I Think I Love You # Part 3

Title : I Think I Love You

Sub Title : come with me

Cast :Im Yoona, Lee Dong Hae

Support Cast :

Choi Sooyoung

Choi Siwon

Presdir Lee (kakek Dong Hae)

Author : Shin EunHwa

Rating : =

Genre : Romance, friendship, family

============================================================

Assalamualaikum…. Anyong hasseo chingudeul (^_^)

Balik lagi nih dengan ff yang dari awalnya ga jelas. Gak tau part 3 nya nih nyambung ato gak. Hehehe

Seperti part-part sebelumnya aku juga tetap menantikan komentarnya di part ini biar aku makin banyak belajar. Dari pada kebanyakan ngomong authornya mending langsung aja nih__(.oOo.)

Happy reading chingudeul ^____^

============================================================

Yoona duduk disalah satu bangku yang terletak di pojok. Ia membaca bukunya seraya menunggu pesanan makanannya datang. Sooyoung dan Dong Hae sampai kantin.

Sooyoung duduk dikursi depan Yoona sementara Dong Hae duduk dikursi samping Yoona.

“kau sudah datang?” tanya Yoona yang masih asik dengan buku yang dia baca

“ne. Kau sudah pesan?” tanya Sooyoung yang dibalas anggukan dari Yoona

“oppa… kau ingin pesan apa?” sooyoung bertanya kepada Dong Hae

“terserah kau saja”

Yoona kaget mendengar suara Dong Hae yang tidak asing ditelinganya. Iapun mengangkat kepalanya

“mwo?” Yoona menatap kaget kearah Dong Hae begitu juga dengan Dong Hae sementara Sooyoung hanya menatap mereka tidak mengerti. Yoona dan Dong Hae masih saling menatap dengan terkejutnya.

“waeyo? Ada apa dengan kalian?” sooyoung membuyarkan lamunan YoonHae

“ah..??” yoona menggeleng.

Sooyoung, Yoona dan Dong Hae berjalan keluar kantin. “oppa, maaf aku tidak bisa mengantarmu berkeliling aku ada kelas sekarang” kata Sooyoung yang disertai senyuman dari Dong Hae.

“gwencana. Aku akan menemui profesor Choi. Kau masuklah”

Sooyoung berpamitan pada DongHae sementara Yoona masih diam tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya sejak pertemuan tadi. Sooyoung dan Yoona menuju kelas sementara DongHae memperhatikan punggung dua sosok wanita itu yang semakin lama makin mengecil dan menghilang dari pandangannya. Dong Hae pergi menemui prof. Choi

“baiklah… kelas hari ini sampai disini kita akan melanjutkan pada pertemuan selanjutnya” pak Kim mengakhiri mata kuliahnya lalu meninggalkan kelas. Yoona dan Sooyoung membereskan buku-buku mereka.

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no

Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh

Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee

“yobseyo?” sooyoung menjawab teleponnya

“ne. Arasseo” sooyoung menutup teleponnya.

“young ah, mianhe aku tidak bisa mengantarmu pulang. Aku harus ke kantor ayahku”

“gwenchana. Aku akan pulang naik bis”

“benar kau tidak apa-apa?” tanya Sooyoung khawatir

“mm..” Yoona mengangguk.

Dong Hae keluar dari ruangan prof. Choi. Ia memberi hormat lalu berpamitan pulang. Dong Hae mengendarai mobilnya meninggalkan gedung CHUNGSIL univ.

Yoona berjalan pelan menuju halte bus. Dong Hae mengendarai mobilnya sambil mengedarkan pandangannya kearah luar. Tiba-tiba ia melihat Yoona berjalan ditrotoar ia lalu menyampingkan mobilnya kesamping trotoar dan terus memandangi Yoona. Sementara Yoona masih terus berjalan pelan tanpa tau sejak tadi DongHae terus memperhatikan dan mengikutinya dari dalam mobil sambil tersenyum melihat tingkah Yoona.

Piippp….piipp…

Yoona menoleh kearah mobil yang membunyikan klaksonnya dengan keras dan membuat telinganya sakit. Dong Hae menurunkan kaca mobilnya

“kau mau kemana?”

“bukan urusanmu” yoona terus berjalan. DongHae mempercepat laju mobilnya agar bisa menyamai langkah Yoona. Dong Hae terus saja memencet klakson mobilnya namun Yoona tetap tidak mempedulikannya. Karena kesal Dong Hae menghentikan mobilnya lalu turun.

Yoona tetap berjalan dengan acuh terhadap DongHae. Dong Hae menghampiri Yoona dan langsung menarik tangannya.

“ya…lepaskan!” teriak Yoona yangn langsung mengundang beberapa pasang mata menatap aneh kearah mereka

“ikut aku” Dong Hae membuka pintu mobilnya dan memaksa tubuh mungil Yoona masuk kedalamnya

“apa kau punya hobi menarik paksa seseorang untuk ikut denganmu?” Yoona menatap kesal kearah DongHae yang mulai menjalankan mesin mobilnya

“awalnya tidak tetapi sepertinya itu akan jadi hobi baruku setelah bertemu denganmu” jawab DongHae sambil tersenyum santai. Yoona memandang DongHae dengan tatapan tidak sukanya. Kemudian baik Yoona maupun DongHae diam dan asik dengan pikiran masing-masing.

Sooyoung berlari kecil menuju ruangan ayahnya. Ia lalu membuka ruangan ayahnya dengan perasaan tidak sabar

“eomma…” teriak sooyoung yang langsung berhambur kepelukan ibunya

“sooyoung ah.. ibu sangat merindukanmu”

“nado eomma. Bogoshiposseo” sooyoung masih dalam dekapan ibunya

“eomma… kapan ibu kembali dari Jepang? Bagaimana operasinya apa lancar?” sooyoung menyerang ibunya dengan beberapa pertanyaan. Ibunya hanya tersenyum kecil

“ibu baru saja sampai dan langsung menemui ayahmu”

“Sooyoung kau tidak kuliah?” Tanya Ny. Choi pada putrinya itu

“aku sudah pulang dan langsung menemui eomma”

Prof. choi tersenyum melihat kedekatan yang terjadi antara dua sosok wanita yang sangat dicintainya itu.

Mobil Dong Hae masih terus melaju ditengah kota Seoul.

“sudah berapa lama kau tinggal di Korea?” Dong Hae membuka pembicaraan

Yoona menatap sinis kearah Dong Hae. “pertanyaan macam apa itu?”

“menurutmu? Itu pertanyaan macam apa?’

“aku bertanya padamu kenapa kau balik bertanya padaku?”

“kalau kau tidak ingin aku bertanya kembali padamu, jawab saja pertanyaanku tadi”

“sejak kecil aku sudah di Korea sampai usiaku sekarang 20 tahun aku masih tetap diKorea. Apa itu cukup untuk menjawab pertanyaanmu?”

“aku rasa begitu. berarti kau tau banyak tentang Korea”

“memangnya ada apa?” Yoona kembali bertanya

“aku ingin jalan-jalan tetapi aku tidak tau banyak tentang negara ini jadi kau yang akan jadi pemanduku”

“kau pikir aku tour guide? Aku tidak mau” jawab Yoona judes

“hei, ayolah! Aku tidak kenal siapapun diKorea. Jadi kuharap kau mau menemaniku”

“apa kau sedang memohon padaku?”

“sshh..” Dong Hae tersenyum. “jika dengan memohon kau mau menemaniku, anggap saja aku sedang memohon sekarang”

Yoona tampak berpikir. Sebenarnya ia enggan pergi menemani Dong Hae tetapi daripada ia pulang kerumah tidak ada salahnya untuk berkeliling kota Seoul sesekali apalagi berkeliling seperti ini sudah lama tidak pernah dilakukannya. Lagipula untuk hari ini hingga besok ia masih libur bekerja.

“kau bilang kau tidak kenal siapapun, bagaimana kau bisa kenal dengan Sooyoung?” Tanya Yoona menyelidik

“apa kau sedang mencoba mencari tau tentang kehidupan pribadiku?”

“ah…tentu saja tidak” Yoona mengelak

Dong Hae memakirkan mobilnya didepan sebuah gedung ponsel mewah.

“ayo turun” ajak Dong Hae

“mau apa kesini? Bukannya kau ingin jalan-jalan?” Tanya Yoona

“ini juga bagian dari jalan-jalan”

Yoona mengikuti Dong Hae turun. “simpan saja bukumu dimobil” perintah Dong Hae. Yoona langsung menuruti perintah Dong Hae

Dong Hae berkeliling toko ponsel tersebut mencari-cari model ponsel yang ia suka dan pilihannya jatuh pada Samsung G400 pink.

“bagaimana menurutmu?” Dong Hae bertanya pada Yoona

“bagus” jawab Yoona. “baiklah aku ambil ini” Dong Hae lalu membayar harga ponsel tersebut kekasir.

“ayo” Dong Hae menarik tangan Yoona

Dong Hae dan Yoona kini berjalan santai ditaman kecil.

“ternyata Seoul benar-benar indah” gumam Dong Hae

“apa kau tidak pernah melihat Seoul disiang hari seperti ini?” Tanya Yoona lagi.

“aku sudah lupa seperti apa. Terakhir aku melihatnya 4 tahun yang lalu sebelum aku ke Amerika”

Dong Hae dan Yoona duduk disebuah bangku yang terletak di bawah pohon. Mereka makan eskrim. Yoona rasa strawberry dan Dong Hae yang rasa vanilla

“kau bertanya bagaimana aku bisa kenal dengan Sooyoung”

“ne?” Yoona menatap Dong Hae

“dia adalah sahabatku sejak kecil. Aku dan dia selalu bermain bersama. Maka dari itu aku menganggapnya seperti adik kecilku. Tidak disangka dia sekarang bahkan sudah lebih tinggi dariku” cerita Dong Hae sementara Yoona mengangguk menanggapi cerita Dong Hae.

Tok…tok…

“masuk” perintah siwon yang masih sibuk dengan berkas-berkas ditangannya. Sebagai seorang direktur, memang itulah pekerjaan Siwon setiap harinya. Memeriksa dan meninjau keadaan perusahaan dan juga cara kerja karyawannya.

“ini berkas laporan perusahaan bulan ini silahkan ditanda tangani” kata sekretarisnya sambil menyodorkan sebuah map yang berisi berkas-berkas yang dimaksud

“ne” siwon langsung menandatangani berkas tersebut.

“bagaiman meeting sore ini dengan Choi Group?” Tanya siwon pada sekretarisnya

“saya barusan menerima telepon dari sekretaris Presdir Choi bahwa meetingnya akan diadakan dikediaman beliau dan juga waktunya diubah ke pukul 07.00 malam. Presdir Choi menunggu jawaban dari anda jika anda ada waktu maka meetingnya bisa diadakan sebentar tetapi jika tidak, anda bisa mengundurnya kelain waktu ” jelas sekretarisnya

“kenapa meetingnya harus dipindahkan dirumah beliau? Apa kau tau sebabnya?” siwon menatap sekretarisnya menantikan jawaban yang ingin dia dengar

“ny. Choi baru kembali dari Jepang hari ini. Jadi, presdir choi sekalian mengadakan makan malam menyambut kedatangan istrinya”

“apa aku ada jadwal diwaktu itu?” Tanya siwon lagi

“sepertinya tidak”

“baiklah. Aku akan pergi” jawab siwon singkat

“ne, songsaenim” sekretarisnya keluar dari ruangan siwon.

***

Yoona dan Dong Hae masih asik dengan perjalanan mereka hari ini.

“setelah ini kita akan kemana?” Tanya Dong Hae

“ne?” Yoona kaget

“kenapa kau selalu  kaget bila aku bertanya padamu. Apa kau tidak nyaman jalan denganku?”

Yoona kaget mendengar pertanyaan Dong Hae. Entahlah! Ia tidak dapat menyimpulkan perasaannya saat ini. nyamankah? Tidakkah? Arrgh… ia bingung harus menjawab apa. Biasanya ia tidak pernah mau diajak jalan oleh orang yang baru saja dikenalnya tapi dengan Dong Hae ia tidak bisa menolak. Ah, itukan karna ia selalu memaksaku,,, pikir yoona lagi

“guronggo aniya” jawab Yoona pelan. Dong Hae tersenyum melihat ekspresi lucu wajah Yoona.

***

Siwon menatap dirinya didepan cermin besar yang ada dikamarnya. Ia telah rapi dengan kemeja putih dan juga tuxedo hitam yang semakin melengkapi penampilannya malam ini. Tidak lupa ia mengenakan sepatu yang senada agar penampilannya makin sempurnah.

Siwon melihat alamat yang diberikan sekretarisnya. Ia lalu turun dari dalam mobilnya yang telah terparkir di depan sebuah rumah mewah. Siwon menatap rumah itu, rumah yang tidak asing baginya. Sepertinya ia pernah kerumah itu sebelumnya. Ya, saat mengantar Sooyoung pulang dari taman Hyundei.

“jadi dia putri presdir Choi sekaligus pewaris Choi group” gumam Siwon pelan

Siwon duduk di meja makan bersama Tn dan Ny. Choi.

“aku pikir kau tidak akan datang” presdir Choi memulai pembicaraan

“ah,, aku tidak mungkin melewatkan kerjasama ini” jawab Siwon ramah

“kau terlalu serius dalam bekerja Siwon ssie” presdir Choi tertawa yang disambut senyuman manis oleh Siwon

Sooyoung turun dari kamarnya yang terletak di lantai dua kediamannya. Ia langsung menuju meja makan. Sooyoung tampak bersemangat karena malam ini ia akhirnya kembali makan bersama ibunya. Sooyoung masih ingat betul 1 tahun belakangan ini ia selalu makan sendiri hanya Yoona yang selalu menemaninya karena ibunya harus ke Jepang untuk berobat dari penyakit kanker yang dideritanya.

Sooyoung berdiri disamping ayahnya. “Sooyoung ah, kau sudah turun?” tanya ayahnya ramah. “mm…” sooyoung mengiyakan pertanyaan ayahnya

“kenalkan ini Siwon. Dia yang mewakili CHUNGSIL Group untuk bekerja sama dengan perusahaan ayah”

“aku sudah tau ayah” jawab Sooyoung santai sambil menarik kursi didepan Siwon dan langsung mendudukinya.

“benarkah? Ceritakan pada ayah kapan kalian bertemu dan saling kenal”

“ah itu…” Siwon terbata-bata

“dia yang mengantarku pulang beberapa hari yang lalu” jelas Sooyoung sambil memasukkan roti kedalam mulutnya

“benarkah?” ny. Choi memandang Siwon

“ne” Siwon menundukkan kepalanya

“kau tidak perlu terlalu formal seperti itu Siwon ssie” perintah presdir Choi

Keadaan kemudian menjadi lebih santai. Siwon berbincang dengan keluarga Choi layaknya keluarga. Sesekali mereka tertawa bersama menandakan keakraban mulai tercipta antara mereka. “malam ini kita lupakan dulu masalah perusahaan. Kita akan membicarakannya lain waktu. Kau tidak keberatan kan Siwon ssie?” tanya Presdir Choi

“mulon imnida (tentu saja) songsaenim” mereka melanjutkan lagi makan malam

****

Yoona memberikan segelas kopi kepada Dong Hae. Sekarang mereka sedang berada di sebuah perbukitan kecil. Namun dari situ, mereka dapat menikmati pemandangan kota Seoul yang sudah dihiasi dengan lampu-lampu yang makin menambah indahnya malam itu.

“apa kau sering kesini?” tanya Dong Hae sambil meminum kopinya

“mm…” Yoona mengangguk. “aku sangat sering kesini. Setiap ada masalah aku pasti akan kesini” yoona membuang pandangannya jauh

Dong Hae menoleh kearah Yoona yang berdiri disampingnya. “benarkah? Kenapa kau selalu kesini bila ada masalah?” tanya Dong Hae lagi.

“entahlah! Aku tidak tau tetapi jika aku kesini aku merasa semua masalahku hilang” Kemudian mereka terdiam. Menikmati pemandangan malam itu

“ayo” Dong Hae meninggalkan Yoona

“mau kemana?” Yoona mengikuti Dong Hae dari belakang

“kau mau duduk semalaman disini? Kita pulang sekarang. Jalan-jalannya dilanjutkan besok lagi” Dong Hae masuk kedalam mobilnya yang diikuti Yoona

Mobil Dong Hae berhenti didepan rumah Yoona. Yoona membuka sabuk pengamannya, mengambil bukunya dan hendak turun

“tunggu” Dong Hae Manahan tangan Yoona. “ng…???” Yoona menatap bingung kearah Dong Hae

“ini” Dong Hae memberikan sebuah bingkisan kepada Yoona

“igi boya (ini apa?)” Yoona menerima bingkisan tsb

“bukalah” perintah Dong Hae. Yoona membuka bingkisan tersebut dan ia terperangah melihat isi didalamnya adalah ponsel yang tadi Dong Hae beli.

“itu untuk ganti ponselmu yang sudah aku rusakkan” kata Dong Hae

Yoona masih bingung. Dong Hae lalu mengambil ponsel itu dari tangan Yoona. Ia memencet beberapa nomor lalu menempelkan ditelinganya. Ponsel Dong Hae berbunyi. lalu Dong Hae mematikan Ponsel Yoona. “ini!” Yoona menerima Ponsel tersebut.

“masuklah!” perintah Dong Hae. Yoona lalu turun dari mobil Dong Hae. “kalau aku membutuhkan teman lagi, aku akan menghubungimu” Dong Hae tersenyum manis pada Yoona

“ne” jawab Yoona singkat. Mobil Dong Hae melaju meninggalkan tubuh Yoona.

Yoona masuk kedalam kamarnya. Menyimpan buku-buku dan tasnya lalu mengambil Ponsel pemberian DongHae tadi. Ia mulai mengotak atik fitur-fiturnya sampai pada menu kontak Lee Donghae. Yoona tersenyum memandangi nama kontak tersebut. “jadi namanya DongHae” yoona mengangguk mengerti.

****

Siwon keluar dari mobilnya. Ia masuk kedalam CHUNGSIL Buildings tempat ia bekerja. Ia berjalan menuju lift tiba-tiba ia bertemu dengan Presdir Lee (kakek Dong Hae). Mereka minum teh diruangan Pres. Lee

“apa kau sudah bertemu dengan Dong Hae?” pres. Lee memulai pembicaraan

“ne” jawab Siwon singkat.

“ku mohon kau peringatkanlah dia. Aku tidak tau harus melakukan apa pada anak itu. Aku rasa dia mungkin akan mengikuti nasehatmu karena kau sangat dekat dengannya”

“aku akan coba tuan”

“Bujuklah agar ia mau bergabung dengan perusahaan. Dia akan banyak mendapatkan ilmu jika ia bisa belajar banyak darimu” Siwon tersenyum mendengar pernyataan Pres. Lee

“ku dengar ia sedang liburan sehingga ke Seoul” Tanya Siwon

“mm…” pres. Lee meneguk minumannya. “liburannya akan sangat bermanfaat jika ia bisa bergabung dengan perusahaan dan mulai belajar dari sekarang” lanjutnya lagi

“ne. aku akan bicara dengannya”

“baiklah” Presdir Lee meninggalkan ruangan.

***

Sooyoung dan Yoona keluar dari kelas mereka. Jam kuliah mereka telah berakhir hari ini.

“Yoong ah, aku lapar. Kita makan ya?” ajak Sooyoung

“ssh…” Yoona tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu. “apa kau tidak bisa bila sehari saja tidak makan?” Tanya Yoona santai.

“tentu saja tidak bisa. Kau tau kan kalau aku tidak bisa hidup tanpa makanan”

“arraseo”

geobi naseo shijak jocha anhae bwat damyeon

geudaen tudeol daeji mara jom! (GG)

jujeo hamyeon gihwe neun modu neoreul bikyeo ga

gaseum pyeogo nawa bwara jom! (T.R.X)

yoona mengangkat teleponnya. “yobseyo?”

“aku didepan kampusmu. Keluarlah” perintah suara yang diseberang

“aku tidak bisa. Aku sedang ada kelas” jawab Yoona mengelak

“kelasmu sudah berakhir. Aku sudah bertemu Prof. choi dan ia mengatakan kelasmu telah berakhir 10 menit yang lalu” Yoona kesal mendengar jawaban orang di telepon tersebut.

“baiklah” yoona menutup teleponnya

“ah… kau sudah punya ponsel baru” Sooyoung memperhatikan ponsel Yoona

“kapan kau membelinya?” lanjutnya lagi

“orang stress itu yang membelikannya untukku” jelas Yoona

“orang stress? Siapa? Ah… orang yang merusakkan ponselmu tempo hari?” Tanya sooyoung yang langsung dibalas anggukan kecil dari Yoona

“baguslah kalau begitu. Berarti dia bertanggung jawab” lanjut Sooyoung lagi

“youngi.. mianhe aku tidak bisa menemanimu makan hari ini. Aku harus bertemu seseorang”

“jongmal? Nuguya?” sooyoung memandang Yoona dengan senyuman penuh arti.

“waeyo?” Yoona tampak tidak suka dengan tatapan Sooyoung

“baiklah… aku izinkan kau pergi hari ini”

“gurom, halkke…” yoona meninggalkan Sooyoung yang masih menatapnya. “tidak biasanya dia meninggalkan aku hanya demi bertemu seseorang. Tapi siapa orang itu?” sooyoung tampak berpikir. “ah, sudahlah lebih baik aku cari makan saja”

Dong Hae membuka pintu mobilnya. “masuklah” perintahnya lagi

Yoona masuk kedalam mobil Dong Hae dengan perasaan kesal. Sebenarnya ia enggan pergi bersama Dong Hae karena ia pasti akan kelelahan setelahnya. Selain itu, ia juga tidak punya waktu lagi untuk belajar. “tetapi ini hari terakhir. Besok aku punya alasan untuk tidak bertemu dengannya karena aku akan bekerja kembali besok” pikir Yoona dalam hati

“apa kau memikirkan sesuatu?” pertanyaan Dong Hae membuyarkan lamunan Yoona

“ani” jawab Yoona singkat.

Dong Hae memarkirkan mobilnya didepan sebuah panti asuhan kecil. “ayo turun” ajaknya pada Yoona

“untuk apa kita kesini?” Tanya Yoona

“kau mau ikut atau kau tunggu di mobil?” Dong Hae meninggalkan Yoona

Yoona lalu turun dan mengikuti Dong Hae dibelakangnya. Dong Hae berbicara dengan pemimpin di panti asuhan tersebut sementara Yoona duduk di sebuah bangku kecil depan panti tersebut. Ia memperhatikan Dong Hae dari tempat ia duduk sesekali Dong Hae terlihat akrab dengan anak-anak panti yang menghampirinya. Yoona tersenyum kecil.

“apa kau sejak tadi terus memperhatikan ku?” Dong Hae duduk disamping Yoona

“ah?” Yoona melihat kearah Dong Hae

“di sini adalah tempat aku dibesarkan. Sejak orang tuaku meninggal akibat kecelakaan pesawat 12 tahun yang lalu aku lalu tinggal disini. Saat itu usiaku 8 tahun. Orang tuaku akan pergi ke Amerika karena ada urusan bisnis. Aku juga ingin ikut tapi saat itu aku sedang sekolah jadi ayah melarangku ikut terbang bersama mereka. Tidak kusangka itu adalah kata terakhir yang kudengar dari ayahku. Pesawat mereka terbakar. Aku tidak tau penyebab pastinya” Dong Hae menceritakan masa lalunya

Yoona menatap Dong Hae dengan perasaan iba. Orang yang dianggapnya selalu bahagia dan memiliki segalanya ternyata menyimpan duka yang sangat dalam jauh dalam lubuk hatinya.

“saat mendengar kabar itu, aku kabur dari sekolah. Tapi aku tidak tau jalan menuju kerumah. Lucu kan?” Dong Hae tersenyum kecil mengingat kisahnya. “aku berjalan gontai tak tau kemana aku harus pergi dan saat itu pula Hong ahjumma membawaku kesini dan merawatku. Selama 2 bulan aku berada disini aku bisa melupakan kesedihanku akibat kepergian orang tuaku. Namun, saat aku benar-benar nyaman berada disini kakek datang menjemputku dan membawaku pulang bersamanya” lanjut nya lagi

“itu pasti karena dia khawatir padamu. Selama dua bulan kau disini kakekmu pasti terus mencarimu kemana-mana” yoona mengutarakan pendapatnya

“Mm… kau benar! Sejak saat itu kakek yang merawatku. Aku tinggal dirumah mewah dengan fasilitas yang serba ada. Semua yang ku inginkan bisa ku dapatkan tapi satu keinginanku yang sampai saat ini belum bisa ku dapatkan…” Dong Hae menggantungkan kalimatnya

“apa?” Tanya Yoona penasaran.

“teman! Aku tidak punya teman yang dekat denganku yang bisa kuajak bercerita seperti saat aku tinggal dipanti asuhan ini. Maka dari itu aku selalu mencuri-curi waktu kemari untuk bermain bersama anak-anak . Dan itu sudah cukup membuatku merasakan bahwa aku punya teman”

“aneh rasanya orang sepertimu tidak mempunyai teman. Seharusnya ada banyak orang diluar sana yang mau menjadi temanmu. Kau punya segalanya. Hanya orang bodoh yang tidak mau jadi temanmu”

“ne. kau benar! Tapi mereka berteman denganku hanya alasan karena aku kaya dan memiliki segalanya. Aku tidak butuh teman seperti itu. Aku butuh teman yang mau menerimaku sebagai temannya tanpa memandang status sosialku”

Yoona terdiam mendengar penjelasan Dong Hae. “kau…. Apa kau mau jadi temanku?” Dong Hae menatap kearah Yoona.

To Be Continued………………………………

2 pemikiran pada “I Think I Love You # Part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s