I Think I Love You # Part 1

Title : I Think I Love You

Sub Title : That afternoon

Cast :Im Yoona, Lee Dong Hae

Support Cast :

Choi Sooyoung

Choi Siwon

Presdir Lee (kakek Dong Hae)

Author : Shin EunHwa

Rating : =

Genre : Romance, friendship, family

============================================================

Annyong hasseo… chingudeul ^_^ (bungkukin badan)

Naneun Efyana (EunHwa) imnida… aku lagi iseng-iseng nih buat ff. gak tau deh hasilnya gimana? Kayaknya sih Ancor berantakan #hahaha

Ini ff pertama yang aku buat loh jadi klu gak teratur ato gak jelas alur ceritanya maklumin aja ea? Aku baru belajar soalnya *gak ada yang nanya

Oh ya aku minta komentnya buat readers smua. Biar kedepannya bisa makin baik lagi! Ya udah daripada penasaran mending langsung aja nih cekidot ^_____^

============================================================

Terik matahari pagi menyapa kota Seoul hari ini. Kicauan burung terdengar ria di pepohonan seolah olah mengatkan betapa indahnya hari ini. Lalu lintas sudah mulai ramai orang-orangpun sudah mulai keluar rumah melakukan aktivitasnya. Sebuah rumah kecil dengan taman kecil didepannya masih tampak sepi !!!

Krriinggggggg………….

Jam weker berbunyi keras dari suatu kamar di dalam rumah tersebut. Sepasang mata terbuka dan spontan menutup wajahnya dengan salah satu tangannya menghalangi sinar matahari yang menyilaukan matanya. Gadis itu masih dalam keadaan setengah sadar. ia bangun dan duduk ditepi tempat tidurnya.

“mwo?” matanya membulat ketika melihat jam yang tertempel di dinding kamarnya menunjukkan pukul 07.30 KST. Ia lalu turun dari tempat tidurnya lalu masuk ke kamar mandi.

Setelah rapi gadis itu lalu berlari kecil menuju halte bus. “aku hanya punya waktu 15 menit lagi” gumamnya dengan wajah gelisah. 10 menit kemudian ia sampai di pemberhentian bis. Ia turun dengan setengah berlari dan menuju ke kampusnya. Setelah ± 3 menit ia berlari, ia berhenti di sebuah gedung mewah yang merupakan kampusnya. CHUNGSIL UNIVERSITY begitulah tulisan dipagar depan gedung tersebut.

Gadis tersebut terus berlari sambil memegang beberapa buah buku yg cukup tebal. Buku tersebut diletakkannya didada sehingga tampak ia sedang memeluk buku2 tersebut. ia berlari sekuat tenaga membiarkan rambut lurus indahnya beterbangan mengikuti alunan angin. Ia tampak sedang buru-buru,,,. Tiba-tiba saja buku yg dipegangnya jatuh karna terlalu cepat berlari. Ia pun berhenti sejenak lalu merapikan buku-buku tersebut. Ia mengutuk dirinya sendiri,,,

“aish,,, Im Yoona pabo” gerutunya pada diri sendiri. Ia telah selesai merapikan buku-bukunya. Ia pun kembali berlari menuju ruang kelasnya. Im Yoona. Begitulah ia dipanggil. Ia adalah salah satu mahasiswi di CHUNGSIL University.

Sudah sekitar 5 menit Yoona berlari ia akhirnya sampai di kelasnya.

“Anyong Hasseo…” sapa Yoona kepada teman-temannya sambil membungkukkan badan.

Ia mengelus dada sambil mengatur nafas perlahan. Cukup melelahkan berlari dari gerbang menuju ruang kelasnya yang terletak dilantai dua.

“anyong….” Sapa teman-temannya serentak. Yoona pun berjalan menuju bangku tempat biasanya ia duduk.

“syukurlah aku tidak terlambat” pikir Yoona dalam hati

“Pak Kim belum masuk?” Tanya Yoona kepada Sooyoung teman sebangku nya.

“sepertinya belum. Wae?” Tanya Sooyoung.

“ah, aniya. Aku kira aku terlambat. Ternyata pak Kim belum datang. Biasanya jam begini dia kan sudah masuk. Bukankah aku cukup beruntung hari ini?” Yoona berkata sambil menaruh tasnya dilaci meja dan merapikan buku yang tadi ku bawa diatas meja.

“ah, ne. aku rasa begitu. Kudengar anaknya sakit jadi mungkin hari ini dy tidak akan masuk. Kau kemana saja kenapa jam begini baru datang? Tidak biasanya kau datang telat seperti ini” Tanya Sooyoung

“aku kesiangan” jawab Yoona balik

“mwo…? Kenapa bisa? Memang apa yang kau kerjakan tadi malam? Tanya Sooyoung menyelidik.

“aku mengerjakan tugas dari Prof. Choi”

“ah,,,” Sooyoung mengangguk mengerti. “tapi kau tidak perlu memaksa dirimu sampai sekeras itu”

“gwencana. Tugasnya sudah selesai aku akan menyerahkannya setelah ini pada prof.” jawab Yoona lalu mengambil bukunya. Kemudian hening semua mahasiswa (i) di ruangan tersebuta asik dengan buku masing-masing.

Kelas Yoona berakhir. Semua teman-teman sekelasnya keluar untuk beristirahat sejenak. Ada yang menuju kantin, ada yang ke taman, ada yang ke perpus dan sebagainya.

“Yoona ah, aku lapar. Kita makan yuk,,,”? ajak Sooyoung

“mianhe, aku harus bertemu dengan prof. Choi untuk menyerahkan tugas ini” Yoona menunjukkan tugas tersebut.

“kalau begitu kita makan setelah kau kembali bertemu Prof. Choi” ajak Sooyung lagi

“Mm… aku harus ke perpus setelah itu ada tugas yang harus aku kerjakan. Kau tidak apa-apa kan bila kekantin tanpa aku”? ucap Yoona

“ah, kau ini. Tiap hari bergelut dengan tugas. Apa kau tidak lelah? Aku saja sudah cukup lelah memikirkannya…” ceramah Sooyoung

“hahaha… aku lelah tapi ini kan demi mendapatkan nilai yang baik” ucap Yoona

“kau… selalu menjawab seperti itu. Tanpa belajar pun kau sudah pintar Yoona. Nilaimu pun selalu bagus tiap ujian akhir. Sekali-sekali kau istirahat tidak apa-apa kan?

“ne arraseo. Tapi tidak hari ini. Mungkin lain kali” Yoona memukul pundak sahabatnya itu lalu pergi. “selamat makan” ucapnya yg sudah terdengar samar-samar ditelinga Sooyoung.

Tok..tok..tok..

“masuk” jawab Prof. choi

“anyong Prof. choi” sapa Yoona ramah

“ah, Yoona ah. Silahkan duduk. Ada apa kau mencariku?

“ini tugas yang kemarin aku sudah mengerjakannya mungkin belum sempurnah tapi aku sudah berusaha sebaik mungkin” Yoona meletakkan tugasnya diatas meja

Prof. choi lalu mengambil tugas Yoona.

“mm,,, ini sudah bagus” puji prof. choi

Kalau begitu aku permisi aku harus ke perpustakaan. Yoona membungkukan badannya lalu pergi meninggalkan ruangan prof. choi

Sampai perpus Yoona mencari beberapa buah buku kemudian duduk disalah satu bangku kosong. Ia memasang headset di telinganya lalu mulai membaca.

Jam kuliah Yoona hari ini berakhir.

Yoona membuka kunci rumah mungilnya. Yoona lalu meletakkan buku-buku yang dipegannya di atas meja belajar. Menggantung tas selempengannya didinding lalu merebahkan badannya di tempat tidur

“aah…”desah yoona.

Ia kemudian menutup matanya sejenak untuk melepas lelahnya setelah seharian beraktivitas. 10 menit kemudian ia membuka matanya melihat benda hitam yang melingkat ditangannya. Jarum panjang di benda itu menunjuk di angka 2 dan jarum pendekanya sudah melewati angka 3. (03.10) sore

Yoona bangun dari tidurnya. Membersihkan diri lalu 15 menit kemudian ia sudah siap. Yoona akan berangkat kerja. Hari ini ia bekerja sore karena ia ada kuliah pagi. Jika ia kuliah sore, maka ia akan bekerja pagi. Begitulah kegiatan setiap harinya selalu belajar dan bekerja demi memenuhi kebutuhannya. Sejak orang tuanya meninggal akibat kecelakaan pesawat 2 tahun yang lalu.

####

Dilain tempat…

Seorang pemuda keluar dari Bandara Incheon menggunakan jas hitam yang panjang hingga hampir seluruh tubuhnya tertutupi oleh jas tersebut tidak lupa pula masker dan juga kacamata hitam ia kenakan. Ia melihat sekeliling tampak sedang mencari sesuatu. Begitu yang ia cari tidak ia temukan, ia kemudian membuka mantel hitam yang sejak tadi menutupi tubuhnya. Tidak lupa juga maskernya ia copot.

“aarrgh… ini membuatku hampir gila” pekik pemuda itu.

Ia kemudian masuk kedalam sebuah mobil sedan yang sudah menunggunya sejak tadi. Sang sopir pun turun dan membukakan pintu agar pemuda tersebut bisa masuk.

“silahkan tuan muda” kata Tn. Han sang sopir sambil menundukkan kepalanya

“aish,,, kau ini. Sudah berapa kali kukatakan jangan panggil aku tuan muda. Panggil aku Dong Hae saja. Arraseo”? Dong Hae pun kemudian masuk kedalam mobil

“ne…tuan muda” Dong Hae memandang tajam kearah sopirnya. “ah,, maksudku Dong Hae ssi” kata sang sopir membenahi kata-katanya.

“nah..begitukan lebih enak. Terdengar lebih akrab” kata Dong Hae sambil tersenyum.

Mobil yang ditumpangi Dong Hae pun berjalan menelusuri kota Seoul yang cukup ramai di sore hari. Dong Hae sibuk memperhatikan pemandangan di setiap sudut kota Seoul.

“sudah lama sekali” desah Dong Hae dengan suara kecil. Kemudian hening yg terdengar hanya suara kendaraan yang berlalu lalang. Dong Hae terhanyut dalam pikirannya sendiri.

“ahjussi… kau tidak memberitahu kakek tentang kedatanganku ke seoul kan?” Tanya DongHae

“aniyo. Presdir belum tau apa-apa tentang kedatangan Tuan ke seoul. Setahu Beliau tuan masih di Amerika” jelas Tn Han.

“baiklah. Kalau begitu kita langsung ke apartemenku saja. Kakek juga belum tau tentang apartemenku kan?” Tanya DongHae lagi

“sejauh ini Presdir belum mengetahui apapun tentang hal tersebut Tn. Muda…

maksudku DongHae ah…”

DongHae tersenyum pada Tn Han.

Mobil yang membawa Dong Hae pun melaju dan melintasi taman Hyundei yang terletak di tengah kota Seoul. #mian kalau nama tamannya jelek.

“ahjussi…tolong berhenti disini” kata Dong Hae kepada Tn Han. Ia pun lalu turun dari mobil.

“ahjussi… kau langsung saja ke apartemen bawakan barang-barangku nanti aku akan pulang sendiri. Aku masih ingin menikmati indahnya kota seoul di sore ini” jelas Dong Hae.

“kapan kau akan pulang? Aku bisa menjemputmu” kata Tn. Han

“ah, tidak perlu” kata Dong Hae dan berlalu pergi

Mobil Tn Han pun melaju meninggalkan Dong Hae. Dong Hae memperhatikan sekelilingnya tampak ada beberapa orang anak sedang bermain riang dan juga ada beberapa pasang kekasih juga sedang menikmati indahnya sore itu.

“apa?” kata Presdir Lee (kakek Dong Hae) dengan suara sedikit berteriak

“Dong Hae kembali ke Seoul. 2 jam yang lalu? Presdir Lee meletakkan ganggang teleponnya. Ia terlihat tidak suka dengan kabar yang baru saja ia dengar. Presdir Lee kemudian duduk di kursi ruang kerjanya. Ia terlihat berpikir

Kreekk… pintu terbuka dan tampak seseorang sudah berada didepannya.

“anda memanggil saya tuan?” sapa Tn. Park sekretaris Presdir Lee

“apa kau sudah mendengar kabar kalau Dong Hae kabur dari Amerika dan ia sekarang sedang berada di Seoul?” Tanya Presdir Lee

“Jongmal?” tn. Park tampak terkejut. “aniyo… aku belum dengar kabar apapun tentang Dong Hae” jelas Tn. Park

“ku dengar pesawat yang ditumpanginya dari Amerika mendarat 45 menit yang lalu. Kau cari tahu dia kemana setelah dari bandara. Cari dia dan bawa dia padaku bagaimanapun caranya” perintah Presdir Lee

“Ye. Agisimnida” Tn. Park menundukkan kepalanya lalu keluar dari ruangan Presdir Lee

“anak itu benar-benar membuatku gila” gumam Presdir Lee

Dong Hae masih terus memperhatikan anak-anak sekitarnya bermain. Ia tersenyum seolah ikut merasakan kebahagiaan anak-anak tersebut.

Dong Hae mengambil ponsel dari sakunya mencari kontak lalu terlihat ia sedang menelepon seseorang.

“Hyung, kau dimana? Aku ada di Seoul sekarang” Dong Hae berbicara dengan seseorang di teleponnya

“aku ada ditaman Hyundei sekarang. Ne, aku akan menunggumu” Dong Hae menutup teleponnya. Lalu berjalan mengelilingi taman tersebut,,

###

seorang pemuda dengan perawakan tinggi keluar dari sebuah rumah mewah lalu masuk kedalam mobilnya.

“aish,,, anak itu!! Dia kabur lagi” gumam pemuda yang bernama Siwon itu sambil mengendarai mobilnya menuju taman Hyundei

Segerombolan orang berjalan melintasi taman Hyundei. Dengan pakaian seperti bodyguard. Ya mereka bodyguard atau lebih tepatnya orang-orang suruhan Presdir Lee untuk mencari Dong Hae. Mereka tampak mencari seseorang. Mereka kemudian menyebar. Dong Hae yang sedari tadi memperhatikan anak-anak yang sedang bermain terkejut melihat kedatangan segerombolan orang tersebut.

 “aish… kenapa hariku yang menyenangkan ini harus diganggu oleh mereka?” kata Dong Hae sambil berlari untuk mencari tempat persembunyian

“itu dia tuan muda” tunjuk seorang bodyguard tadi kearah Dong Hae

“hei… tunggu apa lagi. Ayo kejar dia” perintah Tn. Park

Yoona berjalan santai menuju tempat kerjanya yang tinggal berjarak beberapa meter lagi. Ia tampak ceria hari ini. Sesekali bibir mungilnya melantunkan lagu santai yang mengiringi langkahnya.

Dong Hae masih terus saja lari menghindari para bodyguard kakeknya yang terus saja mengejarnya sejak tadi.

“kakek… kau membuatku seperti seorang pencuri. Kenapa kau melakukan ini padaku?” kata Dong Hae dengan wajah miris di sela-sela larinya. Mereka masih terus saja saling mengejar. Keringat mulai bercucuran membasahi wajah tampan Dong Hae.

Yoona sampai di tempat kerjanya.

“hah? Kenapa tutup?” Yoona berpikir keras. Kemudian bertanya pada Ahjumma yang juga mempunyai Toko di sebelah Restoran tempat ia bekerja

“chogiyo.. ahjumma,,, boleh aku bertanya sesuatu?” sapa Yoona ramah

“Ne. Waeyo Yoona ah?” Tanya ahjumma tersebut

“ahjumma tau kenapa restoran tempatku bekerja tutup?” Tanya Yoona lagi

“ah… itu? Kata Ny. Kim dia keluar kota jadi restorannya ditutup”

“mwo..??? Yoona sedikit berteriak. “ahjumma tau kapan Ny. Kim akan kembali?” Tanya Yoona lagi

“sekitar 3 hari lagi. Jadi selama itu kau tidak perlu datang bekerja” jelas Ahjumma tsb.

“khamsahamnida ahjumma…” Yoona menundukkan kepala lalu pergi.

 “aish,,, kenapa Kim Ahjumma tidak memberitahuku agar aku tidak perlu ke sini hari ini” gumam Yoona pelan. Ia berjalan pelan lalu mengambil ponselnya.

“Youngie ah, kau dimana? Bisa bertemu ditaman Hyundei?”

“kau tidak kerja? Tanya suara diseberang

“ah,, Kim ahjumma sedang keluar kota untuk 3 hari jadi aku libur bekerja. aku ingin pergi ke taman Hyundei. Kau mau ikut?”

“ya… kau yakin akan ketaman Hyundei? Bukannya ke toko buku atau pulang belajar kerumah?” goda Sooyoung

“sudahlah, kalau kau tidak mau aku pergi sendiri saja” Yoona ngambek

“baiklah. Aku akan kesana” Sooyung menutup teleponnya lalu bersiap-siap pergi ketaman tempat ia dan Yoona akan bertemu.

Yoona hendak memasukkan ponselnya kedalam tas sementara Dong Hae masih terus berlari sambil melihat kebelakang dan

BUK….!!!

Dong Hae menabrak Yoona.

Yoona jatuh begitu juga dengan tas yang dipegangnya. Isi tasnya pun berhamburan keluar

“aduh… ada apa dengan hari ini” gumam Yoona sambil merapikan isi tasnya yang berserakan diman-mana. Yoona mengangkat kepalanya kesal

“Ya… kau??? Kau tidak punya mata ya?” pekik Yoona

“mianhe.. tapi aku harus pergi” kata Dong Hae sambil berbalik hendak pergi

“Mwo? Yoona menatap Dong Hae tajam. “kau tau, Handphone ku rusak karena ulahmu” lanjut Yoona lagi sambil menunjukkan Handphonenya yang sudah hancur akibat jatuh waktu di tabrak Dong Hae tadi. Tidak hanya itu Dong Hae juga ternyata menginjak Handphone yoona yang membuat Hp tersebut rusak total.

“baiklah. Aku akan menggantinya. Tapi tidak sekarang” kata Dong Hae lagi-lagi hendak pergi

“mana bisa begitu? Jika kau ingin menggantinya, ganti sekarang!” kata Yoona tajam. Ia menadahkan tangannya.

“aish,,, kenapa wanita harus tercipta sebagai makhluk yang cerewet” kata Dong Hae pelan

“mworagu?” yoona semakin mempertajam tatapannya.

“aku tidak punya waktu menjelaskannya sekarang. Aku… aarrghh,, Dong Hae menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Dong Hae melirik kebelakang dan bodyguard yang sedari tadi mengejarnya semakin mendekat ke arah mereka. Dong Hae bingung apa yang harus ia lakukan. Tanpa pikir panjang Dong Hae langsung menarik tangan Yoona dan berlari. Yoona yang masih bingung kemudian ikut berlari menyamai langkah Dong Hae. Mereka pun berlari bersama…

To Be Continued ………………………………………………………

gimana partnya 1 nya ?? baguskah? jelekkah? readers : ancoor…

mian kalau ceritanya agak gak nyambung maklum masih amatiran.

hehehe,,, minta komentnya chingu ^_^

8 pemikiran pada “I Think I Love You # Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s