I Think I Love You # 6 (Ending)

Title : I Think I Love You 

Sub Title : Love That Changed Me

Cast :Im Yoona, Lee Dong Hae

Support Cast :

Choi Sooyoung

Choi Siwon

Presdir Lee (kakek Dong Hae)

Tn & Ny. Choi

dll

Author : Shin EunHwa

Rating : =

Genre : Romance, friendship, family

============================================================

Assalamualaikum… anyong readers smua ^^

Ini nih part 6 dari ff “I Think I Love You (part Ending)”

Yap bener. Part ini adalah akhir dari cerita cinta YoonHae dan juga SooWon. Sebenarnya masih mau aku perpanjang tapi… stelah melalui beberapa pertimbangan, aku memutuskan mengakhirinya disini #hiks hiks hiks__mianhe# author mulai gaje lagi nih

Back to the Story. Ok, part ini mungkin agak sedikit cepat ceritanya but, aku tetap mengusahakan agar tetap berada 1 jalur dengan cerita sebelumnya.

Ok dech! Author ingetin lagi buat ninggalin komentnya chingudeul dan para readers smua. Aku sangat mengharap kalian menghargai karya yang udah aku tulis ini walaupun mngkin belum smpurnah. Aku akan terus belajar #panjang banget ceramahnya

Ya udah, nih dia chapter 6 nya reader. Happy readings >,< Hope you like it_.oOo._

============================================================

“kau ini kenapa? tidak. Aku akan mengatarmu pulang. Ayo naik” DongHae tidak menyerah memaksa Yoona

“kau yang kenapa?” Yoona berteriak keras. Dong Hae kaget dan memandang Yoona

“kenapa kau selalu memaksaku untuk ikut denganmu?” Yoona mulai lepas kendali

 “Aku lelah terus mengikuti semua keinginanmu. Kau terus memaksaku untuk ikut denganmu. Menarik tanganku dengan paksa kapanpun kau mau. Kau tidak pernah Tanya apa aku mau ikut denganmu atau tidak. Kau selalu saja begitu” Yoona berkata sambil menangis

“Mmianhata… aku tidak bermaksud seperti itu” Dong Hae menatap Yoona nanar

“Aku lelah jadi kumohon lepaskan aku” Yoona menangis sesenggukan. Ia akhirnya melepaskan semua perasaannya saat ini. Yoona masih terus menangis. Ia sudah tidak dapat membendung perasaannya. Dong Hae langsung menarik Yoona kedalam pelukannya. Yoona masih terus menangis dalam dekapan DongHae.

Sooyoung keluar dari mobilnya dan menuju restoran tempat Yoona bekerja yang tinggal berjarak beberapa langkah. Siwon masih terus mengawasi YoonHae dan ia terkejut melihat kehadiran Sooyoung yang tiba-tiba. Siwon hendak turun menghalangi Sooyoung, namun ia merasa tidak perlu. Siwon akhirnya tetap duduk manis dalam mobilnya menyaksikan kelanjutan drama tersebut.

Sooyoung berjalan pelan dan langkahnya berhenti seketika begitu melihat apa yang ada didepanya. Mata Sooyoung membulat seketika melihat dua orang yang sangat dikenalnya itu berada didepannya kini. Tidak hanya itu mereka (DongHae dan Yoona) kini sedang berpelukan…

Sooyoung tertegun masih dalam posisi terkejutnya. Ia pun pergi meninggalkan dua orang yang disayanginya itu. Sooyoung mengendarai mobilnya dengan cepat. Pikirannya kini melayang kedua sosok makhluk yang dilihatnya barusan. Tanpa terasa air mata Sooyoung jatuh membasahi pipinya. Entahlah! Ia tidak tau perasaan apa yang ia rasakan sekarang. Cemburu kah? atau senangkah karena DongHae ternyata menyukai Yoona. Itu artinya ia bisa memperjelas perasaannya terhadap Siwon.

Siwon terus mengikuti mobil Sooyoung dari belakang. Mobil Sooyoung kini parkir disebuah bar kecil. Sooyoung masuk kedalam bar tersebut. Siwon pun masih tetap mengawasinya dari jarak jauh

Sooyoung duduk dimeja bar tersebut dan memesan sebotol wine. Ia langsung meneguk segelas wine itu seketika begitu sang pelayan membawakan pesanannya. Tak cukup, Sooyoung menuang lagi wine didalam gelasnya. Sooyoung masih dalam keadaan labil sekarang. Ia marah, kesal, kecewa, senang, semua perasaan itu bercampur jadi satu dalam dirinya.

****

Yoona melepaskan pelukan DongHae. Ia menatap DongHae dalam.

“ayo… kuantar kau pulang” ucap DongHae. ia lalu membukakan pintu mobilnya untuk Yoona. Yoona langsung masuk kedalam mobil DongHae

Sepanjang perjalanan Yoona diam. Tak sepatah katapun berani ia ucapkan. Kali ini perasaannya benar-benar bahagia namun, disatu sisi ia memikirkan Sooyoung. Yoona terus memikirkan bagaimana jika tadi Sooyoung melihat apa yang terjadi bukankah tadi Sooyoung berjanji akan menjemputnya. Yoona membuang pandangannya keluar jendela

“Youngi-ah, mianhe” Yoona bergumam dalam hati. Ia benar-benar khawatir terhadap sahabatnya itu. Sahabatnya yg lebih sering bersikap seperti anak kecil

“apa kau memikirkan sesuatu?” DongHae memulai pembicaraan. Yoona menggeleng.

Siwon masih menunggu Sooyoung keluar dari dalam mobilnya. Lama… namun yang ditunggunya belum juga menampakkan diri akhirnya Siwon memutuskan untuk masuk kedalam bar mencari sosok Sooyoung. Sudah sebotol wine habis diminum oleh Sooyoung. Ia memesan sebotol lagi. Sooyoung menuangkan wine tersebut kedalam gelas nya. Begitu ia ingin meneguk minumannya, tangan Siwon langsung menahannya

“lepaskan” gertak Sooyoung

“kau pikir dengan minum semuanya akan kembali?” Siwon menggertak dengan suara tak kalah keras dari Sooyoung. ia lalu memposisikan diri duduk disamping Sooyoung. “apa kau mau minum tuan?” tawar seorang pelayan. “ani. Aku tidak minum” tolak Siwon

“Siwon ssie… aku tidak tau dengan apa yang kurasakan kini. Aku kecewa melihat DongHae oppa memeluk wanita lain dihadapanku tapi… aku merasa bahagia melihat ia bisa tersenyum bersama wanita yang ia sukai” Sooyoung meneguk minumannya sementara Siwon menatapanya iba.

“aku… dulu selalu berpikir bahwa DongHae oppa hanya milikku. Dari kecil aku tidak pernah rela bila ada gadis lain yang mendekatinya. Saat orangtuanya meninggal, aku selalu berada disampingnya dan mencoba menghiburnya. Aku ingin menjadi orang terbaik dimatanya hingga saat ia ke Amerika aku merasa sangat kehilangannya. Aku bahkan mogok makan selama 2 hari penuh karena memikirkannya” Sooyoung meneguk minumannya lagi. Siwon masih mendengarkan sooyoung dengan sabar

“aneh kan? Gadis Shikshin (suka makan) sepertiku mogok makan hanya demi seorang pria” Sooyoung tersenyum kecil. “hingga saat ia kembali Ke Korea beberapa hari yang lalu aku sangat senang mendengarnya apalagi sikapnya sama sekali tidak berubah sedikitpun kepadaku. Aku…” Sooyoung menangis sesenggukan. Ia tak dapat menahan airmatanya yang sedari tadi hendak keluar. Ia hendak meminum wine-nya lagi namun Siwon dengan cepat menahan tangannya.

“sudahlah… kau sudah mabuk. Ayo biar kuantar pulang” Siwon menarik tangan Sooyoung

Sooyoung duduk disamping Siwon yang mengemudi. Mobilnya Siwon titipkan pada pelayan bar untuk diantarkan kerumah Sooyoung. Siwon masih terus mengemudi sementara Sooyoung Nampak sudah terlelap dalam tidurnya. Lelah! Hati dan pikirannya yang lelah. Ia sudah tidak berada didunia ini lagi. Jiwanya melayang menelusuri alam mimpi yang indah dan tanpa air mata.

Siwon membaringkan Sooyoung ditempat tidurnya. tn & Ny. Choi berdiri disamping Siwon menatap khawatir pada putri tercintanya itu

“apa yang terjadi Siwon ssie” Tanya Pres. Choi khawatir

“sepertinya dia sedang ada masalah. Tapi maaf Presdir aku tidak tau masalah apa itu” jawab Siwon sambil menyelimuti Sooyoung

“dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Tapi apa dia baik-baik saja?” lanjut Pres. choi lagi. Ny. Choi mengelus pundak suaminya mencoba menenangkan

“ku rasa dia hanya mabuk. Setelah bangun besok pagi dia pasti akan merasa lebih baik” Siwon mohon pamit kepada Tn dan Ny. Choi. Si empunya rumahpun mengantarkan Siwon sampai kedepan sedangkan Sooyoung sudah mengembara jauh kealam abstrak itu

“gomawo Siwon ssie sudah mengantar Sooyoung pulang” Ny. Choi tersenyum

“cheonmaneyo.. Gureom (permisi)” siwon menundukkan kepalanya dan menginjak gas mobilnya hingga 1 menit kemudian ia sudah menghilang dari pandangan Tn & Ny. Choi

*****

Dong Hae memarkirkan mobilnya didepan rumah Yoona. Yoona turun dan langsung masuk kedalam rumahnya. bukkanya pergi, ternyata Dong Hae mengikuti Yoona masuk kedalam rumahnya

“apa yang kau lakukan?” Yoona menatap DongHae terkejut. darahnya berhenti seketika begitu melihat sesosok orang yang berada tepat dibelakangnya. Untung saja orang itu Dong Hae kalau bukan, mungkin wajah dan tutup panci sudah jadi sasaran empuk bagi tubuh Dong Hae. Yoona mengelus dadanya terkejut

“kenapa?” tanya namja itu tanpa dosa

“ini rumahku. Kau pulang sana” usir Yoona agak kasar. I lalu masuk kedalam kamarnya sementara DongHae masih terus mengikutinya dari arah belakang

“siapa bilang ini rumahku? Aku malas. Aku masih ingin disini” DongHae langsung merebahkan badannya diranjang Yoona

“hei… kenapa kau berbaring disitu? Itu ranjangku. Ireona (bangun)” Yoona menarik tangan DongHae

“hei… kau ini pelit sekali. Aku cuman berbaring sebentar aku lelah jadi biarkan aku berbaring disini sebentar saja” DongHae menutup matanya sejenak

“yak… ireona…ppali ireona (cepat bangun)” Yoona kembali menarik tangan DongHae namun sayang tubuh Yoona tidak cukup kuat untuk mengangkat tubuh DongHae. Tubuh Yoona akhirnya terjatuh diatas tubuh DongHae. Dong Hae membuka matanya karena kaget. Kini wajah Yoona dan DongHae bertemu dan sangat dekat. Yoona dan DongHae saling bertatapan

Dalam… mencoba merasakan perasaan masing-masing.

5 menit,

10 menit,

20 menit,

belum ada yang bergerak dari posisi semula. Dong Hae akhirnya membalikkan badannya hingga kini ia berada diatas tubuh Yoona.

Mereka masih saling menatap satu sama lain. Dong Hae memperdalam tatapannya terhadap Yoona. Makin dalam ia rasakan jantungnya makin berdegup kencang. Entah apa yang merasuki pikirannya DongHae makin mendekatkan wajahnya kearah Yoona.

Yoona menatap DongHae mencoba mengatur perasaannya sendiri. kini ia rasakan panas mulai menyelimuti tubuhnya. Jantungnya juga serasa akan berlari keluar dari tubuhnya. Yoona menelan ludahnya pelan namun tatapannya masih belum beralih dari wajah DongHae. Pelan tapi pasti wajah DongHae kini sudah tidak mempunyai jarak lagi dengan wajah Yoona. Yoona yang bingung akhirnya hanya menutup matanya pasrah akan apa yang terjadi selanjutnya. Tidak perlu menunggu lama bibir DongHae dan Yoona kini menyatu dalam irama yang asik. Mereka berlomba mencoba saling merasakan satu sama lain. Yoona menerima setiap yang diberikan oleh DongHae dan kemudian membalasnya. Kini mereka tidak mempedulikan siapapun mereka merasa dunia ini milik mereka berdua.

Setelah dirasa cukup, Dong Hae melepas ciumannya dari Yoona. “mm..mianhe” DongHae langsung bangkit dari ranjang Yoona begitu juga dengan Yoona. Yoona dan DongHae salah tingkah.

“aku akan pulang sekarang” kata DongHae mencoba menutupi rasa kaku antara mereka. Dong Hae akhirnya keluar dari rumah Yoona. Dong Hae masuk kedalam mobilnya. Dong Hae membunyikan klakson mobilnya yang hanya dibalas senyuman oleh Yoona.

****

Siwon menarik dasinya yang sedari tadi menggerogoti lehernya. Ia langsung merebahkan badannya diranjang empuknya.

“Siwon ssie… aku tidak tau dengan apa yang kurasakan kini. Aku kecewa melihat DongHae oppa memeluk wanita lain dihadapanku tapi… aku merasa bahagia melihat ia bisa tersenyum bersama wanita yang ia sukai”

“aku… dulu selalu berpikir bahwa DongHae oppa hanya milikku. Dari kecil aku tidak pernah rela bila ada gadis lain yang mendekatinya. Saat orangtuanya meninggal, aku selalu berada disampingnya dan mencoba menghiburnya. Aku ingin menjadi orang terbaik dimatanya hingga saat ia ke Amerika aku merasa sangat kehilangannya. Aku bahkan mogok makan selama 2 hari penuh karena memikirkannya”

“aneh kan? Gadis Shikshin (suka makan) sepertiku mogok makan hanya demi seorang pria” Sooyoung tersenyum kecil. “hingga saat ia kembali Ke Korea beberapa hari yang lalu aku sangat senang mendengarnya apalagi sikapnya sama sekali tidak berubah sedikitpun kepadaku. Aku…” Sooyoung menangis sesenggukan. Ia tak dapat menahan airmatanya yang keluar lagi

Siwon kembali mengingat kejadian yang baru saja dialaminya. Ia menatap langit-langit kamarnya nanar. Matanya mulai berkaca-kaca

“Sooyoung-ah, jika DongHae membuatmu terluka, aku akan berusaha untuk membuatmu tersenyum kembali seperti Sooyoung yang kukenal yang selalu ceria” Siwon berbicara sendiri.

***

Yoona masuk kedalam kamarnya ia mengingat kembali kejadian yang baru saja dialaminya bersama DongHae. Senyuman bahagia kini mengembang dibibir mungilnya. Ia memegang bibirnya sambil tersenyum

Tidak ubahnya Yoona, DongHae juga demikian. Sampai apartemennya, ia langsung merebahkan dirinya diatas ranjang dan tersenyum-senyum sendiri mengingat apa yang baru saja dialaminya bersama Yoona. Yoona dan DongHae tertidur dengan senyuman terus mengembang dibibir mereka.

***

Cahaya matahari pagi masuk disela-sela jendela sebuah kamar mewah. Seorang gadis yang masih berbau alcohol itu membuka matanya perlahan. Ia baru sadar dari mimpi indahnya semalam. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang dialaminya semalam. Tanpa pikir panjang ia langsung berlari kekamar mandi membersihkan diri lalu turun dari kamarnya

“Sooyoung-ah, kau sudah bangun?” Ny. Choi menyapa anak gadisnya itu

Sooyoung duduk disamping ibunya dan langsung memasukkan roti yang sudah dilapisi selai coklat kedalam mulutnya

“apa kau ada masalah?” ny. Choi kembali bertanya pada putrinya itu

“ani. Waeyo?” jawab Sooyoung sedikit berbohong

“kenapa semalam kau pulang dalam keadaan mabuk?” Sooyoung terkejut mendengar pertanyaan ibunya. Ia langsung menghentikan aktivitas makannya

“jinja? Ah, aku tidak ingat” Sooyoung mencoba menutupi rasa terkejutnya

“benarkah semalam kau tidak ingat apa-apa?” Tanya Tn. Choi lagi. Sooyoung menggeleng sambil memperhatikan raut wajah kedua orang tuanya itu

“waeyo? Apa terjadi sesuatu padaku?” Sooyoung kembali bertanya

“ani. Untung lah Siwon ssie semalam mengantarmu pulang kalau tidak, ibu tidak tau apa yang akan terjadi padamu” Sooyoung membelalakkan matanya. Ia menelan ludahnya pelan dan mulai mengingat-ingat kejadian semalam

“Eomma… appa… aku keluar sebentar” Sooyoung meneguk susunya lalu berlari meninggalkan ayah dan ibunya yang tentu saja bingung dengan kelakukannya

****

Sooyoung mengendarai mobilnya pelan. Ia mencoba mengingat kembali kejadian semalam

“aku rasa aku benar-benar akan kehilangan DongHae oppa sekarang. Aku ingin mempertahankannya tapi aku tidak mau mematahkan hati Yoona, sahabat terbaikku. Aku rasa aku tidak akan bisa menemukan orang-orang seperti mereka lagi. Mereka orang-orang yang sangat menyayangiku… aku akan melepaskan DongHae oppa untuk Yoona” Sooyoung lalu tertidur namun airmatanya masih saja terus berjatuhan mengalir dipipinya

Siwon menatap kearah Sooyoung ia lalu menghapus air mata Sooyoung perlahan. Kepala sooyoung makin lama makin miring dan akhirnya bertumpu pada bahu Siwon. Siwon tersenyum kearah Sooyoung sambil menyetir mobilnya

“tidurlah yang nyenyak Sooyoung ah.. dan besok pagi bangunlah kembali dengan senyuman dibibirmu. Aku tidak ingin melihat air mata ini menghiasi pipi manismu. Percayalah masih ada orang yang menyayangimu selain DongHae dan Yoona. Walaupun mungkin kau tidak pernah tau akan hal itu” siwon berkata pelan sambil tetap fokus menyetir mobilnya. walaupun dalam keadaan mata tertutup, namun Sooyoung masih mendengar dengan jelas kata-kata yang diucapkan Siwon padanya tadi malam.

Sooyoung kini berada didepan gedung CHUNGSIL Group. Ia menutup pintu mobilnya pelan. Siwon keluar dari dalam kantornya dan saat itu ia berpapasan dengan Sooyoung.

“Dong Hae… dia tidak kesini hari ini” Siwon meneguk minumannya. Mereka kini berada dilantai teratas CHUNGSIL Buildings. Mereka membuang pandangan jauh kebawah.

“aku kesini bukan untuk bertemu dengan DongHae oppa. Aku ingin bertemu denganmu Siwon ssie” Sooyoung menatap kearah Siwon

“benarkah? Ada perlu apa? Apa ada yang bisa kubantu?”

“tentang semalam,,, mianhe sudah merepotkanmu dan gomawo sudah mengantarku pulang”

“hm…” siwon tersenyum “apa kau jauh-jauh kesini hanya untuk mengucapkan kata-kata itu?”

“aku tidak tau kata apalagi yang bisa ku ucapkan untukmu. Aku hanya bisa mengucapkan kata-kata itu” mereka lalu tersenyum bersama

****

Yoona keluar baru keluar dari perpustakaan. Ia hendak pulang. Mata kuliahnya sudah berakhir hari ini. Ketika sampai didepan kampus, ia berpapasan dengan Sooyoung. Yoona yang belum tau apa-apa pun menghampiri Sooyoung

“Youngi-ah.. mianhe semalam aku pulang lebih dahulu tanpa memberitahumu. Apa kau menungguku?”

“kau tidak perlu minta maaf. Aku yang seharusnya minta maaf karena tadi malam aku tidak jadi menjemputmu. tiba-tiba saja ayahku mengajakku bertemu dengan partener bisnisnya. Syukurlah kau pulang duluan jadi, kau tidak kelelahan karena menungguku” Sooyoung memaksa bibirnya tersenyum

“jongmal? Aku pikir kau menungguku. Ya sudah bagaimana kalau hari ini aku temani kau makan? Kau boleh makan sepuasmu. Aku yang traktir” tawar Yoona

“mianhe Young-ah… aku masih ada urusan. Mungkin aku akan pertimbangkan lain kali, hum?” Sooyoung tersenyum manis kearah Yoona. “halkke (aku pergi)”

Yoona memandang punggun sahabatnya itu. Tidak biasanya ia menolak makanan seperti ini apa mungkin ada salah pikir Yoona.

****

Setelah kejadian malam itu, Sooyoung jadi jarang bertemu dengan DongHae, malah sebaliknya ia lebih sering menghabiskan waktunya bersama Siwon. Sooyoung juga sudah jarang bersama Yoona lagi.

Sore itu, DongHae menunggu Yoona didepan restoran. 5 menit kemudian, yang ditunggunya menampakkan diri

“sudah berapa hari ini aku tidak pernah melihat Sooyoung, apa kau pernah bertemu dengannya?” DongHae melirik kearah Yoona sambil mengendarai mobilnya pelan

“aku hanya bertemu dengannya dikampus. Tapi kami juga sudah jarang jalan bersama. Kudengar dia sedang sibuk mempelajari perusahaan agar kelak bisa menjadi pewaris yang baik” jelas Yoona

“benarkah? Aku khawatir terjadi sesuatu dengan dirinya. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Tapi mungkin kini dia sudah berubah”

“hm..”  Yoona dan DongHae saling memandang dan tersenyum

***

Hari ini keluarga Choi mengundang DongHae, Pres. Lee dan juga Siwon makan malam bersama. Mereka kini duduk dimeja makan.

“aku ucapkan terimakasih kalian sudah mau datang memenuhi undanganku” ucap Pres. Choi

“tentu saja… kami pasti datang” pres. Lee tertawa pelan. “setelah kita menjadi keluarga, kita pasti akan sering makan bersama” lanjut Pres. Choi lagi

“appa…” sooyoung menatap ayahnya penuh arti. “waeyo Sooyoung ah?” Tanya tn. Choi

“bisakah kita tidak membahas perjodohan dan pernikahan sekarang? Kita sedang makan, membahas perjodohannya nanti saja” pinta Sooyoung

“haha… nampaknya Sooyoung masih malu-malu bila membahas pernikahan” goda pres. Lee

“kakek…” DongHae juga menegur kakeknya sementara Siwon hanya menyunggingkan senyum kecil dibibirnya mencoba bersikap se-formal mungkin

“baiklah.. kita bicarakan pernikahan nanti saja” pres. Choi menengahi. Mereka pun akhirnya berhenti berbicara dan mulai bergelut dengan makanan dipiring masing-masing.

Pres. Lee memohon ijin kepada Tn. & Ny. Choi.

“sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas undangannya malam ini” pres. Lee & Tn. Choi berjabat tangan

“ini bukan apa-apa” mereka berdua tersenyum manis sedangkan Siwon sejak tadi berdiri dibelakang Pres. Lee

“kami permisi” Pres. Lee hendak masuk kedalam mobilnya tetapi ia melihat DongHae masih berdiri di tempatnya semula

“DongHae ah,,, kau tidak mau pulang?” tanya kakeknya

“kakek dan Hyung duluan. Aku bisa pulang sendiri. Masih ada yang ingin kubicarakan dengan Sooyoung” Sooyoung menatap terkejut kearah DongHae

“baiklah” mobil yang membawa pres. Lee dan Siwon meninggalkan kediaman Sooyoung.

*****

“Sooyoung ah apa telah terjadi sesuatu?” tanya DongHae. Kini mereka berada diteras lantai teratas rumah Sooyoung

“ani” jawab Sooyoung singkat

“lalu… kenapa akhir-akhir ini kau jarang menemuiku?”

“aku hanya sedang sibuk”

“sesibuk itukah kau? Kau sampai tidak punya waktu untuk menemuiku. Ku dengar kau juga bahkan jarang bersama Yoona lagi”

“oppa… aku sudah bukan anak kecil lagi sekarang” DongHae menatap Sooyoung. Ia tidak menjawab masih menantikan kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut Sooyoung

“maafkan aku karena selama ini sudah membuatmu larut dalam permainanku. Aku…

“aku berjanji mulai sekarang aku akan bersikap layaknya gadis dewasa” DongHae langsung mengacak rambut Sooyoung

“hey, ada apa denganmu? Ini seperti bukan dirimu” canda DongHae. Sooyoung tersenyum kecil. Kemudian mereka diam

“oppa…” DongHae menoleh kearah Sooyoung lagi

“apa kau benar-benar mencintai Yoona?” pertanyaan itu spontan membuat DongHae terkejut bukan kepalang

“hey,, apa yang kau bicarakan?” DongHae tersenyum menutupi rasa terkejutnya

“oppa… kau tidak perlu bohong lagi padaku. Aku sudah tau semuanya” DongHae masih menatap Sooyoung tidak mengerti

“malam itu aku berencana menjemput Yoona direstoran namun aku kalah telat denganmu oppa… dan saat aku tiba disana aku melihat oppa sedang memeluk Yoona yang sedang menangis”

“oppa… mianhe aku sudah jadi orang ketiga diantara kalian. Aku benar-benar tidak tau oppa… saat Yoona kabur dari pesta malam itu harusnya aku menyadari bahwa kalian saling menyukai tapi dengan bodohnya aku malah meminta pendapatnya tentangmu” Sooyoung tersenyum kecil

“jongmal mianhe..”

Dong Hae membalikkan tubuh Sooyoung hingga berada didepannya. “kau benar-benar sudah dewasa Sooyoung ah..” DongHae memeluk sayang adik kecilnya itu

“lalu… bagaimana denganmu? Aku khawatir kau akan frustasi bila tidak hidup bersamaku” goda DongHae sambil melepas pelukannya

“sh… kau pikir aku bodoh? Untuk apa aku menyiksa diriku hanya demi orang yang tidak peduli denganku. Aku juga punya seseorang yang kusukai dan kupastikan dia bukanlah dirimu”

“jinjayo? Nugu (siapa?)”

“kau juga akan tau nanti. Kau pulanglah ini sudah larut aku mau tidur”

“ne”

***

Yoona berdiri didepan Choi buildings. Ia tampak sedang menunggu seseorang. Sudah ± 15 menit ia berdiri disana. Agak lelah memang namun keinginanny untuk bertemu orang tersebut lebih kuat hingga memaksa ia untuk menahan rasa lelah tersebut.

Tidak berapa lama kemudian muncul sosok yang dikenalnya. Choi siwon

“ada apa kau kemari?” Tanya Siwon sambil meneguk tehnya. Siwon dan Yoona duduk disebuah restoran dekat Choi Buildings.

“aku ingin bertemu Sooyoung. Sudah beberapa hari ini aku tidak pernah bertemu dengannya”

“benarkah?” Yoona mengangguk kecil

“aku tau dia sangat sibuk belajar tentang perusahaan tapi tidak biasanya dia sanggup menghindar dariku sampai selama ini” Yoona berkata dengan polosnya

“dia tidak sedang belajar tentang perusahaan” jawab Siwon singkat

“mwo? Apa maksudmu?” Tanya Yoona tidak mengerti

“dia juga jarang ke sini. Aku bahkan setiap hari ke Choi buildings tapi tidak pernah melihatnya. Aku rasa dia hanya coba menghindar dari hal-hal yang bisa menimbulkan masalah” lanjut Siwon penuh teka teki

***

Yoona berlari kecil di trotoar jalan. Ia menekan nomor di Hpnya dan menempelkan benda kecil itu ditelinganya. Berkali-kali ia lakukan itu. Ia lalu menahan sebuah taksi yang melintas dihadapannya

“mianhe kau harus mendengar ini dariku tapi sepertinya Sooyoung mengetahui hubunganmu dengan DongHae” kata Siwon singkat sementara Yoona kaget mendengar kata-kata Siwon

“malam itu… malam itu Sooyoung menjemputmu tetapi dia melihat kau dan sedang bersama DongHae maka dari itu dia langsung pulang. Aku tidak tau dia bilang apa padamu tapi sepertinya dia berusaha menyembunyikan itu darimu” lanjut Siwon

Sooyoung keluar dari kamar mandi kamarnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.

Yoona sampai dihalaman rumah Sooyoung. Ia berlari kecil menuju pintu utama rumah mewah itu.

“apa Sooyoung ada?” Tanya Yoona dengan nafas terengah-engah pada pelayan rumah itu

“ne” kata pelayan itu singkat. “boleh aku bertemu dengannya?” Yoona masih dalam keadaan lelah Karena habis berlari

“Nona tunggu disini aku akan memberitahu Nona Sooyoung”

“ne” pelayan itupun masuk kedalam kediaman Sooyoung untuk mengirimkan pesan Yoona.

Yoona masih berdiri dihalam rumah Sooyoung dengan muka gusar menantikan sosok yang ingin ia temui segera. 5 menit kemudian sosok yang ditunggunya keluar rumah.

“Young-ah… mwonde? (ada apa?)” Yoona menatap kearah sumber suara. Tanpa pikir panjang lagi Yoona langsung berlari kearah Sooyoung dan memeluk sahabatnya itu. Yoona meneteskan airmatanya haru

“kau kenapa? Wae gureo? (apa yang terjadi)” Sooyoung melepas pelukan Yoona

“kenapa kau lakukan ini padaku?” Yoona masih berusaha membendung airmatanya untuk tidak keluar. “kita sudah berteman lama kenapa kau merahasiakan hal sepenting ini padaku? Ku pikir kau bukan anak kecil lagi tapi tingkahmu masih sama seperti anak kecil” ucap Yoona kesal. Sooyoung menatap sahabatnya itu tak mengerti

Yoona dan Sooyoung di bangku depan rumah Sooyoung

“mianhe… aku tidak bermaksud menyembunyikan semua itu darimu. Aku hanya butuh waktu untuk melupakan perasaanku pada DongHae oppa” ucap Sooyoung

“aku yang harusnya mengucapkan kata itu Youngi-ah… aku sudah menjadi orang ketiga antara kau dan DongHae… mianhata”

“ani. Kau bukanlah orang ketiga Yoona ah, justru kau adalah orang yang pertama di hati DongHae oppa”

“ng?” Yoona menatap sahabatnya itu. “dan aku rasa aku juga bisa merelakan DongHae oppa bersamamu” Sooyoung tersenyum penuh arti kearah Yoona

“mwosun suriya? (apa maksudmu)”

“ada orang yang lebih pantas dan lebih menyayangiku daripada DongHae oppa” Sooyoung tersenyum tipis kearah sahabatnya itu

“jinja?” Sooyoung mengangguk. “nugu ya? (siapa dia?)” Tanya Yoona penasaran. “kau sama dengan DongHae oppa selalu ingin tau apa yang terjadi padaku. Ra-Ha-Si-A”

“aish,,, kau ini masalah seperti itu saja pakai rahasia-rahasia segala” Yoona mengeryutkan bibirnya.

****

Sooyoung berdiri dari kursinya. Didepannya kini ada Tn. & Ny. Choi (orang tuanya) pres. Lee, Siwon juga DongHae

“Sooyoung ah, ada apa? Kau bilang ingin menyampaikan sesuatu yang penting” Tn. Choi menatap putrinya itu  antusias

Sooyoung mengatur nafasnya perlahan dan mulai membuka mulutnya mengeluarkan apa yang ada dipikirannya

“aku…” Sooyoung menggantungkan kalimatnya

“aku tidak bisa menikah dengan DongHae oppa” kata Sooyoung mantap. Semua mata kini memandang tekejut kearahnya sementara Siwon masih duduk manis hanya menyunggingkan senyum kecil dibibirnya

“Sooyoung-ah, apa yang kau bicarakan?” Tanya Ny. Choi lagi

“eomma… appa… aku tau DongHae oppa mencintai seseorang dan orang itu bukanlah aku” kabar ini lebih mengejutkan lagi. Semua orang diruangan itu kini memandang tajam kearah DongHae sementara DongHae mencoba menghindari tatapan-tatapan aneh yang kini menghajarnya.

“sudahlah! Semua ini bukan salah DongHae oppa. Kita tidak bisa memaksakan cinta pada siapapun. Appa… aku sudah pernah bilang pada ayah kan bahwa aku juga punya seseorang yang kusukai?” Tn. Choi mengangguk

“jadi… biarkanlah DongHae oppa mengejar cintanya. Aku juga akan mempertahankan orang yang kusukai” Sooyoung tersenyum kearah Siwon yang langsung dibalas senyum manis pula oleh Siwon

***

2 bulan sudah Sooyoung & Siwon juga Yoona dan DongHae menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa. Sooyoung bahagia menjalani hari-harinya bersama Siwon orang yang selalu memberinya kehangatan dan juga keceriaan. Sooyoung dan DongHae masih tetap saling berkomunikasi seperti dahulu bahkan kini mereka jauh lebih akrab tetapi hubungan mereka dibatasi dengan sebatas Adik dan Kakak. Pres. Lee dan Tn. Choi juga mencoba memahami perasaan Sooyoung dan DongHae dan memutuskan untuk membatalkan perjodohan itu.

Liburan DongHae di Korea berakhir sudah. Sudah saatnya ia kembali ke Amerika untuk melanjutkan studynya. Sebenarnya DongHae tidak ingin kembali ke Amerika ia ingin melanjutkan studynya di Korea saja karena ia tidak ingin meninggalkan Yoona di Korea namun, berkat dorongan dari Yoona, Siwon & Sooyoung akhirnya DongHae menurut untuk kembali ke Amerika. Berat memang bila harus berpisah dengan orang yang kita cintai namun, itu harus DongHae lakukan agar bisa membuktikan diri bahwa ia memang layak menjadi pemimpin CHUNGSIL Group kelak.

Dong Hae sampai bandara international Incheon. Pres. Lee, Tn & Ny. Choi, Sooyoung dan juga Siwon mengantarnya dibandara

“belajarlah yang baik dan kembalilah untuk menjadi pemimpin CHUNGSIL Group. Sudah saatnya kakek istirahat, kakek sudah terlalu tua untuk menjadi pemimping perusahaan sebesar CHUNGSIL” Pres. Lee memeluk sayang cucunya itu

Dong Hae juga berjabat tangan dengan Tn & Ny. Choi setelah itu mereka bertiga berpamitan dan tinggallah Sooyoung dan Siwon yang menemani DongHae.

Dong Hae memeluk sayang adik kecilnya (Sooyoung) dan juga sepupu yang lebih dianggapnya sebagai kakak itu (Siwon)

“belajar yang baik, huh? Dan jangan nakal” pesan Siwon. Dong Hae mengangguk. Namun sebenarnya perasaannya sedang gundah. Yoona, gadis pujaan hatinya tidak mengantarnya hari ini. Padahal ia ingin sekali melihat dan memeluk Yoona untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi. 2 tahun tidak bertemu DongHae harus bersiap untuk membendung perasaan rindunya pada Yoona

Siwon dan Sooyoung memperhatikan raut wajah DongHae yang tampak sedang gelisah. Mereka saling memandang dan tersenyum kecil.

“Waeyo?” tanya DongHae penasaran dengan tatapan dua orang yang kini ada dihadapannya.

“apa kau menunggu seseorang?” Siwon masih terus tersenyum begitu juga Sooyoung.

“mwosun suriya (apa maksudmu?)” tanya DongHae belum mengerti

“Oppa… aku punya kejutan untukmu” kata Sooyoung lagi

“sudahlah Sooyoung ah, aku tidak perlu hadiah darimu. Sebentar lagi pesawatku akan berangkah aku tidak punya waktu untuk menerima kejutanmu” jawab DongHae jutek

“jinja? Benarkah oppa tidak mau melihatnya?”

“dan kupastikan oppa akan menyesal bila tidak menerima kejutan itu” kata Sooyoung masih penuh misteri

“ini hadiah kami sebelum kau berangkat” kata Siwon lalu menepuk tangannya sebagai pertanda. Dan muncullah sosok yang sama sekali tidak pernah DongHae duga akan datang.

Yoona muncul dengan menarik tas dorongnya dan tersenyum kearah DongHae.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya DongHae terkejut. Yoona mempelihatkan tiket yang dipegangnya

“changkkaman (tunggu)” DongHae diam sejenak mencoba mencerna apa yang baru saja dialaminya. Sooyoung. Yoona dan Siwon terkekeh melihat tingkah DongHae

“Yoona akan ikut ke Amerika bersamamu. Universitas mengutusnya untuk melanjutkan studynya disana” jelas Siwon

Dong Hae masih terus berpikir. “aku belum mengerti apa yang terjadi” kata DongHae

“oppa… kau lupa kalau Yoona termasuk salah satu mahasiswi berprestasi huh? Aku dan Siwon oppa yang mengusulkan agar Yoona belajar di Amerika sekalian agar bisa menemani oppa disana” jelas Sooyoung. Dong Hae terkejut namun sebuah senyuman kecil kini mengembang dibibirnya.

“lalu… bagaimana dengan…”

“pres. Lee juga sudah menyetujuinya. Kami semua sudah merencanakan ini” Sooyoung memotong pembicaraan DongHae

Pesawat dengan nomor seri G43A dengan negara tujuan Amerika, akan berangkat kurang dari 20 menit lagi. Diharapkan bagi para penumpang untuk segera naik kepesawat. Pemberitahuan dari pihak bandara menggema diseantero bandara Incheon.

“itu pesawat kalian. Khabwa… (pergilah)” perintah Siwon. Yoona dan DongHae kini masuk kedalam. Tidak lupa mereka melambai kearah SooWon. Dong Hae dan Yoona berjalan menuju ke pesawat mereka. Dong Hae langsung merangkul Yoona hingga berjalan sangat dekat dengannya. Siwon dan Sooyoung melihat tingkah mereka.

Siwon dan Sooyoung kini berdiri di pinggi laut. Mereka tersenyum berdua. 5 menit kemudian, sebuah pesawat terlihat melintas kearah mereka. Itu adalah pesawat DongHae dan Yoona. Mereka saling memandang dan tersenyum. Sooyoung lalu menyandarkan kepalanya kebahu Siwon dan mereka menikmati sunset sore itu.

Cinta memang sesuatu yang penuh dengan misteri.

Kau bisa memilih pakaian apa yang akan kau pakai namun, kau tidak bisa memilih orang mana yang akan kau cintai karena hanya hatilah yang bisa menentukan itu.

Cinta adalah sesuatu yang indah. Cinta itu bukanlah suatu hal yang menyakitkan namun, tak bisa dipungkiri jika dalam cinta pasti akan selalu ada rasa sakit yang akan membawamu menuju ke keindahan cinta itu….

  _____________________THE END_______________________

 

 Akhirnya selesai juga part ini dan FF ini. Aku gak tau critanya mngkin agak kecepetan tapi author usahain biar critanya tetep nyambung dengan cerita awal.

Dan author bikin ff ini Happy ending^^ emang tujuan awal nya bakal happy ending kan???

Gomawo buat readers yang udah mw baca FF ini. Jgn lupa komentnya juga y walaupun ini part akhir. Nantikah FF-q selanjutnya ya…

Gomawo… sekali lagi jongmal gomawo_anyongigaseo #lambai tangan

^___^ .oOo.

.:: Shin Eun Hwa ::.

7 pemikiran pada “I Think I Love You # 6 (Ending)

  1. unm.. baru baca marathon nih…
    ceritanya bagus banget, tapi emang agak kecepetan buat tamatnya…
    andai bisa lebih dipanjangin lagi *ngarep* lebih mbulet lagi ceritanya..
    pasti lebih seru deh!!!… tapi over all i like it!!!!
    di tunggu buat fanficnya yg lain yah!!…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s