I Think I Love You # 4

Title : I Think I Love You

Sub Title : Be My Friend

Cast : Im Yoona, Lee Dong Hae

Support Cast :

Choi Sooyoung

Choi Siwon

Presdir Lee (kakek Dong Hae)

Tn. & Ny. Choi

dll

Author : Shin EunHwa

Rating : =

Genre : Romance, friendship, family

============================================================

Assalamualaikum… hai hai hai #ceria amat

Anyong hasimnika__ EunHwa imnida. Balik lagi dan lagi bawa ff nih # bikin bosan readers aja

Hehehe… mian klu udah bosan. Aku sekarang COMEBACK with “I Think I Love # part 4”. Gak perlu di jelasin lagi mungkin readers smua udah pada tau kalau habis baca ff ini harap leave a coment. Please

Coment dari readers sangat berarti buat author memperbaiki diri dan juga cerita-cerita yang akan author tampilkan. Yo wesh,,, panjang amat critanya

Lanjut nih chingu ^^ silahkan!!! Happy readings ^____^ .oOo.

============================================================

“apa?” Tanya Yoona penasaran.

“teman! Aku tidak punya teman yang dekat denganku yang bisa kuajak bercerita seperti saat aku tinggal dipanti asuhan ini. Maka dari itu aku selalu mencuri-curi waktu kemari untuk bermain bersama anak-anak . Dan itu sudah cukup membuatku merasakan bahwa aku punya teman”

“aneh rasanya orang sepertimu tidak mempunyai teman. Seharusnya ada banyak orang diluar sana yang mau menjadi temanmu. Kau punya segalanya. Hanya orang bodoh yang tidak mau jadi temanmu”

 “ne. kau benar! Tapi mereka berteman denganku hanya alasan karena aku kaya dan memiliki segalanya. Aku tidak butuh teman seperti itu. Aku butuh teman yang mau menerimaku sebagai temannya tanpa memandang status sosialku”

Yoona terdiam mendengar penjelasan Dong Hae. “kau…. Apa kau mau jadi temanku?” Dong Hae menatap kearah Yoona.

Untuk sesaat Yoona dan Dong Hae saling memandang dan merasakan perasaan masing-masing.

“aa…aku…” Yoona menggantungkan kalimatnya

 “lupakan! Ayo” Dong Hae bediri dari duduknya dan sukses membuat Yoona bingung dengan tingkahnya.

 ****

Sooyoung duduk manis disalah satu bangku sebuah restoran menunggu pesanannya datang. Beberapa menit kemudian makanan yang dipesannya datang

“silahkan” kata pelayang restoran ramah

“ne. khamsamida” jawab Sooyoung.

Siwon mengendarai mobilnya. Ia benar-benar merasa lelah hari itu. Namun, masih ada pertemuan yang harus dihadirinya. Perutnya terasa lapar. Rasanya mengisi perut lebih dahulu adalah ide bagus.

Siwon memarkirkan mobilnya didepan sebuah restoran. Ia turun lalu mencari bangku kosong agar ia bisa duduk. Pandangannya mengarah jauh dan tampaklah sosok yang sangat ia kenal duduk di salah satu bangku restoran tersebut.

“makannya pelan-pelan saja. Nanti kau akan tersedak” Siwon duduk dikursi depan Sooyoung

“ng…?” sooyoung mengangkat kepalanya

“kelihatannya kau suka sekali makan” Siwon terkekeh melihat tingkah Sooyoung. Sementara Sooyoung masih kaget dengan kedatangan Siwon yang tiba-tiba itu.

“ohok..ohok..ohok…” Sooyoung tersedak

 Siwon langsung mengambilkan minuman untuk Sooyoung. “gomawo” sooyoug menerima minuman tersebut

“mm…” siwon tersenyum manis yang membuat Sooyoung makin terperangah. “makanlah dengan hati-hati” Siwon lalu memesan makanan lalu mereka makan berdua.

****

Yoona duduk dimeja belajarnya. “ah.. lelah” desahnya”

Ia membaringkan tubuhnya ditempat tidur. Yoona menutup matanya sejenak.

“kau…. Apa kau mau jadi temanku?” Yoona mengingat kembali kata-kata Dong Hae sore tadi yang membuatnya tersenyum sendiri.

Kicauan burung kembali menyambut pagi itu. Yoona bangun dari tidurnya yang melelahkan semalam. Hari ini ia tidak kuliah pagi jadi, ia akan bekerja hari itu.

Yoona sampai ke restoran tempatnya bekerja. “anyong hasseo..” Yoona menyapa Kim ahjumma dan juga beberapa temannya yang juga bekerja ditempat tersebut.

“anyong…” mereka semua menjawab sapaan Yoona. Yoona lalu mengganti seragamnya dengan seragam kerja dan mulai bekerja melayani tamu-tamu dengan ramah.

Dong Hae menghubungi ponsel Yoona namun tidak pernah dijawab oleh sipemilik. “aish… dia kemana?” gumam Dong Hae memukul stir mobilnya kesal. Dong Hae lalu menghubungi Sooyoung

“Yobseyo?” jawab Suara diseberang

“Sooyoung ah, eodisseo? (kau dimana)”

“dirumah. Waeyo?” jawab Sooyoung singkat

“kau tidak Kuliah?” Tanya DongHae lagi. “ani. Hari ini aku tidak ada kelas”

“apa kau tau Yoona kemana?” Dong Hae akhirnya menanyakan tujuannya menelepon Sooyoung.

“tidak” jawab Sooyoung santai sementara DongHae kesal mendengar jawaban Sooyoung yang tidak bisa memberikan jawaban yang di inginkannya

“kau temannya tapi kau tidak tau dia kemana? Teman macam apa kau?” tanya Dong Hae kesal

“lagipula ada urusan apa kau mencarinya?” Tanya Sooyoung bingung

“sudahlah. Kau tidak perlu tau” Dong Hae menutup teleponnya dengan kesal sementara Sooyoung tertawa sambil memandang ponselnya

tidak berapa lama kemudian Handphone DongHae kembali berbunyi. Ia lalu membukanya ternyata pesan dari Sooyoung

From : Little Sooyoung

Mungkin dia pergi bekerja.

Jika kau ingin bertemu dengannya datang saja ketempat ini

(alamat Yoona bekerja)

Dong Hae tersenyum lebar begitu selesai membaca pesan dari Sooyoung. “jongmal gomawo Sooyoung-ah” gumam Donghae lalu menginjak gas mobilnya menuju tempat Yoona bekerja.

Waktu menunjukkan pukul 03.00 (sore) KST. Yoona masih didalam restoran merapikan pakaiannya.

“yoona ah, ada yang mencarimu” kata SeoHyun teman kerja Yoona

“siapa?” Tanya Yoona santai

“Molla (tidak tau). Dia tampan sekali Yoona ah… apa dia pacarmu?” goda Seohyun

“aish,,, sudah kubilangkan aku tidak punya pacar” elak Yoona

“bukannya itu bagus. Berarti ada kemungkinan dia bisa jadi pacarmu” seohyun masih terus mengejek Yoona sementara orang yang diejeknya sudah mulai risih

Dong Hae berdiri didepan mobilnya menunggu Yoona. Beberapa saat kemudian sosok yang ditunggunya menampakkan diri namun kali Yoona tak sendiri ia ditemani Seohyun teman kerjanya. Yoona menghampiri Dong Hae

“sudah kubilangkan kan dia sangat tampan” bisik Seohyun ditelinga Yoona. Yoona menatap tajam kearah seohyun

“anyong hasseo..”sapa Seohyun

“anyong..” DongHae membalas sapaan Seohyun.

“ada apa kau kemari? Restorannya sudah tutup. Kau bisa kembali besok” jelas Yoona jutek

“aku kemari bukan untuk makan. Aku ingin bertemu denganmu” jawab Dong Hae santai. Seohyun tersenyum mendengar jawaban DongHae

“ah.. dia manis sekali” puji Seohyun sambil tersenyum manis

Seseorang keluar dari dalam restoran yang sama. Ia lalu mendekat kearah Yoona dan Seohyun. “kau… jangan menatapnya begitu. Ayo pulang” pemuda yang bernama Kyuhyun itu menarik tangan Seohyun

“kenyataannya dia memang tampan” kata seohyun lagi

“dia tidak lebih tampan dariku” kyuhyun naik kemotornya. Seohyun pun langsung duduk dibelakang Kyuhyun dan melingkarkan tangannya kepinggang kekasihnya itu.

“yoona ah, kami duluan. Kau akan pulang bersamanya kan?” tanya Kyuhyun sambil men-stater motornya

“ne. hati-hati” kata Yoona melihat kedua sahabatnya itu meninggalkannya.

“kau juga ikut denganku” DongHae menarik tangan Yoona masuk kemobilnya

****

Presdir Lee (kakek DongHae) dan Presdir choi (ayah Sooyoung) minum teh bersama.

“ku dengar DongHae ada diSeoul sekarang” Presdir choi memulai pembicaraan

“iya. Dia baru kembali beberapa hari yang lalu. Bagaimana kabar Sooyoung?” Tanya pres. Lee kemudian

“dia baik-baik saja. Sekarang masih aktif dengan kuliahnya”

“baguslah. Apa DongHae dan Sooyoung sudah saling bertemu?” Tanya Press Lee lagi

“masalah itu aku belum tau. Sooyoung juga belum pernah cerita apapun tentang pertemuannya dengan Dong Hae”

 “arraseo” presdir Lee mengangguk mengerti. “Aku harap kerjasama kita bisa berjalan dengan lancar” presdir Choi meneguk minumannya.

“iya. Aku berharap juga begitu” mereka tersenyum akrab.

****

Dong Hae dan Yoona duduk dijembatan kayu. Mereka membuang pandangan jauh kearah laut yang membentang luas. Yoona menurunkan kakinya sehingga basah oleh air laut yang sedang berhempas kesana kemari.

“tentang pertanyaanmu waktu itu aku….aku mau” Yoona berbicara tanpa memandang Dong Hae. Dong Hae menatap Yoona tidak mengerti

“aku mau menjadi temanmu” lanjut Yoona tegas

“hm…” Dong Hae tersenyum. “kau terlalu serius”

Yoona menatap kesal kearah DongHae. Ia merasa DongHae mempermainkannya. “mwo? Ya sudah jika kau tidak mau aku tidak akan memaksamu” Yoona berdiri sambil memegang sepatunya dan meninggalkan DongHae dengan kesal.

“hei… kau mau kemana?” DongHae masih dalam posisi duduknya

“aku ingin pulang” Yoona terus berjalan

“kita baru  sampai kenapa sekarang kau ingin pulang?” DongHae mengejar Yoona

“aku bosan disini” Yoona terus berjalan tanpa menoleh kearah DongHae

Dong Hae menarik tangan Yoona. “jangan begitu……” Yoona menghempaskan tangan DongHae.

 “kalau kau masih ingin disini terserah. Aku akan pulang sendiri” Yoona melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti saat DongHae menarik tangannya.

“hey…”DongHae menarik kembali tangan Yoona. Yoona hendak melepaskan tangan DongHae namun saat menghepaskan tangannya ia kehilangan keseimbangan dan

BYURR………

Yoona dan DongHae jatuh kedalam air. Mereka naik kepermukaan jembatan. Yoona dan DongHae basah kuyup sekarang.

“aaish…” Yoona merapikan pakaian dan rambutnya

Dong Hae melihat kearah Yoona. Tampak lekuk tubuh gadis itu terpampang jelas dihadapannya karena Yoona hanya memakai sebuah dress dibawah lutut yang kainnya agak transparan. Ia mengalihkan pandangannya.

“ini” DongHae melemparkan jaketnya kearah Yoona

“hah?”  Yoona menatap DongHae heran

“apa kau ingin semua orang melihatmu dalam keadaan seperti ini? Kau tampak seperti seekor kucing yang basah ditengah hujan” DongHae mencari alasan sementara Yoona hanya mengeryitkan bibirnya.

Dong Hae memasukkan kode apartemennya. Pintu apartemennya terbuka.

“ayo masuk” ajaknya pada Yoona

“untuk apa kita kesini? Aku ingin pulang” kata Yoona

“rumahmu terlalu jauh dari sini. kau akan mati kedinginan setelah sampai rumahmu. Bersihkan saja dirimu disini setelah itu, aku akan mengantarmu pulang” Dong Hae masuk kedalam apartemennya

Yoona terpaksa mengikuti ajakan DongHae. Dong Hae masuk kekamarnya sementara Yoona mulai memanjakkan matanya dengan pemandangan di apartemen DongHae. Ia mulai menelusuri setiap sudut ruangan itu dengan manik matanya mencari sesuatu yang kurang namun tetap saja ia tidak menemukan kekurangan tersebut.Semuanya indah dan tertata dengan sangat rapi.

“ini. Bersihkan dirimu” DongHae memberikan Yoona selembar Handuk juga kemeja putih. “aku tidak punya pakaian wanita kau pakai saja ini. Setelah pakaianmu kering kau boleh menggantinya”

Yoona masuk kedalam kamar mandi membersihkan dirinya. Dong Hae duduk diruang tengah sambil menonton tv. Setelah membersihkan diri, Yoona keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kemeja putih pemberian DongHae sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dong Hae menoleh kearah Yoona. Ia terperangah dengan apa yang dilihatnya. Ia merasa Yoona sangat cantik hari ini. Belum pernah ia melihat Yoona secantik itu karena selama ini ia selalu melihat sisi Yoona yang selalu marah-marah padanya. Dong Hae mengalihkan pandangannya.

“aku akan mandi. Kau tunggu disini” Dong Hae masuk kekamar mandi

“ne” Yoona lalu duduk disofa tempat DongHae duduk tadi. Ia menggantikan posisi DongHae menonton televisi. Karena lelah, Yoona merebahkan dirinya disofa tersebut. Ia benar-benar lelah hari ini. Seharusnya ini memang jamnya istirahat setelah seharian bekerja tapi gara-gara DongHae ia jadi harus menahan lelahnya.

Dong Hae keluar dari kamar mandi. Ia merasa segar setelah membersihkan dirinya. Ia membuang pandangannya dan menemukan sosok Yoona sedang tertidur pulas disofa ruang tengah apartemennya. Dong Hae berjalan menghampiri Yoona.

Dipandangnya lekat-lekat wajah gadis itu. Dong Hae mendekatkan wajahnya kewajah Yoona. Ia terus memandangi setiap lekuk wajah gadis itu. Wajahnya makin mendekat kearah Yoona. Dong Hae masih belum bisa mengalihkan pandangannya dari sosok didepannya itu. Kini wajahnya dan wajah Yoona hanya tinggal berjarak beberapa senti lagi. Lama DongHae terdiam dalam posisinya itu. Ia lalu mengalihkan wajahnya kearah lainn mencoba mengendalikan perasaannya sendiri. Dong Hae lalu mengambil selimut, menyelimuti badan Yoona dan masuk kemarnya. Dong Hae merebahkan badan ditempat tidurnya.

*****

Waktu menunjukkan pukul 08.00 malam KST. Yoona membuka matanya. Rasa lelahnya telah hilang setelah tidur beberapa jam. Matanya membulat seketika setelah ia sadar ia tidak berada didalam kamarnya. Ia bangun dari tidurnya mencari seseorang di ruangan tersebut namun tidak menemukan siapapun. Ia lalu melangkahkan kakinya menelusuri setiap ruangan diapartemen Dong Hae. Yoona membuka pintu sebuah ruangan dan masuk kedalam. Matanya terus saja memandang sekelilingnya dan ia menemukan sosok DongHae sedang tertidur pulas diatas ranjangnya.

Yoona bingung apa yang harus dilakukannya. Ia ingin sekali pulang namun tak tega juga bila harus membangunkan DongHae. Yoona menatap DongHae dalam. Tiba-tiba ia rasakan jantungnya berdetak hebat. “aah… ada apa denganku?” Yoona memukul dadanya pelan mencoba meredam perasaanya.

Yoona membalikkan badannya hendak pergi namun tiba-tiba saja DongHae manarik tangannya. “kau mau kemana?” Dong Hae masih menutup matanya

Yoona merasakan jantungnya kembali bekerja 2x lipat dari biasanya. Ia merasakan mukanya mulai memanas.

 “aaku…” Yoona tidak sanggup melanjutkan kalimatnya.

“aku ingin pulang” lanjutnya kemudian dengan mantap. “baiklah aku akan mengantarmu” DongHae bangun dari tidurnya namun tangannya masih saja mengenggam tangan Yoona.

Yoona membalikkan badannya mencoba menatap DongHae. Pandangan mereka saling bertemu. Lama…

Dong Hae lalu melepaskan genggaman tangannya dari tangan Yoona.

Siwon mengendarai mobilnya menuju apartemen DongHae. Ia tampak merindukan celutukan sepupunya yang sudah dianggap seperti saudara itu.

Dong Hae keluar dari apartemennya sementara Yoona mengikutinya dari belakang. Yoona masih memakai kemeja putih DongHae yang hanya sebatas paha itu. Dong Hae melirik kearah Yoona yang masih sibuk menurunkan kemeja itu agar menutupi pahanya. Dong Hae tersenyum kecil melihat tingkah Yoona

Dong Hae menarik tangan Yoona hingga berada didepannya. Ia memakaikan mantelnya agar bisa menutupi tubuh Yoona yang terlihat seksi itu. Ia lalu membukakan pintu mobilnya agar Yoona bisa masuk. Mobil Dong Hae melaju meninggalkan apartemennya. Sementara Siwon masih terperangah dengan apa yang baru dilihatnya. Ia seakan-akan tak percaya dongsaengnya itu membawa wanita ke apartemennya terlebih lagi dengan pakaian Yoona yang sangat minim seperti yang baru saja dilihatnya. Siwon memutar arah mobilnya menuju kerumahnya.

Mobil DongHae parkir didepan rumah Yoona. Yoona lalu turun dan langsung masuk kedalam rumahnya. Dong Hae mengikutinya dari belakang. Yoona masuk kedalam kamarnya meletakkan buku-bukunya di meja belajarnya.

“ng..?” Yoona terkejut melihat DongHae berdiri dibelakangnya

“apa yang kau lakukan?” Tanya Yoona

“aku? Aku hanya ingin melihat-lihat kamarmu” jelas DongHae sambil mengedarkan pandangannya

“hey, kau tidak tau aturan ya? Mana bisa seorang pria masuk kamar wanita begitu saja” Yoona menatap DongHae kesal

“pria? Wanita?” DongHae terkekeh. “kau ini lucu sekali” DongHae keluar kamar Yoona dan menuju dapur.

“apa kau punya makanan? Aku lapar” rengek DongHae

“tidak ada” jawab Yoona jutek. “aahh… rumah macam apa ini tetapi tidak punya makanan?” Dong Hae mulai membuka setiap lemari didapur Yoona mencari makanan

Dong Hae dan Yoona akhirnya makan diluar.

****

Sooyoug dan Yoona keluar dari kelas mereka. “Yooung ah, sebentar malam kau ada acara?” Tanya Sooyoung disela-sela langkahnya

“ani” jawab Yoona singkat. “waeyo?” Tanya Yoona balik

“ayahku akan mengadakan acara karena kesuksesan proyek pertama mereka” jelas Sooyoung. “jinja?” Tanya Yoona meyakinkan. “mm…” sooyoung mengangguk.

“dan… kita akan kesana sebentar malam” Sooyoung tersenyum manis menatap Yoona

“kita? Maksudmu aku? Aku juga akan pergi?” Tanya Yoona bertubi-tubi

“tentu saja. Aku tidak mau kepesta sendiri. Kita akan pergi ke pesta bersama, huh?” jelas Sooyoung.

****

Siwon berjabat tangan dengan perwakilan Choi Group. Mereka tertawa bersama.

“terimakasih atas kerjasama anda Siwon ssie” kata Perwakilan Choi Group

“ye songsaenim. Aku juga berterimakasih pada anda” balas Siwon

“semua berjalan sesuai rencana. Ini semua berkat kerja keras kita semua”

Semua staff disitu bertepuk tangan senang mendengar proyek kerja sama antara CHUNGSIL dan Choi Group berjalan lancar dan sukses. Siwon tersenyum puas!

“chukae songsaenim..”

“songsaenim, chukkae..”

Beberapa staff memberikan ucapan kepada Siwon yang langsung dibalas senyuman manis dari Siwon. “sebentar malam acaranya. Akhirnya kerja keras kita membuahkan hasil” kata seorang staff dengan semangatnya. Siwon yang mendengarnya hanya tersenyum

****

Dong Hae menemui kakeknya. “bagaimana liburanmu?” tanya Pres. Lee

“sejauh ini menyenangkan” Jawab DongHae santai. Pres. Lee mengangguk tanda mengerti. “apa sebentar malam kau ada acara?” tanya Pres. Lee lagi

“sepertinya tidak. Waeyo?”

“datanglah ke Choi group buildings jam 7 malam”

“untuk apa aku kesana” Dong Hae terkejut

“akan ada pesta perayaan kesukesan proyek kerja sama antar Choi Group dengan CHUNGSIL. Akan lebih baik jika kau mulai mengenal orang-orang penting yang berhubungan dengan perusahaan”

“kenapa tidak Siwon hyung saja yang pergi. Aku malas ke pesta kek” rengek DongHae

“Siwon juga akan datang dan kau juga harus datang. Aku sudah berjanji pada para investor juga rekan-rekan ku untuk mengenalkanmu pada mereka” Pres. Lee meninggalkan DongHae yang masih tampak kesal.

Pres. Lee menghentikan langkahnya “dan kuharap kali ini kau tidak mengecewakan kakek” DongHae menggaruk kepalanya kesal

****

Sooyoung dan Yoona turun dari mobil. “kajja” Sooyoung menarik tangan Yoona masuk kedalam butik yang terbilang cukup mewah.

“kenapa kita kesini?” Tanya Yoona heran. “kau mau kepesta dengan pakaian seperti itu?” Yoona lalu memperhatikan pakaiannya yang memang tak layak untuk ke pesta.

“pilihlah gaun yang kau suka” perintah Sooyoung. “Aku juga akan mencari gaun yang ku suka” keduanya lalu tersenyum dan mulai beraksi mencari gaun juga aksesoris yang akan mereka pakai untuk kepesta nanti.

Pukul 07.00

 

Gedung Choi Group kini mulai ramai. Tamu-tamu undangan mulai berdatangan menuju lantai 20 tempat diadakannya pesta tersebut.

Sooyoung memakirkan sedan putihnya di depan Choi Group buildings. Yoona dan Sooyoung turun dari mobil tersebut. Mereka lalu masuk kedalam lift lalu menekan angka 20. Pintu lift terbuka dan tampaklah dua sosok gadis cantik bagaikan malaikat berdiri disana. Semua mata melihat kearah mereka. Yoona sedikit canggung dengan keadaan ini maklumlah dia belum pernah kepesta sebesar ini. Sooyoung lalu menarik tangan Yoona menuju ke tempat ayahnya duduk.

“appa…” Sooyoung mencium pipi ayahnya manja

“Sooyoung ah, kau sudah datang?” Sooyoung mengangguk. “duduklah” perintah tn. Choi. Sooyoung dan Yoona lalu duduk bersebelahan. Sesaat kemudian presdir Lee (kakek Dong Hae) datang dan menyapa Tn. Choi. Merekapun berpelukan.

“kalian duduklah disini. Aku akan menemani presdir Lee” Yoona dan Sooyoung mengangguk.

Dong Hae sampai di depan gedung Choi group. Ia merapikan dasinya kemudian menuju lift yang mengantarnya ke tempat berlangsungnya pesta.

Presdir Lee dan tn. Choi masih asik berbincang. Dong Hae memainkan manik matanya mencari seseorang.

“kau sudah datang?” Tanya Presdir Lee

Dong Hae menundukkan kepalanya. tn. Choi menepuk pundak Dong Hae. “kau sudah besar Dong Hae ah,,,?” sapa Tn. Choi sambil tersenyum

“ne, songsaenim” jawab Dong Hae Pelan. “panggil aku paman saja, itu akan terdengar lebih akrab” perintah Tn. Choi

“ne, songsaenim… maksudku ahjussi” kemudian ketiganya tertawa seakan menambah kesan akrab di antara mereka.

“young ah, aku mau ambil minum. Kau mau ikut?”

“ah, aniya. Kau saja. Aku akan menunggumu disini.” “ m… baiklah” sooyoung lalu meninggalkan Yoona yang masih memandang indahnya kota Seoul dari atas gedung Choi group.

Sooyoung hendak mengambil minuman dan berpapasan dengan DongHae. “oppa… neo ossoe? (kau datang?)” tanya sooyoung. Dong Hae mengangguk mengiyakan pertanyaan Sooyoung. Lalu Sooyoung dan DongHae terlihat berbincang akrab

“sepertinya mereka memang masih seakrab dulu” bisik tn. Choi ditelinga Presdir Lee yang langsung menganggukan kepalanya.

Siwon berdiri didepan Choi Buildings memandang tajam kearah gedung tersebut. Ia merapikan jas dan dasinya sejenak lalu masuk kedalam menuju ketempat berlangsungnya acara.

“selamat malam semuanya” suara MC menggema keseluruh ruangan. Semua mata kini menatap kearah sumber suara

“seperti yang kita ketahui bersama malam ini adalah pesta perayaan kesuksesan proyek kerja sama antara dua perusahaan ternama di Korea CHUNGSIL Group dan Choi Group. Berikan uplos untuk mereka” semua tamu pun bertepuk tangan ria

“dan kini perwakilan dari Choi Group (Pres. Choi Soojun) dan CHUNGSIL Group (Pres. Lee KangHoon) akan memberikan sambutannya” seluruh tamu bertepuk tangan meriah Pres. Choi dan Pres. Lee naik ke atas podium

“selamat malam semua” pres. Choi memulai pidatonya

“terimakasih kalian sudah mau menyempatkan diri untuk datang ke pesta ini. Malam ini saya dan Pres. Lee akan menyampaikan sebuah pengumuman yang sangat penting” lanjut Pres. Choi lagi

Yoona yang sedari tadi duduk termenung akhirnya mengalihkan pandangannya juga kearah Sumber suara. Siwon sampai ketempat acara ia mulai memainkan matanya memperhatikan seisi ruangan.

“seperti kalian ketahui Choi Group dan CHUNGSIL Group sudah sukses dengan proyek kerjasama pertama kami. Kami berharap kerjasama ini akan terus berlanjut. Untuk itu kami memutuskan untuk terus melanjutkan kerjasama kami dengan mempererat tali kekeluargaan antara CHUNGSIL dan Choi Group”

“malam ini aku juga ingin memperkenalkan kalian kepada pewaris-pewaris kami” lanjut Pres. Lee

“inilah pewaris dari CHUNGSIL Group Lee DongHae” pres. Lee menunjuk kearah DongHae. Semua tamu kini kembali memberikan tepuk tangan yang meriah

Dong Hae terkejut mendengar namanya disebut. “tunggu apalagi ayo naik” Sooyoung menyenggol tangan DongHae. Dong Hae langsung menurut. Sooyoung kembali ketempat duduknya

“ini” Sooyoung memberikan salah satu minuman ditangannya pada Yoona. “gomawo” Yoona menerimanya. Sooyoung dan Yoona kini menatap kearah DongHae

“anyong hasimnika… Lee DongHae imnida” Dong Hae memperkenalkan diri. Sooyoung, Yoona dan Siwon yang sedari tadi memperhatikan DongHae tersenyum

“baiklah… aku juga akan memperkenalkan putriku yang akan menjadi pewaris dari Choi Group. Choi Sooyoung” sama dengan DongHae, Sooyoung juga terkejut mendengar namanya disebut.

“hei, kenapa diam. Ayo naik” perintah Yoona

“Young-ah, tunggu disini ya?” Sooyoung berdiri dari tempat duduknya menuju podium. “Mmm…” Yoona mengangguk. Para tamu kembali memberikan tepuk tangan meriahnya

“anyong hasimnika… choi Sooyoung imnida” sooyoung memperkenalkan namanya

“baiklah kini kalian sudah mengenal daripada pewaris kami. Mereka adalah teman sejak kecil. Mereka selalu bersama dan terlihat sangat menyayangi satu sama lain. Dulu mereka sempat terpisah oleh jarak karena DongHae harus belajar diAmerika. Kini DongHae kembali ke Korea dan setelah melihat pertemuan mereka, ternyata mereka masih seakrab dulu” Pres Lee memulai pidatonya lagi

“untuk itu saya dan Pres. Choi akan mengeratkan kerjasama kami dengan menjodohkan putra putri pewaris kami. Choi Sooyoung dan Lee DongHae” lanjut Pres. Lee Lagi

“ohok..ohok..ohok…” Yoona tersedak dari minumannya

Sooyoung dan DongHae terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar. “Mwo? Dijodohkan?” sooyoung dan DongHae mengucap kata itu bersamaan dan saling memandang dengan bingung

Tidak ubahnya Sooyoung, DongHae dan Yoona, siwon juga terkejut mendengar pernyataan Pres. Lee barusan. Ia juga syok. Ia tak pernah tau jika Sooyoung dan DongHae akan dijodohkan. Siwon menatap kearah dua sosok diatas podium itu.

Bagiakan ada sebuah batu besar menghantam dada Yoona. Sesak rasanya. Ia tak tau ada apa dengan perasaannya. Dong Hae bukanlah siapa-siapa baginya tapi kenapa mendengar ia dijodohkan rasanya sesak sekali? Sakit! Terlebih lagi jika orang yang dijodohkan dengan DongHae itu adalah Sooyoung, sahabat terbaiknya. Yoona berdiri menatap kearah Sooyoung dan DongHae yang masih diatas podium. Matanya mulai berkaca-kaca namun Yoona tetap mencoba mengendalikan perasaannya. DongHae juga menatap lekat kearah Yoona. Mereka saling memandang penuh arti.

To Be Continued………………………………………………………………………………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s