I Think I Love You # Part 2

Title : I Think I Love You

Sub Title : second meeting

Cast :Im Yoona, Lee Dong Hae

Support Cast :

Choi Sooyoung

Choi Siwon

Presdir Lee (kakek Dong Hae)

Author : Shin EunHwa

Rating : =

Genre : Romance, friendship, family

============================================================

Anyong chingudeul… bungkukin badan

Author amatiran balik lagi nih. Yah,,, gitulah!!! Ini ff yang part 2 nya. Aish, critanya makin kacau nih larinya jauh banget. Tapi gpp lah ini aku publish aja.

Minta komentnya lagi y chingudeul biar aku makin banyak belajar.

Ya udah daripada penasaran, mending langsung aja yaTT Happy Reading… ^____^

============================================================

BUK….!!!

Dong Hae menabrak Yoona.

Yoona jatuh begitu juga dengan tas yang dipegangnya. Isi tasnya pun berhamburan keluar

“aduh… kenapa hari ini aku sial sekali” gumam Yoona sambil merapikan isi tasnya yang berserakan diman-mana. Yoona mengangkat kepalanya kesal

“Ya… kau??? Kau tidak punya mata ya?” pekik Yoona

“mianhe.. tapi aku harus pergi” kata Dong Hae sambil berbalik hendak pergi

“Mwo? Yoona menatap Dong Hae tajam. “kau tau, Handphone ku rusak karena ulahmu” lanjut Yoona lagi sambil menunjukkan Handphonenya yang sudah hancur akibat jatuh waktu di tabrak Dong Hae tadi. Tidak hanya itu Dong Hae juga ternyata menginjak Handphone yoona yang membuat Hp tersebut rusak total.

“baiklah. Aku akan menggantinya. Tapi tidak sekarang” kata Dong Hae lagi-lagi hendak pergi

“mana bisa begitu? Jika kau ingin menggantinya, ganti sekarang!” kata Yoona tajam. Ia menadahkan tangannya.

“aish,,, kenapa wanita harus tercipta sebagai makhluk yang cerewet” kata Dong Hae pelan

“mworagu?” yoona semakin mempertajam tatapannya.

“aku tidak punya waktu menjelaskannya sekarang. Aku… aarrghh,, Dong Hae menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 Dong Hae melirik kebelakang dan bodyguard yang sedari tadi mengejarnya semakin mendekat ke arah mereka. Dong Hae bingung apa yang harus ia lakukan. Tanpa pikir panjang Dong Hae langsung menarik tangan Yoona dan berlari. Yoona yang masih bingung kemudian ikut berlari menyamai langkah Dong Hae. Mereka pun berlari bersama…

Part 2

 “ya… lepaskan tanganku” Yoona berteriak disela-sela larinya

“kau ikut denganku atau kau akan mati di bunuh oleh mereka?”

Yoona melihat para bodyguard tersebut masih terus mengejar mereka. Dong Hae dan Yoona terus berlari. Dong Hae menarik tangan Yoona dan masuk kedalam rumah kecil yang tua juga gelap dan itu bisa membuat mereka tak terlihat dari sisi jalan.

Para bodyguard berhenti di depan rumah tempat Yoona dan Dong Hae bersembunyi. Tiba-tiba Yoona merasa ingin bersin karena debu masuk kedalam hidungnya

“ha..ha..haa…” spontan Dong Hae langsung menutup mulut Yoona dan menyadarkan Yoona didinding jadi mereka tampak seperti sedang berpelukan. Beberapa menit kemudian para bodyguard itupun pergi. Yoona dan Dong Hae masih dalam posisi semula

“mm…mianhe” Dong Hae menjauhkan dirinya dari tubuh Yoona

“kau sengaja ya?” Yoona menatap Dong Hae tajam. “kau sengaja kan ingin mencari kesempatan?

“hei.. kau pikir aku punya pikiran seperti itu padamu? Kalau sampai mereka mendengar suara bersinmu tadi mungkin kita sekarang sudah mati diseret oleh mereka” Dong Hae membela diri

“tapi… siapa mereka? Kenapa mereka mengejarmu?” YoonHae keluar dari persembunyian mereka lalu berjalan bersama

“mereka adalah….”

“kau menipu mereka ya? Atau kau merusakan barang mereka? Sudah kuduga… kalu tidak mana mungkin mereka mengejarmu seperti tadi” Yoona memotong pembicaraan Dong Hae

“ya… kau pikir aku penipu, hah? Apa tampangku tampang seorang penipu?” jawab Dong Hae kesal. Dong Hae dan Yoona duduk di sebuah bangku di bawah pohon melepaskan lelah mereka setelah berlarian tadi

“tampang bisa saja menipu. Mungkin wajahmu tampan tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kau bukan penipu? Yoona menunjuk Dong Hae

“hei, letakkan jarimu. Jangan menunjukku seperti itu” Dong Hae menepis tangan Yoona. “sudah kubilang kan bahwa aku bukan penipu. Kalau kau tidak percaya ya sudah” Dong Hae menjawab santai

Sooyoung melihat jam tangannya. “aduh… dia kemana?” sooyoung bergumam sendiri. Ia lalu mencoba menghubungi Yoona tetapi nomornya tidak aktif.

“kau belum pulang? Ku lihat kau sejak tadi berdiri disini. Apa kau menunggu seseorang?” Tanya Siwon. Sooyoung melihat kearah sumber suara. “ne, tapi kurasa ia tidak datang” jawab Sooyoung singkat. “apa kau juga menunggu seseorang?” Tanya Sooyoung balik

“ne. tapi sepertinya dia juga tidak datang” jawab Siwon lagi. Sooyoung mengangguk tanda mengerti. Sesaat kemudian mereka diam.

“Siwon imnida. Choi Siwon” siwon mengulurkan tangan dan disambut hangat oleh Sooyoung. “naneun, Sooyoung imnida. Choi Sooyoung”

“wah, marga kita sama” canda Siwon “mm…” jawab Sooyoung singkat. Sooyoung dan siwon terlihat berbincang akrab.

Matahari mulai terbenam dan lampu-lampu kini mulai menghiasi kota Seoul. Yoona dan Dong Hae masih duduk sambil menikmati minuman mereka. Yoona melihat jam tangannya lalu teringat sesuatu

“ah…” Yoona sedikit berteriak

“hey, apa kau bisa pelankan suaramu? Kau membuat telingaku hampir pecah. ada apa?” Tanya Dong Hae lagi

“aku berjanji akan bertemu seseorang di taman Hyundei” jawab Yoona dengan muka terkejutnya

“mwo? Ah… hyung? Dong Hae juga baru teringat akan bertemu dengan Siwon di taman Hyundei.

“waeyo? Kau juga ada janji?” Tanya Yoona. Dong Hae menganggukkan kepalanya.

****

Sooyoung keluar dari dalam mobil siwon. “gomawo sudah mengantarku pulang Siwon ssie” Sooyoung menundukkan kepalanya.

“gwencahana. Jadi kau tinggal disini?” Siwon mengedarkan pandangannya

“Ne. sekali lagi gomawo sudah  mengantarku”

“masuklah aku akan pulang juga”

“kau tidak ingin mampir?” tawar Sooyoung

“mungkin lain kali” Siwon masuk kedalam mobilnya lalu menginjak gas dan dengan cepat mobilnya berlalu dari hadapan Sooyoung.

Sooyoung masuk kedalam kamarnya. Lelah karena menunggu Yoona sekitar 3 jam namun yang ditunggunya tidak datang. Untung ada Siwon yang menemaninya. Sooyoung lalu mengambil ponselnya mencoba menghubungi Yoona lagi namun jawaban yang sama lagi-lagi terdengar dari suara handphonenya. “sebenarnya dia kemana? Tidak biasanya dia tidak menepati janji seperti ini” gumam Sooyoung pelan

***

Yoona membuka pintu rumah mungilnya. Ia tampak lelah sekali hari ini. Lelah karena berlari bersama Dong Hae tadi. Ia lalu merebahkan dirinya di tempat tidurnya.

Dong Hae membuka apartemenya. Ia berjalan menunduk dengan pelan rasa lelah masih belum hilang dari tubuhnya.

“kau kemana saja? Kenapa baru pulang?” suara seseorang mengejutkan Dong Hae

“Hyung, kau disini? Mianhe tentang sore tadi. Aku tidak bermaksud untuk membiarkanmu menunggu tapi..”

“gwencana. Tapi kenapa kau bisa membuatku menunggu seperti itu?” selidik Siwon

“orang-orang suruhan kakek mengejarku. Sepertinya kakek sudah tau kalau sekarang aku ada di Seoul” curhat Dong Hae

“jadi… apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” Tanya Siwon Lagi

“molla hyung, sepertinya aku harus menemui kakek besok sebelum dia memakanku hidup-hidup”

“mm… jika presdir marah padamu, jangan pernah bawa namaku. Aku tidak ingin bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan. Arraseo?” siwon menatap Dong Hae tajam

“ah? Ne.” jawab Dong Hae singkat. “Aku akan pulang sekarang. Kau istirahatlah.. siapkan dirimu untuk besok” Siwon menepuk pundak Dong Hae lalu menuju kearah pintu.

“mm..” Dong Hae mengangguk lalu merebahkan badannya di tempat tidur

####

Dong Hae duduk santai di sebuah ruangan mewah dengan dikelilingi pengawal seperti menjaga tawanan yang takut sewaktu-waktu akan kabur. Presdir Lee kemudian masuk dan duduk di depan Dong Hae

“kenapa kau kabur dari Amerika?” Tanya Pres. Lee tajam

“a..aaku tidak kabur” jawab Dong Hae santai

“kalau tidak kabur kenapa kau tidak menemuiku begitu sampai Seoul?”

“aku… tidak bermaksud tidak menemui kakek. Aku berencana akan menemui kakek hari ini” Dong Hae membela diri

“benarkah? Jadi bagaimana sekolahmu di Amerika?” Tanya Pres. Lee pelan

“baik-baik saja” jawab Dong Hae sambil mengambil sebuah apel yang berada diatas meja

“mm… lalu kenapa kau kembali ke Seoul?” Tanya pres. Lee lagi

“sekolahku sedang libur, jadi apa salah kalau aku menghabiskan liburanku di Seoul?”

“mm… baiklah” pres Lee mengangguk tanda mengerti. “Kalau kau benar-benar ingin berlibur, kembalilah kerumah. Kau tidak perlu menyewa apartemen untuk tinggal selama di SEOUL”

“ne?” Dong Hae menghentikan makannya. “jadi… kakek sudah tau tentang apartement itu?” Tanya Dong Hae terkejut

“tidak ada yang aku tidak tau tentang dirimu Dong Hae ah” kata Presdir Lee lalu meninggalkan Dong Hae

“cari tau apa benar sekolah Dong Hae baik-baik saja di Amerika!” perintah Pres. Lee pada Tn. Han

“ye, songsaenim”

****

Sesosok wanita tinggi berdiri didepan rumah Yoona. Ia mengetuk pintu berkali-kali namun belum ada jawaban dari dalam.

“tunggu sebentar” teriak suara dari dalam

Krekk…

“Youngie ah.. mianhe, kau menunggu lama aku tadi sedang mandi” Yoona membukakan pintu untuk sahabatnya itu. Sooyoung masuk lalu duduk di kursi ruang tengah rumah Yoona

 “mianhe tentang yang kemarin” kata Yoona sambil meneguk minumannya.

“gwencanayo. Kemarin kau kemana? Aku yakin kau tidak mungkin menghindar bertemu denganku” Tanya Sooyoung

“sshh…” Yoona tersenyum mendengar pernyataan sahabatnya itu. “tentu saja tidak”

“lalu, kemarin kau kemana?” Sooyoung menyalakan televisi

“sepertinya kemarin aku memang sedang sial. Kau tau? Ketika aku akan menuju taman Hyundei tiba-tiba saja ada seseorang yang menabrakku. Tidak hanya itu dia juga menarikku hingga berlari bersamanya. Dia benar-benar membuatku gila” cerita Yoona

Sooyoung terkekeh mendengar cerita sahabatnya itu. “hahaha…” sooyoung tertawa lepas

“kau pikir itu lucu?” Tanya Yoona kesal

“ani. Tapi siapa orang itu? Pantas saja aku menghubungi ponselmu tidak pernah aktif” kata Sooyoung santai

“ah? Iya ponsel” yoona baru mengingat tentang ponselnya yang dirusakkan oleh Dong Hae

“waeyo?” Tanya Sooyoung. “dia juga merusak ponselku. Ah,, aku lupa meminta alamatnya untuk menggantikan ponselku” yoona memukul kepalanya. “Cepatlah kau tidak ingin ke kampus?” Tanya Sooyoung lagi.

“ne? changkaman” Yoona berlari kedalam kamarnya…

Sooyoung menunggu Yoona. 10 menit kemudian Yoona keluar dengan pakaian rapi dan tas selempengannya juga beberapa buah buku yang dipegangnya

Sebuah sedan putih parkir di halaman CHUNGSIL univ. Yoona dan Sooyoung turun dari dalam mobil tsb.

“masih ada waktu 30 menit sebelum masuk kelas. Bagaimana kalau kita makan?” ajak Sooyoung

Yoona tampak berpikir. “ayolah Yoong ah, kau selalu menolak makan denganku. Kali ini saja aku sangat lapar sekarang, uh? Sooyoung memasang wajah se-aegyo mungkin

“hahaha” Yoona tertawa keras

“kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?” Tanya Sooyoung polos

“kau yang lucu” Yonna melanjutkan tawanya. Sooyoung masih tampak berpikir

“kau lucu saat memohon seperti itu Youngie ah..” Yoona masih tertawa

“aish,,, kau ini” sooyoung memasang wajah kesalnya

“baiklah. Aku temani kau makan hari ini. Kebetulan aku juga belum makan” keduanya lalu berjalan menuju kantin bersama.

Dong Hae berdiri didepan gedung CHUNGSIL Univ. membuka kaca mata hitam yang menutpi matanya lalu membuang pandangannya jauh. Matanya mulai menerawang menelusuri setiap lekuk gedung itu dari segala sisi.

“jadi..gedung ini yang akan aku pimpin sehingga aku harus belajar di Amerika” gumam Dong Hae pelan

Yoona dan Sooyoung berjalan menuju kantin sambil bercanda ria. Tiba-tiba Sooyoung berhenti

“waeyo?” Tanya Yoona

“ah,, aku melupakan Ponselku di mobil. Aku akan mengambilnya. Kau duluan dan langsung pesan saja. Tidak apa-apakan?”

“ne, gwencana. Cepat kembali. Aku tidak mau menunggu lama untuk makan arraseo?”

“ne. arraseo” sooyoung kembali kemobilnya untuk mengambil Ponselnya. Setelah mengambil ponselnya ia menutup pintu mobilnya.

Dong Hae berjalan masuk ke dalam area CHUNGSIL Univ. sambil terus memainkan manic matanya memperhatikan sekelilingnya. Tiba-tiba saja pandangannya berhenti pada sesosok gadis tinggi yang sedang menutup pintu mobilnya. Dong Hae menghampiri gadis tsb.

“ah…?” Sooyoung kaget begitu ia membalikkan badannya sesosok pemuda tampan berdiri di belakangnya. Sooyoung memperhatikan pemuda itu

“Dong Hae ah?” Sooyoung menyebut satu nama yang menurutnya sangat pas dengan perawakan orang di hadapannya tsb

“Hm… kau masih ingat ternyata. Sooyoung ah Kau sudah berubah” Dong Hae tersenyum sambil mengacak rambut Sooyoung

“aah… oppa jangan lakukan itu. Kau tidak pernah berubah” sooyoung merapikan rambutnya “kapan kau kembali ke Korea. Kenapa tidak memberitahuku?” lanjut Sooyoung lagi

“ah, itu… baru beberapa hari yang lalu. Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan disini?”

“aku kuliah di sini” jawab Sooyoung singkat

“benarkah? Aku lupa kalau sekarang kau sudah jadi seorang mahasiswi”

“tentu saja. Hanya kau yang masih menganggapku sebagai anak kecil” sooyoung mengeryutkan bibirnya.

“hahaha… walaupun kau sudah besar tetap saja bagiku kau masih seorang anak kecil” goda Dong Hae

“oppa…” sooyoung menatap tajam kearah Dong Hae. “baiklah” kata Dong Hae

“oppa.. aku akan makan dikantin kau mau ikut?” ajak Sooyoung

“mm… baiklah. Kebetulan aku juga sedang lapar”

“ayo” sooyoung menarik lengan DongHae.

Yoona duduk disalah satu bangku yang terletak di pojok. Ia membaca bukunya seraya menunggu pesanan makanannya datang. Sooyoung dan Dong Hae sampai kantin.

Sooyoung duduk dikursi depan Yoona sementara Dong Hae duduk dikursi samping Yoona.

“kau sudah datang?” tanya Yoona yang masih asik dengan buku yang dia baca

“ne. Kau sudah pesan?” tanya Sooyoung yang dibalas anggukan dari Yoona

“oppa… kau ingin pesan apa?” sooyoung bertanya kepada Dong Hae

“terserah kau saja”

Yoona kaget mendengar suara Dong Hae yang tidak asing ditelinganya. Iapun mengangkat kepalanya

“mwo?” Yoona menatap kaget kearah Dong Hae begitu juga dengan Dong Hae sementara Sooyoung hanya menatap mereka tidak mengerti.

To Be Continued………………………………………………………..

2 pemikiran pada “I Think I Love You # Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s