That’s True Love ( Part 1 )

Tittle              :  That’s True Love

Cast                    : Kim Ryewook Super Junior

                               Tiffany Hwang SNSD

Support Cast    :  EunHyuk, Hyoyeon

                               Kyuhyun, SeoHyun

                               Siwon, Yoona

                               Leeteuk, Taeyon

                               DongHae, Jessica

Author            :  Shin Eun Hwa

Genre             :  Romance, Family, Friendsip, Komedy

Rating            :  =

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Anyong hassimnika chingudeul..^^

Eun Hwa imnida… now i’m back with the new FF. Awalnya masih blom mau buat FF tapi karena ada seorang yang suka baca FF-q dan dia nagih mulu FF-q selanjutnya jadi, author usahaiin buat yang baru lagipula udah dapat ide ini dari jauh hari juga sebelum FF pertamaku end.

Ok, seperti di FF-q sebelumnya, disini author minta komentnya kembali. Klu komentnya banyak +  baik dan bermutu maka, author lanjutin ke next part but klu gak, stop ampe sini aja.

Buat yang udh baca, tolong koment ya? Klu suka ama ceritanya atau mungkin ada masukan author akan terima ini demi terus memperbaiki diri dan karya-karyaku. But, No bashing. Koment yang merendahkan atau tidak bermutu, mending gak usah koment.

Oh, ya hampir lupa author juga mw ingetin, di FF ini dialognya ada campuran dari Bahasa Inggris tapi author translate kok ke Ina so, don’t worry. Sebelumnya author minta maaf klu Bahasa Inggris dalam dialognya belum sempurnah alias ancor berantakan baik dari susunan, ataupun penggunaan kata soalnya author pake translate om Google nih so, harap dimaklumi aja yah??? Author sengaja pake dialog bahasa inggris biar makin menguatkan karakter tokoh-tokoh didalam cerita…

Gureo,,, buat yang udah penasaran gimana critanya FF ini langsung aja nih dy ^^ .oOo.

Semogoa suka ya^^ Happy readings ^____^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seorang gadis cantik sedang berada didalam pesawat. Ia sedang sibuk mengotak atik majalah yang dipegangnya. Pikirannya melayang-layang.

“This is your drink (ini minumanmu)” kata seorang pramugari seraya melatakkan botol minuman itu dimeja kecil tempat gadis itu duduk

“ok. Thanks” jawab gadis itu sambil tersenyum. 5 menit kemudian ia melirik minuman yang sedari tadi menunggunya untuk disedot. Ia akhirnya memasukkan cairan dalam botol itu kedalam tubuhnya. Ia membaringkan kepalanya sejenak dikursi empuk tempat ia duduk.

“mom, I can’t do this! (ibu, aku tidak bisa melakukannya)” Pekik gadis itu. Ia lalu duduk disebuah sofa yang terletak diruang tengah rumahnya

“Fany, listen to me. You must do this (Fany, dengarkan ibu. Kau harus melakukannya)” Ny. Rose Hwang memegang pipi anaknya. “I Know you can do this (ibu tau kau bisa melakukannya)” Lanjutnya lagi

“so how about my school? (lalu bagaimana dengan sekolahku?)” Tanya Tiffany balik

“I had arranged it all. Your school, where you live, and the others. You do not have to worry (Ibu sudah mengatur semuanya. Sekolahmu, tempat tinggalmu, dan lainnya. Kau tidak perlu khawatir” Ny. Rose berusaha meyakinkan putrinya.

Tiffany diam. Ia tampak berpikir. Lama… dan akhirnya ia membuka suara

 “ok. I will go (ok, aku akan pergi)” jawabnya mantap. Ny. Rose tersenyum dan memeluk sayang putri semata wayangnya itu.

Tiffany  akhirnya menuruti kemauan ibunya untuk terbang ke Seoul – Korea Selatan. Demi mempertahankan nama baik ibunya sebagai Menteri, ia harus rela meninggalkan Los Angels, kota kelahirannya untuk sementara.

 Setelah mengarungi perjalanan ± 2 jam didalam pesawat dan 20 menit didalam mobil. Gadis itu kini tiba didepan sebuah rumah yang terbilang cukup mewah dengan cat hijau muda yang mendominasi bangunan berlantai 3 tersebut.

Tiffany Pov

Aku kini berdiri disebuah bangunan yang terbilang cukup mewah. Aku memperhatikan sekitarnya didepannya tampak ada taman kecil dan sebuah pohon rindang  dengan sebuah bangku putih tepat berada di bawah pohon tersebut.

“you’re come (kau sudah datang?)” suara pelayan mengagetkanku

“yes” aku mengangguk. Ia langsung menarik tas dorong yang sedari tadi ada digenggamanku. Aku langsung menoleh kearahnya. Tidak lupa kusunggingkan sebuah senyuman kecil untuknya. “thanks” kataku

Aku duduk di diranjang tempat tidur disebuah ruangan. Kini ruangan ini akan menjadi ruangan pribadiku. Aku suka desainnya yang sederhana namun tetap menarik dipandang dengan warna putih dipadukan dengan ungu muda yang membuat aku makin menyukai kamar ini. Baiklah ini adalah awal yang baik gumamku dalam hati.

Aku membaringkan badanku sejenak. Lelah menempuh perjalanan yang tak pernah ku duga sebelumnya. Los Angels – Amerika Serikat to Seoul – Korea Selatan. Hush,,, negara yang tak pernah ku duga sebelumnya untuk kudatangi. Aku menutup mataku sejenak mencoba melepas lelahku. Tidak lama kemudian ponselku berbunyi pertanda ada panggilan masuk. Aku posisikan badanku telungkup lalu menempelkan benda putih mungil itu ditelingaku.

“are you there? (apa kau sudah sampai?)” Tanya suara diseberang yang ternyata ibu.

“ya, just now (ya, baru saja)” jawabku

“oh, good! I hope you will be feel like at there (oh, baguslah! ibu harap kau akan betah disana)”

“ok, I will try (aku akan coba)” ucapku lalu menutup telepon.

****

Pagi ini aku sudah siap dengan seragam sekolahku. Aku mematuk diriku didepan cermin besar yang ada dikamarku. Kulihat bayangan diriku disana. “this quite (ini lumayan)” gumamku sambil terus memperhatikan seragam baru yang kini melekat dibadanku. Agak aneh memang dari seragam yang biasanya kupakai!

Aku sampai di depan gedung sekolah baruku. Cukup besar memang namun tetap saja tak lebih besar dengan sekolahku di L.A. “Irine (dibaca : airin) High School” begitulah tulisan yang tercantum dipapan nama gedung itu. Ia diletakkan diatas gerbang masuk sekolah. Ku alihkan pandanganku menelusuri setiap lekuk gedung itu setelah puas mencuci mataku, kulangkahkan kakiku menuju gedung sekolah..

Kyaa….. Oppa…. Oppa…

Suara beberapa murid spontan membuatku terkejut. Mereka berteriak cukup keras yang membuatku menutup telingaku dengan kedua tanganku. “what’s happen (apa yang terjadi?)” pikirku dalam hati. Mereka berlari berhamburan menuju arah yang berlawanan denganku. Aku masuk dan mereka keluar. Aku memandang mereka dengan tatapan heran.

Para siswi itu kini berbaris didepan gerbang sekolah dengan rapi seperti hendak menyambut tamu istimewa. Aku berdiri mematung dengan kejadian pagi ini. Apa mereka tau kalau aku murid baru disini jadi mereka menyambutku sedemikian mewahnya? Ah, mana mungkin. Mereka tidak mengenalku sama sekali. Ataukah mereka tau jabatan ibuku yang seorang menteri? Itu lebih tidak mungkin lagi. Korea jauh sekali dari Amerika mereka pasti tidak tau akan hal itu.

Aku hendak bertanya pada beberapa orang murid namun mereka mengacuhkanku. Ada pula yang tidak mengerti dengan ucapanku. Maklumlah, aku menggunakan bahasa inggris. So, aku tidak tau bahasa korea sama sekali. Aish,,, apa mereka tidak pernah belajar bahasa inggris?

“excuse me! Can you tell me what’s happen? (permisi, boleh beritahu aku apa yang terjadi?” aku menahan seorang murid dan bertanya namun dia hanya mematung. Sepertinya tidak mengerti dengan apa yang kutanyakan. Mereka benar-benar bodoh. Pikirku

5 menit kemudian, kulihat ada 3 buah mobil Ferrari keluaran terbaru parkir dihalaman sekolahku. 3 gulung karpet merah langsung meluncur dari dalam mobil dan menjulur sampai kedalam gedung sekolah sehingga membentuk seperti jalan yang siap dilalui oleh Pangeran dan Putri yang berada di dalam mobil itu. Pintu ketiga mobil itu terbuka dan tampaklah 6 pemuda tampan keluar dari mobil tersebut. Masing-masing mobil keluar dua orang.

“what else this? (apa lagi ini)” gumamku

Mereka berjalan dengan gaya sok cool-nya seolah-olah mereka adalah si empunya jalan. Walau tak bisa kupungkiri kalau mereka memang cool sih…

Aku tidak lanjut menyaksikan tontonan yang menurutku tidak asik itu. Ku langkahkan kakiku menuju ruangan kepala sekolah untuk mengetahui nasibku selanjutnya. Ibu memang sudah mengurus semuanya tapi aku hanya ingin memastikan saja apakah benar namaku sudah terdaftar disekolah ini.

-Tiffany Pov end-

====================

Flower Boys… Flower Boys… Flower Boys

Flower Boys… Flower Boys… Flower Boys

Para siswi masih terus meneriakkan nama group yang berisi dengan pemuda-pemuda tampan itu. Tidak lupa mereka memegang setangkai bunga mawar untuk membuktikan dirinya benar-benar sebagai penggemar Flower Boys.

Ryewook Pov

Seperti biasa, hari ini aku dan 5 member Flower Boys lainnya berangkat kesekolah.

Kya… Oppa… Oppa…

Suara siswi-siswi perempuan Irine High School terdengar menggema kemana-mana. Aku hanya menutup telingaku agar gendang telingaku tidak pecah. “hyung, kenapa tidak lewat belakang saja? Telingaku hampir pecah mendengar teriakan para yeoja-yeoja disekolah ini” rengekku pada Leeteuk Hyung.

“sudahlah!! Itulah resikonya menjadi anggota Group terkenal disekolah ini” Leeteuk hyung membuka pintu mobilnya dan 1 gulung karpet merah langsung menjulur keluar hingga kedalam gedung. “ayo turun” perintah Leeteuk Hyung

“kau duluan. Aku malas turun. Aku akan menunggu hingga semua yeoja-yeoja itu pergi baru aku turun” aku kembali menyandarkan badanku dikursi empuk tempatku duduk.

“yak… walaupun menunggu, mereka tidak akan pergi wookie-ah. Kau tau kan mereka tau berapa jumlah kita jika kurang satu, mereka pasti tau. Apalagi kau juga punya fans yang cukup banyak. Aku tidak mau fansmu mengejarku hanya karena aku datang sendiri hari ini” Leeteuk Hyung menarik lenganku pelan.

“aish… aku rasa masuk diGroup ini adalah kesalahan besar untukku” gerutuku

“sudahlah… kau banyak omong. Kajja!” Leeteuk Hyung lagi-lagi menarikku. “Siwon dan lainnya sudah turun ayo turun”

“ne. ara” dengan muka lemas akhirnya ku langkahkan juga kakiku keluar dari mobil Ferrari putih Leeteuk hyung. Tidak lupa pula kaca mata hitam kulekatkan agar menutupi mataku yang melas.

Kya… Oppa.. Oppa…

Suara para yeoja-yeoja itu makin keras begitu melihat kami berenam. Aku berusaha tersenyum dan jalan se-cool mungkin. Kami berenam jalan menuju kelas kami yang terletak dilantai 3. Dan saat semua yeoja berteriak histeris menyambut kedatangan kami, ku lihat seorang yeoja malah menjauh dari arah kami.

Aku pikir dia tidak tau kami datang atau mungkin dia yang tidak tau siapa kami? Tidak mungkin. Semua siswa disini tau kami, Flower Boys… tidak ada yang tidak mengenalnya. Ku perhatikan lekat-lekat gadis itu namun, wajahnya tidak bisa kukenali karena memposisikan dirinya membelakangi kami.

“ayo” kali ini Donghae hyung yang menarik tanganku. Aku pun terpaksa ikut.

-Ryewook Pov end-

***

Pak Han memasuki ruangan kelas 2A. semua siswa yang semula ribut dan berhamburan bak sampah berserakan, kembali ketempat duduk masing-masing dan duduk dengan tertib.

“Anyong Hasseo…” Pak Kim menyapa para siswanya.

“anyong…” jawab siswa kelas 2A serempak.

“Hari ini kita kedatangan siswa baru. Dia pindahan dari Amerika” Pak Han mempersilahkan Tiffany masuk. Dengan muka agak ragu, tiffany akhirnya masuk kedalam ruangan yang akan menjadi kelasnya itu

“please, introduce yourself (silahkan perkenalkan dirimu!)” perintah pak Han.

-Tiffany Pov-

“please, introduce yourself (silahkan perkenalkan dirimu!)” perintah pak Han. Aku mengangguk lalu mengangkat mukaku yang sedari tadi tertunduk. Aku mencoba menghilangkan rasa -orang asing- dari pikirannya. Dengan perasaan mantap aku mencoba membuka suara

“hello every body!! My name is Tiffany Hwang. I’m from Los Angels A.S. I’m a new student here so I Hope your helps… nice to meet you! (halo semuanya! Aku Tiffany Hwang. Aku dari Los Angels A.S. aku siswa baru disini jadi, aku Mohon bantuannya. Senang bertemu kalian” aku tersenyum kearah mereka namun mereka memandang aneh kearahku

Apa ada yang salah dengan ucapanku? Pikirku dalam hati. Pak Han langsung mengambil alih dan mencairkan suasana yang tadinya tegang. Kulihat ia sedang berbicara dalam bahasa korea seperti sedang men-translate perkataanku barusan. Semua siswa pun tersenyum kearahku. Sepertinya mereka baru mengerti apa yang tadi kukatakan.

“Tiffany, please sit on the empty bench! (silahkan duduk dibangku yang kosong)” pak Han menunjuk kearah bangku kosong itu.

“yes, thank you” aku menuju tempat duduk yang kosong itu, menaruh tas punggungku diatas meja. Kulihat ada beberapa pasang mata menatap aneh kearahku. Aku hanya menundukkan kepalaq dan mencoba tersenyum kearah mereka.

Tiffany Pov end-

Kriinggggg ~~~

Bel Tanda istirahat berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelas. Tiffany masih duduk dikelasnya. Ia takut keluar kelas karena tak tau harus kemana. Ia belum punya seorangpun yang dikenalnya disini. Lama ia terdiam dan akhirnya memutuskan keluar kelas karena dikelasnya kini kosong tinggal ia seorang diri. Tiffany mulai menelusuri setiap ruangan yang ia lewati tak lupa ia membaca semua tulisan yang tertempel dibagian depan ruangan itu sebagai petunjuk.

Tulisannya masih berupa hangul namun ada terjemahan dalam bahasa inggris dibawah tulisan tersebut yang memudahkan Fany mengerti maksud dari tulisan pada papan-papan yang dipajang tersebut.

Tiffany melewati sebuah ruangan yang cukup jauh dari keramaian letaknya dilantai paling atas gedung IRINE. Ruangannya agak gelap dan kumuh. Awalnya Tiffany enggan masuk kedalam ruangan tersebut namun entah apa yang merasuki pikirannya hingga ia memberanikan diri masuk keruangan tersebut.

Tiffany Pov

Kuperhatikan lekat-lekat ruangan yang sunyi sengap itu. Tidak ada yang istimewa… aku lalu membalikkan badanku hendak keluar namun, tiba-tiba kudengar ada suara piano. Benarkah? Mana mungkin ada suara piano dari dalam ruangan pengap dan gelap ini? Pikirku. Aku mencoba mengatur nafasku perlahan. Aku hentikan langkahku, dan kuperdalam pendengaranku namun, tak ada suara apapun. Aku pun melanjutkan langkahku begitu aku melangkah, suara piano itu kembali terdengar. Sayu, sedih dan menusuk hati. Bisa kutebak, yang memainkan piano itu pasti sedang patah hati. But, wait!!! Apa benar ada orang dari dalam sini? Aku langsung memutar otakku sejenak dan

Aaa…………. aku berteriak sekencang mungkin karena ketakutan. Aku berpikir kalau ini pasti setan. Sudah kuduga, disekolah ini nampaknya ada hawa-hawa yang membuat tubuhku terasa aneh.

Tiffany Pov end

****

Ryewook Pov

Aku lelah seharian ini berlari menghindari para yeoja-yeoja yang terus meneriakkan nama kami. Yang benar saja? Mereka menganggap kami seperti layaknya malaikat. Aku sengaja izin ketoilet kepada hyung-hyungku dan aku langsung kabur meninggalkan mereka yang masih makan dikantin sekolah dan berkutat dengan para fans.

Ah… aku sampai dilantai atas gedung IRINE. Aku langsung menuju markas kami. Jika dilihat dari luar, memang tidak tampak seperti ruangan yang pantas dihuni. Tetapi jangan salah… jika masuk kedalam, nampak seperti Hotel berbintang lima. Kami sengaja mengambil ruangan ini untuk dijadikan markas kami biar para siswa2 dan penggemar kami tidak tau keberadaan markas kami. Jika memilih ruangan yang bagus, pasti mereka dapat dengan mudah mengenalinya.

Aku duduk disofa yang terletak diruang tengah markas kami. Aku langsung menyapu keringat dari pelipisku. “ah… ini pasti karena habis berlari tadi” aku langsung menuju kamar mandi dan membersihkan wajahku yang imut ini.

Setelah itu aku kembali kesofa tempat dudukku tadi. Aku bingung harus melakukan apa? Ah ya! Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil posisi duduk dibangku depan piano yang terpajang diruang tengah markas kami.

Aku mulai memainkan sebuah lagu. Entahlah, aku lupa lagu apa yang kini kumainkan. Jari-jariku terus saja menari indah diatas tuts-tuts piano itu. Aku menutup mataku mencoba merasakan alunan musik yang kini sedang kumainkan.

Tiba-tiba kurasakan ponselku berbunyi. Ku hentikan sejenak aktivitas bermain pianoku. Ku ambil ponselku dari dalam saku dan tertulis “Angel Hyung calling” aku langsung menekan tombol hijau dilayar ponsel touchsreen-ku

“ne, hyung. Waeyo?”

“neo eodie nenggoya (kau dimana?)” suara Leeteuk hyung terdengar sedikit keras

“aku dimarkas” jawabku singkat

“baiklah… kami akan kesana” Leeteuk hyung mematikan ponselnya. Aku langsung melanjutkan aktivitas main pianoku yang sempat tertunda tadi. Makin lama, melodi yang kumainkan kurasakan makin sedih,,, aku berhenti sejenak lalu mulai lagi namun, tetap saja melodinya lari kenada-nada sedih. Ah… aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Aku mulai lagi kali ini nada yang kumainkan sudah mulai beralih ke genre yang lebih ringan… belum 5 menit aku memainkan pianoku, tiba-tiba saja kudengar teriakan keras dari luar ruangan.

“Aaaaa….” suara seorang yeoja. Dan suaranya lebih keras daripada suara para yeoja-yeoja se-IRINE. Aku langsung menutup pianoku dan keluar markas. Ku perhatikan lekat-lekat “sepertinya tak ada orang” aku berniat masuk kembali kedalam markas dan

“Aaaa…..”suara yang sama kini kembali terdengar dari luar ruangan. Aku lalu memposisikan diriku keluar markas. Tidak lupa kembali kususun dos-dos bekas untuk menutupi pintu markas kami agar tidak ketahuan. Kini samar-samar kulihat sosok seorang yeoja sedang berdiri membelakangiku. Ku mendekat kearahnya dan memegang pundaknya namun

“Aaaa….” ia kembali berteiak keras. Aish,, suaranya benar-benar membuat gendang telingaku ingin pecah

Ryewook pov end

Tiffany masih berteriak sekuat tenaga berharap akan ada orang yang mendengarkannya. Tiba-tiba saja ia rasakan ada sesuatu yang menyentuh pundaknya. Spontan saja ia makin takut dan makin menambah intonasi suaranya.

“yak… berhenti berteriak” Tiffany mendengar sebuah suara dari arah belakangnya. Ia lalu memberanikan diri membalikkan badannya dan tampaklah seorang pemuda yang cukup tampan sedang memeluk tangannya didada.

“what?” tanya Fany kemudian. Ia tidak mengerti dengan apa yang Ryewook bicarakan

“berhentilah berteriak. Kau membuat gendang telingaku hampir pecah” kata Ryewook lagi

“I’m so sorry. I don’t know what you say. I can’t speak korean language. Can you tell me what you say with english speaking? (maaf aku tidak mengerti dengan apa yang kau ucapkan. Bisakah kau katakan padaku dalam bahasa inggris?”

“you can’t speak korean languange? (apa kau tidak bisa bahasa korea?)” tanya Ryewook yang membuat Fany menganggukkan kepala

“how can? (bagaimana bisa?)”

“I don’t know. I am from L.A amerika so I can’t speak korean language. And I am a new student here (aku tidak tau. Aku dari L.A amerika jadi aku tidak bisa berbahasa korea dan aku juga siswa baru disini” jelas Fany. Ryewook mengangguk mengerti.

Tidak lama kemudian 5 member Flower Boys lainnya : Leeteuk, Kyuhyun, Siwon, Donghae dan Eunhyuk sampai dimarkas. Mata mereka membulat seketika begitu melihat Ryewook bersama seorang wanita

“siapa yeoja itu?” Kyu bertanya dan kelima member FB saling memandang.

“ah,, Wookie selalu menghindar dari para fans yeoja rupanya karena dia sudah punya pilihan hati” kata Eunhyuk sambil mengunyah makanannya

“sudahlah! Sebaiknya kita langsung bertanya saja padanya” Leeteuk hyung berjalan kearah Ryewook yang diikuti 4 orang member FB lainnya

****

Leeteuk CS (Flower Boys) duduk diruangan tengah markas mereka. Mereka semua diam dan memandang aneh kearah Ryewook

“Wookie-ah jadi dia yeoja yang sudah mencuri hatimu?” celetuk Kyu yang langsung disambut tatapan mata –jangan- oleh Leeteuk

“tentu saja bukan. Aku saja baru bertemu dengannya” jawab Ryewook santai. Para member FB kini menatap Ryewook antusias menunggu kalimat selanjutnya keluar dari mulut Ryewook.

“jadi… ceritakan pada kami bagaimana kalian bisa bertemu terlebih lagi kau membawanya kemarkas” Leeteuk mencoba bersikap dewasa

“aku tidak membawanya kemarkas hyung” Ryewook membela diri

“lalu, bagaimana kalian bisa bertemu disini?” tanya Siwon lagi

“molla hyung. Aku tadinya sedang main piano dan kudengar suara seorang yeoja berteriak histeris. Ah… dia merusak selera bermainku” jelas Ryewook

“lalu… apa yang terjadi selanjutnya” tanya DongHae lagi

“aku keluar. begitu aku menghampirinya dia malah lebih berteriak lagi. Suaranya nyaring sekali hampir membuat gendang telingaku pecah” Ryewook memegang kedua kupingnya

“ah.. mungkin dia menganggapmu setan Wookie-ah” celetuk Eunhyuk

“hey,,, yang benar saja! Memangnya ada setan setampan aku huh?”

“hahaha…” semua member tertawa melihat tingkah Ryewook

“sudahlah. Yang penting dia belum tau apa-apa tentang markas kita kan?” tanya Leeteuk lagi.

“ne. Dia bahkan tidak mengenaliku…”

“bagaimana bisa hyung? Se-IRINE tau siapa kita bagaimana dia tidak tau siapa kita?” tanya kyu

“dia murid baru disini. Dia pindahan dari L.A kudengar ini hari pertama dia sekolah” jelas Ryewook. Semua member FB mengangguk mengerti

“pantas saja dia tidak mengenali kita ternyata murid baru” Eunhyuk mengangguk. “kau telat hyung, kita sudah mengangguk dari tadi” celutuk kyu yang langsung mendapat pukulan kecil dikepalanya dari Eunhyuk.

“baiklah berarti itu bagus. Setidaknya dia tidak akan membocorkan keberadaan markas kita. Ayo… bukankah kita harus latihan” Leeteuk berdiri dari tempat duduknya dan diikuti oleh ke-5 member FB lainnya.

****

Flower Boys berjalan diteras sekolah. Seperti biasa, para fans mereka langsung berteriak histeris begitu melihat sosok dambaan mereka.

Kya… Oppa… Oppa…. Oppa…

Suasana jadi riuh begitu 6 sosok pemuda tampan itu menampakkan diri. Mereka berjalan dengan gaya cool-nya masing-masing sambil sesekali melempar senyum kearah yeoja-yeoja yang memuja mereka

Flower Boys…. Flower Boys…

Flower Boys…. Flower Boys…

Flower Boys…. Flower Boys…

Kali ini mereka meneriakkan nama group yang terkenal seantero IRINE itu. Namun, beberapa saat kemudian teriakkan para fans terhenti begitu melihat 5 sosok wanita berdiri di hadapan Flower Boys. Leeteuk sang leaderpun langsung mengambil posisi paling depan dan berhadapan langsung dengan leader dari leader 4 wanita itu. Mereka berpandangan tajam dan saling memperlihatkan tatapan maut masing-masing. Tidak hanya sang Leaders yang saling menatap tajam para memberpun saling mengadu tatapan mereka seolah-olah akan terjadi perang besar diantara kedua group itu…

To Be Continued………………………………………………………..

Gimana part 1 dari FF ini readers???

klu mw lanjut ff-nya minta komentnya readers… ok gomawo…

4 pemikiran pada “That’s True Love ( Part 1 )

  1. anyyoeng…aq new readers……. d sini donghae jd org kaya ya trs ud d jdhin lgi…..happy ending ya thorr… d tgg next part nya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s