada disini”

“dia siapa? Sepertinya aku belum pernah melihat dia sebelumnya” Yoona memperhatikan wajah fany

“ya… nuguseyo?” Tanya Seohyun lagi

Fany memandang aneh kepada Taeyon cs. Ia bingung harus menjawab apa. Jessica langsung mengambil alih..

“who are you? it seems I have not seen you here (siapa kau? Sepertinya aku belum pernah melihatmu disini)”

“sure! I am a new student in here (tentu saja! Aku siswa baru disini)” jelas Fany. “so.. what are you doing in here? (lalu apa yang kau lakukan disini?)” tanya Taeyon lagi

“I..am…”

“katanya dia tersesat eonni. Maklumlah dia kan masih baru” jelas Sica yang langsung dianggukan oleh Taeyon cs

“Ok! Friends, I’m sorry I do not mean to kick you out but we must practice… so I hope you left us… (Ok! Kawan, maaf aku tidak bermaksud untuk mengusirmu tetapi kami harus latihan jadi, aku harap kau meninggalkan kami)” kata Taeyon lagi

“oh.. sure! Sorry to disturb you (baiklah! Maaf telah menganggu kalian)” fany meninggalkan Taeyon cs namun, belum sampai didepan pintu muncullah 6 sosok pemuda tampan dengan gaya cool mereka masing-masing. Flower Boys! Ya,,, siapa lagi kalau bukan mereka.

FB menghampiri Taeyon CS. Taeyon langsung mengambil posisi paling depan dan langsung berhadapan dengan Leeteuk. Lagi-lagi mereka kembali beradu pandang.

“kalian berlatih terlalu keras…” Leeteuk tersenyum mengejek

“bagaimana denganmu? Apa kau sudah berlatih dengan baik untuk mengalahkan kami?” tantang Taeyon

“sh…” lagi-lagi Leeteuk melemparkan senyuman mengejeknya. “kami tidak perlu berlatih untuk mengalahkan kalian… semua orang sudah memilih dan Flower Boys akan selalu menjadi yang terbaik” Leeteuk meninggalkan Taeyon cs dengan perasaan penuh kemenangan. Taeyon kesal mendengar pernyataan Leeteuk barusan.

“tidak kusangka… kau benar-benar seorang pengecut” sindir Taeyon. Leeteuk menghentikan langkahnya mendengar kata-kata Taeyon.

“mwo…?” Leeteuk menatap marah kearah Taeyon. Begitu juga Taeyon tidak mau kalah. Ia juga melempar tatapan _tidak senangnya_ pada Leeteuk. Kali ini adu pandang kembali terjadi antara Flower Boys (terutama Leeteuk) dan Taeyon cs (Taeyon)

Tiffany hanya membulatkan kedua matanya menyaksikan kejadian ini…

===========To Be Continued===========

This is part 2 from my ff “That’s True Love”

 Gimana menurut Readers smua..?? koment ya klu mau lanjut >>>

Gomawo ^___^

Satu pemikiran pada “That’s True Love ( Part 2 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s