I Think I Love You # 5

Title : I Think I Love You

Sub Title : This Heart For Whom? 

Cast : Im Yoona, Lee Dong Hae

Support Cast :

Choi Sooyoung

Choi Siwon

Presdir Lee (kakek Dong Hae)

Tn. & Ny. Choi

dll

Author : Shin EunHwa

Rating : =

Genre : Romance, friendship, family

============================================================

Assalamualaikum…

Anyong hasseo yourobun!!! Gimana puasanya hari ini? Lancar gak? Alhamdulillah lancar #plak Tanya sendiri jawab sendiri

ini dia part 5 dari ff-q yang pertama “I Think I Love You”

tak prnah lelah dan bosan author ingatkan untuk meninggalkan comentnya sehabis baca. Ya.. itu biar author yakin bahwa ada yang suka baca ff ini jadi nulisnya akan makin semangat lagi.

Ok, readers pasti udah pada ngerti dong! Ya udah nih dy part 5 chingu^____^

Happy readings >,< .oOo.

============================================================

“untuk itu saya dan Pres. Choi akan mengeratkan kerjasama kami dengan menjodohkan putra putri pewaris kami. Choi Sooyoung dan Lee DongHae” lanjut Pres. Lee Lagi

 “ohok..ohok..ohok…” Yoona tersedak dari minumannya

 Sooyoung dan DongHae terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar. “Mwo? Dijodohkan?” sooyoung dan DongHae mengucap kata itu bersamaan dan saling memandang dengan bingung

Tidak ubahnya Sooyoung, DongHae dan Yoona, siwon juga terkejut mendengar pernyataan Pres. Lee barusan. Ia juga syok. Ia tak pernah tau jika Sooyoung dan DongHae akan dijodohkan. Siwon menatap kearah dua sosok diatas podium itu.

 Bagiakan ada sebuah batu besar menghantam dada Yoona. Sesak rasanya. Ia tak tau ada apa dengan perasaannya. Dong Hae bukanlah siapa-siapa baginya tapi kenapa mendengar ia dijodohkan rasanya sesak sekali? Sakit! Terlebih lagi jika orang yang dijodohkan dengan DongHae itu adalah Sooyoung, sahabat terbaiknya. Yoona berdiri menatap kearah Sooyoung dan DongHae yang masih diatas podium. Matanya mulai berkaca-kaca namun Yoona tetap mencoba mengendalikan perasaannya. DongHae juga menatap lekat kearah Yoona. Mereka saling memandang penuh arti.

 Yoona masih terus berusaha untuk mengendalikan perasaannya. Airmatanya sudah berada dipelupuk mata. Yoona akhirnya memutuskan untuk keluar dari acara tersebut. Yoona berjalan gontai hendak meninggalkan ruangan namun, tanpa sengaja Yoona menabrak seorang pelayan yang membawa minuman sehingga minuman itu tumpah dan menimbulkan suara yang sangat keras. Semua mata kini kembali memandang kearah Yoona.

Dengan sisa tenaganya Yoona berdiri kembali. Kini gaunnya sudah basah oleh tumpahan minuman tadi. Yoona berjalan menuju pintu dan keluar meninggalkan pesta. Sooyoung menatap bingung dengan sikap Yoona. “ada apa dengannya?” pikir Sooyoung dalam hati

Dong Hae terus memperhatikan punggung Yoona yang sudah mulai menghilang dari pandangannya. Sama seperti Yoona, hatinya juga hancur dan sakit. Ia tidak menyangka kalau kakeknya akan menjodohkan dirinya dengan cara seperti itu.

Siwon menatap lekat wajah Yoona yang sudah tidak asing lagi baginya. Siwon lalu mengingat Yoona adalah gadis yang pernah dibawa DongHae ke apartemennya. Siwon mengerti perasaan Yoona pasti hancur mendengar kabar tersebut. Siwon memutuskan untuk menyusul Yoona keluar.

Acara didalam ruangan dilanjutkan kembali. Sooyoung dan DongHae bersikap selembut mungkin walau pikiran mereka kini melayang pada orang yang mereka sayangi. Sooyoung memikirkan Siwon yang juga ikut menghilang setelah kepergian Yoona sementara DongHae terus saja memikirkan Yoona. Ia takut akan terjadi sesuatu yang buruk pada gadis pujaannya itu.

Siwon berdiri disamping Yoona sambil melempar pandangannya jauh kebawah. Yoona dan Siwon kini berada di lantai teratas Choi buildings.

“aku mengerti perasaanmu” siwon memulai pembicaraan

 Yoona menoleh kesumber suara namun ia tak menjawab perkataan Siwon.

“kau akan merasa seseorang itu berarti jika ia sudah hilang dari sisimu. Namun, jika ia masih ada disisimu kau hanya menganggap dia sama berartinya dengan orang lain” Yoona masih tetap diam tanpa kata

“aku tidak mengerti dengan cinta. Seharusnya cinta itu indah namun yang kulihat kini, seseorang telah tersakiti karena cinta” lanjut Siwon lagi

“apa kau mencintai Lee DongHae?” pertanyaan Siwon langsung membuyarkan lamunan Yoona

“aku?” Yoona menunjuk dirinya sendiri. “mm…” siwon mengangguk. Yoona bingung harus menjawab apa. Entahlah! Inikah cinta? Atau mungkin hanya sebatas rasa kagum. Yoona bingung dengan perasaannya sendiri.

“mmmianhe… aku harus pulang” Yoona meninggalkan Siwon

“mau kuantar?” tawar Siwon

“tidak usah” Yoonapun pergi meninggalkan Siwon yang masih menatapnya.

Dong Hae akhirya bisa melepaskan dirinya dari meriahnya pesta. Ia lalu berlari menelusuri setiap ruangan mencari sosok Yoona namun tak ia temukan. Ia menghubungi ponsel Yoona namun tak pernah ada jawaban. Dong Hae menginjak gas mobilnya dan mulai menyusuri jalan raya Seoul yang masih tampak ramai walaupun dimalam hari namun hasilnya tetap saja nihil.

Yoona berjalan gontai menuju halte bus. Beberapa kali ponselnya berbunyi namun tak pernah ia hiraukan. Ia sedang tidak ingin berbicara dengan siapapun…

Flashback kesaat Yoona, Sooyoung dan DongHae habis makan bersama di CHUNGSIL univ. #yang part 2 nya

“Young-ah… kau ingat tentang cinta pertamaku yang kuceritakan waktu itu” Sooyoung menatap Yoona antusias

“ne. waeyo?” Tanya Yoona lagi

“hari ini aku bertemu dengannya. Dia bahkan makan bersamaku” cerita Yoona lagi

“benarkah?” Yoona menatap Sooyoung penasaran

“ne. aku senang akhirnya ia kembali ke Korea. Aku sudah lama menunggu dirinya. Ku pikir ia tidak mengenalku lagi ternyata sikapnya padaku masih sama seperti dulu” cerita Sooyoung panjang lebar.

“ah… kau pasti sangat bahagia” puji Yoona “tentu saja”

“ceritanya nanti dilanjutkan lagi. Pak Kim sudah masuk” perintah Yoona

Flashback end-

Ppiiipp… ppiiip… suara klakson mobil membuyarkan lamunan Yoona. “jadi, cinta pertama Sooyoung adalah DongHae..” Yoona mengangguk mengerti

Yoona membuang tasnya kesegala arah begitu ia sampai di kediamannya. Tanpa aba-aba, Ia langsung merebahkan tubuh mungilnya ditempat tidur.

“untuk itu saya dan Pres. Choi akan mengeratkan kerjasama kami dengan menjodohkan putra putri pewaris kami. Choi Sooyoung dan Lee DongHae” lanjut Pres. Lee Lagi

Kata-kata itu terus saja terngiang ditelinga Yoona. Ia mencoba menutup matanya menghilangkan semua pikiran yang membuat rasa lelahnya bertambah berat. Yoona tertidur!!!

***

“kakek… apa maksud kakek menjodohkan aku dengan Sooyoung?” Dong Hae menatap geram kearah kakeknya

“wae? Apa ada masalah? Bukannya itu keinginanmu dari dulu? Dulu kau selalu bilang bahwa hanya akan menikah Sooyoung jika sudah dewasa nanti. Kakek sudah membantumu mewujudkan mimpimu itu harusnya kau berterima kasih pada kakek”

“kakek… aku mengatakan hal itu saat aku masih sangat kecil. Saat itu usiaku baru 7 tahun. Aku belum mengerti apa arti menikahi seseorang” DongHae mencoba menjelaskan

“kakek tau kau masih sangat mencintai Sooyoung DongHae ah… saat diamerika kudengar kau bahkan tidak pernah punya pacar dan setelah bertemu Sooyoung kulihat hubungan kalian baik-baik saja. Masih seakrab dulu jadi kakek pikir tidak ada salahnya menjodohkanmu dengannya. Dia anak yang baik dan juga manis”

“kakek… semua orang pasti akan berubah begitu juga denganku. Aku hanya menganggap Sooyoung sebagai adik kecilku. Aku … “

“kakek tidak peduli DongHae ah… kakek sudah mengumumkan acara perjodohan kalian kesemua orang jadi kakek tidak mungkin menariknya kembali”

“arrgh…” Dong Hae menarik dasinya kesal setelah keluar dari ruangan kakeknya.

****

“Young-ah, ada apa denganmu? Apa kau sakit? Kenapa semalam kau pergi begitu saja?” sooyoung dan Yoona merapikan buku-buku mereka

“ani. Naneun gwencana (aku baik-baik saja) Youngi-ah. Mianhe aku pergi tanpa memberitahumu” Yoona mencoba menutupi perasaannya.

“bagaimana perasaanmu setelah mendengar kau dijodohkan?”

“molla (tidak tau) aku bingung Young-ah” jawab Sooyoung singkat

“kau ini bagaimana? Bukankah dia yang kau maksud dengan cinta pertamamu.. harusnya kau senang akhirnya bisa bersamanya lagi”

“ne, tapi sepertinya perasaanku berkata lain kali ini. Sudahlah, ayo pulang” sooyoung menarik tangan Yoona

***

Siwon menutup laptopnya dengan keras. Tampak ia sedang kesal sekali. Ia masih belum bisa melupakan kejadian semalam. Ia memijat kepalanya yang terasa sakit.

Akhirnya siwon memutuskan untuk pulang lebih awal. Ia tidak bisa konsentrasi bekerja akibat perasaannya yang tidak menentu. Ia menginjak gas mobilnya dan melaju ditengah keramaian kota Seoul sore itu.

Yoona berjalan pelan menuju tempat kerjanya. Hari ini ia bekerja sore karena ia tadi pagi ada kuliah. Siwon langsung menyampingkan mobilnya di dekat trotoar tempat Yoona berjalan

“kau mau kemana?” Tanya Siwon seraya menurunkan kaca mobilnya

“ah, anyong hasseo ahjussi. Aku akan pergi bekerja” jawab Yoona ramah

“naiklah. Biar aku antar” tawar Siwon

“ah,,, tidak perlu ahjussi. Aku bisa pergi sendiri” tolak Yoona halus

“ayolah! Aku sedang tidak ingin ditolak kali ini”

“baiklah” Yoona naik kedalam mobil Siwon

“jadi kau bekerja disini?” Tanya Siwon menghentikan mobilnya didepan restoran tempat Yoona bekerja

“Ne. gomawo ahjussi sudah mengantarku” kata Yoona seraya hendak turun

“panggil aku Siwon saja”

“baiklah ahjussi… maksudku siwon ssie gomawo” Yoona menundukkan kepalanya

Siwon langsung melajukan mobilnya tidak lupa ia bunyikan klakson sebagai tanda permisi. Siwon terus mengendarai mobilnya dan tiba-tiba ponselnya berbunyi

“yobseyo?”

“ne. arrasseo” siwon langsung memutar arah mobilnya menuju tempat pertemuannya dengan seseorang yang meneleponnya tadi.

****

Dong Hae merebahkan dirinya diranjang. Ia mengingat-ingat wajah Yoona semalam. Ia mengambil ponselnya mencoba menghubungi Yoona tetapi lagi-lagi tidak ada jawaban dari si pemilik.

Dong Hae frustasi! Ia meraih mantelnya lalu keluar apartemennya. Dong Hae menemui Sooyoung. Mereka berbincang disebuah restoran kecil dan sederhana.

“oppa… ada apa kau menemuiku” Tanya Sooyoung ceria

“Sooyoung ah, apa kau senang?” Tanya Dong Hae

“maksud oppa?”

“apa kau senang mendengar tentang perjodohan itu?” Dong Hae meneguk minumannya

“entahlah oppa… aku juga bingung dengan perasaanku. Tetapi selama bersama oppa aku pasti akan bahagia”

“Sooyoung ah” DongHae menatap Sooyoung. “bahagia belum berarti cinta. Ada banyak orang diluar sana yang bisa membuatmu bahagia tetapi itu belum cukup untuk membuat kau bisa mencintai mereka” Sooyoung masih menatap bingung kearah DongHae

“aku minta kau pikirkan lagi tentang ini. Aku akan menunggu jawabanmu” Dong Hae meninggalkan Sooyoung

****

Sooyoung mengendarai mobilnya. Sepanjang perjalanan ia terus memikirkan kata-kata DongHae. Pikirannya terus melayang-layang. Sooyoung mencoba merasakan perasaannya sendiri. Akhirnya ia memutuskan untuk kekantor ayahnya.

“appa…” Sooyoung menggeliat manja dihadapan ayahnya

“Sooyoung-ah, waeyo?” Tanya ayahnya

“appa… kenapa appa mengumumkan perjodohanku dengan DongHae oppa dipesta?”

“waeyo? Bukankah itu bagus… semua orang bisa mengetahuinya”

“appa… tapi appa belum Tanya pendapatku”

“pendapat? Apa maksudmu Sooyoung-ah”

“appa… appa belum Tanya apakah aku mau menikah dengan DongHae oppa atau tidak”

“hahaha” Pres. Choi tertawa melihat tingkah anaknya itu

“waeyo? Kenapa appa tertawa?”

“kau lucu sekali. Appa tau kau dan DongHae masih saling mencintai”

“kenapa appa bisa yakin seperti itu?”

“buktinya selama kalian berpisah appa tidak pernah dengar kau punya kekasih begitu juga dengan DongHae”

“appa… semua orang bisa berubah. Aku tidak punya kekasih bukan berarti tidak ada orang yang aku sukai”

“mwo?” pres. Choi menghentikan aktivitasnya dan memandang lekat wajah putrinya itu.

“sudahlah! Aku pergi appa. Anyong…” sooyoung mencium manja pipi ayahnya. Pres. Choi duduk termenung memandangi punggung putrinya yang kini telah menghilang dari pandangannya. Ia terus berpikir apa maksud Sooyoung

****

Siwon kini berada di depan Choi Group buildings. Hari ini ia mengadakan pertemuan dengan pihak Choi untuk membahas rencana kerjasama selanjutnya dengan CHUNGSIL Group. Ternyata yang meneleponnya tadi adalah Direktur dari Choi group mau tidak mau, Siwon harus menghadirinya padahal, ia sudah sengaja pulang cepat dari kantor karena ingin beristirahat namun lagi-lagi ia harus kembali berhadapan dengan pekerjaan.

“mianhe… mengganggu waktumu Siwon ssie” kata Tn. Song yang menjabat sebagai direktur utama di Choi Group

“aniya, songsaenim” Siwon tersenyum manis

“aku sengaja mengajakmu minum teh karena aku pikir kita pasti akan sering bekerja sama nantinya. Hitung-hitung agar kita bisa saling mengenal sebagai teman dan juga partner kerja”

“ne” Siwon lagi-lagi tersenyum.

Siwon lalu melihat jam tangannya

“mianhe… aku harus pergi sekarang. Gomawo atas minumannya” siwon berdiri

“ah,, aku pikir kau mau makan bersamaku” kata Tn. Song yang juga ikut berdiri

“gomawo… mungkin lain kali. Gurom (permisi)” siwon menundukkan kepalanya lalu pergi.

Siwon keluar dari ruangan Tn. Song Ia lalu menuju ruang parkir dan tanpa sengaja ia bertemu dengan Sooyoung

“ah, Siwon ssie” Sooyoung tersenyum kearah Siwon sementara Siwon berusaha bersikap seformal mungkin pada Sooyoung. Jujur saja hatinya masih terasa sakit mengingat kejadian semalam.

Siwon dan Sooyoung makan bersama.

“chukae… (selamat)” Siwon memulai pembicaraan

“untuk apa?” Sooyoung menatap Siwon tak mengerti

“perjodohanmu dengan DongHae. Kau pasti sangat bahagia untuk itu aku ucapkan selamat” Siwon mencoba tersenyum manis didepan Sooyoung walau hatinya mulai berkecamuk

Sooyoung terdiam mendengar kata-kata yang barusan keluar dari mulut Siwon. Kenapa rasanya sakit ketika Siwon mengucapkan kata itu untukku? Sooyoung masih bingung dengan perasaannya. Selama ini ia merasa senang berada didekat Siwon juga DongHae tapi ia masih belum bisa menentukan siapa sebenarnya orang yang ia inginkan.

“kau kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapanku?” Siwon membuyarkan lamunan Sooyoung

“ani” Sooyoung tersenyum dengan paksa.

Mereka akhirnya diam dan menikmati makanan mereka.

urin gyumodo choego seugeildo choego

mwodeunji choegoga animyeon andwae

syupeojinieoneun wollae maen jaman ppajin

ireumhamyeo himsen dori syupeomaen

siwon mengangkat Ponselnya.

“hyung, kau ada dimana?”

“DongHae ah.. aku sedang makan waeyo?” Sooyoung mengangkat kepalanya mendengar nama DongHae disebut

“ne, aku akan kesana” Siwon menutup teleponnya

“ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan DongHae oppa?” Tanya Sooyoung

“ani. Dia hanya ingin bertemu denganku. Mianhe aku tidak bisa mengantarmu aku harus bertemu DongHae sekarang” Siwon berdiri dari tempat duduknya

“gwencana (tidak apa-apa) oppa. Aku bawa mobil jadi aku bisa pulang sendiri” jelas Sooyoung

“guraejo (baiklah)… halkke (aku pergi)” siwon meninggalkan Sooyoung

****

Sooyoung sampai rumahnya. Ia langsung merebahkan dirinya diranjang. Ia mulai mengingat-ingat

Siwon ssie… DongHae oppa…

Sooyoung berbicara sendiri. “Sepertinya meraka sangat dekat” sooyoung mengacak rambutnya kesal. “argh… kenapa harus seperti ini?” Sooyoung bergumam sendiri

“ada apa?” suara Ny. Choi mengagetkan Sooyoung

“eomma..” sooyoung memeluk ibunya yang kini duduk ditepi ranjangnya

“eomma lihat sejak tadi kau bergumam sendiri. Apa ada masalah? Eomma belum pernah melihatmu seperti ini sebelumnya” Ny. Choi membelai sayang rambut anaknya

“eomma… apa eomma tau apa itu cinta?” Sooyoung menatap ibunya lekat

“jadi… ini masalah cinta?” ny. Choi tersenyum kecil mendengar pertanyaan putrinya itu. “jawab saja eomma”

“eomma juga tidak tau apa itu cinta”

“bagaimana mungkin sudah setua ini eomma tidak tau apa itu cinta? Ish,,,” sooyong mengeryitkan bibirnya

“mungkin jika berada disampingnya kau akan merasa sangat nyaman. Kau akan rela melepaskan semuanya demi orang itu. Bahkan semua yang kau miliki akan kau tinggalkan demi bisa bersama orang itu. Namun, terkadang kau harus dihadapkan dengan beberapa pilihan dalam cinta dan disitulah hatimu mengujimu sejauh mana kau bisa mencintai orang itu dengan tulus. Jawabannya ada di sini, dihatimu” Ny. Choi memegang jantung Sooyoung

 “dengarkanlah apa yang kau rasakan maka kau akan tau untuk siapa hatimu sebenarnya” ny. Choi meninggalkan kamar Sooyoung.

****

“ada perlu apa kau mencariku?” Tanya Siwon ketika sampai diapartemen DongHae

“hyung, kau sudah datang?” DongHae meneguk minumannya. Siwon langsung duduk disofa apartemen DongHae

“siapa gadis itu?” Siwon menatap DongHae

“siapa? Gadis siapa yang kau maksud?”

“gadis yang berada dipesta semalam. Dia juga gadis yang pernah kau bawa kesini kan?” Dong Hae terkejut. Ia langsung mengambil posisi duduk disamping Siwon.

“hyung, bagaimana kau bisa tau?”

“aku melihatmu bersamanya”

“hyung, apa kakek serius dengan acara perjodohan itu?”

“kenapa kau tanyakan itu padaku? Kenapa tidak kau tanyakan saja pada pres. Lee?

“hyung,,, aku rasa aku tidak bisa hidup bersama Sooyoung”

“kenapa? Bukankah dia cinta pertamamu? Dia juga anak yang baik dan manis” siwon mencoba bersikap santai didepan DongHae

“aku rasa aku tidak mencintai Sooyoung lagi seperti dulu. Sekarang aku hanya menganggapnya sebagai adik kecilku yang manis” jelas DongHae. Siwon menatap terkejut kearah DongHae

“apa maksudmu?”

“hyung, aku mohon bantu aku membujuk kakek membatalkan acara perjodohan itu” DongHae memohon pada Siwon

“perjodohan itu tidak ada hubungannya denganku. Aku rasa aku tidak bisa menolongmu”

“hyung, ayolah…!!! Hyung tau kan aku tidak punya siapa-siapa yang bisa kumintai pertolongan selain kau?” DongHae memasang tampang aegyo-nya

Siwon menatap kearah Dongsaengnya itu. Betul juga! DongHae hanya punya kakek dan juga dirinya semenjak orang tuanya meninggal

“baiklah, aku akan coba”

“gomawo Hyung…” DongHae tersenyum manis kearah Siwon

“jangan tersenyum begitu. Aku muak melihatnya” Siwon meninggalkan DongHae

****

Sejak kejadian semalam, Yoona selalu menghindar dari DongHae. Sebisa mungkin ia mengusahakan agar tidak bertemu dengan orang yang sudah membuat hatinya sakit itu. Ia tidak mau Sooyoung tau tentang perasaannya terhadap DongHae.

Dong Hae mencoba menghubungi Yoona tapi lagi tapi tetap saja tidak ada jawaban. Ia memutuskan untuk mencari Yoona di tempat kerjanya.

Yoona berjalan keluar restoran bersama Seohyun.

geobi naseo shijak jocha anhae bwat damyeon

geudaen tudeol daeji mara jom! (GG)

jujeo hamyeon gihwe neun modu neoreul bikyeo ga

gaseum pyeogo nawa bwara jom! (T.R.X)

Yoona melirik kearah handphonenya yang sedari tadi terus berbunyi namun ia enggan menjawabnya.

“kenapa tidak dijawab?” Tanya SeoHyun sambil berjalan disamping Yoona. “aku malas” jawab Yoona pelan

“aish,,, kau ini. Ayo jawab siapatau saja penting?” Seohyun memaksa Yoona. Akhirnya Yoona menurut dan mengangkat teleponnya

“yobseyo?” Yoona menempelkan benda itu ditelinganya

“Young-ah, kau darimana saja? Kenapa lama sekali?” Tanya Sooyoung dari seberang

“oh,, mianhe tadi aku sedang bekerja” jawab Yoona pelan

“jinja? Mianhe aku lupa. Apa kau sudah pulang? Aku akan menjemputmu” jawab Sooyoung ceria

“ah, tidak usah Youngi-ah, aku bisa pulang sendiri” tolak Yoona halus

“sudahlah, aku juga sedang malas dirumah jadi aku akan menjemputmu setelah itu temani aku makan, uh?” Sooyoung masih saja terdengar ceria

“tapi aku…”

“sudahlah aku tidak mau mendengar alasan apapun darimu. Tunggu aku ya. Aku akan segera datang” Sooyoung mematikan ponselnya.

“siapa dia? Sepertinya dia dekat sekali denganmu. Kalian sampai punya panggilan sayang. Youngi-ah…” SeoHyun menirukan gaya Yoona barusan. “aish,,, kau ini. Dia teman kuliahku. Dia memang sangat dekat denganku” SeoHyun mengangguk mengerti

“apa dia akan menjemputmu?” SeoHyun bertanya lagi. Yoona hanya mengangguk menanggapi pertanyaan temannya yang tidak ada habisnya itu

“baguslah berarti aku bisa pulang bersama Kyuhyun oppa” SeoHyun tersenyum

“kau bisa pulang dengan Oppa-mu itu sesuka hatimu. Aku bisa pulang sendiri”

“tapi inikan sudah malam Yoona-ah, aku mana mungkin membiarkanmu pulang sendiri. Tapi karena Youngi-mu itu akan menjemputmu jadi, aku akan pulang bersama Kyuhyun” SeoHyun tersenyum senang.

Tidak berapa lama kemudian, Kyuhyun menghampiri Yoona dan SeoHyun dengan motornya. Tanpa aba-aba, SeoHyun langsung naik dibelakang Kyuhyun dan memeluknya.

“Yoona-ah, kami deluan. Anyong” SeoHyun melambaikan tangannya sementara Yoona hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu. Ia lalu berjalan keluar restoran.

*****

Siwon mengendarai mobilnya. Ia teringat melupakan jaketnya diapartemen DongHae. Ia lalu memutar mobilnya kembali keapartemen DongHae. Begitu hendak memasuki halaman apartemen DongHae, Siwon melihat DongHae keluar. Akhirnya Siwon memutuskan untuk mengikuti DongHae

Dong Hae sampai didepan restoran tempat Yoona bekerja. Sementara Siwon terus mengamati DongHae dari dalam mobilnya. Lama ia menunggu hingga sosok yang dinantinya keluar.

“ayo ikut aku” seperti biasa DongHae langsung menarik paksa tangan Yoona

“sirheo (tidak mau)” Yoona menghepaskan tangan DongHae

“Ayo ikut. Aku akan mengantarmu pulang” DongHae lagi-lagi menarik tangan Yoona

“aku tidak mau. Kau pulanglah Aku bisa pulang sendiri” Yoona lagi-lagi menghempaskan tangan DongHae

“ini sudah malam mana mungkin aku akan membiarkanmu pulang sendiri. Ayo naik” Donghae menarik tangan Yoona

“sudah ku bilang aku bisa pulang sendiri. Kau tidak perlu mengantarku” Yoona berjalan meninggalkan DongHae. Dong Hae mengejar Yoona

“kau ini kenapa? tidak. Aku akan mengatarmu pulang. Ayo naik” DongHae tidak menyerah memaksa Yoona

“kau yang kenapa?” Yoona berteriak keras. Dong Hae kaget dan memandang Yoona

“kenapa kau selalu memaksaku untuk ikut denganmu?” Yoona mulai lepas kendali

“Aku lelah terus mengikuti semua keinginanmu. Kau terus memaksaku untuk ikut denganmu. Menarik tanganku dengan paksa kapanpun kau mau. Kau tidak pernah Tanya apa aku mau ikut denganmu atau tidak. Kau selalu saja begitu .Aku lelah jadi kumohon lepaskan aku” Yoona berkata sambil menangis

“Mmianhata… aku tidak bermaksud seperti itu” Dong Hae menatap Yoona nanar

“Aku mohon berhentilah memaksaku untuk ikut denganmu” Yoona menangis sesenggukan. Ia akhirnya melepaskan semua perasaannya. Yoona masih terus menangis. Ia sudah tidak dapat membendung perasaannya. Dong Hae langsung menarik Yoona kedalam pelukannya. Yoona masih terus menangis dalam dekapan DongHae.

Sooyoung keluar dari mobilnya dan menuju restoran tempat Yoona bekerja yang tinggal berjarak beberapa langkah. Siwon masih terus mengawasi YoonHae dan ia terkejut melihat kehadiran Sooyoung yang tiba-tiba. Siwon hendak turun menghalangi Sooyoung, namun ia merasa tidak perlu. Siwon akhirnya tetap duduk manis dalam mobilnya menyaksikan kelanjutan drama tersebut.

Sooyoung berjalan pelan dan langkahnya berhenti seketika begitu melihat apa yang ada didepanya. Mata Sooyoung membulat seketika melihat dua orang yang sangat dikenalnya itu berada didepannya kini. Tidak hanya itu mereka (DongHae dan Yoona) kini sedang berpelukan…

To Be continued……………………………………………………………

6 pemikiran pada “I Think I Love You # 5

  1. waaah keren ni ffnyaaa. lanjut lanjut yah thor~^ pokoknya harus tetep dah endingnya uri yoonhae u.u kekeke yoonhae jjang!!

  2. mian ya aku comentnya d part ni ja soal baru nemu blog ni n da ff yoonhae tapi tenang aku dah baca part 1-4 ……..ffnya keren banget aku suka ffnya……next part jgn lama ya ………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s